
Perhatian!
Dalam cerita mengandung unsur dewasa. Seperti 21+, kekerasan fisik, darah, kata- kata umpatan dan lain-lain. Diharapkan pembaca bijak dalam menanggapi isi bacaan. Terima kasih.
*****
Ergy sedang ada di dalam sebuah mobil. Ia melihat sekeliling seperti menunggu seseorang datang. Cukup lama menunggu, seseorang datang dan langsung masuk dalam mobil Ergy.
"Ada apa? kau bilang ada sesuatu yang mengejutkan," kata Alfonzo yang duduk di bangku belakang mobil Ergy.
"Tuan..." sapa Ergy menoleh ke belakang, "Seperti yang sudah saya katakan di telepon. Kita mendapatkan buruan," kata Ergy tersenyum senang.
"Jadi, Micheline dan Hansel ads di mana sekarang?" tanya Alfonzo lagi.
Ergy menunjuk sebuah rumah, "Di dalam rumah itu. Aku juga sudah meminta orang-orang Tuan bergerak, kuminta mereka langsung membereskan orang-orang yang ads di dalam rumah itu." kata Ergy menjelaskan.
"Rumah siapa ini? kau tahu? kau memberikan nformasi yang tidak jelas, Ergy." keluh Alfonzo.
"Entahlah rumah siapa. Saat pintu rumah terbuka, aku tak jelas melihat siapa yang membukanya karena aku kan lihat dari samping, terhadang oleh Micheline dan Hansel. Setelah pintu dibuka, mereka berdua masuk dalam rumah begitu saja. Dan akupun bergerak," sahut Ergy.
Alfonzo mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Luiso. Tidak lama kemudian, panggilannya dijawab oleh Luiso. Ia meminta tangan kanannya itu untuk menyusup masuk dalam rumah dan melihat apa yang terjadi.
"Luiso..." panggil Alfonzo.
"Ya, tuan." jawab Luiso.
"Masuk dalam rumah itu dan lihat. Aku merasa tidak nyaman," kata Alfonzo pelan.
"Baik," jawab Luiso.
"Hm," gumam Alfonzo yang langsung mengakhiri panggilannya.
Alfonzo terdiam, ia merasa tidak nyaman akan hatinya. Jantungnya bergedup kencang, berdebar-debar tidak karuan. Pikirannya langsung kusut, ia sungguh merasakan sesuatu yang berbeda saat itu.
"Perasaan aneh apa ini. Aku tidak perasa khawatir dan gelisah seperti ini sebelumnya," batin Alfonzo berpikir.
Saat Alfonzo sedang sibuk berpikir sembari menunggu kabar dari Luiso yang sudah bergerak untuk menyusup masuk dalam tumah asing tersebut, pikiran Luiso tiba-tiba tertuju pads perkataan Micheline yang dilontarkan pada Sekrrtarisnya. Tentang, 'Induk ayam dan anaknya' sampai detik ini, Ergy tidak tahu makna ucapan Micheline yang misterius itu. Namun, Ergy yakin pasti ada artinya.
"Kenapa aku jadi memikirkan perkataannya sekarang. Apa mungkin berkaitan? apa aku harus periksa sendiri, ya? mungkin ini juga saatnya aku pergi menemuinya setelah sekian lama tidak melihatnya. Ya... inilah waktu yang tepat," batin Alfonzo.
"Ada apa, Tuan?" tanya Ergy. Ergy melihat Aflonzo duduk diam dan melamun.
"Ayo turun dan lihat, Ergy." ajak Alfonzo menatap Ergy.
"Li, lihat? lihat apa?" tanya Ergy tidak mengerti.
__ADS_1
"Kau ini memang bod*h! lihat ke dalam rumah itu tentunya!" sentak Alfonzo membuat Ergy melebarkan mata seketika karena kaget.
"Ah, iya Tuan. Mari..." jawab Ergy yang langsung tersenyum menutupi rasa kagetnya karena terkejut.
"Hm," gumam Alfonzo lagi. Ia pun keluar dari dalam mobil, disusul oleh Ergy. Mereka bersama-sama berjalan mendekati rumah aisng yang di dalamnya ada Micheline dan Hansel sesuai laporan yang diberikan Ergy.
*****
Di dalam rumah. Suansa gaduh dari pertarungan terdengar. Satu persatu lawan mulai berjatuhan. Hal tidak diduga terjadi, jumlah mereka mulai bertambah. yang semula dari delapan orang yang mengepung, menjadi dua belas orang. Karena empat orang di yang berjaga di belakang seseorang yang diduga ketua kelompok juga ikut menyerang.
Hansel melirik Micheline, ia khawatir pada perempuan kesayangannya itu. Dilihatnya Micheline yang bertarung sampai berkeringat. Ia pun juga merasa lelah, baru menjatuhkan dua orang. Orang-orang yang dilawannya cukup tangguh, bukan cukup, mungkin lebih tepatnya tangguh dan berbahaya.
Micheline melihat sekeliling, "S*al sekali. Mereka pembunuh bayaran yang memang terlatih. Di sini tidak ada senjata dan aku hanya bisa gunakan tangan kosong seperti ini. Bisa-bisanya pak tua itu mengirim kejutan seperti ini," batin Micheline.
"Aaaaaa..." suara jeritan Julie. Julie tidak luput dari sasaran. Ia hendak dicelakai, tetapi aksi pembunuh bayaran yang ingin mencelaki Julie terhalang oleh Albert yang memukul badan seseorang itu dengan vas bunga.
"Aahh..." erang seseorang merssa kesakitan, ia menoleh kebelakang dan menatap Albert. "Bocah si*lan! kau akan kuhabisi lebih dulu," makinya yang lalu bersiap menyerang Albert.
Albert diserang, meski hanya dengan tangan kosong ia berhasil menghadang. Albert sudah menerima pelatihan dari seseorang yang dikenalkan oleh Micheline, membuatnya menjadi seorang yang mampu melindungi diri dan ia ingin juga melindungi mama yang amat ia sayangi.
"Kuat sekali," batin Albert.
"Br*ngs*k! kau sudah salah bermain-main denganku. Kau akan kuhabisi dan kucincang. Aaarghhh..." murka seseorang di hadapan Albert dan kembali menyerang Albert bertubi-tubi.
"Tidak... jangan lakukan itu. Albert!"seru Julie memanggil nama putra satu-satunya itu sembari menangis.
Jleb...
Sesuatu terjadi. Micheline berhasil menghunuskan pisau buah yang ia ambil di meja ke perut seseorang itu dan mendorongnya sampai ke dinding dengan sekuat tenaga.
Napas Micheline terengah, "Bedeb*h busuk! berani-beraninya kau," gumam Micheline menatap tajam.
Micheline mencabut pisau dan mundur beberapa langkah, lalu berbalik. Ia hendak berjalan menolong Albert yang terjatuh. Seseorang yang dihunus Micheline masih bisa bertahan, ia melangkah terhuyunng dan menyerang Micheline. Segera mendengar langkah kaki, Micheline langsung berbalik dan ia pun langsung menghunus lagi dibagian perut seseorang itu. Micheline geram, ia pun menyiku kepala seseorang itu. Seseorang itu jatuh tersungkur di lantai, mengerang kesakitan.
"Kurang ajar! sudah kuberi kepelajaran kau masih berani menyerangku. Rasakan ini," geram Micheline. Ia langsung mencabut pisau yang menghunus perut dan langsung menusukkannya di leher seseorang itu. Sampai-sampai darah segar memuncrat ke dinding, dan seseorang itu langsung meregang nyawa.
Napas Micheline naik turun, ia memang tidak berniat menghabisi nyawa seseorang itu. Namun ia tidak punya pilihan, naluri membunuhnya tidak bisa dihentikan. Disaat emosinya memuncak, yang ia butuhkan adalah pelampiasan.
"Kau perempuan atau monster, hah? kau mungkin berhasil membunuh rekanku, bagaimana denganku? dan ya, sebelum itu. Lihat dulu apa yang ku dapatkan," kata seseorang yang berada dibelakang Micheline.
Micheline berdiri dan berbalik. Ia kaget, melihat Hansel sudah babak belur dan sedang di sandra. Seseorang yang menyandera Hansel mengerahkan semua anggotanya tersisa menyergap Julie, Albert, Ertha dan Luky.
"Kalian kumpulkan mereka semua ke hadapanku!" perintahnya.
Sekitar lima orang tersisa berhasil menyeret paksa Julie, Albert, Ertha dan Luky ke hadapan ketuanya. Seseorang yang dipanggil dengan ketua itupun tertawa lebar.
__ADS_1
"Lihatlah! bagaimana caraku menghabisi semua yang ada di hadapanku ini. Termasuk laki-laki tampan ini," katanya sambil mengarahkan pisau belatinya ke wajah Hansel.
"Br*ngs*k! lepaskan mereka! jika kau mau lawan aku. Mereka bukan lawan yang imbang untukmu," sentak Micheline.
"Jangan gila, El!" seru Hansel. "Bunuh aku saja, lepaskan dia!" seru Hansel menatap sesorang di sampingnya.
"Wah-wah... aku sangat terharu. Hm... bagaimana, ya. Aku diperintahkan untuk menghabisi semuanya. Bukan hanya salah satu diantara kalian." katanya tersenyum jahat.
Ertha memeluk Luky, Ia terlihat sangat ketakutan. Begitu juga dengan Julie, ia bersembunyi dipelukan Albert. Keempatnya meringkuk dan duduk bersimpuh di lantai. Melihat semua orang sudah ada di tangan musuh, Micheline pun mengajukan persyaratan pertukaran pada ketua anggota pembunuh bayaran tersebut.
"Aku tahu, kau salah satu organisasi pembunuh bayaran. Aku akan berikan tawaran padamu, jika kau melepaskan mereka semua." kata Micheline mencoba menawar.
"Pengamatan yang cermat. Terlebih kau seorang perempuan, kau bisa dikatakan perempuan cerdik bisa tahu siapa kami. Sayang sekali kau keras kepala dan terus mengomel. Memnuatku tidak berminat lagi padamu. Namun, apa penawaran yang kau berikan, cantik? apa kau ingin menukar tubuh seksimu untuk mereka? jika seperti itu, aku akan pertimbangkan. Hahaha... meski tidak bsrminat tetapi kau terlalu menggoda dan sayang hika diabaikan." kata seseorang itu tertawa keras.
"Br*ngs*k! apa yang kau katakan, huh? aku akan membuatmu menyesal mengatakan itu," kata Hansel memanas saat mendengar kata-kata yang dilontarkan seseorang di sampingnya pada Micheline.
Micheline mendengus, "Sayang sekali. Laki-laki jelek dan tidaj berkharisma sepertimu bukanlah tipeku. Kau terlalu berharap tinggi, jika berpikir aku kan memberikan tubuhku untuk kau cicipi. Jika memang kau butuh perempuan pemuas nafsu, aku akan berikan, kau butuh uang. Aku juga akan berikan. Kau akan memiliki segalanya," jelas Micheline.
"Jal*ng terkutuk! berani sekali kau merendahkanku. Lihat bagaimana kau bisa melindungi semua orang ini," kata seseorang itu dengan murkanya. Ia melihat semua anggotanya, "Kalian, langsung saja habisi mereka semua." Menunjuk ke arah Julie, Albert, Ertha dan Luky.
Mendengar perintah, semua anggota bersiap. mereka hendak menjalankan perintah. Tiba-tiba saja ada suara yang berasal dari arah ruang tamu.
"Hentikan!" seru seseorang itu berteriak keras membuat semuanya terkejut.
Semua mata tertuju pada sumber suara. Mata mereka semua melebar, melihat tiga orang berdiri jauh dari pandangan Mereka.
...*****...
**Yuk, follow ig author
ig: dea_anggie
Jangan lupa like setiap episodenya ya..
Bagi-bagi Hadiah dan votenya juga..
Semakin banyak hadiah semakin rajin author update lho..
Ayo... ayo... kasih semangat dan dukungan buat author..
Terima kasih semuanya...
Bubaiii~~~ sampai jumpa di episode selanjutnya..
Salam hangat dari author~~🙂**
__ADS_1