My Sexy CEO

My Sexy CEO
MSC 89 - Ada Penyusup


__ADS_3

Perhatian!


Dalam cerita mengandung unsur dewasa. Seperti 21+, kekerasan fisik, darah, kata- kata umpatan dan lain-lain. Diharapkan pembaca bijak dalam menanggapi isi bacaan. Terima kasih.


*****


Ergy meronta-ronta ingin dilepaskan. Ia dibawa paksa sekelompok orang tidak dikenal menuju sebuah rumah mewah. Ergy bingung, ia tidak tahu siapa orang-orang yang membawanya.


"S*al! siapa mereka, seenaknya saja membawaku paksa. Apa aku akan dipindahkan? jika iya, kenapa tadi ada ketibutan dan suara teriakan?" batin Ergy berpikir.


Ia juga tidak bisa melihat apa-apa karena matanya tertutup kain hitam. Mulutnya pun dibekap kain agar tidak bisa mengeluarkan suara. Ia terus meronta, sampai akhirnya langkah kakinya terhenti.


"Saya membawa oranya, Tuan." kata seseorang.


"Bagus! buka penutup matanya," petintah seseorang lain.


"Baik, Tuan." jawab seseorang di samping Ergy yang langsung membuka penutup mata Ergy.


Ergy melihat sekeliling. Ia berada di sebuah ruangan yang cukup luas. Ia melihat dua orang laki-laki tidak jauh darinya. Seorang duduk dan seorang lagi berdiri di samping laki-laki yang sedang duduk.


"Si, siapa mereka?" batin Ergy bertanya-tanya.


Seseorang yang duduk tertawa, ia berdiri dari posisi duduknya dan berjalan perlahan mendekati Ergy. Ergy semakin penasaran, ia hanya bisa terus meronta untuk dilepaskan.


"Selamat datang, Ergy Feliks. Senang bertemu denganmu," kata seseorang itu berdiri kira-kira berjarak satu meter dari Ergy. Ia memerintahkan orannya untuk membuka kain yang membekap mulut Ergy.


"Hah..." dengus Ergy, "Siapa kau?" tanya Ergy langsung dengan nada suara kesal.


"Siapa aku? apa itu penting?" jawabnya menatap Ergy tajam.


"Kenapa kau membawaku? aku tidak punya urusan dengammu. Lepaskan aku!" seru Ergy meronta-ronta.


"Jika kau berada di sini, tentu itu ads urusannya denganmu. aku tahu semua tentangmu, siapa kau, dan apa saja yang kau lakukan. Baik itu sesuatu yang busuk sekalipun," katanya tersenyum tipis dengan tatapan mata merendahkan.


"Aku tidak mengenalmu. Dan tidak akan sudi. Cepat lepaskan aku, br*ngs*k!" umpat Ergy.


"Tuan, biarkan saya yang mengurusnya. Mulutnya sudah lancang!" kata seseorang hendak melangkah maju, mendekati Ergy.


"Luiso..." panggil seseorang, yang tidak lain adalah Alfonzo. "Jangan terpancing omosi. Biarkan saja anj*ng gila menggonggong!" kata Alfonzo.


"Tetapi, Tuan. Dia sudah di luar batas," kata Luiso yang merasa kecewa karena keinginannya dicegah.


"Cukup!" seru Alfonzo mengangkat tangan kirinya, "Aku bilang biarkan ya biarkan. Dia tidak akan bisa macam-macam juga padaku. Aku sendiri yang akan memisahkan kepala dari tubuhnya jika diberani selangkah saja menyerangku. Itu hanya ucapan, anggap saja bualan." jelas Alfonzo.

__ADS_1


"Baik, Tuan." kata Luiso yang kembali ke posisinya semula, berdiri tepat di saping belakang Alfonzo.


Alfonzo menatap Ergy, "Kau, apa benar Paman Hansel Feliks?" tanya Alfonzo, ingin memastikan sendiri jawaban yang terlontar dari mulut Ergy.


"Kau mengenal bocah tengik tidak tahu malu itu? apa kau temannya? kau berkomplot dengannya, huh?" cecar Ergy menerka.


Alfonzo tertawa mendenagr ucapan Ergy, "Hahaha..." Ia meyatukan tangan di belakang ponggangnya, "Untuk apa aku berkomplot dengannya. Dia orang yang tidak berguna. Ah... mungkin lebih tepatnya, setelah dia mengenal cinta. Ia pun menjadi budak cinta yang kubenci." kata Alfonzo.


"Benci? Jadi, kau bukan rekannya? lalu, siapa kau?" tanya Ergy lagi penasaran.


"Aku adalah Alfonzo Robert. Paman Micheline Robert. Kau mengenalnya, kan?" kata Alfonzo memperkenalkan diri.


Ergy melebarkan mata, "Apa? ka, ka, kau adalah paman dari perempuan itu? perempuan yang disebut sebagai CEO, atasan Hansel?" kata Ergy tidak percaya.


Alfonzo mengangguk, "Ya. Itu benar. Kau sudah mengenalku, kan? jika seperti itu, aku akan langsung saja pada inti pembahasanku." kata Alfonzo serius.


"Bekerjasamalah denganku. Dan aku akan menjamin keselamatanmu. Selama kau bersamaku, kau tidak akan terluka. Dan keponakanmu yang kau panggil bocah tengik itu, tidak akan bisa menyentuhmu. Walaupun seujung rambutmu." jelas Alfonzo.


Ergy mengeryitkan dahi, ia sungguh tidak mengerti maksud dan tujuan Alfonzo. Sama sekali tidak paham apa yang di namakan 'kerjasama' yang diinginkan.


"Aku tidak tahu apa yang kau maksud dengan 'kerjasama' itu. Satu hal yang ingin aku tahu, apa keuntungan yang akan aku dapatkan jika bekerjasama dengamu?" tanya Ergy.


"Satu hal yang pasti. Kau akan tetap bisa menikmati keadaanmu sebagai pemilik satu-satunya perusahaan. Dan, aku akan menawarkan kerjasama yang menguntungkan untuk perkembangan bisnismu." kata Alfonzo.


"Bailklah jika seperti itu. Aku setuju," kata Ergy.


Alfonzo tersenyum, "Dadar bod*h! kau terpancing umpan yang kulempar. Dengan begitu mudahnya aku bisa membod*himu. Hahaha... benar saja. Seseorang yang cinta akan harta dan diri sendiri, tidak akan peduli pada apapun. Baguslah," batin Alfonzo tertawa senang.


Ergy tidak sadar jika ia sudah dibod*hi oleh Alfonzo. Tujuan Alfonzo yang sebenarnya adalah untuk melenyapkan Hansel. Alfonzo tahu benar, betapa Hansel tidak menyukai Pamannya. Namun, ia tahu juga jika Hansel memiliki hati yang tidak tega dan itulah kelemahannya. Tidak mungkin Hansel begitu saja membiarkan Ergy berada dalam kendali Alfonzo. Karena Hansel tau, seperti apa karakter Alfonzo.


*****


Hansel, Ertha dan Luky sampai telah tiba. Hansel mengernyitkan dahi, ia merasa ada yang tidak beres dengan rumah kosong tempat pamannya itu di kurung. Seketika, ia berlari. Benar saja, ia melihat semua penjaga tergeletak bersimba darah. Hansel memeriksa semua penajaga yang berjumlah delapan orang. Mereka semua sudah dalam keadaan meninggal dunia.


Ertha dan Luky terkrjut, baru saja ia datang. Keduanya sudah diperlihatkan sesuatu yang mengejutkan. Ertha mencengkram lengan Luky, merasa takut. Sedangkan Luky hanya bisa diam mematung memandang sekeliling.


"Apa ini?" batin Hansel mulai khawatir. Ia pun segera berlari.


Hansel segera naik ke lantai dua dengan menyusuri tangga, tangannya sibuk menekan-nekan ponsel. Hansel menghubungi Matteo. Ponsel Matteo berdering, ia mendengar sumber bunyi dari ruangan di mana itu adalah ruangan yang digunakan untuk mengurung pamannya.


"Matteo..." panggil Hansel yang langsung masuk dalam ruangan. Hansel terkejut, di sana pun Matteo sedang terkapar.


"Hah... aaah..." suara rintihan Matteo terdengar oleh Hansel.

__ADS_1


"Matteo, apa yang terjadi?" tanya Hansel segera menolong Matteo. Ia menghampir Matteo untuk melihat keadaan Matteo.


Matteo terluka tusuk, tepat di perut. Wajah Matteo terlihat pucat. Melihat Matteo yang terluka, membuat Hansel segera memanggil Luky. Ia ingin menyelamatkan Matteo yang sedang sekarat.


"Luky..." teriak Hansel memanggil Luky.


Luky yang panik segera datang, "I-iya, Hans. Kau memanggilku?" tanya Luky sedikit takut.


"Bantu aku memapahnya, cepat!" seru Hansel.


"I-iya, i-iya." jawab Luky tergagap.


Hansel dan Luky membawa Matteo ke dalam mobil. Ertha hanya bisa ternganga menutup mulut, saat melihat Hansel dan Luky membawa Matteo.


"Luky, kau bisa mengemudi, kan? bawa dia ke rumah sakit sekitar sini. Cepatlah! Bibi ikutlah dengan Luky. Aku akan tinggal karena masih harus memastikan sesuatu." kata Hansel.


"Kau yakin baik-baik saja?" tanya Ertha.


"Ya, Bi. Luky tolong cepatlah. Jika tidak dia akan kehilangan nyawa," kata Hansel. Ia sibuk menghubungi Charlie namun panggilannya masih belum diterima Charlie.


"Kami pergi, Hans." kata Luky, dan dijawab anggukkan kepala oleh Hansel.


"Ahh... s*al! ayo angkat, Charlie. Ada apa ini sebenarnya, kenapa seperti ini?" gumam Hansel geram.


Luky dan Ertha bersama-sama naik dalam mobil. Hansel kembali masuk ke dalam. Ia bingung harus apa, ia juga masih menunggu Charlie menerima panggilannya. Ia pun segera kembali naik ke lantai dua rumah itu, ia hendak pergi ke ruangan tempat Jack berada. Bersamaan dengan langkah kakinya yang masuk ke ruangan itu, panggilan Hansel pun diterima Charlie.


...*****...


**Yuk, follow ig author


ig: dea_anggie


Jangan lupa like setiap episodenya ya..


Bagi-bagi Hadiah dan votenya juga..


Semakin banyak hadiah semakin rajin author update lho..


Ayo... ayo... kasih semangat dan dukungan buat author..


Terima kasih semuanya...


Bubaiii~~~ sampai jumpa di episode selanjutnya..

__ADS_1


Salam hangat dari author~~🙂**


__ADS_2