Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Menghancurkan Sekte Sungai Hitam.


__ADS_3

Shi Lun tiba lebih dahulu sebelum Kasim Bo dan Li Hong Yi di sekte sungai hitam.Pemuda lincah ini melemparkan alat sempoa ke arah beberapa orang anggota sekte sungai hitam yang menjaga pintu gerbang utama sekte tersebut lalu terbang sudah sejumlah kepala penjaga sekte sungai hitam.


Werrr!


Li Hong Yi meluncur dengan ilmu ginkang rase putih yang membuat tubuhnya dapat bergerak sangat gesit sehingga tak ada seorangpun dari anggota sekte sungai hitam melihat kedatangan dirinya.Li Hong Yi sudah menebas putus kepala sekitar dua puluh orang anggota sekte sungai hitam di halaman depan markas besar sekte ini dengan seruling naga.


Crakk!


Kasim Bo menendang tubuh seseorang yang di temukannya di aula utama sekte sungai hitam ketika ia melangkah dengan tenang masuk ke dalam ruangan ini.


Duk!


"Heii..! Kakakkk..!!" pekik sejumlah besar orang anggota sekte sungai hitam yang terkejut sekali melihat saudara seperguruan mereka telah jadi mayat.


"Jangan terkejut seperti itu, Kawan. Aku Kasim Bo akan senang hati mempertemukan kalian semua dengan saudara kalian ini."kata Kasim Bo dengan seringai dan pedangnya dihunuskan ke arah Raja Barbar sungai hitam yang diapit oleh Pangeran muda Zhao Qiu dan Putri Aisha yang telah dikenali oleh Kasim Bo yang cerdas.


"Lancang kau bocah hijau...!" hardik Raja barbar sungai hitam yang telah menerjang maju dengan tombak panjangnya yang berkelebatan dengan cepat ke arah leher Kasim Bo dengan diikuti oleh Pangeran muda Zhao Qiu dan Putri Aisha yang menyerang ke arah dada dan perut Kasim Bo dengan pedang mereka masing-masing.


Wuttttzz!


Trang!


Trang!


Trang!


Kasim Bo menggerakkan pedang dengan cepat sekali menangkis serangan-serangan tombak panjang di tangan Raja barbar sungai hitam yang mengarah ke lehernya dan pedang- pedang di tangan Pangeran muda Zhao Qiu dan Putri Aisha yang menyerang ke dada dan perutnya.


Li Hong Yi meluncur dengan seruling naga yang mengeluarkan alunan merdu namun mematikan yang membuat para anggota sekte sungai hitam yang mengeroyok dirinya di pintu masuk ke aula utama sekte sungai hitam semuanya tewas oleh alunan merdu dari senjatanya itu.


Li Hong Yi langsung menyerang dengan seruling naga ke arah Pangeran muda Zhao Qiu dan Putri Aisha yang sudah meninggalkan Kasim Bo untuk menghadapi Raja barbar sungai hitam seorang diri saja karena keduanya sudah melihat Li Hong Yi yang sangat dibencinya itu sehingga mereka segera menyerang saudara mereka itu.


Trang!


Trang!

__ADS_1


Trang!


Trang!


Pedang di tangan Pangeran muda Zhao Qiu dan Putri Aisha telah patah oleh benturan pedang dengan seruling naga di tangan Li Hong Yi yang membuat keduanya terhuyung-huyung ke arah belakang dan Li Hong Yi sudah melontarkan pukulannya yang langsung meremukkan kepala keduanya dalam waktu kurang dari satu detik saja.


Desss!


Bruakk!


"Aku berhasil mendapatkan apa yang kita cari di sini..!" sorak Shi Lun dari arah gudang peralatan dan perlengkapan perang milik sekte sungai hitam.


"Hei.. Kurang ajar kalian...!" hardik Raja barbar sungai hitam yang sedang bertarung dengan sengit melawan Kasim Bo yang menggunakan ilmu pedang rembulan merenung di malam hari yang membuat serangan-serangan tombak yang dimainkan oleh Raja barbar sungai hitam tak bisa menyentuhnya sama sekali.


Trang!


Trang!


"Bocah hijau lihat serangankuuu..!" hardik Raja barbar sungai hitam yang telah melontarkan ilmu pukulan air sungai hitam yang penuh hawa racun mematikan ke arah Kasim Bo.


Wuttzz!


Dess!


Jlebb!


Kasim Bo sudah merebut tombak panjang milik Raja barbar sungai hitam dan mengamatinya dengan cermat sekali lalu raut wajahnya yang luar biasa tampan terlihat begitu bercahaya luar biasa.


"Tombak panjang ini dahulunya adalah milik Raja Dewa Perang Zhao Yun yang sangat terkenal di eranya dahulu." kata Kasim Bo begitu bahagia.


"Wah,kau memang bermata tajam, Bo Hai. Kamu dapat mengenali senjata hebat di dunia ini." kata Li Hong Yi tersenyum senang melihat saudara kembarnya begitu bahagia menemukan senjata yang paling terkenal di Kekaisaran Zhao.


"Ya, Aku sudah lama ingin memilikinya." kata Kasim Bo tertawa renyah sambil mencoba untuk memainkan tombak dengan ilmu pedang salju yang merupakan salah satu dari sekian banyak ilmu pedang yang di miliknya itu.


Wuttzz!

__ADS_1


Crash!


Bruakk!


Tiang di tengah-tengah ruang aula utama sekte sungai hitam roboh oleh tombak panjang yang dimainkan oleh Kasim Bo dengan hebatnya dan membuat Li Hong Yi terkagum-kagum dengan kehebatan ilmu pedang saudaranya itu.


"Luar biasa kemampuan ilmu pedangmu itu,Bo Hai." puji Li Hong Yi tulus.


"Terimakasih atas pujian darimu, saudaraku.Ayo kita panggil mereka di luar untuk berpesta di sini untuk melepaskan lelah." kata Kasim Bo dengan senyumannya yang menawan hati kepada Li Hong Yi sambil bersiul ringan untuk memanggil Chou Cie dan yang lainnya di luar sekte sungai hitam.


Chou Cie segera mengenali kode dari Kasim Bo dengan cepat lalu mengajak Tang Hung Chien dan yang lainnya untuk mengikutinya ke sekte sungai hitam.


Namun di tengah jalan mereka telah dihadang oleh lima belas orang anggota sekte bison merah yang ingin balas dendam atas kematian saudara seperguruan mereka di tepi sungai lidah neraka.


Singg!


Lima belas pedang ditangan lima belas orang anggota sekte bison merah sudah siap untuk menyerang mereka dengan sikap mengancam keselamatan mereka.


"Kalian semua yang sudah membunuh anggota sekte bison merah kami di tepi sungai lidah neraka akan mendapatkan balasannya dari kami sekarang juga..! " hardik lima belas orang anggota sekte bison merah yang menerjang ke arah Chou Cie dan Tang Hung Chien juga yang lainnya dengan ilmu pedang sekte bison merah yang sangat ganas sekali.


Wuttzz!


Trang!


Chou Cie dan Tang Hung Chien juga yang lainnya segera menangkis serangan-serangan tersebut dengan ilmu pedang mereka masing-masing di sekitar luar sekte sungai hitam.


Para anggota sekte bison merah membuat ilmu pedang mereka tak sanggup untuk menandingi kehebatan dan keganasan ilmu pedang sekte bison merah sehingga mereka nyaris terbunuh oleh para anggota sekte bison merah jika Shi Lun tak mencoba busur panah barunya dari arah pintu masuk sekte sungai hitam yang dengan tepat waktu telah memanah seluruh anggota sekte bison merah yang mengeroyok Chou Cie dan Tang Hung Chien juga yang lainnya di luar sekte sungai hitam.


Syutt!


Werrr!


Jleb!


Jlebb!

__ADS_1


"Shi Lun.. Terimakasih banyak atas pertolongan darimu kepada kami semua di sini..!" teriak Chou Cie dan yang lainnya dengan senyuman senang melihat Shi Lun berdiri di atas tembok markas besar sekte sungai hitam dengan sikapnya yang begitu gagah perkasa.


Bersambung!!


__ADS_2