My Sexy CEO

My Sexy CEO
MSC 83 - Peringatan Keras


__ADS_3

Perhatian!


Dalam cerita mengandung unsur dewasa. Seperti 21+, kekerasan fisik, darah, kata- kata umpatan dan lain-lain. Diharapkan pembaca bijak dalam menanggapi isi bacaan. Terima kasih.


*****


Sebelumnya...


Micheline dilarikan ke rumah sakit. Di rumah sakit, Micheline yang sudah terkapar pun mendapatkan penanganan medis dengan segera. Hansel panik, ia mondar mandir di depan ruangan di mana Micheline sedang mendapatkan perawatan. Jesslyn duduk di kursi yang sudah tersedia. Napasnya naik turun, karena harus tergopoh berlarian. Ia mengatur napasnya, melihat sekeliling, melihat Hansel yang panik mondar mandir.


"Hansel pasti sangat cemas. Oh... Ya Tuhan, kenapa harus seperti ini pada akhirnya? semoga semuanya baik-baik saja," batin Jesslyn berdoa penuh harapan.


"Hans, duduklah dulu." kata Jesslyn menatap Hansel.


Hansel mendengus, lalu segera duduk di samping Hansel. Ia tidak bicara apapun, hanya duduk diam dengan menundukkan kepala.


"Bersabarlah. Kita doakan yang terbaik," kata Jesslyn menghibur Hansel.


Mata Hansel sudah terasa panas. Sedetik kemudian, ia meneteskan air matanya. Hansel mengepalkan kedua tanganya dan memejamkan matanya.


"Kenapa? kenapa seperti ini? kenapa jadi begini? kenapa?" batin Hansel mencecar. "Jika begini pada akhirnya, aku tidak akan membiarkan Micheline pergi dari rumah. Kau sangat bodoh, Hans. Kau tidak bisa melindungi orang yang cintai juga calon bayimu. Kau hanya laki-laki br*ngs*k dan pecundang!" makinya juga dalam hati.


Jesslyn kasian melihat Hansel. Ia sadar, ia tidak bisa banyak membantu selain mendoakan yang terbaik. Berharap Micheline baik-baik saja tidak sampai mengalami hal serius. Jika memang hamil, Jesslyn berharap janin Micheline masih ada harapan untuk bertahan.


*****


Lama menunggu dengan perasaan gelisah bercampur khawatir, Hansel dan Jesslyn akhirnya bertemu dengan dokter yang menangani Micheline. Dokter itu mengatakan jika keadaan Micheline cukup parah, ada luka di tubuh yang cukup serius, seperti di kepala dan pendarahan yang terus menerus, sehingga memakan waktu cukup lama menghentikannya.


"... Maaf, kami tidak bisa menyelamatkan janin yang ada di dalam kandungannya. Kondisinya juga tidak baik," jelas dokter.


"Apa?" batin Jesslyn kaget.


"Ya, dok. Saya mengerti," ucap Hansel sedih.


"Saya akan melakukan peneriksaan lebih lanjut untuk mengetahui perkembangan kesehatan Nona. Saya permisi," kata dokter berpamitan, dokter itu pun langsung pergi.

__ADS_1


Kaki Hansel melemas, ia langsung bersandar dinding dan menadahkan kepala. Kedua tangannya erat mengepal. Ingin rasanya detik itu Hansel teriak sekencang-kencangnya. Namun, ia lebih memilih menahan rasa sesak di dadanya.


"Hans... bersabarlah..." kata Jesslyn pelan dengan ragu-ragu.


Jesslyn takut kalau-kalau Hansel tidak bisa mengontrol emosinya dan mengamuk. Karena itu, ia perlahan-lahan untuk bicara agar tidak menyinggung perasaan dan hati Hansel yang sedang kacau.


"Tolong di sini sebentar, Jesslyn. Aku mau ke menghirup udara segar dulu. Sebentar saja," kata Hansel lirih hampir tidak terdengar.


"Ya, Hans. Pergilah. Aku akan berjaga di sini selagi kau pergi. Jika ada sesuatu, aku akan menghubungimu. Jangan melakukan hal yang tidak-tidak, tetaplah berpikir jernih. Ok," jawab Jesslyn. Ia pun memberikan nasihat agar Hansel tidak melakukan tindakan bodoh yang berbahaya karena terpuruk dalam kesedihan.


"Hm, iya. Jangan khawatir soal itu," jawab Hansel yang lalu pergi.


Jesslyn kembali duduk. Ia memijat lembut tengkuknya yang terasa kaku karena tegang. Ia mengeluarkan poselnya dari saku, untuk melihat ada pesan dari kekasihnya atau tidak. Jesslyn merasa cemas juga pada Charlie, berharap kekasihnya itu baik-baik saja dan tidak terluka.


*****


Di tempat sebelumnya, Matteo dan Charlie berhasil mengamankan Ergy beserta Jack yang tadinya hendak kabur. Matteo mengikat Ergy, menyumpal mulut Ergy dengan kain. Charlie mengurus, Jack. Ia mengikat tangan kaki Jack, membiarkan Jack bersimpuh di lantai.


"Kau benar-benar membuat masalah besar. Kau tahu, siapa orang yang kau dorong tadi? cari mati!" sentak Charlie emosi.


Matteo dan Ergy hanya menjadi penonton. Matteo tidak ingin ikut campur dalam urusan Jack. Ia diperintahan Charlie mengurusi, Ergy. Maka ia akan melakukan tugasnya dengan baik.


"Kenapa kau membisu? apa kau mau ku buat tidak bisa bicara? julurkan, akan kupotong lidahmu!" kata Charlie lagi.


Jack ketakutan, dengan wajah yang bengkak dan lebam, ia meringkuk bagikan kucing yang basah kuyup kehujanan. Ditariknya rambutnya oleh Charlie, membuatnya tersentak kaget melebarkan mata menatap Charlie.


"Hidupmu dalam masalah besar. Kau tidak akan tahu, apakah akhirmu akan mati atau hidup cacat. Perbuatanmu tidak sepatutnya dimaafkan. Kau sudah melukai orang yang tidak seharusnya kau ganggu." kata Charlie menjelaskan.


"A, a, ampuni saya, Tuan. Sa, saya mohon..." katanya lirih gemetaran.


"Apa?" tanya Charlie mendekatkan telinganya cukup dekat dengan mulut Jack.


"Am, ampuni... sa, saya..." ulangnya dengan suara lirih hampir tidak terdengar.


"Kau ini bicara apa sih. Katakan lagi!" sentak Charlie. Sengaja meminta Jack mengulang ucapan permohonan ampunan.

__ADS_1


"Saya bersalah, Tuan. Ampuni saya, ampuni saya. Saya mohon ampuni saya," teriak Jack dengan penuh emosi. Jack mengucapkan dengan suara yang keras agar Charlie bisa dengar.


Charlie tersenyum, "Kenapa memohon? apa kau sungguh takut mati? atau takut kehilangan salah satu bagian tubuhmu? tanganmu mungkin..." kata Charlie menunjuk tangan Jack yang terikat dengan pisau dan menggores pisau itu ke tangan Jack.


Tubuh Jack semakin gemetaran. Ia melihat tabgannya tergores dan mengeluarkan darah. Ketakutan Jack membuat Charlie semakin ingin mempermainkan Jack.


"Segitu saja gemetaran. Kau sudah mendorong orang berpengaruh dan kau memohon diampuni. Kau pikir kau siapa? apa kau lebih berharga dari emas dan berlian? nyawamu bahkan tidak lebih dari sepiring pasta," kata Charlie.


"Saya akan berikan semua milik saya, Tuan. Semua harta benda dan kekayaan saya. Saya mohon jangan membunuh saya, saya masih ingin hidup." kata Jack.


"Hahaha..." suara tawa Charlie memenuhi ruangan. "Di mana keberanianmu? saat kabur bukankah kau sangat berani dan bersemangat, huh? tenang saja, tugasku hanya memberimu pelajaran. Jika kau memohon tidak ingin dibunuh, kau bisa memohon pada orang yang kau dorong. Berlututlah padanya dan teruslah memohon. Sayang sekali, aku tidak diberi wewenang menghabisimu, pak tua. Tanganku ini sungguh sangat gatal ingin mengukir kulitmu." ungkap Charlie. Charlie memang sangat menahan diri, menggores tangan Jack saja tidaklah cukup baginya.


Charlie tidak berani bertindak lebih. Ia harus mendapat perintah dari Micheline dulu, baru bisa membereskan seseorang. Namun, ia cukup lega sudah menghajar habis-habsian Jack. Membuat wajah Jack lebam dan babak belur.


Matteo mengusap tengkuknya sendiri. Semua perkataan Charlie memang langsung menusuk. Meski perkataannya tidak melukai secara fisik, namun itu bisa memukul ment*l lawannya dan membuat lawannya ciut hati. Terbukti dengam diamnya Jack. Dengan tubuh yang gemetar, Jack terus menerus dicecar makian, umpatan bahkan kata-kata kasar dari Charlie. Meski sesekali Matteo melihat Charlie bermain tangan, menarik rambut Jack, menampar Jack, bahkan sampai langsung membuat goresan di tangan Jack. Tindakan itu langsung saja dilakukan tanpa aba-aba. Membuat korbannya langsung terkejut. Mungkin, bukan rasa sakit yang pertama dirasakan, tetapi rasa takut dan terkejut karena langsung melihat darah yang keluar dari tubuh mereka sendiri.


"Benar-benar anj*ng gila," batin Matteo.


Ergy lebih kaget lagi. Ini pertama kalinya ia melihat secara langsung 'keistimewaan layanan' yang dilakukan seseorang kepada orang lain. Ergy hanya bisa melebarkan mata juga terkadang memejamkan mata karena merasa ngeri. Ia tidak mengira jika sahabtnya Jack akan mendapatkan perlakuan 'Istimewama' ia pun berpikir, apa jadinya dirinya sendiri. Melihat Jack yang mendapatkan perlakuan 'sangat baik dari Charlie' membuat Ergy ketakutan. Hatinya yang takut semakin takut, pikirannya langsung melayang ke mana-mana.


...*****...


**Yuk, follow ig author


ig: dea_anggie


Jangan lupa like setiap episodenya ya..


Bagi-bagi Hadiah dan votenya juga..


Semakin banyak hadiah semakin rajin author update lho..


Ayo... ayo... kasih semangat dan dukungan buat author..


Terima kasih semuanya...

__ADS_1


Bubaiii~~~ sampai jumpa di episode selanjutnya..


Salam hangat dari author~~🙂**


__ADS_2