
Kasim Bo meluncur ke arah barat hutan gundul untuk pergi ke sungai yang telah didengarnya dari gua pintu masuk ke hutan gundul untuk ia bisa menemukan makanan untuk dirinya dan juga teman-temannya.
"Hmmm,wangi sekali di sekitar sungai ini namun tidak ada seekor ikanpun di dalamnya." pikir Kasim Bo sambil mencelupkan tangannya ke air sungai dan menghirup airnya dari telapak tangan kanannya.
"Hai, apakah ada orang di atas permukaan air sungai ini?"tanya suara halus dan lembut dari dasar air sungai di depan Kasim Bo.
" Ya,"jawab Kasim Bo lantang.
"Oh, seorang pria bodoh yang datang ke sungai ini." Kata suara halus itu.
"Ehh,kau ini siapa yang memakiku bodoh?" tanya Kasim Bo menggunakan ilmu sinkang panas ke sungai itu yang membuat seorang gadis cantik jelita meluncur keluar dari sungai itu dengan wajah gosong oleh panasnya telapak tangannya itu ke air sungai itu.
"Wuahhhh wajahkuuuuu..!" jerit gadis itu melihat wajahnya gosong oleh Kasim Bo.
"Ughhh... " dengus Kasim Bo.
Kasim Bo melompat ke udara lalu menangkap beberapa ekor burung merpati yang lewat di atas kepalanya dan mencabuti bulu burung- burung- itu lalu memanggang di atas bara api di bawah pohon gundul di tepi sungai.
"Hai laki-laki berhati kejam kenapa kamu bisa berada di sungai harum tempat bersemediku?" tanya gadis itu yang sudah membersihkan wajah dengan air sungai harum yang membuat wajah cantiknya kembali dengan normal.
"Mencari makanan untuk diriku dan teman- temanku." jawab Kasim Bo nada dingin kepada gadis itu yang memperkenalkan dirinya sebagai Shiang Hui Jing Ketua Sekte Pulau Bunga Persik kepada Kasim Bo.
"Tuan Bo..." suara gadis lain dari arah timur di sungai harum itu yang terdengar berlari ke arah Kasim Bo di bawah pohon gundul lalu duduk di dekat pemuda tampan itu dengan memegangi kedua pipinya sendiri.
__ADS_1
"Nona Bai Xiao Chen, kau ada informasi apakah dari misi mu ke markas sekte ular sanca di dekat sungai harum ini? " tanya Kasim Bo tanpa lihat ke arah gadis cantik jelita berpakaian warna biru muda di sampingnya.
"Ada orang yang akan di panggang hidup-hidup di sana demi rahasia pembunuhan terhadap para Biksu Shaolin saat para biksu itu hadir di pertemuan para pendekar di kota Chen an timur pada beberapa waktu lalu." jawab Bai Xiao Chen segera kepada Kasim Bo.
"Rupanya kamu itu Kasim Bo yang terkenal itu?" tanya Shiang Hui Jing Ketua Sekte Pulau Bunga Persik dengan tatapan matanya terpesona pada ketampanan Kasim Bo.
"Ya, dia Kasim Bo Hai yang berjuluk Raja Dewa Naga Timur." jawab Bai Xiao Chen nada bangga menjadi salah seorang dari sahabat Kasim Bo kepada Shiang Hui Jing.
"Pantas saja sikapnya begitu mengagumkan dan menarik sekali." Kata Shiang Hui Jing memuji Kasim Bo secara terbuka tanpa rasa malu.
Li Hong Yi dan yang lainnya mendatangi mereka di sungai harum dan duduk di dekat Kasim Bo yang mengulurkan sepotong daging burung yang sudah matang kepada Li Hong Yi.
"Ehh, kau mirip sekali dengan Kasim Bo? Apakah kalian kembar?" tanya Shiang Hui Jing dengan penasaran dengan kedua orang pemuda tampan di dekatnya itu.
"Ya, Nona Shiang Hui Jing.Bagaimana kabar dari Gurumu si tangan baja utara?"tanya balik Li Hong Yi nada tegas kepada Shiang Hui Jing.
"Ya.Aku mengenal gurumu si tangan besi utara sejak masa kecilku dahulu di puncak gunung Qin di desa kecil yang telah dimusnahkahnya dengan bantuan para sipilnya yang sampai sekarang ini masih Aku incar nyawa mereka." jawab Li Hong Yi yang mengejutkan hati Shiang Hui Jing dengar masalah yang telah melibatkan gurunya dengan Li Hong Yi dahulu.
"Kau bisa mendapatkan informasi tentang guru di sekte ular sanca karena dia telah di tawan oleh Ketua sekte ular sanca untuk mendapatkan pil bunga mawar emas milik Putri Kerajaan Yun yang bernama Putri Yun Li."kata Shiang Hui Jing dengan sikap serius kepada Li Hong Yi.
" Li Hong Yi,habiskan makananmu dahulu untuk mengisi tenagamu sebelum kita melihat markas besar sekte ular sanca pada tengah hari ini usai kita beristirahat di tepi sungai harum ini."kata Kasim Bo sambil makan siang dengan nyaman di tepi sungai harum bersama dengan teman- temannya.
Putri Yun Hui menoleh kepada Kasim Bo yang di lirik oleh gadis itu memberikan isyarat untuk Yun Hui tenang karena Kasim Bo tahu bagaimana cara untuk mengatasi masalah pil bunga mawar emas milik Kakak tiri dari Putri Yun Hui itu.
__ADS_1
"Aku mau cari air minum bersih dahulu di dekat aliran air sungai harum ini." kata Shi Lun berjalan dengan langkah lebar ke arah lubang aliran air sungai harum dengan membawa kantong airnya ke bawah lubang aliran air sungai harum.
Chou Cie membungkukkan badannya ke dekat lubang aliran air sungai harum lalu pemuda ini melirik ke arah Kasim Bo yang menepuk tanah di dekat Putri Yun Hui lalu melayang ke udara ke atas tebing sungai harum ini.
Brrrr!
Tepp!
Kasim Bo melihat dataran tinggi di gunung yang tanahnya berwarna merah muda dan terciumlah aroma bunga Camelia merah muda oleh hidung Kasim Bo.
"Taman belakang markas besar sekte ular sanca ada disini." kata Kasim Bo dengan senyuman di bibirnya menemukan apa yang sedang dicarinya itu.
Brrrr!
Li Hong Yi dan yang lainnya telah menyusulnya dengan cepat dan berdiri di dekatnya sambil lihat seorang pria berkaki tunggal duduk di atas punggung gajah menghadapi seorang kakek tua renta yang membawa tasbih di tangan kakek ini.
"Lu Ting Yu."kata Li Hong Yi nada pelan kepada Kasim Bo.
" Ya,prajurit tua istana Kerajaan Yun berada di sini untuk urusan yang bukanlah urusannya tapi ia ikut campur tangan untuk majikannya yang ada dibelakangnya dan harus ku ketahui siapa majikannya itu."kata Kasim Bo nada gembira.
"Ya, mari kita lihat jalannya pertarungan di depan mata kita dan menunggu siapa diantara mereka yang akan keluar sebagai pemenangnya dan kita bisa menghabisi pemenangnya." kata Shi Lun di samping kiri Kasim Bo dengan rahang mengeras dan tatapannya begitu garang.
"Kau ada permusuhan dengan kedua orang tua itu, saudara Shi Lun?" tanya Tang Hung Chien di samping kanan Shi Lun.
__ADS_1
"Ya, mereka adalah kaki tangan pembunuh orang tuaku di desa kecil gunung Shi." jawab Shi Lun nada geram.
Bersambung!!