Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Menerobos Kota Chen An Barat.


__ADS_3

Kasim Bo dan rombongannya yang akan datang ke kota Chen An Barat telah dihadang oleh para pasukan sekte Merak Chen yang dipimpin oleh lima pimpinan penting di Istana Ratu Chen di depan pintu masuk ke kota tersebut.


Wutzz!


Trang!


Pedang di tangan Tang Hung Chien menangkis setiap serangan-serangan yang dilancarkan oleh para pasukan sekte Merak Chen di dekat pintu masuk ke kota ini dengan hebatnya.


Wutzz!


Li Hong Yi berkelebatan di sekitar para pasukan sekte Merak Chen dengan seruling naga telah di gerakkan secara vertikal dengan mengarah ke arah pasukan sekte Merak Chen yang dihadapi olehnya.


Betzzz!


Crang!


Pedang di tangan Kasim Bo meruntuhkan setiap pedang yang digunakan oleh para pasukan sekte Merak Chen yang mengeroyok dirinya di dekat tepi sungai pintu masuk ke kota Chen an Barat.


Singggg!


Sinar tombak di tangan lima orang pria berbaju lambang anggota sekte Merak Chen menyerang ke arah Shi Lun dan Chou Cie yang bekerjasama untuk menghadapi lima orang itu dengan ilmu pedang mereka masing-masing.


Trang!


Trang!


Trang!


Xiao Feng,Putri Yun Hui, Phang Lian,Zhao Ling Er dan Liu Shi Shi juga Xi Hua Er,Nona Putri Mung Fan dan Nona Bai Xiao Chen.Mereka menyerbu dengan kerjasama yang sangat baik sekali dan merobohkan pintu masuk ke kota Chen an Barat dengan ilmu silat dan pedang yang milik mereka masing-masing seraya membantu Kasim Bo dan Li Hong Yi menebas setiap pasukan sekte Merak Chen yang mencoba untuk menghalangi kedua orang pemuda tampan itu.


Trang!


Trang!!


Trang!


Crakkk!


Crakk!


Crakk!!


Swoooshh!


Li Hong Yi menerjang masuk ke dalam kota Chen an Barat bersama dengan Kasim Bo yang membuat jalan darah bagi teman-teman mereka untuk masuk ke dalam kota tersebut.


Betzzz!

__ADS_1


Gerakan ilmu ginkang belut sakti milik Kasim Bo tak dapat dihalangi oleh para pasukan sekte Merak Chen yang ingin menghalangi teman - temannya.


Li Hong Yi menggerakkan seruling naga yang di tangan kanannya telah mengeluarkan alunan lagu merdu namun menyakitkan gendang telinga para pasukan sekte Merak Chen sehingga ia bisa membunuh para pasukan sekte Merak Chen di tengah jalan menuju ke istana Ratu Chen.


Wing!


Wing!


"Kurang ajar kalian...! " hardik lima orang berbaju lambang sekte Merak Chen yang telah menyusul untuk menghadang mereka kini menyerang Li Hong Yi dan Kasim Bo di tengah jalan ke istana Ratu Chen yang sudah terlihat bangunannya dari depan pintu masuk ke dalam kota tersebut.


Wutzz!


Kasim Bo menggerakkan kakinya yang langsung menendang ulu hati lima orang yang berbaju lambang sekte Merak Chen telah terjengkang ke tanah dengan tak bernyawa lagi karena Kasim Bo telah menggunakan ilmu tendangan kaki gajah sakti.


Dukkk!


Bruakk!


"Tuan Bo dan Tuan Li serahkan mereka kepada kami di tengah jalan ini. Pergilah dan hancurkan wanita serakah itu di istananya." kata Shi Lun di samping mereka berdua telah membantai setiap orang anggota sekte Merak Chen dengan alat sempoa di tangan pemuda tampan itu.


Bukk!


Crakk!!


Li Hong Yi meluncur dengan seruling naga telah menerjang para pasukan sekte Merak Chen yang menyerbu mereka berdua di tengah-tengah kota Chen an Barat.


Jlebb!!


Kasim Bo melesat dengan pedangnya yang luar biasa tajamnya telah menebas setiap anggota sekte Merak Chen yang ingin menyerangnya dan Li Hong Yi di tengah-tengah kota Chen an Barat.


Crakk!


Tang Hung Chien melemparkan pedangnya ke sejumlah pasukan sekte Merak Chen yang ingin menghadangnya di saat ia ingin menyusul para sahabatnya yang telah lebih dahulu masuk ke dalam kota tersebut.


Wutttzz!


Sejumlah pasukan sekte Merak Chen itu terkejut dengan sinar pedang Tang Hung Chien yang luar biasa menyilaukan mereka semua dan tahu -tahu Tang Hung Chien telah menebas mereka semua.


Crakk!


Brrr!


Li Hong Yi menggunakan seruling naga dengan ilmu pedang sekte Hoa San Pai yang membuat para pasukan sekte Merak Chen tingkat lima di tengah-tengah kota Chen an Barat tertebas habis oleh seruling naga di tangan pemuda ini.


Crakk!


Kasim Bo memutar pedangnya dengan gerakan yang luar biasa cepat sekali dan menebas setiap orang sekte Merak Chen yang menyerangnya di dekat Li Hong Yi.

__ADS_1


Wutttzz!


Crakk!


"Bo Hai..Mari kita berlomba untuk membuktikan siapa diantara kita berdua yang dapat tiba di istana Ratu Chen." kata Li Hong Yi dengan nada bersemangat untuk menghabisi musuh mereka di istana Ratu Chen.


"Baik, Hong Yi." kata Kasim Bo yang meluncur ke arah sejumlah pasukan sekte Merak Chen yang ingin menghadang mereka dengan pedangnya itu menebas dengan kecepatan yang luar biasa.


Wusss!


Crakk!


Crakk!


Li Hong Yi pun tak mau kalah dari saudaranya itu yang telah membantai setiap anggota sekte Merak Chen yang mencoba untuk menghadang mereka.Ia pun segera memukul mundur para pasukan sekte Merak Chen dengan seruling naga yang berdesing-desing merobohkan para pasukan sekte Merak Chen itu.


Plakk!


Plak!


Plak!


Plak!


Bruakk!


Li Hong Yi menyusul Kasim Bo ke depan pintu istana Ratu Chen yang telah dijaga ketat oleh para pasukan sekte Merak Chen tingkat empat di lapisi peralatan perang yang dapat membantai mereka berdua.


"Berhenti kalian berdua atau kami akan gunakan meriam untuk membantai kalian..!" hardik pria yang memegang pedang ukiran Merak Chen di sebuah kereta perang kepada Li Hong Yi dan Kasim Bo.


Kasim Bo menyeringai sejenak lalu meluncurkan serangan dengan pedangnya telah lebih dahulu menebas pria itu sehingga para pasukan sekte Merak Chen tingkat empat menggigil ketakutan oleh sepak terjangnya.


Wusss!


Crakk!


"Kalian mau menyerah kepada kami atau kalian yang akan kami bantai dengan meriam milik kalian sendiri...! " hardik Li Hong Yi dengan sikap gagah perkasa kepada para pasukan sekte Merak Chen tingkat empat.


"Baik,kami akan menyerah terhadap kalian..!" teriak para pasukan sekte Merak Chen tingkat empat yang menggigil ketakutan terhadap Kasim Bo dan pemuda tampan yang mirip sekali dengan Kasim Bo.


Tetapi Kasim Bo malah meluncur dengan cepat ke arah lubang meriam dengan pedangnya itu menusukkan lubang meriam ke arah para pasukan sekte Merak Chen tingkat empat yang langsung meledak dan hancur berantakan oleh meriam yang diputar dengan kecepatan tinggi oleh Kasim Bo.


Boom!


Duar!


Pintu gerbang utama istana Ratu Chen pun telah hancur berkeping-keping oleh ledakan meriam telah menghancurkan pintu itu dengan sejumlah pasukan sekte Merak Chen tingkat empat yang telah menjadi korbannya.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2