
Perhatian!
Dalam cerita mengandung unsur dewasa. Seperti 21+, kekerasan fisik, darah, kata- kata umpatan dan lain-lain. Diharapkan pembaca bijak dalam menanggapi isi bacaan. Terima kasih.
*****
Ergy menjemput Jack. Ergy mengajak Jack untuk bertemu Matteo. Ergy memang selau terbuka dengan Jack. Ia mengatakan jika Matteo berhasil mengamankan Hansel. Dengan bangganya Ergy memuji Jack. Mereka sedang dalam perjalanan menuju lokasi yang ditentukan.
"Kau memang yang terbaik, Jack." kata Ergy memuji Jack.
"Apa kubilang? Matteo pasti bisa diandalkan. Dia tidak akan pernah gagal dalam misinya. Memang patut dia mendapatkan upah besar. Kerjanya saja sangat bagus," jawab Jack. Jack memuji kerja Matteo yang menurutnya sangat bisa diandalkan.
"Ya, ya. Upahny sudah aku siapkan. Aku senang sekali saat dia mengubungiku dan memintaku datang untuk melihat Hansel. Aku akhirnya bisa melihat bocah tengik itu. Aku akan patahkan tangan kakinya nanti," kata Ergy setengah geram.
"Jangankan mematahkan kaki dan tangannya. Mematahkan lehernya kau pun pasti bisa. Hahaha..." sahut Jack tertawa.
Keduanya terlihat senang. Jack berbangga hati akhirnya bisa membantu Ergy. Dengan begitu hubungannya dengan Ergy akan semakin membaik dan akur.
Sesaat Ergy lupa jika ia masih belum menemukan keberadaan istri dan anaknya. Ia justru sibuk mengurusi Hansel yang mrmbuatnya kesal. Yang ingin mrngambil alih semua miliknya.
*****
Mereka tiba di lokasi yang ditentukan. Keduanya turun dari dalam mobil bersama-sama. Ergy melihat sekeliling lalu melihat Jack. Lokasinya jauh dari pemukiman padat penduduk. Sebuah rumah mewah dengan dua lantai yang memang terbengkalai.
"Kau yakin ini tempatnya?" tanya Jack.
"Ya. Ayo, Jack." ajak Ergy.
Mereka mendekati pintu masuk. Dengan setengah ragu, Ergy membuka pintu utama rumah itu dan berjalan masuk. Saat memasuki dalam rumah itu, di area ruang tamu yang kosong itu memang sengaja tidak diberi penerangan. Langkah kaki dua laki-laki paruh baya itu pun terus melangkah sampai di ruang tengah.
Tiba-tiba saja dua orang laki-laki menghadang keduanya. Dengan tatapan mata penuh kecurigaan memandangi Ergy dan Jack.
Ergy dan Jack saling bertatap muka lalu kembali menatap dua laki-laki asing di hadapan mereka. Ergy pun memberanikan diri bertanya dengan nada yang ketus.
"Siapa kalian? di mana Tuanmu?" tanya Ergy dengan suara meninggi.
Kedua laki-laki di hadapan Ergy dan Jack hanya diam. Namun, tiba-tiba ada suara lain yang menjawab pertanyaan Ergy. Suara itu terdengar jauh.
"Aku di sini. Biarkan mereka lewat!" perintah Matteo dari lantai dua. Matteo melihat dari jauh kedatangan Ergy dan Jack.
Jack tersenyum, "Matteo..." sapanya.
"Naiklah. Dia di sini," kata Matteo serius.
Ergy dan Jack dipersilakan oleh kedua laki-laki penjaga itu naik ke atas, ke lantai dua rumah kosong tersebut. Dengan langkah cepat keduanya melangkah mendekati tangga, dan langsung menyuri anak tangga untuk segera naik.
*****
__ADS_1
Hansel diikat oleh Matteo di kursi. Matteo memberi isyarat dengan tangannya, jika Ergy dan Jack semakin mendekat. Hansel mulai meronta. Ia berusa melepaskan diri dari ikatan Matteo.
"Hei, tenganglah!" seru Matteo meniggikan suaranya. Sengaja agar didengar oleh dua orang yang baru saja menapaki anak tangga terakhir.
"Hoho... Kau di sini," sapa Ergy tersenyum senang, ia dan Jack berjalan mendekati Matteo.
"Kau luar biasa, Matteo. Kerja bagus," puji Jack.
"Tidak masalah. Sesuai yang aku katakan, aku sudah dapatkan apa yang kau minta. Namun, sangat disayangkan jika aku langsung membunuhnya, kan? aku sudah buat dia terikat di sana," kata Matteo menunjuk Hansel yang terikat.
"Hmmm... mmmm..." Hansel meronta-ronta ingin lepas.
"Hahaha..." tawa keras Ergy yang berjalan menghampiri Hansel. Ia meninggalkan Jack bersama Matteo.
Ergy melihat dari jarak kira-kira dua meter dari posisi Hansel diikat. Ia terlihat puas melihat Hansel yang meronta-ronta dan ingin lepas.
"Akhirnya kita bertemu lagi, Hans. Bagaimana rasanya?" tanya Ergy melihat wajah Hansel yang lebam dan memar, "Aha... apa itu sakit? ckckck... sayang sekali wajah tampanmu itu harus terluka, ya." katanya mengejek Hansel. Ergy terlihat senang melihat Hansel terluka.
"Teruslah, teruslah tertawa puas! aku akan membawamu terbang dan akan menghempaskanmu," batin Hansel tersenyum dingin.
"Hhmmm..." gumam Hansel geram.
"Mmmmhh..." gumam hansel lagi seakan ingin mengatakan sesuatu.
"Apa?" kata Ergy memegang telinganya, "Aku tidak bisa dengar apa yang kau sampaikan bocah ber*ngs*k!" imbuhnya.
"Kau tahu. Aku sangat puas dan senang hari ini. Karena aku berbaik hati, akan kubiarkan Matteo membereskanmu dengan lembut. Bertemulah Papa tersayangmu di neraka. Hahaha..." gelak tawa Ergy lansung memenuhi seluruh ruangan.
"Tenang, Hans. Tenanglah," batin Hansel mencoba menenangkan diri sendiri.
"Kau tidak akan bisa menang melawanku, Hans. Bagaimanapun juga, kau bukan tandinganku. Pamanmu ini sudah banyak pengalaman membereskan orang. Hanya membereskan bocah tengik sepertimu saja, itu hal yang mudah. Cih, berani sekali kau membuatku gelisah dengan mengajukan tuntutan padaku. Apa kau kira akan semudah itu kau dapatkan kembali harta Papamu, huh? tidak akan! tidak akan aku berikan padamu. Itu semua adalah milikku, miliku! apa kau dengar? hahaha... kau ini hanya bocah yang tidak tahu apa-apa. Mau bagaimana kau melawanku?" ucap Ergy dengan sombongnya. Ia merasa paling hebat saat itu.
Ergy terus-menerus melontarkan makian, kata-kata kasar dan mrngumpati Hansel. Sampai di saat Hansel tidak bisa menahan diri lagi. Ia melepaskan sendiri tali yang melilitnya. Itu hanya lilitan biasa yang mudah terlepas. Hansel menarik kain yang menyumpal mulutnya dan membuangnya asal.
"S*al! aku tidak bisa tahan dengan kata-katamu yang sangat 'bijaksana' Paman," kata Hansel mengejek Ergy.
Ergy kaget melihat Hansel yang bisa melepaskan diri, "Ka, kau... bagaimana bisa?" kata Ergy dengan mata terbelalak.
Hansel melangkah mendekati Ergy, "Kenapa? Paman terkejut? Hansel memojokkan Ergy ke dinding, "Ayo, bicara. Aku akan dengar semuanya yang paman katakan," kata Hansel meminta Ergy bicara seperti saat ia masih terikat di kursi.
"Ka, kau, jangan mendekat! Matteo... di mana kau?" teriak Ergy mulai panik. Ergy mencari-cari Matteo dan Jack.
"Ternyata, mudah sekali, ya. Pamanku yang menyombongkan diri dengan angkuhnya, hanya dengan tipuan seperti ini saja sudah terbuai." kata Hansel.
"Apa maksudmu?" tanya Ergy melebarkan mata. Ergy masih belum mengerti situasinya saat itu.
"Ini semua adalah rekayasa, Paman. Bukankah Paman ingin membunuhku? sebelum Paman membunuhku, paman sudah kalah. Paman kira Matteo bekerja pada siapa? dia lebih takut akan nyawanya daripada harus meladeni permintaan gila Paman. Sebegitu mudahnya paman menyingkirkan orang-orang yang menghambat jalan paman? termasuk papa?" tanya Hansel.
__ADS_1
Ergy diam. Ia merasa tidak bisa berkutik. Amarah Hansel membuatnya mematung. Melihat Ergy yang hanya diam, meningtakan level kemurkaan Hansel. Hansel meledak, ia meluapkan kekesalannya pada Ergy.
*****
Jack yang tahu jika ia dan Ergy di jebak. Segera pergi melarikan diri. Ia berlari menjauhi Matteo. Jack tidak ingin terlibat, ia berusaha sekuat tenaga terus berlari. Matteo mengejar Jack, begitu juga Charlie yang baru menyadari jika Jack berusaha melarikan diri.
Di sisi lain, Micheline yang sebelumnya samar-samar mendengarkan suara. Merasa sudah waktunya memberi isyarat pada Jesslyn. Micheline kembali berjalan mendekati pembatas hendak mengintip Jesslyn. Di saat bersamaan, Jack berlari dan menabrak tubuh Micheline. Jack dengan sengaja justru mendorong tubuh Micheline yang posisinya dekat dengan tangga. Karena tidak imbangnya tubuh, Micheline pun terhuyung dan tidak sempat berpegangan. Pada akhirnya Micheline pun terjatuh.
"Aaaaa..." teriak Micheline, sesaat sebelum terjatuh ke tangga.
"Nona Micheline..." teriak Jesslyn kencang.
Teriakan Micheline mengejutkan semua orang. Tubuhnya terguling-guling menuruni anak tangga. Sampai akhirnya Micheline tergeletak di lantai, dengan bersimbah darah. Jesslyn segera berlari menghampiri Micheline. Memeriksa keadaan Micheline.
"Nona," panggil Jesslyn lagi. Segera Jesslyn memeriksa denyut nadi dan napas Micheline.
Hansel berlari, ia terkejut saat melihat Micheline sudah tergeletak dilantai berlumuran darah. Begitu juga Charlie, keduanya bersama-sama turun secepat mungkin menuruni anak tangga.
"Eline..." teriak Hansel. Hansel segera memeluk tubuh Micheline. "El..." panggilnya lagi sembari menepuk pelan wajah Micheline, Hansel berusaha menyadarkan Micheline.
"Dia masih bernapas. Tapi..." Jesslyn melihat darah yang keluar dari sela-sela paha Micheline, "Dia pendarahan. Capet bawa ke rumah sakit, Hans. Ayo..." ajak Jesslyn.
"Pergilah Hans, aku yang akan urus dua orang s*alan itu. Jesslyn, tolong bantu Hansel, ya." kata Charlie.
Jesslyn mengangguk, "Ya. Kau berhati-hatilah." jawab Jesslyn menatap Charlie, lalu menatap Hansel dan segera mengajak Hansel pergi. "Ayo Hans, kita tidak tahu seberapa parah lukanya," kata Jesslyn yang segera berdiri dan berbalik, Jesslyn berjalan cepat setengah berlari.
Hansel gemetaran membopong Micheline. Pikirannya seketika kosong, ia tidak ingin terjadi sesuatu pada Micheline. Apalagi Micheline tengah mengandung. Dengan cepat Hansel berjalan mengikuti Jesslyn yang berlari keluar dari rumah kosong. Jesslyn juga panik, ia menerka pasti janin Micheline sudah keguguran karena banyaknya darah yang keluar dan melihat posisi jatuhnya Micheline yang terguling.
"Kenapa harus terjadi hal seperrti ini? semoga semuanya baik-baik saja," batin Jesslyn.
Jesslyn membuka pintu mobil Charlie bagian belakang. Melihat Hansel dan Micheline sudah masuk ke dalam mobil, Jesslyn pun langsung menutup pintu mobil dan ia segera masuk ke dalam mobil. Jesslyn dengan segera mengemudikan mobil Charlie ke rumah sakit terdekat, Bagaimapun juga, nyawa Micheline dipertaruhkan. Meski dengan keadaan yang panik, Jesslyn berusaha fokus mengemudikan mobil.
...*****...
**Yuk, follow ig author
ig: dea_anggie
Jangan lupa like setiap episodenya ya..
Bagi-bagi Hadiah dan votenya juga..
Semakin banyak hadiah semakin rajin author update lho..
Ayo... ayo... kasih semangat dan dukungan buat author..
Terima kasih semuanya...
__ADS_1
Bubaiii~~~ sampai jumpa di episode selanjutnya..
Salam hangat dari author~~🙂**