Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Rintangan Perjalanan Kembali Ke Kerajaan Yun Bagian Dua.


__ADS_3

Setelah Kasim Bo dan kedua orang temannya itu berhasil meniggalkan pegunungan Yue. Mereka bergegas menuju ke desa yang terletak di dekat sungai Kuning dengan satu tujuan utama mereka adalah menemukan pusaka tertinggi di seluruh dunia persilatan daratan besar.


"Pegunungan sembilan Nirvana seharusnya ada di sekitar lokasi kita saat ini tetapi kenapa tak terlihat oleh sepasang mata kita." kata Shi Lun di sisi kanan Kasim Bo sambil mengamati jalan di lereng gunung yang bentuknya seperti seekor naga raksasa warna keemasan.


"Karena disini juga terdapat sebuah desa kecil yang dinamakan sebagai desa kecil menangis di pintu masuk ke wilayah Kerajaan Yun." kata Putri Yun Hui yang mengenali wilayah Kerajaannya itu tampak mengernyitkan keningnya begitu dalam.


"Benar sekali dan lihatlah di depan sana telah hadir musuh-musuh kita yang berniat jahat untuk menghalangi jalan kita ke gunung rahasia itu." kata Kasim Bo nada geram sambil menatap ke arah pasukan Raja Tua Gu yang dipimpin oleh Gu Ji Lei putra mahkota dari Sekte Gunung Hu yang berdiri di depan pintu masuk utama ke wilayah desa kecil menangis.


Shi Lun juga sudah melihat kehadiran beberapa musuhnya yang memegang pedang,golok, dan samurai juga tombak yang mengiris di depan sepasang matanya dengan seringai kejam yang di tujukan secara langsung kepadanya.


Singg!


"Mmmm sekumpulan lalat tak berguna dan tidak tahu malu untuk muncul di hadapanku dengan sikap tak sopan dan layak untuk dibasmi olehku di tempat ini. " dengus Shi Lun yang sudah tidak sabar untuk menghabisi musuh- musuh mereka.


"Ya, tunggu apalagi..Mari kita habisi saja mereka lalu kita dapat meneruskan pencarian tempat rahasia yang kita inginkan di sekitar pegunungan ini atau lebih tepatnya di sepanjang pesisir barat sungai Kuning." kata Kasim Bo dengan sorotan matanya yang mencorong tajam ke arah musuh - musuh mereka yang juga sudah melesat cepat maju ke arah mereka bertiga.


Wezzzz!


Gu Ji Lei menggerak pedang pusakanya yang di arahkan secara langsung ke arah Kasim Bo yang cepat menangkis serangan-serangan pedangnya dengan ranting pohon yang amat tipis sekali di tangan kiri pemuda tampan yang sangat angkuh itu.


Betttzz!


Shi Lun meliuk-liuk di udara dengan senjatanya yang berupa alat sempoa yang meluncur ke arah kepala sejumlah musuhnya yang terkejut dengan kecepatan gerak senjatanya itu yang tahu- tahu telah menotok ubun- ubun para musuhnya lalu ia menendang miring yang membuat senjata di tangan musuhnya itu patah dan terlepas dari genggaman tangan para musuhnya ke tanah.


Bukk!


Crang!


Crang!


"Aiya..! " pekik para musuhnya yang kesakitan di tulang tangan mereka oleh kekuatan tenaga dalam Shi Lun.


Shi Lun menggunakan kesempatan emas untuk dengan menggunakan ilmu silat matematika di alat sempoa yang membuat seluruh musuhnya itu tewas dalam keadaan yang mengerikan yakni berlubang- lubang di sekitar tubuh musuhnya di tanah.


Brukk!

__ADS_1


Putri Yun Hui meluncur dengan pedang di tangan kanannya menggunakan ilmu pedang angsa di atas danau jernih yang membuat pedang seperti menari- menari di antara serangan maut yang di lancarkan oleh para musuhnya dengan sejumlah pedang, golok dan samurai.


Tranggg!


Tranggg!


Tranggg!


Putri Yun Hui sungguh mengejutkan hati para musuhnya yang langsung pucat ketika gadis itu berhasil menghancurkan sejumlah senjata para musuhnya dengan hebat sekali.


Lalu..


"Terimalah ajal kalian semua di ujung pedangku ini..! "seru gadis cantik jelita ini yang langsung menebas para musuhnya dengan satu kali ujung pedangnya berkelebatan di sekitar musuh- musuhnya yang mengeroyoknya itu.


Crakk!


Crakk!


Crakk!


Wutttz!


Wutttz!


Gu Ji Lei cepat gunakan ilmu pedang merak biru langit yang membuat pedangnya bersinar- sinar begitu terang benderang yang mengurung sinar ranting di tangan Kasim Bo.


Wetttzz!


Kasim Bo telah melesat cepat ke samping kanan di bawah lengan kanannya yang menggunakan kipas lipat yang membentuk gerakkan seperti seekor burung merak biru membuka sayap untuk menghadapi mangsanya.


Kasim Bo menggerakkan tangannya yang telah mengerahkan ilmu pukulan hawa dingin yang langsung menghantam lengan kanan musuhnya yang langsung patah.


Desss!


Krekk!

__ADS_1


"Aduhh..!" pekikan kesakitan Gu Ji Lei.


Gu Ji Lei membalas dendam dengan serangan di lancarkan olehnya melalui pedangnya di arahkan secara langsung ke arah sepasang mata tajam Kasim Bo dengan maksud agar pemuda tampan ini silau dan mudah baginya untuk membunuh pemuda ini.


Wutttz!


Tetapi ujung ranting di tangan kiri Kasim Bo yang lincah telah lebih dulu menusuk ke perutnya dan pukulan maut telah dilontarkan oleh Kasim Bo dari jauh begitu dekat sekali yang langsung saja menghancurkan tubuh Gu Ji Lei.


Jlebb!


Desss!


Bruakk!


"Bo Hai,kau semakin hebat saja." puji Putri Yun Hui dengan senyuman manisnya kepada Kasim Bo yang sudah menyimpan ranting di dalam baju yang dikenakan oleh pemuda tampan ini pada saat itu.


"Ya,siapa dulu? Aku memang hebat. " kata Kasim Bo memuji dirinya sendiri dengan senyumannya yang membangga-banggakan dirinya sendiri.


Shi Lun tersenyum mendengar keduanya saling berdebat dengan memuji diri mereka sendiri di depannya. Pria muda tampan ini memilih untuk menyelusuri pesisir barat sungai Kuning dengan langkah perlahan-lahan sambil mengamati tiap hutan dan daerah-daerah di sekitar sungai itu.


"Tuan Bo, lihat bagian utara dari atas tebing di sungai Kuning." kata Shi Lun nada bersemangat sekali kepada Kasim Bo yang segera mengikuti arah pandangan sepasang mata Shi Lun.


"Gunung Sembilan Nirvana berada di atas sana. Mari kita segera datangi gunung itu."kata Kasim Bo begitu senang menemukan gunung sembilan Nirvana yang selama ini di carinya.


" Mmm, tunggu sepertinya ada seseorang yang berdiri di atas tebing itu."Kata Putri Yun Hui yang telah lebih dahulu melihat kehadiran seorang pria berambut panjang putih mencorong tajam ke arah mereka di bawah yakni di pesisir barat sungai Kuning.


"Lao Ma Yao.. " kata Kasim Bo mengenali sosok pria yang dikenal sebagai salah satu dari empat tokoh sakti di dunia persilatan daratan besar di seluruh wilayah daratan besar.


"Mmm, untuk apa dia datang ke tempat ini dan menatap kau begitu benci sekali?" tanya Putri Yun Hui nada penasaran dengan sikap tokoh itu kepada Kasim Bo.


"Untuk membunuhku yang dinilai sebagai yang selalu mencari masalah dengan semua tokoh di dunia persilatan daratan besar yang menjadi teman-temannya." jawab Kasim Bo dengan nada dan sikapnya yang tenang sekali.


"Berhati-hatilah dia sepertinya sudah bernafsu untuk membunuhmu dengan keji di otaknya yang bisa ku baca melalui sorotan matanya yang di tujukan secara langsung kepadamu, Tuan Bo Hai yang tampan." kata Shi Lun menasehati Kasim Bo untuk tidak memandang rendah lawan yang terlihat begitu tangguh sekali olehnya.


Kasim Bo tersenyum tenang luar biasa dengan rantingnya telah dihunuskan ke arah Lao Ma Yao yang terkenal dengan julukan Si Iblis Kuda Putih Barat di seluruh dunia persilatan daratan besar oleh seluruh tokoh-tokoh ternama lainnya.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2