Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Istana Sekte Ular Sanca Gunung Bunga Camelia Merah Muda.


__ADS_3

Kasim Bo dan teman-temannya memperhatikan jalannya pertarungan antara Lu Ting Yu melawan Si Tubuh Badak yang duduk di punggung gajah di tengah-tengah hutan menuju ke markas besar sekte ular sanca.


"Lu Ting Yu.. Kau lihat seranganku..!" hardik Si Tubuh Badak yang menyeruduk dengan kepala ke arah Lu Ting Yu yang melompat ke arah atas dengan tinjunya itu diarahkan ke arah musuhnya di atas punggung gajah yang menggerakkan kaki belakang untuk menendangnya.


Wusss!


Lu Ting Yu terkejut karena telapak tangan lawan yang dihadapinya itu telah lebih dahulu memukul pundaknya sehingga ia terjengkang ke tanah dan kaki gajah musuhnya telah menginjak tubuhnya hingga remuk.


Brukkk!


"Dia berhasil membunuh Lu Ting Yu,kawan." kata Li Hong Yi menepuk-nepuk bahu temannya.


"Kalau begitu si tubuh Badak adalah lawanku." kata Shi Lun yang sudah menyerang kakek tua itu dengan pukulan yang diarahkan ke arah dada si tubuh Badak yang segera mengempiskan diri dan tinjunya telah menyambut baik pukulan telak dari Shi Lun.


Wutttzzz!


Bughh!


"Bocah siapa kau yang telah berani untuk lawan Aku si tubuh Badak?!" hardik si tubuh Badak di atas punggung gajah peliharaannya kepada Shi Lun yang berdiri di depan gajahnya dengan sikap angkuh.


"Aku seorang marga Shi yang telah berani untuk lawan kamu." jawab Shi Lun nada tenang kepada si tubuh Badak yang mendengus marah.


"Jadi kaukah si Raja Pelit dari kota Shi sahabat dari Si Raja Dewa Naga Timur Bo Hai?" tanya si tubuh Badak yang mengalihkan perhatiannya ke arah Kasim Bo dan Li Hong Yi dengan wajahnya itu terlihat kebingungan dengan kedua orang pria muda yang berdiri tak jauh dari Shi Lun.


"Ya, Aku Shi Lun sahabat Kasim Bo." jawab Shi Lun lantang.


"Baik, mari kau rasakan pukulan telak dariku..! " hardik si tubuh Badak yang sudah menerjang ke arah Shi Lun dengan gajahnya bergerak ke arah Shi Lun yang segera melompat ke kiri untuk pria muda ini dapat menghindari serangan maut di injak gajah.


Wusss!

__ADS_1


Si tubuh Badak mengarahkan kaki depan gajah ke arah Shi Lun yang segera melompat ke kanan dan tangan Shi Lun memukul kaki depan gajah yang ingin menendang kepalanya.


Plakkk!


Shi Lun terhuyung-huyung ketika ia merasakan sakit pada telapak tangannya yang memukul kaki depan gajah yang sangat tebal dan besar itu dan membuatnya nyaris terjengkang ke tanah.


"Shi Lun, mundur kau..!" perintah dari Kasim Bo di belakang.


"Ya, Tuan Bo.. " jawab Shi Lun segera mematuhi Kasim Bo.


Wesss!


Kasim Bo sudah maju dengan telapak tangannya memukul ke arah dada gajah lebih dahulu tanpa di ketahui oleh Si tubuh Badak yang langsung jatuh ke tanah dan telapak tangan kiri Kasim Bo telah memukul kepala si tubuh Badak hingga retak.


Plakk!


Kretakk!


Brrrr!


Kasim Bo dan yang lainnya segera mengikutinya dengan ilmu ginkang mereka masing-masing di belakang Li Hong Yi sehingga mereka dapat tiba di depan pintu batu gunung yang menutupi jalan ke arah markas besar sekte ular sanca dari arah belakang.


"Batu gunung ini sungguh meresahkan kita, ayo kita pindahkan saja." kata Chou Cie yang telah maju dengan kedua tangannya mengangkat batu gunung tersebut dengan mudah sekali seakan- akan pria muda ini mengangkat kapas saja.


"Ada celah untuk masuk ke dalam terowongan ke arah tujuan kita." kata Li Hong Yi mendahului yang lainnya berjalan dengan perlahan-lahan di jalanan yang berliku-liku dan panjang itu.


Sssssssshhhh!


"Hati-hati ada ular-ular sanca kecil beracun telah datang kepada kita untuk menghalangi jalan kita ke tempat tujuan kita." kata Kasim Bo yang cepat menggunakan ilmu sinkang panas yang terarah ke arah sejumlah ular-ular sanca kecil beracun di depan jalan mereka.

__ADS_1


Brussshhh!


"Hebat kau menghanguskan mereka.. " puji Li Hong Yi tulus kepada Kasim Bo yang meminta Li Hong Yi untuk menutup mulut dan hidung karena racun dari ular-ular sanca lain menyebarluaskan ke sekitar mereka.


"Tutup indra penciuman kalian semua!Sekarang! " perintah dari Kasim Bo menggunakan isyarat kepada teman-teman mereka.


"Auwww...!" pekik Putri Yun Hui yang roboh di tanah karena hawa racun memasuki hidungnya.


"Hei..! " teriak Kasim Bo yang cepat menyambar tubuh gadis itu sebelum di lilit oleh ular sanca yang ukurannya seperti ular anaconda saja.


"Mmm,Ibu dari ular-ular sanca kecil beracun di depan kita." kata Li Hong Yi yang cepat gunakan ilmu seruling naga dengan menggunakan siulan merdunya yang membuat ular sanca raksasa di depan mereka mundur dan menjauh dari mereka dan Kasim Bo memenggal ular sanca raksasa itu dengan pedang milik Chou Cie.


Crakkk!


"Tuan Bo,pedangku ternodai racun ular sanca raksasa gunung ini setelah kamu menggunakan pedangku untuk memenggal ular sanca raksasa itu." kata Chou Cie muram kepada Kasim Bo.


"Chou Cie, Aku menajamkan pedangmu supaya semakin tajam dan berbahaya bagi keselamatan musuh-musuh kita." Kata Kasim Bo membela diri sendiri tanpa rasa bersalah kepada Chou Cie.


"Hmmm,terimakasih untuk kebaikan hatimu." kata Chou Cie dengan wajah pasrah.


"Tuan Bo, bagaimana dengan keadaan Putri Yun Hui, lihatlah dia keracunan oleh hawa racun dari ular-ular itu?" tanya Shi Lun melihat gadis yang berada di gendongan Kasim Bo.


"Aku akan mengobatinya dengan cara Aku akan mengambil obat penawar racun ini dari Ketua Sekte ular sanca sendiri yang akan aku datangi di ruang semedi nya sendiri." jawab Kasim Bo di depan Li Hong Yi dan yang lainnya.


"Bo Hai, kau terlalu bar-bar dalam menghadapi musuh kita tapi aku suka caramu itu." kata Li Hong Yi mengacungkan jempol kepada Kasim Bo yang telah melesat ke arah lubang pintu dan menerobos masuk ke gua yang ternyata ruang semedi Ketua sekte ular sanca.


Kedatangan mereka mengejutkan Ketua sekte ular sanca Gunung bunga Camelia Merah muda yang sedang bersemedi telah di kurung oleh Li Hong Yi dan yang lainnya di dekatnya dan Kasim Bo terlihat mengancamnya dengan sorotan sinar mata yang luar biasa ganasnya.


"Coa Kim Lung, apa kabarmu?" tanya Kasim Bo dengan seringai di wajahnya yang sangat luar biasa tampan kepada Ketua sekte ular sanca di depannya.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2