
Sinar mata Kasim Bo begitu mengancam nyawa tiap lawan yang datang kepadanya termasuk nenek tua yang berjuluk Iblis Wanita Ular Merah yang bernama Kim Hong di hadapannya di tepi jurang gunung Heng.
"Bocah kalau gadis sialan itu adalah musuhmu kenapa kau bersikeras untuk melindunginya dari serangan ku kepadanya tadi?! " hardik Kim Hong dengan sikap bengis kepada Kasim Bo di dekat gadis musuhnya itu.
"Sudah aku katakan kepadamu bahwa gadis itu adalah tawananku maka akulah yang berhak untuk menanganinya dengan caraku sendiri dan kau jangan main-main denganku!" balas Kasim Bo yang sinar matanya begitu mencorong tajam dan garang kepada Nenek Kim Hong.
"Baik, kalau begitu kau harus menghadapi aku dahulu sebelum kau dapat merebutnya dariku..!" hardik Kim Hong yang telah menyerang dengan tongkat kepala ular ke arah Kasim Bo dengan satu serangan yang berbahaya bagi Kasim Bo di hadapannya itu.
Wutttzz!
Trakk!
Kasim Bo telah cepat menangkis serangan maut di hadapannya dengan ilmu pedang ular Emas melalui ranting di tangan kanannya yang amat mengejutkan hati Kim Hong yang merasakan ada getaran yang membuat tongkat pusakanya di tangannya itu nyaris terlepas dari genggaman tangannya ketika senjatanya di adu kekuatannya dengan ranting di tangan kanan Kasim Bo.
Tetapi Nenek ini cepat melancarkan serangan ke arah kiri Kasim Bo dengan telapak tangannya itu yang mengandung ilmu mukjizat yang luarbiasa mengancam keselamatan Kasim Bo karena ia telah menggunakan ilmu sinkang racun ular laut utara untuk membunuh Kasim Bo.
Wutttzz!
Plakk!
Desss!
Kasim Bo juga menyambut baik serangan maut yang dilancarkan oleh nenek Kim Hong dengan telapak tangannya juga yang mengandung ilmu sinkang hawa panas yang membuat nenek Kim Hong itu terdorong jatuh ke jurang dalam nyawa nenek ini telah tercabut keluar dari raganya oleh Kasim Bo.
"Bo Hai, aku sudah bukan lagi tawananmu usai aku telah bersumpah untuk menjadi bawahanmu untuk selamanya."kata Niocu menoleh kepada Kasim Bo yang menatap tajam ke arah jurang di bawah mereka.
"Aku tahu kau sudah berubah baik sejak kamu itu dikalahkan oleh ku di turnamen nasional di kota Chang An beberapa tahun silam, Niocu." kata Kasim Bo tanpa menoleh kepada gadis cantik di sampingnya.
__ADS_1
"Bo Hai,apa yang kau telah lihat di bawah sana?" tanya Li Hong Yi ikut penasaran dengan sikap Kasim Bo yang tertarik pada sesuatu yang ada di dalam jurang gunung Heng.
"Aku melihat adanya mutiara naga Kekaisaran Ming yang selama ini aku cari untuk aku dapat menguasai seluruh dunia ini." jawab Kasim Bo di tebing paling curam di puncak gunung Heng.
"Apaa? Cepatlah kau ambil pusaka Kekaisaran Ming di bawah sana." kata Li Hong Yi begitu luar biasa bersemangat untuk Kasim Bo saudaranya ini dapat menjadi penguasa Kekaisaran Ming yang baru.
"Ya, tentu saja. Kalian tunggu aku di sini." kata Kasim Bo nada serius selalu kepada Li Hong Yi dan rombongannya juga Niocu.
"Hati-hati di bawah sana ada sepasang mata Raja Iblis Naga Kekaisaran Ming yang menjaga pusaka tersebut selama berabad-abad lamanya sehingga tidak ada seorangpun bisa mengambil pusaka tersebut dari bawah sana." kata Niocu di dekat Kasim Bo nada khawatir kepada pemuda tampan yang telah menjatuhkan hati gadis muda dan cantik jelita ini sejak awal mereka berdua berjumpa di kota Chang an sekitar empat atau lima tahun lalu.
"Aku tidak pernah merasa takut terhadap apapun di dunia ini." kata Kasim Bo tersenyum lebar dan tampan kepada Niocu yang semakin terpesona dengan ketampanan pemuda ini.
Lalu Kasim Bo meluncur turun ke jurang gunung Heng tanpa rasa takut sedikitpun dan setibanya pemuda tampan itu di dasar jurang gunung ini.Ia melangkah perlahan-lahan ke arah mutiara naga Kekaisaran Ming yang berada di bawah tubuh raksasa naga Kekaisaran Ming yang mencorong tajam kepada Kasim Bo.
"Naga jelek cepatlah kau pergi dari sana karena aku ingin memiliki benda cantik yang kau tiduri oleh tubuh bau mu itu." kata Kasim Bo dengan sikap tenang sekali menghadapi naga raksasa di hadapannya.
Naga Kekaisaran Ming melesat dengan cepat ke arah Kasim Bo menjulurkan sepasang kakinya ke arah dada Kasim Bo seraya menyemburkan api dari mulutnya ke arah Kasim Bo.
Brrr!
Kasim Bo berkelebatan dengan luarbiasa cepat di sekitar Naga Kekaisaran Ming yang berusaha untuk membakarnya dengan semburan api yang sangat membara dan mengancam keselamatan Kasim Bo.
Weeerrr!
Whusss!
Kasim Bo meloncat dengan tangkas ketika ia melihat ekor Naga Kekaisaran Ming menyerang ke arah belakang tubuhnya yang nyaris terpukul oleh ekor Naga Kekaisaran Ming yang bersisik tajam sekali.
__ADS_1
Bettzz!
Kasim Bo begitu gesit sehingga naga Kekaisaran Ming kebingungan dalam menghadapi Kasim Bo yang berkelebatan di sekitar naga Kekaisaran Ming yang meliuk-liuk dengan ganas sekali dan membahayakan pemuda tampan itu.
Dan, Kasim Bo yang telah melihat mutiara naga Kekaisaran Ming tidak ada lagi pelindungnya.Ia segera melesat cepat lalu mengambil Mutiara itu sebelum naga Kekaisaran Ming meluncur ke arah dirinya dengan penuh kemarahan yang luar biasa menakutkan sekali.
"Kau lihat mutiara mu sudah berada di tanganku maka kau harus tunduk kepadaku karena aku ini telah menjadi majikanmu yang baru dan sejati." kata Kasim Bo nada tajam kepada binatang di hadapannya itu yang menyerangnya dengan luar biasa ganas melalui kibasan ekor dan cakar dari sepasang kaki yang terjulur ke sekitar tubuh inti Kasim Bo.
Wutzzz!
Bettzz!
Kasim Bo melesat dengan kecepatan tinggi dan membingungkan naga Kekaisaran Ming yang tak melihat gerakan pemuda ini meluncur ke arah naga Kekaisaran Ming dan tiba-tiba telapak kaki Kasim Bo melakukan gerakan menendang ke wajah Naga Kekaisaran Ming sehingga naga itu terlempar ke dinding jurang gunung Heng.
Duk!
Brukkk!
Naga Kekaisaran Ming terpelanting ke tanah dan menatap takut kepada Kasim Bo yang mendekat kearahnya dengan tatapan mata mengancam keselamatan Naga Kekaisaran Ming jika Naga itu tak patuh kepada Kasim Bo maka Kasim Bo akan memanggang dan memakannya hingga ia tak tersisa lagi di dunia ini.
"Patuhlah dan jadilah kau hewan peliharaanku yang manis dan pintar." kata Kasim Bo dengan tatapan matanya yang jauh lebih menakutkan daripada naga raksasa itu sendiri.
Naga Kekaisaran Ming menganggukkan kepala dengan patuh kepada Kasim Bo lalu meringkuk di depan sepasang sepatu mahal dan indah yang dikenakan oleh Kasim Bo pada saat itu.
"Bagus, Naga Kekaisaran Ming yang manis dan pintar mari kau masuklah ke dalam mutiara mu ini dan jadilah kekuatan terbaik untukku untuk seumur hidup Kekaisaran Ming." kata Kasim Bo nada memerintah kepada Naga Kekaisaran Ming yang segera mematuhi perintahnya.
Blashh!
__ADS_1
Bersambung!!