
Setibanya Kasim Bo di kuil kosong yang terletak di depan pintu masuk ke hutan sungai desa petir hitam.Ia juga tak menemukan Putri Ming Yue di sana tetapi ia menemukan sebuah sepatu yang dikenakan oleh Putri Ming Yue di lantai dekat api unggun tergeletak di sana.
"Yue Yue...!" lengking Kasim Bo.
Brrr!
Teman-temannya segera datang ke kuil kosong ketika ia hanya bisa menemukan sepatu milik kekasihnya sebagai petunjuk dari seseorang yang telah menculik kekasihnya.
"Hmm,orang-orang biadap itu layak untuk Aku musnahkan sampai ke akarnya...!" geram Kasim Bo yang sudah melesat keluar dari kuil kosong di desa petir hitam dengan kecepatan tinggi.
Wussss!
Kasim Bo berdiri di depan pintu gerbang masuk ke wilayah Kekaisaran Ming dengan raut wajah dingin sekali sampai pasukan penjaga wilayah ini segera menyambutnya dengan membungkuk dengan hormat di depannya.
"Hormat kami kepada Tuan Bo Hai.Mari silahkan Anda masuk ke wilayah Kekaisaran Ming dengan mengikuti langkah kami menuju ke rumah besar walikota Kota Da An." kata pemimpin pasukan penjaga pintu gerbang utama ke dalam wilayah Kekaisaran Ming dengan sikap hormat kepada Kasim Bo.
"Baik." jawab Kasim Bo nada tegas.
"Tuan Bo.. Kami sudah datang untuk membantu Anda berhadapan dengan orang-orang licik dan pengkhianat di seluruh wilayah Kekaisaran Ming yang dikuasai oleh Iblis wanita Wang Xi Qi atau dikenal dengan sebutan Ketua sekte kupu- kupu emas." kata Shi Lun yang sudah berdiri di sisi kanan Kasim Bo.
"Terimakasih, Kawan." kata Kasim Bo tersenyum tenang kepada Shi Lun.
Lalu Kasim Bo dan teman-temannya mengikuti langkah dari pemimpin pasukan penjaga pintu gerbang utama ke dalam wilayah Kekaisaran Ming yang mengarahkan jalan menuju ke rumah besar walikota Da An yang berada di pusat kota tersebut.
"Hmm, mereka berpura-pura berhati baik untuk menjebak kita dan membunuh kita disini,Tuan Bo." bisik Shi Lun ketika mereka telah sampai di rumah besar walikota Da An yang amat sepi sekali.
__ADS_1
"Ya, tapi kita tak perlu takut untuk menghadapi mereka karena aku yakin bahwa kita pasti bisa menghancurkan mereka sebelum kita menemui Kaisar Ming di Istana Kekaisaran Ming yakni di Ibukota Kekaisaran Ming." kata Kasim Bo nada tenang sekali sehingga teman-teman yang lain dapat merasakan ketenangan juga.
Kasim Bo mengamati seluruh ruangan utama di rumah besar walikota Da an ketika ia berjalan bersama dengan teman-temannya masuk ke dalam rumah besar walikota Da An.Dimana ia dan teman-temannya telah disambut dengan baik dan ramah oleh seorang pria tampan yang duduk di kursi bagian kanan aula utama rumah besar walikota Da An.
"Selamat datang di kediaman walikota Da an untuk tamu kehormatan kami yang tercinta yakni Tuan Bo Hai yang berasal dari Kerajaan Yun." kata wakil dari walikota Da an dengan sikap dan nada sopan kepada Kasim Bo yang telah melihat adanya pasukan pelindung dari walikota Da an yang bersembunyi di balik dinding rumah besar walikota Da an melalui ketajaman penglihatan nya.
"Ya,terimakasih atas sambutan hangat dari Tuan rumah besar walikota Da An terhadap Aku, Tuan Bo Hai yang sangat tampan ini." kata Kasim Bo nada sombong sekali kepada walikota Da an di kursi yang menghadap langsung kepada tamu di depannya.
"Tuan Bo, aku sebagai wakil walikota Da an ingin bersulang minum arak bersamamu untuk rasa hormat ku kepadamu." kata wakil walikota Da an menatap garang secara terang-terangan kepada Kasim Bo seraya melemparkan secangkir arak di tangannya kepada Kasim Bo yang dengan sikap tenang telah menerima cangkir arak itu tanpa ada rasa takut sedikitpun.
"Ya, terimakasih untuk secangkir arak ini darimu untukku." kata Kasim Bo dengan sikap tenang luar biasa lalu meminum arak tanpa sungkan.
Walikota Da an tersenyum senang melihat pria muda ini telah masuk ke dalam jebakannya dan sekte nya maka ia bertepuk tangan untuk wanita berkuasa ini dapat memanggil keluar seluruh pasukannya yang segera mengurung Kasim Bo dan teman-teman di tengah-tengah aula utama rumah besar walikota Da an.
"Bunuh dia dan semua temannya lalu rebutlah liontin naga Ming di tangannya."perintah dari Walikota Da an kepada para pasukannya yang telah mengeluarkan pedang masing-masing dari sarung pedang untuk menghadapi Kasim Bo dan teman-teman dari Kasim Bo.
Wussss!
Desiran angin kencang yang berasal dari ujung pedang yang dimainkan oleh para pasukan inti dari walikota Da an yang menyerang langsung ke arah Kasim Bo yang tetap berdiri dengan sikap tenang di tengah-tengah aula utama rumah besar walikota Da an.
Cring!
Trangg!
Bruakk!
__ADS_1
" Aduhh..! "pekik kesakitan pada lengan pasukan inti dari walikota Da an yang pedang mereka telah terpental dan patah oleh sentilan tangan Kasim Bo yang sangat cepat sekali.
Shi Lun dan teman-teman segera menyerang ke arah pasukan inti dari walikota Da an dengan ilmu pedang mereka masing-masing melalui senjata mereka masing-masing pula yakni alat sempoa untuk Shi Lun yang menyerang ke arah leher sejumlah pasukan inti dari walikota Da an.
Dan, Nona Siang Hui Jing dan yang lainnya telah menggunakan pedang yang sangat tajam sekali langsung membalas serangan-serangan maut ke arah pasukan inti dari walikota Da an yang kini memucat pada wajah dari pasukan inti dari walikota Da an yang terdesak hebat oleh gadis sahabat dekat Kasim Bo.
Wuttzzz!
Hu Xin Qi telah meluncur dengan ujung pedang di tangannya telah berhasil memotong-motong leher beberapa orang pasukan inti dari walikota Da an.
Crakk!
Kasim Bo yang telah melihat para sahabatnya di sekitarnya telah menghadapi para pasukan inti dari walikota Da an telah meluncur dengan luar biasa cepatnya ke arah Walikota Da an dan wakilnya sekaligus sehingga kedua orang paling berkuasa di kota Da An segera menyerangnya dengan ilmu pedang sekte kupu-kupu emas yang sangat hebat sekali.
Trang!
Trang!
Trangg!
Kasim Bo menghadapi mereka dengan pedang di tangannya yang langsung menghancurkan ilmu pedang sekte kupu-kupu emas yang telah digunakan oleh kedua orang musuhnya ini untuk menghabisinya.
"Argghhh! " pekik kaget walikota Da an dan wakil walikota Da an yang melihat pedang mereka itu telah hancur berkeping-keping oleh serangan ilmu pedang ular emas yang telah digunakan oleh Kasim Bo untuk menghadapi mereka.
Kasim Bo tak memberikan mereka kesempatan untuk memberikan perlawanan terhadapnya lagi karena Kasim Bo telah menyerang langsung ke arah kepala dan tubuh walikota da an dan wakil walikota da an yang langsung telah terpotong menjadi dua bagian oleh pedangnya yang luar biasa tajamnya.
__ADS_1
Crakk!
Bersambung!!