
"K.. Kau??" pria tua yang diancam dibunuh oleh Kasim Bo menelan ludahnya tanpa disadari oleh pria tua itu sendiri.
"Ya, Aku Bo Hai yang telah datang ke tempatmu untuk menyelesaikan masalah kita berdua dan meminta obat penawar untuk gadis yang berada digendonganku ini." jawab Kasim Bo menatap bengis pria tua itu.
Pria tua itu bernama Coa Kim Lung Ketua sekte ular sanca yang sedang bersemedi di ruangan pribadi namun tidak pernah disangka bahwa ia akan didatangi oleh Kasim Bo secara tiba-tiba.
"Kasim Bo, masalah apa yang ingin kamu minta untuk kita selesaikan dan ada urusan apakah kau meminta obat penawar untuk gadis itu yang sepertinya tidak ada hubungan apa-apa dengan kamu? " tanya Coa Kim Lung yang telah diam- diam mempersiapkan senjatanya yang berupa ular-ular beracun di bawah lengan pakaiannya di balik bajunya untuk menyerang Kasim Bo.
Namun sebuah seruling naga telah menotok ke lehernya sehingga ia roboh dengan kaku di lantai tempat semedi nya sendiri lalu seorang pemuda tampan yang berwajah mirip dengan Kasim Bo telah merogoh pakaiannya untuk mencari obat penawar.
"Mmmm, kalau kamu tak mau memberikan obat penawar kepadaku, maka Aku akan menguliti dirimu." ancam Li Hong Yi.
"Aku tidak takut mati.. " kata Coa Kim Lung nada tegas meskipun ia tahu bahwa pemuda ini luar biasa menakutkan sekali.
Chou Cie maju dan membakarnya hidup-hidup bersama ular-ular peliharaannya lalu Kasim Bo dan rombongannya meninggalkannya di ruangan pribadinya sampai ruangannya itu menguburnya dan melenyapkan nyawanya juga.
"Hmm, Coa Kim Lung mudah sekali untuk mati di tangan kita." kata Chou Cie nada bangga pada dirinya sendiri dan teman-temannya.
"Karena dia seorang pengecut tua."kata Tang Hung Cien yang menodong pedangnya ke leher Nona Shiang Hui Jing dari belakang gadis cantik jelita di depan Kasim Bo untuk mengantarkan mereka ke ruang persembahan sekte ular sanca.
Di ruang persembahan sudah ada seorang pria yang diikat di tiang-tiang yang terdapat pisau- pisau tajam yang siap untuk memutilasi secara hidup-hidup pria yang ditawan itu.Dan, di dekat pria itu ada guru dari Nona Shiang Hui Jing yang menjadi tamu istimewa dari sekte ular sanca.
" Pendekar si tangan besi utara, Aku sudah tepati janjiku untuk membawa Liang Cu Yen musuhmu ke hadapanmu maka kau harus tepati janjimu untuk memberikan pil mawar emas yang telah kau curi dari Putri Yun Li kepadaku."kata pria di kursi singasana markas besar sekte ular sanca nada serius kepada guru Nona Shiang Hui Jing.
"Baik, ambillah botol kecil ini." kata si tangan besi utara yang melemparkan botol keramik kecil ke arah Ketua muda sekte ular sanca.
Namun botol itu telah lebih dahulu jatuh ke arah tangan Li Hong Yi yang sudah menggerakkan ujung seruling naga ke udara dengan tepat telah merampas botol kecil itu dari Ketua muda sekte ular sanca.
"Sialan..! Siapa kau yang sudah lancang tangan mencuri botol kecil milikku??!" hardik Ketua muda sekte ular sanca yang telah melemparkan senjatanya yang berupa tongkat berkepala ular sanca ke arah Li Hong Yi.
Wuttttzz!
__ADS_1
Sebuah pedang dari arah samping telah halangi niatnya terhadap Li Hong Yi dengan membuat tongkatnya itu berputar-putar di udara lalu jatuh di lantai dengan kepala ular sanca telah remuk semuanya.
Bruakkk!
"Semua serang mereka...!" seru Ketua muda sekte ular sanca yang memerintahkan para anak buahnya untuk menyerang Li Hong Yi dan para sahabat Kasim Bo yang dengan serentak.
Wuttttzz!
Shi Lun menangkis serangan-serangan pedang kepala ular sanca yang digunakan oleh para anggota sekte ular sanca yang menyerangnya di sekitar teman-temannya dengan alat sempoa di tangan kanannya.
Trang!
Trang!
Para anggota sekte ular sanca terkejut dengan gerakan alat sempoa di tangan Shi Lun yang luar biasa cepatnya dalam menghadapi serangan- serangan mereka yang sudah terlatih sempurna.
Wuttttzz!
Chou Cie meliuk-liuk dengan telapak tangannya memukuli setiap anggota sekte ular sanca yang ingin menerjang ke arah Shi Lun yang bertarung di tengah-tengah aula utama sekte ular sanca.
Plakk!
Plakk!
Trang!
Trang!
Crakkk!
Liu Shi Shi menggerakkan kakinya yang lincah ke arah perut musuh yang langsung ambruk di atas lantai dan tangan Tang Hung Chien telah pukul hancur berkeping-keping kepala sejumlah besar anggota sekte ular sanca yang sudah roboh ke lantai oleh kibasan lengan pakaian Kasim Bo.
__ADS_1
Bughh!
Li Hong Yi menyerang dengan seruling naga di tangannya ke arah Ketua muda sekte ular sanca yang menghadapinya dengan pedang kepala ular sanca di tangan Ketua muda sekte ular sanca di depannya.
Wuttttzz!
Trang!
Trang!
Kasim Bo yang menggendong Putri Yun Hui tak mendapatkan kesulitan dalam menghadapi si tangan besi utara yang marah kepada muridnya si nona Shiang Hui Jing yang lebih membantu Kasim Bo menghadapinya daripada dirinya yang menjadi guru dari gadis cantik jelita itu.
"Keterlaluan Kau gadis murtad..!" maki pria tua itu yang kini menggunakan kipas lipatnya untuk menyerang muridnya sendiri lebih dahulu untuk melampiaskan kemarahannya terhadap murid perempuannya itu.
Wuttttzz!
Shiang Hui Jing dengan lincah telah mengelak ke arah samping dengan tepat waktu sebelum leher mulusnya itu di tebas oleh kipas lipat gurunya itu jika tak ada Kasim Bo yang menggunakan ujung lengan pakaian untuk melilit leher gurunya yang langsung terlepas dan jatuhlah kepala gurunya di lantai.
Crash!
Bruakk!
Kasim Bo menggunakan kibasan lengan pakaian kanannya untuk menghancurkan alat mutilasi di dekat pria tua yang disandera oleh Ketua muda sekte ular sanca di meja persembahan dan pria muda tampan itu berhasil menyelamatkan pria tua dari kematian dengan tepat waktu.
Crash!
Bruakk!
"Kasim Bo, Aku Yu Shin berhutang budi padamu untuk selamanya." kata pria tua itu yang segera sujud di depan sepasang sepatu mahal Kasim Bo.
"Selamatkan gadis ini untukku maka hutangmu bisa Aku diskon separuh." kata Kasim Bo yang segera mengetahui siapa pria tua itu dengan luar biasa cepat memerintahkan pria tua itu untuk mengobati Putri Yun Hui.
__ADS_1
"Ahh, kau bisa saja Kasim Bo." kata Yu Shin yang segera mematuhi perintah dari Kasim Bo yang telah menaruh Putri Yun Hui di meja lain di dekat ruang kamar tidur Ketua muda sekte ular sanca.
Bersambung!!