Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Malam Hari Di Wilayah Dalam Kerajaan Yun...


__ADS_3

Pedang penakluk langit dan bumi alam semesta yang digunakan oleh Kasim Bo untuk menyerang balik ketiga orang musuhnya yang sudah tidak sabaran untuk membunuhnya itu membuat para musuhnya harus berhati-hati dalam menghadapi dirinya.


Trang!


Tang!


Trangg!


Golok yang berlambang sekte beruang emas di tangan Lai Ci Bing telah kembali menyerang ke arah belakang kepala Kasim Bo namun Kasim Bo dengan sigap menggerakkan pedangnya ke arah belakang kepalanya yang membuat ujung golok musuhnya itu hancur berkeping-keping oleh benturan ujung pedangnya saja.


Tombak yang mengarah ke arah wajahnya itu telah dihalau dengan sempurna oleh ranting di tangan kanannya yang membuat Chen Zhe Wen memucat pada wajah beringas dari kakek tua berkumis tebal.


Dan, begitu juga pedang di tangan Song Bang Gung yang menyerang ke perut dari samping kiri telah berhasil di tangkis oleh pedangnya yang di gerakan secara tangkas untuk melindungi perut dari pedang di tangan musuhnya itu.


Kasim Bo membuat ketiga orang musuhnya itu kewalahan dalam menghadapi serangan maut dari pedangnya yang langsung saja menebas hancur berkeping-keping senjata para musuhnya dan ranting di tangan kanannya telah menembus ke dalam perut, kepala dan pinggang kanan dari ketiga orang musuhnya yang langsung terkapar di tanah dengan tak lagi bernyawa.


Trangg!


Jlebb!

__ADS_1


Shi Lun tersenyum senang melihat Kasim Bo di dekatnya telah menghabisi pimpinan dari para pasukan sekte beruang emas dan putih juga sekte singa rambut merah sehingga ia dengan semangat untuk menghabisi sisa dari pasukan musuh-musuh mereka di kota sembilan air di wilayah dalam Kerajaan Yun atau lebih tepatnya di sebuah kota terdekat dengan wilayah Ibukota Kerajaan Yun.


Maka, Shi Lun berkelebatan di sekitar sisa para pasukan musuh-musuh mereka dengan sempoa miliknya itu di gerakkan dengan gerakan ke arah samping kanannya yang langsung membunuh habis sisa para pasukan musuh-musuh mereka dengan satu kali ia menggunakan ilmu pukulan elang darah sakti melalui sempoa miliknya itu.


Prakk!


Setelah Shi Lun berhasil menghabisi sisa para pasukan musuh-musuh dengan sempurna di tepi jalan kota sembilan air. Kasim Bo dan Shi Lun kembali melesat dengan kecepatan tinggi untuk mereka dapat segera memasuki kota lain yaitu kota sembilan cahaya di dekat pintu masuk ke Ibukota Kerajaan Yun dari arah selatan wilayah dalam Kerajaan Yun tanpa diketahui oleh para antek-antek Ratu Yun.


"Tuan Bo,di sana ada kuil kosong yang dapat kita gunakan sebagai tempat tidur kita untuk malam ini."kata Shi Lun menoleh ke samping kanannya usai melihat tempat yang nyaman untuk mereka bermalam di kota tersebut.


"Baik, Shi Lun." kata Kasim Bo dengan senyuman ramahnya kepada sahabatnya sambil memacu kuda yang di tunggangi olehnya menuju ke arah kuil kosong di sudut kota sembilan cahaya.


Kasim Bo tetap menajamkan pendengarannya di kala ia terlelap di atas jerami di dekat api unggun dalam ruangan kuil kosong itu untuk pemuda ini dapat mengetahui siapapun yang akan mencoba untuk mendekati kuil kosong tersebut untuk ia bisa menjaga keamanannya dan Shi Lun selama mereka bermalam di sana


Suara gesekan dedaunan di jalan raya yang jarak jauh dari kuil kosong itu dapat di dengar dengan sempurna oleh Kasim Bo yang segera membuka sepasang matanya karena ia merasakan adanya kehadiran sedikitnya dua puluh lima orang pria berpakaian Kasim Kerajaan Yun sedang berjalan kaki menuju ke sebuah rumah di tepi jalan raya bagian utara kota sembilan cahaya.


"Kepala Kasim Wang, apakah kau yakin mereka akan bersedia untuk membantumu untuk hadapi Selir Wei Chiu yang bekerjasama dengan Selir Agung Wang Yu Wen untuk memusuhi kita para Kasim senior istana Kerajaan Yun hanya karena kita tak sudi untuk melawan Kasim Bo yang kita ketahui adalah teman terbaik kita di dunia ini?" tanya Kasim Gu yang suaranya di kenal dengan baik oleh Kasim Bo dari kuil kosong di sudut kota sembilan cahaya.


"Aku akan mencoba untuk menyakinkan mereka untuk mereka tidak terpengaruh oleh rayuan gila kedua wanita pengkhianat itu." kata Kasim Wang yang berjalan lebih cepat ke rumah di tepi jalan kota ini.

__ADS_1


Namun saat Kasim Wang ingin membuka pintu rumah itu tiba-tiba sebuah serangan yang telah lama mengincar mereka berdatangan dari arah dalam genteng rumah itu sehingga para Kasim yang mengikuti Kasim Wang semuanya telah terbunuh dalam satu serangan maut dari anak buah Selir Wei Chiu yang sudah menanti mereka di sana.


Werr!!


Jlebb!


Jlebb!


"Arghhh!! "


Kasim Wang sendiri telah dipotong kepala dan tubuhnya oleh pengawal wanita Selir Wei Chiu dari arah belakang kakek tua itu lalu pengawal ini melesat masuk dengan bebas ke ruangan di dalam rumah yang menjadi markas para Kasim yang ingin melakukan konspirasi untuk melawan Ratu Yun yang menjadi Kaisar baru mereka di istana Kerajaan Yun.


"Ching Ching,kenapa kau harus membunuh pria tua itu? " tanya seorang pemuda tampan yang duduk di bangku kayu depan meja bundar kayu di dalam rumah itu kepada pengawal wanita di depannya.


"Karena aku tak mau orang bodoh itu menjadi beban kita dalam menyusun rencana besar kita untuk menyelamatkan Putri Yun Hui yang telah kita ketahui di kurung di dalam menara hutan tak bertuan di istana dalam Perdana Menteri Heng oleh Ratu Yun." jawab Ching Ching gadis cantik yang rupanya menyamar sebagai salah seorang dari pengawal wanita kesayangan Selir Wei Chiu kepada teman prianya itu sambil memperhatikan gulungan surat bambu di tangan Pangeran Muda Yun Hwa adik kandung mendiang Raja Yun.


"Mmm, Yun Hui itu terpilih sebagai calon Ratu baru di Kerajaan Yun oleh seluruh pejabat senior Kerajaan Yun setelah kita mengetahui bayi laki- laki dari Selir yang kabur dari istana Kerajaan Yun telah meninggal dunia karena dibunuh oleh Selir itu sendiri demi menyelamatkan nyawanya sendiri dari sergapan Ayah kandung Ratu Yun di bukit bunga matahari. Karena itulah, aku dan kau harus berhati-hati untuk misi menyelamatkan diri dari keponakan ku itu, Ching Ching-ku sayang." kata Pangeran Muda Yun Hwa nada serius dan sikapnya seakan-akan ia tak mau keponakannya menjadi pewaris tahta Kerajaan Yun oleh Kasim Bo yang dapat mengetahui isi hati adik kandung mendiang Raja Yun itu melalui percakapan yang telah didengar oleh Kasim Bo dengan sempurna sekali dari jarak jauh di kuil kosong di sudut kota sembilan cahaya.


Shi Lun yang telah terbangun dari tidurnya telah melihat ekspresi muka Kasim Bo yang dingin di cahaya api unggun menyiratkan bahwa Kasim Bo akan mendatangi Pangeran muda Yun Hwa di rumah yang bertuliskan' Rumah singgah Wang Yi Bai' di tepi jalan kota sembilan cahaya.

__ADS_1


Bersambung!


__ADS_2