
Kasim Bo yang melakukan perjalanan ke gunung elang hitam telah berhasil menghabisi sejumlah musuh yang akan menjadi bibit penyakit bagi Kekaisaran Zhao di era pemerintahan baru yang dipimpin oleh Li Hong Yi saudara kembarnya.
Pendekar muda ini juga telah mengirimkan paket kilat yang merupakan kepala seluruh musuh itu kepada Li Hong Yi di istana Kekaisaran Zhao di hari pernikahan agung yang sedang berlangsung di istana Kekaisaran Zhao yang dihadiri oleh seluruh teman, rakyat dan pejabat baru yang di pilih dengan cermat oleh Li Hong Yi sendiri.
"Kasim Bo ternyata sedang menjalankan tugas untuk Kaisar Zhao di gunung elang hitam. Kalau begitu kita harus sabar menunggunya di istana Kekaisaran Zhao sampai ia kembali kepada kita di sini untuk misi yang sempat tertunda karena urusan Kekaisaran Zhao yang merupakan salah satu dari urusan pentingnya juga." kata Shi Lun di balairung utama istana Kekaisaran Zhao pada teman-teman mereka.
"Ya, syukurlah akhirnya kita tahu kemana Kasim Bo pergi dari istana Kekaisaran Zhao tanpa kita semua."kata Putri Yun Hui nada lega.
" Tapi,berapa lama Kasim Bo pergi ke gunung elang hitam dan kapan ia akan kembali kepada kita semua di istana Kekaisaran Zhao?"tanya Peng Cheng nada gelisah karena gadis cantik ini sudah merasa rindu kepada Kasim Bo.
"Entahlah." jawab Siang Hui Jing nada muram.
"Ah, kenapa dia tak mengajak kita pergi bersama ke gunung elang hitam?" tanya Hu Xin Qi dengan senyuman lesu.
"Enyahlah." jawab Bai Xiao Chen manyun.
"Ahh, Aku memikirkan dirinya nih." kata Putri Yun Hui ,Putri Liang Cu Yen dan Khong Li Mei dengan bersamaan.
"Hmm, kelima orang gadis cantik jelita di depan kita semua ini sudah mulai resah gelisah hati memikirkan pujaan hati mereka yang telah pergi dari mereka secara diam-diam." kata Tang Hung Chien menggelengkan kepalanya.
"Ah, ya sungguh bahagia sekali menjadi Kasim Bo yang dipuja dan dicintai oleh mereka." kata Chou Cie menarik napas dalam-dalam.
__ADS_1
"Tetapi mereka tak pernah bisa menikah dengan Kasim Bo.Itulah yang paling menyedihkan bagi mereka." kata Shi Lun merasa iba kepada kelima orang gadis cantik jelita yang sudah diketahui olehnya tergila-gila terhadap Kasim Bo.
"Ah, yang terpenting adalah kami mencintainya tanpa pamrih." kata kelima orang gadis cantik jelita ini dengan serentak.
"Ya, paling utama bagi kami adalah saat ini kami selalu bersamanya dan menemaninya di setiap petualangan yang dilakukannya di seluruh dunia persilatan daratan besar."kata Putri Yun Hui yang menatap rembulan dengan mengkhayal tentang Kasim Bo yang memeluk dan menciumnya.
"Ah, mereka sudah tak waras."kata Chou Cie lihat kelima orang gadis cantik jelita di depan mereka semuanya mengkhayal dan berbicara tentang Kasim Bo secara terbuka seakan-akan kelima orang gadis cantik jelita ini tak perlu lagi untuk menutupi perasaan mereka di depan teman- teman Kasim Bo.
Li Hong Yi yang duduk di antara mereka pun tak bisa untuk menahan tawa melihat kelima orang gadis cantik jelita ini begitu tak tahu malu lagi untuk membicarakan tentang Kasim Bo saudara kembarnya dengan begitu saja.
" Gadis-gadis ini sungguh hebat dan jujur dalam segala hal yang mereka miliki untuk kita semua bisa mengetahui isi hati mereka terhadap Bo Hai si Raja Dewa Naga Timur."kata Li Hong Yi nada kagum dengan keterbukaan dari kelima gadis itu.
Sementara itu orang yang sedang mereka bahas saat ini sedang mencoba untuk mencari dan menemukan dua pusaka yang disimpan di desa elang hitam dan menghadapi berbagai macam kesulitan untuk mendapatkan kedua pusaka itu.
"Kalian semua ingin mencoba untuk mencegah Aku untuk mendapatkan apa yang aku inginkan..! Baiklah, rasakanlah hukuman yang aku berikan kepada kalian semua..!" hardik Kasim Bo yang sudah menghunuskan pedang ke arah sembilan orang yang memakai topeng serigala di depan sepasang mata pemuda hebat ini.
Kasim Bo saat ini sedang menghadapi sekte awan elang hitam yang menggunakan senjata tajam berupa cangkul seperti petani dan tongkat trisula baja yang diarahkan ke arah dada dan perut Kasim Bo oleh sembilan orang anggota sekte awan elang hitam.
Wuttzz!
Ranting di tangan Kasim Bo telah dibuang ke tanah oleh Kasim Bo yang sudah melihat ada satu orang yang memiliki ilmu pedang yang luar biasa ganas di antara sembilan orang musuhnya itu.
__ADS_1
Cangkul yang digunakan untuk menyerangnya itu telah patah oleh benturan pedangnya dan ia pun langsung menerjang ke arah dada sembilan orang musuhnya yang menjerit kesakitan karena ia telah mencongkel keluar isi perut sembilan orang musuhnya itu.
Cuss!
Kini Kasim Bo bertarung melawan seorang pria yang memakai topeng kulit orang sakit cacar yang menghadapinya dengan tongkat trisula baja yang meliuk-liuk di sekitar sinar pedangnya yang memainkan ilmu pedang ular emas sakti.
"Kasim Bo, kau hebat juga tapi sayang kau tipe orang yang suka ikut campur tangan urusan yang bukan urusan mu sendiri karena itu kamu harus mati di ujung tongkat trisula baja- ku ini..!" hardik pria itu yang suaranya begitu menakutkan kepada Kasim Bo.
"Hmm, orang memakai topeng biasanya orang yang pura-pura berani padahal pengecut hina..." kata Kasim Bo nada mengejek pria itu.
"Kurang ajar kau..!" maki pria itu yang langsung menyerang dengan tongkat trisula baja yang di arahkan ke arah tengkuk Kasim Bo dengan gesit sekali.
Wuttzz!
Kasim Bo dengan gerakan ringan menangkisnya dengan pedang digerakkan ke tengkuknya dan akibatnya tongkat trisula baja milik musuhnya itu membalik ke arah tenggorokan musuhnya yang dengan cepat mengerahkan tenaga dalam untuk mencegah tongkat Trisula baja menembus ke tenggorokan musuhnya sendiri.
Tetapi, Kasim Bo telah melontarkan pedangnya ke arah dahi pria itu yang langsung terbelah dua oleh tebasan pedang tajam milik Kasim Bo dan tongkat trisula baja tak bisa dicegah untuk menembus ke tenggorokan musuh itu yang kini telah dikenal dengan baik karena topeng telah hancur berkeping-keping seketika itu juga.
"Hmmm Zhao Bu Heng tamatlah riwayatmu di tanganku." dengus Kasim Bo sambil mengambil baju pria itu untuk membungkus kepala dan wajah hancur Zhao Bu Heng untuk dikirim ke istana Kekaisaran Zhao untuk hari pernikahan agung Li Hong Yi.
Kasim Bo menggunakan tongkat trisula baja itu untuk memanggul barangnya sambil berjalan ke sebuah gubuk reyot di antara rumah penduduk desa elang hitam.Disanalah ia menemukan dua pusaka yang diinginkannya lalu ia segera pergi dari desa elang hitam untuk kembali ke istana Kekaisaran Zhao.
__ADS_1
Bersambung!!