Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Bank Kota Shi.


__ADS_3

Kasim Bo diam-diam mengamati setiap orang di dalam Bank kota Shi untuk mencari tahu siapa sbenarnya yang telah melakukan pembobolan di ruang penyimpanan data para anggota dewan perwakilan rakyat daerah Kota Shi yang telah menyebabkan kematian sejumlah pejabat bersih di kota Shi.


"Ada lambang rajah bunga krisan pada lengan si wajah lembut di meja sebelah kasir yang sedang membantu Shi Lun mengambil uangnya." bisik Chou Cie mengikuti Kasim Bo dengan cerdas.


"Kau totok dia dan perintahkan dia untuk bantu kita menemui bosnya di ruangan lain di Bank kota Shi. " bisik Kasim Bo.


"Baik." jawab Chou Cie paham.


Chou Cie menyelinap dengan gesit ke belakang pria yang sedang menghitung jumlah penduduk di kota Shi di buku pendataan lalu di totoknya sampai pria itu ambruk dengan halus di mejanya dan dibawa kepada Kasim Bo.


Kasim Bo menyambar pria itu dari tangan Chou Cie lalu melesat cepat ke arah timur Bank kota Shi dan melemparkan orang itu ke sumur yang isinya adalah buaya.


"Arghhhh!! "


Kasim Bo membuka pintu ruangan yang tertutup rapat di depan sumur itu lalu melompat dengan telapak tangannya menyambut serangan maut yang dilontarkan oleh kepala Bank kota Shi yang telah mengetahui kedatangannya itu maka pria itu ingin segera membunuh Kasim Bo supaya kejahatannya selalu tertutup dengan rapi untuk selamanya.


Plakkk!


"Kasim Bo, apa urusanmu dengan mencampuri urusan kami di kota Shi?? " tanya pria itu nada bengis kepada Kasim Bo.


"Membunuh siapapun yang menyakiti rakyat di seluruh wilayah Kerajaan Yun yang menjadi salah satu tanggungjawab ku sebagai pejabat istana Kerajaan Yun yang sedang berpesiar di luar istana. " jawab Kasim Bo nada dingin.


"Lancang! Kalau begitu kaulah yang harus mati di tanganku..! " hardik pria itu yang melontarkan pukulan telak ke arah Kasim Bo di seberang sumur.


Wutttzz!


Kasim Bo menyambut serangan-serangan maut itu dengan pukulannya yang langsung membuat pria itu terjun ke sumur dan dimakan oleh buaya peliharaannya sendiri dalam keadaan hidup- hidup.


Desss!


Brushhh!!


"Arghhhh!!! "


Chou Cie menggerakkan perangnya yang telah mendapatkan lawan tangguh dari para pejabat di Bank kota Shi yang bekerjasama dengan pria pejabat korupsi itu di halaman belakang Bank kota Shi.


Tranggg!

__ADS_1


Tranggg!


Tranggg!


Shi Lun menyeret sejumlah mayat-mayat yang di temukannya di ruangan penyimpanan data para pejabat bersih yang semuanya dibunuh oleh pria anggota sekte bulan kematian yang menyamar sebagai pejabat Bank kota Shi.


"Hmm, bantai mereka semua yang sudah jelas melakukan kejahatan yang merugikan negara kita..! " perintah dari Putri Yun Hui yang langsung menyerang sejumlah anggota sekte bulan kematian dengan pedangnya yang bersinar- sinar tajam.


Tranggg!!


Tranggg!!


Tranggg!


Serangkaian serangan pedang-pedang yang di gunakan oleh para anggota sekte bulan kematian yang menyerang gadis cantik ini telah dihempaskan oleh Kasim Bo dengan tusuk konde milik Putri Yun Hui sendiri yang bergerak dengan luarbiasa cepatnya telah merobek-robek setiap anggota sekte bulan kematian yang di hadapi oleh Putri Yun Hui.


Kressss!


Kasim Bo menyambar lengan Putri Yun Hui yang kaget karena Kasim Bo dengan cekatan telah melindunginya dari serangan-serangan maut yang dilakukan oleh para anggota sekte bulan kematian untuk membunuhnya itu dengan Kasim Bo menendang para anggota sekte bulan kematian hingga terjungkal ke sumur di dekat mereka.


Brushhh!


"Kasim Bo, kau baik sekali.. " kata Putri Yun Hui merangkul Kasim Bo sebagai ucapan terima kasihnya kepada Kasim Bo.


"Eii.. Menjauhlah dariku.. " kata Kasim Bo yang telah mendorong tubuh gadis itu untuk menjauh darinya.


"Emm, kau malu ya? " ucap Putri Yun Hui yang melayangkan senyuman manis kepada Kasim Bo.


"Ya, karena kamu sungguh menjijikkan sekali.. " kata Kasim Bo yang berlari ke dekat Chou Cie untuk membantu Chou Cie menghadapi para anggota sekte bulan kematian lainnya di dekat pintu belakang Bank kota Shi.


Swushh!


Plakk!


Plakk!


Xiao Feng memukul sejumlah anggota sekte bulan kematian yang mencoba untuk melarikan diri dari Bank kota Shi sehingga ia berhasil untuk membunuh sejumlah anggota sekte bulan kematian.

__ADS_1


Shi Lun membantai lima orang yang telah lama di incarnya itu dengan pedangnya yang selalu haus minum darah para musuhnya dengan ilmu pedang matematika yang cerdas sekali.


Crakk!!


Crakk!


Kasim Bo melesat cepat dengan pukulan telak di lontarkan olehnya untuk membunuh setiap anggota sekte bulan kematian yang sedang di hadapi oleh Chou Cie.


Plakk!!


Bughh!!


Putri Yun Hui melihat sepak terjang Kasim Bo dari atas genteng gedung Bank kota Shi dengan kagum dengan cara Kasim Bo membantai tiap musuh mereka dengan murahnya yaitu menarik, memukul, menendang dan menjambak lepas rambut beserta kepala pimpinan anggota sekte bulan kematian cabang kota Shi dengan begitu saja.


Kresss!


Chou Cie memandang takjub Kasim Bo yang kini berdiri di sampingnya sambil menunggu Shi Lun dan Xiao Feng datang kepada mereka dipintu belakang Bank kota Shi. Dimana mereka melihat adanya kereta kuda mewah sedang menunggu dijalankan oleh mereka untuk perjalanan ke kota Chang an.


"Bo Hai, kami datang...! " teriak Shi Lun dan Xiao Feng bersamaan dengan berkelabat dengan luar biasa cepat ke arah mereka.


"Bagus.. " kata Kasim Bo senang sekali melihat semua temannya sudah berkumpul bersama dengannya.


"Mari kita berpetualang ke kota Chang an.. " kata Shi Lun yang tak sabar untuk mengumpulkan harta karun dari misi mereka di kota tersebut.


"Ya, tapi sebelum kita berangkat ke kota Chang an sebaiknya kita makan dulu karena perutku lapar sekali.. " kata Chou Cie mengelus perutnya sendiri.


"Iya, mari kita cari makan siang yang gratisan saja. " kata Kasim Bo yang langsung mengajak mereka ke istana kota Shi.


"Ehh rumah makan paling mahal dan enak di kota Shi adalah istananya Gubernur kota Shi.. " kata Chou Cie tertawa melihat Gubernur kota Shi tercengang melihat kedatangan tamu yang tak diinginkannya itu.


"Gubernur kota Shi,ayolah jangan sungkan untuk mengundang kami makan siang di istanamu ini. Aku Kasim Bo selalu senang hati menerima kebaikan hatimu dan keluargamu." kata Kasim Bo yang langsung mengambil mangkuk nasi dan sepasang sumpit di meja makan di ruang makan istana Gubernur kota Shi.


Putri Yun Hui dan yang lainnya mengikuti Kasim Bo dengan tanpa permisi lagi sampai keluarga Gubernur kota Shi harus mengalah untuk mereka semua menikmati makanan mereka dengan bebas dan nyaman.


"Emm, Kasim Bo adalah pejabat berpengaruh di istana Kerajaan Yun karena itu kita harus bisa menghormatinya apalagi dia datang bersama dengan Putri Yun Hui ke istana kita. " kata Istri dari Gubernur kota Shi yang menghibur hati dan pikiran Gubernur kota Shi yang awalnya marah dan tersinggung dengan kedatangan tamu yang tak diinginkannya di istananya sendiri.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2