Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Gua Pegunungan Jia.


__ADS_3

Kasim Bo dan Li Hong Yi saling berpandangan di hadapan Yang Chao Yue yang dapat melihat dua orang pemuda tampan itu begitu identik dengan satu sama lainnya.


"Apakah kalian berdua itu adalah kembar?" tanya Yang Chao Yue bergantian memandang kedua orang pemuda itu.


"Entahlah." jawab Kasim Bo cepat.


"Mungkin saja. " jawab Li Hong Yi tak percaya.


"Eh tunggu kau ini ku dengar adalah putra dari Kaisar Zhao di Kekaisaran Zhao Utara yang telah Aku ketahui bergelar Pangeran Kesembilan Li Hong Yi sedangkan Aku adalah Kasim Bo yang tak pernah tahu siapa orang tuaku dan darimana asalku." kata Kasim Bo mengangguk kepalanya untuk mengusir pemikiran bahwa ia dan Li Hong Yi adalah saudara kembar.


"Emm, Kasim Bo bukankah kamu itu berasal dari Kerajaan Yun? " tanya Yang Chao Yue menatap pemuda tampan berpenampilan elegan namun kemayu.


"Iya." jawab Kasim Bo tegas.


"Kalau begitu apakah kamu tahu tentang liontin burung Phoenix dan Naga Ming yang hilang dari Kekaisaran Ming dan Kekaisaran Zhao Selatan?" tanya Li Hong Yi yang memandangi pemuda itu dengan seperti ia bercermin saja.


"Tahu." jawab Kasim Bo lantang.


"Bagus, kau dan aku bisa bekerjasama dengan baik sekali untuk mengatasi masalah yang ada di dunia persilatan daratan besar dengan dimulai dari wilayah ini yang masih berada di wilayah Chen barat untuk menyelidiki kasus dua pusaka tersebut yang merupakan benda-benda yang kini sedang dicari oleh seluruh tokoh-tokoh dan Sang Kaisar Bei di wilayah Bei An pusat dan pesisir timur laut kota Shijiazhuang." kata Li Hong Yi di depan Kasim Bo dengan sikap serius.


"Hmm, boleh juga kau dan aku menjadi sahabat baik." kata Kasim Bo yang menyukai sifat gagah perkasa Li Hong Yi.


Yang Chao Yue menoleh ke arah lembah puncak gunung Jia yang menarik perhatian dari kedua orang pemuda tampan itu dan seperti mereka melakukan kesepakatan bersama segera lari ke arah paling utara dari hutan gunung Jia di kaki gunung tersebut.


"Disana ada asap yang merupakan berasal dari benda yang jatuh dari langit." kata Yang Chao Yue di dekat keduanya ketika mereka tiba di depan pintu gua.


"Hmm, bukan benda jatuh dari langit melainkan ada orang yang terkurung di dalam gua ini yang dalamnya telah dibakar oleh seseorang yang ingin membunuh orang itu." kata Kasim Bo yang langsung melesat cepat ke dalam gua dan benar saja.

__ADS_1


Disana ia melihat seorang gadis remaja berusia lima belas tahun tergeletak di lantai gua yang di sekelilingnya adalah api yang mungkin akan bisa melahap gadis itu.


Kasim Bo menggerakkan telapak tangannya ke arah api yang membuat api langsung padam oleh ilmu sinkang salju abadi miliknya sehingga ia dapat memeriksa denyut nadi gadis remaja itu untuk mengetahui kondisi gadis itu.


"Kasim Bo.. " panggil Li Hong Yi dari bagian lain di gua itu.


"Cari kumbang api di seluruh gua ini supaya kita bisa tahu darimana hewan peliharaan Ratu Bei ada disini." kata Kasim Bo nada mendesak pada Li Hong Yi.


"Baik." jawab Li Hong Yi segera.


Yang Chao Yue mengitari gua dengan sepasang matanya mencari-cari kumbang api yang dicari oleh Kasim Bo dan Li Hong Yi.Gadis itu menatap ke arah rumput ilalang di bagian dalam gua dan ia segera memanggil Li Hong Yi untuk mendekat ke rumput ilalang tersebut.


"Hmm kumbang api ada disini." kata Li Hong Yi di dekat rumput ilalang lalu menggunakan baju luarnya untuk menangkap kumbang api namun ia terkejut karena baju luarnya langsung terbakar dan hangus seketika itu juga membuat pemuda itu segera melemparkan baju luarnya di lantai.


"Bagaimana cara untuk menangkapnya? " tanya Li Hong Yi nada serius kepada Kasim Bo.


"Eh.. Baiklah.. " kata Li Hong Yi cepat gunakan ilmu sinkang air suci dari telapak tangannya ke arah kumbang api dan keluarkan air yang sangat besar mengguyur kumbang api sehingga hewan serangga itu basah kuyup dan menjadi kumbang biasa.


"Wahh..Hebat sekali ilmu sinkang mu, Kak Hong Yi." puji Yang Chao Yue langsung memeluk Li Hong Yi dengan sikap manja.


"Ekhemm.. Cepatlah kau ambil kumbang itu dan taruh di guci kecil ini lalu kamu simpan di saku bajumu." kata Kasim Bo yang telah berdiri di sisi lain Li Hong Yi.


"Eh untuk apa kumbang jelek itu disimpan di saku bajuku? " tanya Li Hong Yi mengernyitkan keningnya mendengar arahan aneh dari Kasim Bo.


"Ada manfaatnya untuk memancing pemiliknya untuk datang kepada kita supaya kita lebih mudah membunuh pemiliknya." jawab Kasim Bo ringan sekali.


"Ahh.. Baiklah asalkan kumbang ini tak ada racun yang membahayakan diriku." kata Li Hong Yi.

__ADS_1


"Tenang saja, kumbang itu adalah kumbang api yang sudah kehilangan kekuatannya yang berarti dia tak ada racunnya lagi." kata Kasim Bo yang menoleh kepada gadis remaja yang memandang kagum dengannya.


"Luar biasa.. " puji gadis remaja itu.


"Ei bocah cilik namamu siapa dan kenapa kamu bisa berada di gua ini?" tanya Kasim Bo tanpa basa basi kepada gadis remaja itu.


"Namaku Bai Xiao Chen. Aku diculik dari sukuku oleh Ratu Bei untuk dijadikan tumbalnya." jawab Bai Xiao Chen nama gadis remaja itu.


"Tumbal apa? " tanya Yang Chao Yue langsung tertarik dengan pembicaraan tentang mistik.


"Aku diminta untuk mengambil sekuntum bunga mawar lima warna yang katanya tumbuh di gua itu dan apalagi Aku tak bisa mengambil bunga itu untuknya maka ia akan membunuhku dengan kumbang api peliharaannya itu. " jawab Bai Xiao Chen yang tatapannya selalu terarah langsung kepada Kasim Bo.


"Sekuntum bunga mawar lima warna memiliki manfaat untuk meningkatkan kecantikan wanita untuk selalu awet muda dan cantik selalu namun jika tak bisa memanfaatkannya maka bunga itu akan merusak kesehatan wanita itu sendiri." kata Yang Chao Yue yang melihat ke arah pohon yang tumbuh di antara rumput ilalang namun pohon itu tak ada bunganya sama sekali.


"Emm, bunganya sudah diambil oleh orang lain sebelum diriku datang ke gua ini." kata Bai Xiao Chen lesu.


"Jangan khawatir karena Aku akan mencari akal untuk menolongmu."kata Kasim Bo melirik ke arah bunga rumput ilalang warna lima warna.


"Eh itu bunga apakah yang kamu petik itu,Tuan Bo? " tanya Bai Xiao Chen menatap ragu kepada Kasim Bo.


"Bunga rumput ilalang lima warna adalah bunga yang memiliki manfaat lain untuk wanita paling serakah di seluruh wilayah Chen barat."jawab Kasim Bo yang membungkus bunga itu dengan sehelai saputangan warna biru milik Li Hong Yi.


" Ehh.. Kau ingin membunuhnya dengan bunga itu? "bisik Li Hong Yi paham maksud dari Kasim Bo.


" Cerdas sekali kau dapat memahami isi hatiku dengan cepat."balas Kasim Bo dengan bisikan di telinga kanan Li Hong Yi.


Bai Xiao Chen dan Yang Chao Yue mengangguk setuju dengan cara lihai Kasim Bo untuk habisi lawan tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga dan pikiran.

__ADS_1


Bersambung!


__ADS_2