My Sexy CEO

My Sexy CEO
MSC 59 - Rencana Jahat Ergy


__ADS_3

Ergy menemui seorang temannya dan mendiskusikan masalahnya dengan temannya tersebut. Ergy meminta saran untuk menangani Hansel yang sudah menuntutnya. Teman Ergy menyarankan untuk Ergy segera membereskan Hansel tanpa jejak.


"... aku sangat kesal," kata Ergy pada temannya.


"Bereskan saja. Jangan sampai meninggalkan jejak." jawab teman Ergy.


"Bereskan bagaimana? apa kau memiliki rencana?" tanya Ergy.


Teman Ergy tersenyum tipis, "Aku akan mengajakmu menemui seseorang. Kau katakan saja keluhanmu, ia akan segera membereskan hambatan yang akan membawamu pada kemenangan."


"Kau yakin ini akan berhasil? sudah aku katakan, si bocah tengik itu menjadi simpanan CEO-nya. Dan, tersebar rumor jika CEO itu adalah psikopat gila. Jika rencanamu tidak berhasil, bisa-bisa aku yang akan terkapar menjadi mayat. Aku tidak mau hal itu terjadi padaku," kata Ergy terang-terangan.


"Tidak perlu khawatir. Seseorang yang akan kau temui sangat terampil dalam menyelesaikan tugas. Tidak akan ada masalah apapun padamu."


"Baiklah jika seperti itu. Kapan aku bisa menemuinya?" tanya Ergy.


"Ingin pergi sekarang? jika kita pergi sekarang, aku akan membawamu ke rumah pribadinya," tawarnya.


Ergy menganggukkan kepala, "Boleh juga. Lebih cepat lebih baik. Aku juga ingin ini cepat selesai."


Begitulah, sampai akhirnya Ergy dan temannya itu pergi ke rumah seorang kenalan dari teman Ergy. Ergy sudah membulatkan tekad, ia tidak lagi merasa sungkan dan mau berbelas kasih pada Hansel.


*****


Ergy dan temannya sudah sampai di sebuah rumah. Rumah itu terlihat besar dengan halaman yang luas. Awalnya Ergy ragu-ragu, namun temannya itu meminta Ergy untuk percaya dan mengikutinya.


Teman Ergy menekan bel pintu utama rumah tersebut. Setelah menunggu beberapa lama, pintu terbuka dan terlihat seorang pelayan menyapa Ergy dan temannya itu.


"Hallo, Tuan. Ada keperluan apa?" tanya pelayan.


"Kami ingin menemui Tuan Zeox. Apakah beliau ada?"


"Beliau masih ada di dalam kamar, tetapi saya akan panggilkan. Silakan masuk dan duduk," kata pelayan mempersilakan masuk.


"Ya. Terima kasih," jawab teman Ergy.


Teman Ergy langsung masuk ke dalam rumah, disusul oleh Ergy. Pelayan pergi untuk memanggil seseorang yang bernama Zeox. Mata Ergy melihat sekeliling, ia yakin pemilik rumah yang ia dan temannya datangi bukanlah orang sembarangan. Semua yang mengisi rumah terbuat dari bahan berkwalitas. Seperti halnya kediamannya.


"Ini rumah siapa?" bisik Ergy.


"Kau tidak perlu khawatir. Jika aku minta kau bicara maka kau bicara saja. Dia akan membantu membereskan keponakanmu pembawa sial itu." bisik teman Ergy balik.


*****


Sementara itu, si pelayan berdiri dan mengetuk pintu kamar majikannya. Di dalam, majikannya sedang bercumbu mesra dengan pasangannya. Pintu terbuka, seorang perempuan cantik dengan hanya mengenakan pakaian tidur transparan membukakan pintu. Perempuan cantik itu tidak laian adalah Nyonya rumah.

__ADS_1


"Ma-maaf mengganggu, Nyonya. Ada tamu untuk Tuan," kata pelayan sembari menunduk.


"Tunggu sebentar," kata perempuan cantik itu yang kembali menutup pintu, ia berjalan menghampiri suaminya yang masih ada di dalam selimut. "Sayang...." panggilnya mesra.


"Hm," gumam laki-laki bertubuh kekar dan bertato di atas tempat tidur.


Perempuan itu langsung naik ke atas tempat tidur, "Ada yang mencarimu," katanya mengusap wajah suaminya.


Laki-laki itu memegang tangan istrinya yang mengusap wajahnya, lalu mencium tangan istrinya berkali-kali. Laki-laki bernama Matteo Zeox itu menatap wajah istrinya, membelainya lalu mencium bibirnya.


"Buatkan aku makanan yang enak, ok." pinta Matteo.


Perempuan itu tersenyum, "Ok," jawabnya yang langsung turun dari tempat tidur dan memakai luaran dari pakaian tidurnya. Perempuan itu mengikat rambutnya sembari bercermin, ia melihat leher dan dadanya penuh tanda merah.


"Kau liar sekali," gumamnya.


"Oh, itu belum seberapa, kan? nanti akan kupenuhi seluruh kulitmu degan tandaku," kata Matteo yang juga mengenakan piamanya.


"Terserah kau, dasar rakus." ejek istrinya yang langsung pergi meninggalkan kamar. Matteo mengikuti istrinya.


Di luar kamar, Matteo menatap pelayannya dan bertanya. Siapa orang yang ingin bertemu dengannya. Sedangkan istri Matteo hanya diam melihat.


"Siapa yang datang?" tanya Matteo.


"Saya tidak bertanya, Tuan. Maafkan saya," jawab pelayan.


"Sudahlah, temui saja tamumu. Jangan pikirkan soal pelayan baru ini. Dia kan baru seminggu menggantikan Arra." kata istri Matteo membela pelayan.


"Kau ini, ya. Kau tau aku tidak bisa mebantahmu maka dari itu kau membelanya." jawab Matteo yang langsung pergi.


Pelayan menunduk, "Maafkan saya, Nyonya." katanya sedih.


"Tidak apa. Kau sudah bekerja dengan baik menggantikan Kakakmu yang sakit. Ayo ke dapur dan buatkan makanan utuk Tuan monster," ajaknya, langsung pergi menuju dapur.


"Baik, Nyonya." jawab pelayan yang langsung menyusul Nyonyanya.


Matteo berjalan dan sampai di ruang tamu. Ia melihat seseorang yang tidak asing buatnya. Lalu menyapa seseorang itu, orang yang di maksud adalah Jack, teman Ergy.


"Oh, Jack..." sapa Matteo.


"Hallo, Matteo. Kau terlihat baik-baik saja," kata Jack.


Matteo duduk, "Ya. Aku cukup baik sekarang setelah kejadian beberapa bulan yang lalu. Siapa seseorang yang bersamamu?" tanya Matteo.


"Oh, dia temanku juga rekan bisnisku. Kenalkan, Ergy Feliks. Ergy, dia Matteo Zeox." kata Jack saling memperkenalkan Ergy dan Matteo.

__ADS_1


"Hallo, Tuan Feliks." sapa Matteo.


"Senang bertemu Anda, Tuan Zeox." sapa balik Ergy.


"Jadi, apakah ads sesuatu?" tanya Matteo langsung berterus terang.


"Ada. Ergy lah yang membutuhkan bantuan kali ini. Aku hanya berharap kau bisa membantunya, Matteo." jawab Jack.


"Jika mungkin aku akan bantu. Ada apa, Tuan Feliks?" tanya Matteo menatap Ergy.


"Bisakah Anda membereskan sesorang? seseorang itu adalah keponakanku, bernama Hansel Feliks. Saat ini ia sedang berada di luar kota. Dia..." begitulah Feliks bercerita, ia ingin Matteo bisa membantunya. Matteo hanya mengangguk dan mendengar dengan seksama informasi dari Ergy.


"... saya akan bayar berapapun yang Anda minta." kata Ergy mengakhiri ceritanya.


Matteo mengernyitkan dahi, "Apa Anda sudah memikirkannya baik-baik? saya tidak akan menerima jika Amda tiba-tiba membatalkan permintaan secara sepihak."


"Saya sangat yakin. Jika Anda bisa membereskannya, saya akan berikan seusai permintaan Anda." jawab Ergy.


"Baiklah. Saya akan terima pembayarannya setelah selesaikan misi. Saya membutuhkan foto dan alamatnya. Juga beberapa data," kata Matteo menyanggupi.


"Soal itu. Saya akan kirimkan secepatnya." sahut Ergy.


Matteo mengangguk, "Baiklah," jawabnya.


Ergy cukup merasa lega. Ia akan segera membereskan Hansel yang menjadi ranjau baginya. Jika Hansel tiada, tidak akan ada lagi penganggu dan ia akan menguasai sepenuhnya aset kekayaan dan seluruh peninggalan mendiang Hanry.


Setelah selasai berdiskusi, Ergy dan Jack pergi meninggalkan rumah Matteo. Keduanya langsung berpisah jalan, karena Jack langsung kembali keperusahaannya. Sedangkan Ergy masih ingin pergi ke suatu tempat. Ia ongin mengunjungi seseorang yang sudah lama tidak ia kunjungi.


*****


Matteo sedang makan bersama istrinya. Ia menceritakan misi baru yang ia terima dari Ergy. Bella sempat terlejut, mengingat Ergy masih berstatus Paman dari korban.


"Apa pikirannya terganggu?" celetuk Bella.


"Sekarang, persaiangan seperti itu marak terjadi, kan? tidak hanya paman dan keponakan atau sebaliknya. Bahkan antara orang tua dan anak pun sering kita jumpai. Kenapa kau terkejut, sayang?" kata Matteo.


"Masalahnya, Laki-laki itu berada di sisi Micheline Robert. Kau kan tahu dia perempuan seperti apa?" jawab Bella.


Matteo mengangguk, "Aku tahu. Namun, jika dia hanya pemuas nafsu maka perempuan itu tidak akan melindunginya sampai memepertaruhkan segalanya, kan?" jawab matteo.


"Benar juga. Terlebih dia laki-laki golongan biasa. Selera perempuan moster itu pasti lebih tinggi, kan? Hah... entahlah. Aku tidak tahu bagaimana cara berpikir orang-orang bodoh di luaran sana. Demi harta kekayaan dan kekuasaan, mereka saling menerkam satu sama lain." ungkap Bella.


"Lupakan saja. Untuk apa kau pikirkan. Sekarang, kita harus fokus pada rencana kita. Kau siap, sayang?" kata Matteo tersenyum nakal.


Bella membalas senyuman Matteo, "Kapanpun itu. Aku selalu siap, sayangku." jawab Bella.

__ADS_1


Bella dan Matteo adalah pasangan pembunuh bayaran. Mereka juga memiliki beberapa bawahan yang tersebar di beberapa wilayah. Jika target adalah seorang laki-laki, Bella lah yang akan menjadi umpan. Begitu juga sebaliknya, jika Target adalah wanita, Matteo lah umpannya. Sejauh ini keduanya tidak pernah gagal dalam misi, mereka selalu bisa menyelesaikan misi dengan hasil yang memuaskan.


...*****...


__ADS_2