
Kasim Bo dan Chou Cie berkelebat dengan cepat meninggalkan daerah markas besar sekte Merak Lu untuk melanjutkan perjalanan mereka ke kota Yi untuk bertemu dengan seorang teman mereka yang lainnya di kota tersebut.
"Apakah Anda yakin kalau Shi Lun akan mau ikut serta dalam misi kita ke kota Chang an, Tuan Bo Hai? " tanya Chou Cie di tepi sungai kaki gunung Lu bagian paling selatan sekali yaitu sungai Lu Lu.
"Yakin sekali. " jawab Kasim Bo sambil makan malam berupa bakpao rasa daging dan sebotol susu kacang kedelai.
"Bukankah Shi Lun itu orangnya penakut untuk misi menyelidiki sebuah makam paling kuno di kota Chang an,Tuan Bo? " tanya Chou Cie yang mencuci mukanya dengan air sungai yang segar dan memandang terpesona ke arah gunung di sisi selatan sungai Lu.
"Kalau ada hadiahnya tentu dia tidak akan bisa menolak tawaran ku untuk ikut serta dalam misi kita berdua." jawab Kasim Bo yang melemparkan sisa bakpao nya ke arah utara posisinya berada di tepi sungai Lu.
Bruk!
"Aduhh....! " pekik seorang gadis remaja usia tiga atau empat belas tahun yang jatuh ke sungai Lu karena lemparan sisa bakpao dari Kasim Bo.
Byurrrr!
"Nona Tang Yan rupanya kamu yang mengikuti kami hingga ke tepi sungai Lu..? " Chou Cie nada ramah kepada gadis remaja cantik jelita yang baru saja keluar dari sungai Lu dengan pakaian dan wajahnya basah kuyup.
"Iya.. " jawab Tang Yan melompat ke batu karang di depan Kasim Bo dengan wajahnya memelas sekali.
"Tuan Bo, kau kasar sekali terhadapku yang telah lama menjalin hubungan persahabatan dengan mu dan adik mu si gadis liar Xiao Feng. " kata Tang Yan dengan wajah muram kepada Kasim Bo.
"Jangan kau mengatakan bahwa adikku si gadis liar Xiao Feng di depanku atau aku akan bunuh kamu.. " kata Kasim Bo nada serius kepada Tang Yan.
"Iya, aku minta maaf kepadamu asalkan kamu tak akan pernah bersikap kasar kepadaku yang ingin memberitahumu tentang informasi yang kau inginkan dari pusaka yang sedang kamu cari itu. " kata Tang Yan dengan senyuman manisnya kepada Kasim Bo.
__ADS_1
"Tidak, aku tak akan pernah memaafkanmu atau orang lain yang sudah menghina aku atau adikku Xiao Feng meskipun kamu datang kepadaku untuk memberitahu informasi yang aku inginkan terkait pusaka yang sedang kucari. " kata Kasim Bo yang menggunakan kakinya menendang lutut kaki Tang Yan sehingga gadis remaja itu kembali terjatuh ke sungai Lu dan menjerit-jerit kesakitan karena air sungai Lu berubah menjadi air panas yang membakar kulit dan daging Tang Yan.
"Tuan Bo, ada surat yang telah aku temukan dari pakaian gadis bau itu untukmu. " kata Chou Cie yang memberikan surat yang ditemukannya itu kepada Kasim Bo.
"Setan Walet Emas telah menyandera adikku di markas besar sektenya di gunung awan Lu di seberang sungai Lu ini untuk ditukar dengan batu mustika naga emas Ming yang telah aku dapatkan dari petualanganku di sungai merah sekitar dua tahun yang lalu." kata Kasim Bo nada geram dengan kelicikan musuh-musuhnya yang ingin melakukan transaksi dengannya.
"Batu mustika naga emas bukannya sudah kamu hancurkan di hutan bambu runcing daun satu usai kamu mendapatkan informasi mengenai peta pulau rahasia yang tersimpan di dalam batu tersebut?"tanya Chou Cie mengikutinya menuju ke pegunungan awan Lu dengan berkelebatan di belakangnya.
"Aku memang sudah menghancurkan batu itu namun petanya masih berada di tanganku."kata Kasim Bo yang meluncur dengan ilmu ginkang Naga Terbang menuju ke pegunungan awan Lu yang pemandangan alamnya jauh lebih indah daripada pemandangan alam pegunungan Merak Lu.
Namun ditengah jalan datanglah sejumlah besar sekte Awan Lu telah meluncur ke arah Kasim Bo dan Chou Cie dengan sejumlah pedang mereka telah terhunus dengan formasi yang membentuk awan Lu yang mengancam keselamatan Kasim Bo dan Chou Cie.
Wuttzzz!
Kasim Bo dan Chou Cie menggerakkan telapak tangannya mereka berdua ke arah depan mereka yang mengeluarkan ilmu sinkang mereka yang langsung menghantam hancur formasi pedang awan Lu.
Blaarrr!
Plakkk!
Plakkk!
Chou Cie melompat dengan telapak tangannya itu memukul pelipis dan dahi setiap anggota sekte awan lu yang menyerangnya dengan ilmu tendangan ke arah sepasang kakinya untuk di patahkan oleh para musuhnya itu.
Plakkk!
__ADS_1
"Raja Dewa Naga Timur berhenti kamu..!" bentak seorang pria paruh baya yang sudah meluncur ke arah hutan kaki pegunungan awan Lu dengan pedangnya terhunus dengan tajam dan bengis ke arah Kasim Bo yang cepat mengelak ke arah samping dengan telapak tangannya telah lebih dulu menghantam belakang kepala pria paruh baya itu yang langsung remuk oleh pukulan telak telapak tangan Kasim Bo.
Plakkk!
"Yin Lu kau jangan main-main denganku Bo Hai yang akan meluluhlantakkan sektemu jika kamu tak mau membebaskan adikku..! " ancam Kasim Bo dengan amarahnya yang meluap-luap kepada markas besar sekte awan Lu yang bangunannya telah terlihat di atas puncak pegunungan awan Lu oleh Kasim Bo dan Chou Cie.
"Wahh.. Orang itu mencari masalah denganmu, Kasim Bo. " kata Chou Cie itu merasa marah kepada para penyandera adiknya Kasim Bo yang bernama Xiao Feng.
Tak lama kemudian meluncurlah sejumlah pria dan wanita berpenampilan serba putih dengan membawa sejumlah golok raksasa yang telah menerjang ke arah Kasim Bo dan Chou Cie yang segera melontarkan pukulan telak yang telah menghantam hancur berkeping-keping sejumlah golok raksasa milik sejumlah anggota sekte awan Lu.
Bughhh!
Blaarrr!
Kasim Bo melontarkan ilmu pukulan matahari melalui kedua telapak tangannya yang diarahkan secara langsung kepada para anggota sekte awan Lu yang menyerangnya dengan ganas itu.
Desss!
"Arghhh! " pekik kematian sebagian besar sekte awan Lu yang terkena serangan maut dari Kasim Bo.
Sisanya di hantam oleh terjangan tinju Chou Cie yang menyerang para anggota sekte awan Lu yang menyerangnya dengan sepasang telapak tangan membentuk cakar tengkorak yang amat berbahaya bagi keselamatannya namun Chou Cie telah lebih cepat menghantam hancur para anggota sekte awan Lu.
Bughhh!
Blaaar!
__ADS_1
Sejumlah pasukan sekte awan Lu lainnya telah meluncur dengan jumlah yang lebih besar dari kedua pasukan pertama di kaki pegunungan awan Lu yang secara langsung dipimpin oleh putra kelima dari Ketua sekte awan Lu yang kini telah berdiri di depan Kasim Bo dan Chou Cie.
Bersambung!!