
Shi Lun membuka pintu masuk untuk Chou Cie, Tang Hung Chien, Yang Chao Yue, Putri Yun Hui, Putri Mung Fan, Nona Peng Cheng, Nona Khong Li Mei, Nona Shiang Hui Jing, Lu Soan Li dan Bai Xiao Chen mendatangi Kasim Bo dan Li Hong Yi di aula utama markas besar sekte sungai hitam yang sudah di ambil alih oleh Kasim Bo setelah seluruh penghuninya telah dihabisi oleh Kasim Bo dan Li Hong Yi dengan luarbiasa hebatnya.
"Tuan Bo, Aku sudah menyiapkan peralatan dan perlengkapan perang di kereta kuda yang sudah Aku siapkan di halaman belakang rumah ini." kata Shi Lun yang duduk di kursi depan Chou Cie yang menuang arak dari botol keramik ke cawan di meja bundar depan mereka.
"Bagus, Shi Lun.Kita akan segera berangkat ke Ibukota Kekaisaran Zhao setelah kita merayakan kemenangan kita dari sekte sungai hitam dan sekte bison merah di sini." kata Kasim Bo sambil menggelar papan catur di lantai.
"Hei, apakah kau masih ingin bermain catur di saat seperti ini, dimana kita harus memikirkan cara untuk menghancurkan Perdana Menteri dan Permaisuri Yu di Ibukota Kekaisaran Zhao?" tanya Tang Hung Chien mengerutkan keningnya kepada Kasim Bo yang sedang menyusun bidak catur di papan catur dengan sikap acuh tak acuh terhadap rencana besar mereka.
"Ssttt! Kau bisa diam atau tidak? Tuan Bo kami sedang berkonsentrasi untuk misi kita semua di Ibukota Kekaisaran Zhao dapat berhasil dengan sempurna." kata Chou Cie menaruh telunjuknya di bibir untuk Tang Hung Chien diam.
Li Hong Yi berjalan mondar-mandir di ruangan ini dengan kedua lengannya di taruh di punggung.Ia memikirkan Ibu kandungnya yang sudah lama tak jumpa dengannya dan ia sudah merasakan rindu terhadap ibunya.
"Apa yang sedang kamu pikirkan saat ini, Tuan Li Hong Yi? " tanya Shi Lun memandangi pemuda ini dengan senyuman sabar.
"Ibuku." jawab Li Hong Yi berhenti di depan Shi Lun dengan raut wajahnya yang tampan begitu sendu.
"Oh, kau tenanglah." kata Shi Lun menepuk pipi kiri Li Hong Yi dengan senyuman ramahnya.
Li Hong Yi menghela napas dalam-dalam lalu ia menundukkan wajahnya untuk melihat Kasim Bo yang masih konsentrasi pada permainan catur di lantai sambil meneguk arak langsung dari botol keramik.
__ADS_1
"Hong Yi, kau dan Shi Lun pergilah lebih dahulu ke Ibukota Kekaisaran Zhao melalui pintu masuk bagian utara dan temui Bibi Cu di sebuah rumah bordil sampai Aku datang ke Ibukota Kekaisaran Zhao melalui pintu masuk bagian selatan." kata Kasim Bo mengatur tugas kepada Li Hong Yi.
"Baik, Bo Hai."jawab Li Hong Yi nada tenang.
" Chou Cie, kau dan Nona Yang Chao Yue antar Putri Mung Fan ke istananya dengan menyamar sebagai budak barunya."kata Kasim Bo dengan sikap serius mengatur tugas untuk teman- temannya.
"Ya, Tuan Bo." jawab Chou Cie tegas.
"Nona Shiang Hui Jing, Nona Peng Cheng, Nona Bai Xiao Chen dan Nona Khong Li Mei.. Kalian, ku beri tugas untuk menyamar sebagai dayang- dayang Permaisuri Yu dengan cara mengikuti pemilihan dayang baru untuk Permaisuri Yu." kata Kasim Bo memandang kepada para gadis di dekatnya.
"Siap, Kakak Bo..!" sahut keempat orang gadis itu dengan Serentak.
"Nona Lu Soan Li dan Putri Yun Hui tugas kalian adalah memprovokasi pihak Permaisuri Yu dan Perdana Menteri Kekaisaran Zhao untuk mereka saling menyakiti satu sama lainnya dan saling bermusuhan di depan Kaisar Zhao." kata Kasim Bo memberikan surat bersampul coklat kepada Nona Lu Soan Li untuk Permaisuri Yu dan surat bersampul putih untuk Perdana Menteri yang akan diberikan oleh Putri Yun Hui sebagai salah seorang dari pengawal pribadi terbaik Perdana Menteri Kekaisaran Zhao.
"Baik, sekarang kita segera melaksanakan tugas kita masing-masing di Ibukota Kekaisaran Zhao melalui pintu masuk yang berbeda-beda." kata Kasim Bo yang merapikan catur nya sebelum ia dan teman-temannya berpisah di pintu belakang markas besar sekte sungai hitam.
Kasim Bo menggunakan kereta kuda membawa peralatan dan perlengkapan perang yang sudah diamankan dengan jenius olehnya dengan cara menutupinya dengan barang-barang dagangan berupa alat-alat kecantikan kaum wanita untuk di jual kepada Nyonya-nyonya kaum bangsawan di Ibukota Kekaisaran Zhao.
Kasim Bo menjalankan kereta kudanya dengan langkah yang amat tenang sekali sehingga ia dapat masuk ke Ibukota Kekaisaran Zhao tanpa kesulitan sama sekali. Ia pun segera menuju ke sebuah rumah yang bercat warna bunga Adeline yang sangat cantik sekali.Disana ia disambut dengan senyuman ramah seorang wanita cantik di pintu masuk ke rumah tersebut.
__ADS_1
"Tuan Bo, Aku sangat senang kamu mengunjungi rumah usahaku di Ibukota Kekaisaran Zhao." kata wanita cantik ini menjura hormat di depan Kasim Bo dengan senyuman genit.
"Lan Mei, Aku datang ke tempatmu untuk hal lain bukan untuk bersenang-senang denganmu atau anak buahmu yang aduhai." kata Kasim Bo nada dingin sambil menepis tangan centil Cu Lan Mei wanita cantik ini.
"Hmmm, ya Aku tahu kau ingin jumpa dengannya di ruang biasa." kata Cu Lan Mei nada bosan dan mulutnya cemberut kepada Kasim Bo namun ia tidak berani untuk bersikap tak sopan terhadap Kasim Bo.
Maka ia mengantarkan Kasim Bo menemui pria berjanggut putih yang selalu menginap di kamar paling belakang dan mahal di rumah bordil tetapi pria itu tidak pernah menerima pelayanannya.
"Tuan Heng, ada yang ingin bertemu denganmu di sini. " kata wanita cantik ini dengan sikap dan suaranya begitu sopan kepada pria berjanggut putih yang dipanggil sebagai Tuan Heng.
Tuan Heng sudah melihat kedatangan Kasim Bo di dekat pintu kamarnya dan ia segera berjalan ke arah Kasim Bo yang memerintahkan agar Cu Lan Mei segera meninggalkan mereka di sana.
"Bo Hai, Aku ingin tahu apa tujuanmu datang ke Ibukota Kekaisaran Zhao dengan cara bodohmu ini? " tanya Tuan Heng mengangkat tangan untuk menyentuh topi jerami Kasim Bo.
"Menggulingkan pemerintahan yang sah namun tidak ada gunanya untuk melindungi negaranya sendiri dari orang-orang asing yang masuk dan berpura-pura berhati emas di dalam istananya sendiri." jawab Kasim Bo dengan sikapnya yang selalu mendatangkan rasa takut dan segan bagi setiap orang yang bertemu dengannya.
"Eh, Aku tak ingin ikut campur urusan Kekaisaran Zhao karena tujuan utamaku berada di Ibukota Kekaisaran Zhao selama lima tahun adalah Aku bisa menghancurkan sekte Naga Zhao yang di pimpin oleh Zhao Qi putra dari Ketua Sekte Beng San Pai musuh lamaku. " kata Tuan Heng yang mundur dari Kasim Bo usai mendengar rencana yang ingin dilakukan oleh Kasim Bo di Ibukota Kekaisaran Zhao.
"Rencanamu akan ku bantu dengan sempurna di Ibukota Kekaisaran Zhao asalkan kamu bersedia untuk membantuku untuk membunuh semua orang yang berhubungan dengan Kaisar Zhao di Istana Kekaisaran Zhao kecuali Li Hong Yi dan ibunya." kata Kasim Bo menekankan pentingnya mereka bekerjasama untuk rencana mereka di Ibukota Kekaisaran Zhao berhasil.
__ADS_1
Tuan Heng terdiam sejenak untuk memikirkan yang terbaik dari rencana untuk Kasim Bo dan rencana untuk dirinya sendiri sambil menatap ke arah jalanan di luar kamarnya melalui jendela di bagian ujung kamarnya.
Bersambung!