Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Serpihan Bandul Giok Naga Putih.


__ADS_3

"Tidak ada jawaban yang bisa aku berikan pada kamu, Chou Cie. Aku hanya bisa memberitahu kamu kalau gadis remaja itu adalah parasit yang selalu mengikuti aku terus menerus sedangkan Xiao Feng, dia cuma adik angkat ku saja. Tak ada hubungan apa-apa lagi antara aku dengan dia. " jawab Kasim Bo melalui tatapannya yang ditujukan untuk Chou Cie.


"Baguslah, aku berterus-terang kepadamu, Tuan Bo. Aku jatuh cinta kepada Xiao Feng adikmu, karena itu aku ingin mendekatinya dan kalau bisa aku mau menjadi kekasihnya. " kata Chou Cie mengeluarkan isi hatinya secara langsung di hadapan Kasim Bo dan didengar pula oleh Xiao Feng dan Putri Yun Hui.


"Bagus sekali,calon adik iparku rupanya sudah mempunyai kekasih yang ideal, dan Aku sebagai calon kakak iparnya merasa lega sekali. " kata Putri Yun Hui tanpa basa basi sambil menatap Kasim Bo.


"Tidakkk! Aku tidak mau menjadi calon adik ipar mu..! Aku juga tidak mau menjadi kekasih Chou Cie!" teriak Xiao Feng.


"Kenapa kamu menolak Aku sebelum kamu tahu banyak tentang ku, Xiao Feng? " tanya Chou Cie mendekati Xiao Feng di sudut gua.


Putri Yun Hui pindah tempat duduknya untuk ia bisa mendekati Kasim Bo yang mengacuhkan dirinya dengan sikap dingin sekali namun ia tak pernah putus asa untuk mencari tahu mengapa Kasim Bo bersikap dingin kepadanya dan ia juga ingin tahu apakah Kasim Bo itu benar-benar pria yang sudah dikebiri atau benar-benar seorang Kasim sejati ataukah Kasim Bo adalah seorang pria sejati atau Kasim palsu.


"Kulitnya putih, halus, bibirnya merah muda dan hidungnya mancung, sepasang matanya indah, sepasang bulu matanya lentik dan sepasang alisnya juga indah dan jakunnya itu menambah kegagahan pada lehernya lalu rahangnya itu amat mencerminkan pribadi yang kuat dan tegas luarbiasa. "batin Putri Yun Hui.


" Sudah puas atau belum kamu memandangiku terus menerus? Apakah kamu tak sadar kalau baju dan tubuhmu itu bau amis ikan dan darah ikan yang kau bunuh itu dengan menggunakan tombak bohongan mu ini? "tanya Kasim Bo yang menoleh ke sampingnya kepada Putri Yun Hui


" Belum, oh baiklah aku akan pergi mandi ke arah lain gua ini dan berganti bajuku agar kamu dapat nyaman di dekatku."jawab Putri Yun Hui berlari ke arah lain gua.


Xiao Feng mendorong kasar Chou Cie dengan sikut tangannya pada dada bidang Chou Cie lalu mengikuti Putri Yun Hui ke arah lain gua untuk ia bisa ikutan mandi di air terjun dalam gua itu dan berganti bajunya.


Chou Cie melirik ke arah Kasim Bo yang tangan kanannya yang memegang kayu bakar bergerak ke arah kegelapan diluar gua lalu terdengar suara jeritan orang-orang terbakar hidup-hidup oleh Kasim Bo.


"Arghhhhh! Tidakkkkk!! "


"Chou Cie, jaga kedua orang gadis remaja nakal itu di gua ini biar aku yang maju untuk hadapi orang-orang yang sudah mengintai kita di sini dari luar gua ini. " kata Kasim Bo kepada Chou Cie nada memerintah.


"Siap, Tuan Bo. " jawab Chou Cie tegas

__ADS_1


Brrrrr!


Kasim Bo melesat cepat meninggalkan gua dan berdiri di atas batu karang yang membelakangi gua untuk menghadapi sejumlah orang yang membawa golok tajam di depannya.


"Bo Hai, apakah kamu yang sudah membunuh dan menghancurkan sekte merak Lu dan Awan Lu dalam waktu dua hari saja? " tanya pimpinan dari sekelompok orang yang dihadapinya itu.


"Iya, " jawab Kasim Bo tenang.


"Kalau begitu kamu harus menembus kesalahan mu itu dengan nyawamu di ujung golok kami para anggota sekte singa Lu..! " hardik pimpinan dari sekte singa Lu yang memerintahkan para anggotanya untuk menyerang Kasim Bo dengan ilmu golok singa lu.


Wushhh!


Wutttzz!


Kasim Bo dengan sikap tenang menggerakkan dua jarinya saja di antara serangan-serangan dari sejumlah golok ditangan anggota sekte singa lu namun akibatnya adalah sejumlah golok itu patah dan menancap di kening para anggota sekte singa lu sendiri.


Betttzz!


Jlebb!


Jlebb!


Wushhh!


Wutttzz!.


Kasim Bo menggerakkan tangannya dengan luar biasa cepat sekali ke arah punggung golok di tangan pimpinan dari anggota sekte singa lu di depan wajahnya lalu sepasang jarinya telah cepat meluncur dan mencongkel keluar kedua bola mata pimpinan dari anggota sekte singa lu dan telapak tangannya yang lain telah merebut golok yang langsung menebas tangan lain dari pimpinan dari anggota sekte singa lu yang ingin mencengkram perutnya itu.

__ADS_1


Cusss!


Crakk!


"Arggghh! " pekik kesakitan dari pemimpin dari anggota sekte singa lu yang kedua bola mata nya itu telah meloncat keluar dari kedua mata dan tangannya telah putus oleh Kasim Bo.


Kasim Bo menendang rahangnya hingga remuk lalu berkelebat kembali ke gua untuk bergabung dengan Chou Chie, Xiao Feng dan Putri Yun Hui yang sudah menunggunya dengan wajah tegang sekali.


"Bagaimana? Siapa mereka? " tanya ketiganya serentak kepada Kasim Bo.


"Sudah beres semua. Mereka cuma sekelompok penyamun rendahan saja yang tidak berguna untuk menghadapi ku. " jawab Kasim Bo enteng sekali.


"Ahh, aku tahu kau bukanlah orang biasa, Kasim Bo. " kata Putri Yun Hui menarik napas lega usai mendengar jawaban dari Kasim Bo.


"Tuan Bo, aku tahu kau sanggup menghadapi mereka dengan kedua tangan kosong saja.. " kata Chou Cie juga merasa tenang usai melihat Kasim Bo tak apa-apa.


"Kakak Bo Hai.. " panggil Xiao Feng menangis.


"Aku aman, aku sehat dan selamat. Kalian tak perlu secemas itu. Ayolah kita rapikan barang kita lalu melanjutkan perjalanan ke kota Shi.. " kata Kasim Bo mengambil bungkusan dari tanah lalu berkelebat keluar dari gua dengan diikuti oleh ketiga orang yang mengikutinya itu.


Brrr!


Mereka berempat tiba daerah luar pegunungan awan lu pada awal musim panas dan melihat adanya sebuah desa kecil yang cukup ramai dengan adanya festival perahu naga di sungai di dalam desa kecil itu.


"Wah ada perayaan festival musim panas di desa kecil Chu An.. " kata Kasim Bo dengan sinar matanya yang senang melihat keramaian desa kecil yang didatangi olehnya dan ketiga orang temannya.


"Iya, wah aku jadi ingin makan mie dingin di kota Chu An pusat yang jaraknya sekitar enam ratus meter dari desa kecil ini. " kata Putri Yun Hui di depan Kasim Bo dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


"Kau saja pergi sendiri ke kota itu, aku mau pergi ke kota Shi melalui jalur air sungai ini. " kata Kasim Bo nada ketus kepada Putri Yun Hui.


Bersambung!!


__ADS_2