
Tuan Heng kembali menatap Kasim Bo yang kini duduk di kursi depan meja bundar menghadapi sejumlah piring yang berisi makanan lezat dan lima guci arak yang mengeluarkan aroma yang begitu menggiurkan dahaganya.
"Darimana kau tahu kalau Aku menyukai arak ini yang berasal dari daerah Xinjiang?" tanya Tuan Heng duduk di kursi depan meja bundar depan Kasim Bo yang sudah menyumpit makanan di depannya dan menikmatinya dengan senyuman di bibir manis.
"Aku ini adalah temanmu, Tuan Heng.Aku jelas mengetahui apa saja yang kamu sukai dan tidak kamu sukai di seluruh dunia ini." jawab Kasim Bo yang mengajaknya bersulang minum arak aroma buah persik musim semi.
"Baiklah, karena kau sudah sedia untuk bersikap manis terhadapku maka Aku setuju untuk kita bisa bekerjasama dalam menyelesaikan misi - misi kita di sini sampai tuntas." kata Tuan Heng meneguk araknya dengan senyuman ramahnya kepada Kasim Bo.
"Terimakasih, Tuan Heng. Sebelumnya Aku ingin memberitahumu tentang Li Hong Yi yang akan datang ke rumah bordil ini untuk menemui Kakak Cu Lan Mei." kata Kasim Bo yang mengejutkan Tuan Heng.
"Eh,kenapa kamu bersikap baik terhadap Li Hong Yi jika kamu ingin membunuh keluarga pemuda itu di Istana Kekaisaran Zhao di hari penting bagi Penyatuan Kekaisaran Zhao dengan Kekaisaran Liang utara?" tanya Tuan Heng menatap penuh selidik kepada Kasim Bo.
"Karena Aku ingin memperluas hubungan yang baik untuk membantuku menghancurkan tujuh sekte yang berkuasa di seluruh dunia persilatan daratan besar yang semuanya dipimpin oleh si Tua Xiang Yanshi di istana bunga rembulan di timur laut daratan besar." jawab Kasim Bo yang berdiri di dekat balkon menghadapi jalanan yang berada di bawah.
"Baiklah, tapi kita harus segera menemukan putri dari Kaisar Liang utara yang bernama Putri Liang Cu Yen yang akan dijadikan sebagai selir baru." kata Tuan Heng mengingatkannya dengan hal yang paling penting untuk mencapai tujuan dari misi-misi mereka di Ibukota Kekaisaran Zhao.
"Ya,dan kita hanya perlu mengharapkan sedikit bantuan dari Li Hong Yi yang mengenal tempat tersembunyi di gunung Zhao yang berada di sisi dalam istana Kekaisaran Zhao untuk kita dapat menemukan gadis persembahan itu sebelum hari yang kita nantikan akan tiba." kata Kasim Bo berbalik menghadapi Tuan Heng dengan senyum penuh tegasnya.
Tak lama kemudian terdengar suara pintu kamar Tuan Heng di ketuk oleh seseorang yang telah di kenal baik oleh Tuan Heng maka pria muda usia dua puluh delapan tahun ini segera berjalan ke arah pintu dan membukakan pintu masuk untuk seorang pemuda usia sebaya dengan Kasim Bo.
"Xin Qi, ada kabar terbaru apakah yang telah kau dapatkan dari penyelidikan terhadap sekte naga Zhao untuk misi kita?" tanya Tuan Heng dengan segera begitu pemuda tampan tiba di depannya.
"Ketua Sekte naga Zhao ingin menemui Putri Li Yun Er di gunung Zhao untuk menjalin kerjasama antara sektenya dengan sekte Phoenix Zhao di gunung Zhao bagian selatan pada tanggal lima belas bulan ini yakini dua hari sebelum hari yang ditentukan oleh Kaisar Zhao tiba." jawab Xin Qi di depan Tuan Heng dengan memperlihatkan bukti nyata dari perkataannya kepada Tuan Heng.
"Tuan Heng, misi mu akan cepat terselesaikan oleh kita jika kamu dapat mendengarkan setiap rencana yang akan ku katakan kepadamu." kata Kasim Bo nada menyakinkan kepada Tuan Heng.
__ADS_1
"Bukankah Anda adalah Tuan Bo Hai?" tanya Xin Qi terkesima dengan karismatik yang terpancar dari sikap dan perilaku juga wajah tampan dari Kasim Bo.
"Ya,dan kau Xin Qi yang berjuluk Pangeran dunia persilatan daratan besar yang terkenal sekali." kata Kasim Bo dengan sikap ramah kepada Xin Qi.
"Ah, kau bisa saja memujiku, Tuan Bo.Aku tak setampan dirimu." kata Xin Qi merona dipuji-puji oleh Kasim Bo yang tersenyum kecil dengan pria muda yang kemayu itu.
"Hei, Xin Qi apakah teman-temanmu sudah siap untuk misi kita yang akan kita laksanakan pada esok hari untuk menuju ke gunung Zhao?" tanya Tuan Heng menggerakkan tangannya di depan sepasang mata Xin Qi yang menatap terpesona dengan ketampanan dan kegagahan Kasim Bo di depan sepasang mata pemuda kemayu itu.
"Sudah, dan kami siap untuk bergerak kapanpun kau ingin untuk misi kita di gunung Zhao dapat terselesaikan dengan sempurna." jawab Xin Qi di depan sepasang mata Tuan Heng.
"Kasim Bo bagaimana menurut kamu dan kapan kita melaksanakannya?" tanya Tuan Heng yang mengalihkan perhatiannya pada Kasim Bo yang sudah lenyap dari kamarnya.
"Sekarang juga..! " teriak Kasim Bo dari jalanan di bawah di dekat kuda hitam tunggangannya di sisi kereta kuda milik Kasim Bo sendiri.
Tuan Heng segera menyusul kedua orang teman seperjuangannya dengan melesat meninggalkan kamarnya dan mempercepat langkahnya ke arah barat ibukota Kekaisaran Zhao untuk bertemu dengan Kasim Bo dan Xin Qi di dekat kaki bagian selatan gunung Zhao.Dan, setibanya ia di sana. Ia bisa melihat Kasim Bo menunggunya dengan sikap tenang di atas punggung kuda hitam.
"Lihatlah pria tua yang mendaki gunung Zhao di depan kita." kata Kasim Bo menggunakan dagu untuk menunjuk ke arah seorang pria tua yang berlari sekencang mungkin seperti kijang yang lincah sedang mendaki gunung Zhao kepada Tuan Heng.
"Ketua sekte naga Zhao yang bernama Zhao Yu Bing.Aneh sekali dia pergi seorang diri ke arah puncak gunung Zhao tanpa bantuan dari para anggotanya sendiri." kata Xin Qi di atas tebing di sisi jalanan menuju ke kaki gunung Zhao kepada Tuan Heng.
"Dia tidak seorang diri, Kawan.Dia sudah siapkan pasukannya untuk melindunginya di berbagai tempat di gunung Zhao termasuk lima anteknya yang terkenal dengan julukan lima setan naga Zhao." kata Kasim Bo yang melirik ke arah barat dan timur gunung Zhao untuk menunjukkannya kepada Xin Qi yang menganggukkan kepala dan memberkati senyuman menawan kepada Kasim Bo.
"Astaga, ini laki-laki lebih parah dari Penasehat Agung Qi Rung Bai di Kerajaan Yun dalam sikap genitnya terhadap pria muda setampan diriku." batin Kasim Bo yang merinding dengan sikap genit Xin Qi terhadapnya.
Tuan Heng memberikan kode kepada teman- teman Xin Qi yang telah berdatangan ke depan Tuan Heng dan Kasim Bo di dekat kaki gunung Zhao untuk mendengarkan perintah dari Tuan Heng sebelum mereka pergi ke puncak gunung Zhao untuk membasmi sekte naga Zhao.
__ADS_1
"Hancurkan dahulu para anggota sekte naga Zhao yang bersembunyi di sekitar lokasi ini dan dapatkan liontin naga Zhao dari gadis putri dari Ketua sekte naga Zhao untuk diberikan kepada Kasim Bo." kata Tuan Heng memberikan tugas kepada para teman-teman Xin Qi.
"Baik, Tuan Heng..!" sahut teman-teman Xin Qi di sekitar mereka.
"Ssst jangan berisik dalam mengepung musuh." kata Kasim Bo menjitak semuanya dengan pena bulu di tangannya.
"Ehh, ya maaf Tuan Bo." kata semuanya dengan nada pelan sekali.
"Baiklah,sekarang berpencar dan serang mereka secepat mungkin." kata Kasim Bo memberikan petunjuk yang paling tepat kepada teman-teman seperjuangan mereka.
Teman-teman Xin Qi di kenal sebagai serigala dunia persilatan daratan besar yang sangat baik untuk membantu misi orang-orang yang paling penting bagi Xin Qi.Tuan Heng meluncur naik ke puncak gunung Zhao sesudah teman-teman Xin Qi melaksanakan tugas mereka. Xin Qi sendiri melayang ke arah tebing paling tinggi di gunung Zhao untuk misi penting bagi pemimpin dunia persilatan daratan besar era itu.
"Hu Yi Tian.. " bisik Xin Qi di gua yang tertutup oleh batu gunung Zhao yang sangat tebal sekali.
"Hu Yi Tian ada disini? " tanya Kasim Bo dengan sikap santai namun mengejutkan Xin Qi karena Kasim Bo tak terdengar suara langkahnya ke arah tebing paling tinggi di gunung Zhao kepada Xin Qi.
"I.. Iya, dia telah ditawan oleh Putri Li Yun Er usai di selamatkan oleh ayahku dari dasar sungai di daerah pedalaman suku Lu dan sekarang Aku harus bisa menyelamatkannya." jawab Xin Qi di depan pintu gua kepada Kasim Bo.
"Mundurlah dan biarkanlah aku yang mencoba untuk mengeluarkannya dari dalam sana." kata Kasim Bo nada memerintah kepada Xin Qi yang segera mematuhinya dengan sikap sopan dan menghormatinya sekali.
Kasim Bo mengerahkan ilmu sinkang matahari sakti melalui kedua telapak tangannya ke arah pintu gua di depannya lalu terdengarlah suara ledakan di depan pintu gua yang segera hancur berkeping-keping dan terlihatlah seorang pria di dalam gua dengan wajah pucat dan tubuh lemah sekali.
Blaarrr!
Bersambung!!
__ADS_1