
Li Hong Yi dan Shi Lun menberikan surat mereka kepada Cu Lan Mei pemilik rumah bordil yang bernama' Rumah Taman Seribu Bunga Ibukota Kekaisaran Zhao' untuk izin menginap selama beberapa hari sampai Kasim Bo datang kepada mereka di sana.
"Oh, kalian berdua ini adalah teman-teman dari Kasim Bo? " tanya Cu Lan Mei dengan senyuman ramahnya yang centil kepada Li Hong Yi dan Shi Lun yang sangat tampan dan memikat hatinya.
"Iya, Nyonya Cu." jawab Li Hong Yi dengan sikap sopan.
"Ei kau jangan memanggilku Nyonya! Apakah aku ini terlihat tua?" ucap Cu Lan Mei manyun di depan Li Hong Yi.
"Eh, maaf, Aku harus memanggilmu apa untuk ku bisa bersikap lebih bijak kepadamu?" tanya Li Hong Yi nada tak enak hati kepada Cu Lan Mei di depannya.
"Cukup memanggilku dengan sebutan Nona Cu." jawab Cu Lan Mei mengedipkan sebelah mata kepada Li Hong Yi lalu ia menjerit-jerit kesakitan karena di jitak oleh Kasim Bo dari belakangnya.
"Hush, mundur kau dari saudaraku." perintah dari Kasim Bo nada galak kepada Cu Lan Mei yang langsung mengkeret lalu segera lari masuk ke ruangan lain di rumah usahanya itu.
Li Hong Yi tersenyum geli melihat Cu Lan Mei di usir begitu saja oleh Kasim Bo yang sangat luar biasa galak dan dingin terhadap kaum wanita yang tipenya seperti Cu Lan Mei.Ia menggeleng kepala sambil berjalan masuk ke ruangan yang ditempati oleh Tuan Heng.
"Hong Yi,apakah kau masih bisa mengenali pria ini? " tanya Kasim Bo yang segera mengajaknya untuk menemui pria wajah brewokan dan tubuh kurus, tinggi dan lemah namun memiliki tatapan mata yang penuh keberanian yang besar. Ia pun segera mengenal pria itu dengan cepat lalu ia memeluk pria itu dengan perasaan bahagia.
"Pangeran Kesembilan Li Hong Yi, Anda masih mengenalku?" suara Hu Yi Tian bergetar.
"Ya,tentu saja Paman Hu." jawab Li Hong Yi nada haru.
"Hong Yi, sekarang aku ingin kau membantuku untuk masuk ke istana Kekaisaran Zhao melalui gunung Zhao bagian dalam istana Kekaisaran Zhao untuk menolong seseorang yang disekap di ruang rahasia." kata Kasim Bo tanpa basa basi kepada Li Hong Yi.
__ADS_1
"Siapa yang kau selamatkan dari ruang rahasia di gunung Zhao bagian dalam istana Kekaisaran Zhao? " tanya Li Hong Yi nada selidik namun ia selalu menghormati saudara kembarnya itu.
"Putri Liang Cu Yen calon ibu tirimu yang baru." jawab Kasim Bo nada jujur kepada Li Hong Yi di depannya.
"Eh, darimana kau tahu kalau gadis suku Liang itu disekap disana dan siapakah yang sudah berani untuk menyekapnya?" tanya Shi Lun nada heran kepada Kasim Bo.
"Nona Hu Xin Qi." jawab Kasim Bo yang segera memperlihatkan surat resmi dari Kaisar Liang kepada Li Hong Yi yang ditemukan oleh Nona Hu Xin Qi di tengah jalan menuju ke Ibukota.
"Surat ini adalah bukti kuat dari penyerahan diri dari putri itu untuk menjadi selir persembahan untuk Ayahku di Istana Kekaisaran Zhao.Dan, ia disekap di ruang rahasia gunung Zhao bagian dalam istana Kekaisaran Zhao oleh putra dari Perdana Menteri Kekaisaran Zhao atas perintah dari orang terdekat dengan Kaisar Zhao sendiri." kata Li Hong Yi nada geram.
"Karena itulah Aku memerlukan bantuanmu yang mengenal baik istana Kekaisaran Zhao-mu." kata Kasim Bo nada tenang kepada Li Hong Yi yang segera menganggukkan kepala dengan tegas.
"Baiklah, marilah kau dan teman-temanmu ikuti Aku ke istana Kekaisaran Zhao." kata Li Hong Yi nada tegas sekali kepada Kasim Bo.
"Kedai makan ini cuma sebagai simbolis atau tipuan untuk orang-orang tidak pernah tahu ada jalan lain untuk masuk ke istana Kekaisaran Zhao." kata Li Hong Yi mengajak mereka ke arah kedai makan yang bercat warna merah tua yang berada di dekat alun-alun Ibukota Kekaisaran Zhao. Lalu mereka melihat Li Hong Yi mengetuk dinding segera vertikal dan horizontal yang telah membentuk sebuah pintu rahasia yang tertutup rapat oleh dinding palsu juga.
"Ada tangga untuk turun ke sana." kata Shi Lun di belakang Kasim Bo.
"Ya, tangganya terlihat berliku-liku untuk sampai ke dasarnya dan dibawahnya gelap gulita sekali." kata Hu Yi Tian dengan alisnya terpaut kepada Li Hong Yi.
"Ya, tapi kita bisa menggunakan obor ini." kata Li Hong Yi segera mengambil obor di dekat pintu dinding sebelum melangkah turun ke bawah dan diikuti oleh Kasim Bo dan yang lainnya dengan diam.
Setibanya di bawah, mereka menemukan gua di sisi dinding tebal dan berlumut yang membuat langkah mereka agak kesulitan karena licin dan suram di kedua sisi jalan ke gua didepan mereka yang merupakan jalan menuju ke gunung Zhao bagian dalam istana Kekaisaran Zhao.
__ADS_1
"Di sinilah ruang rahasia di gunung Zhao bagian dalam istana Kekaisaran Zhao." kata Li Hong Yi menunjukkan gua yang tertutup patung leluhur keluarga Kekaisaran Zhao.
"Cara untuk membuka pintunya?" tanya Nona Hu Xin Qi nada sopan kepada Li Hong Yi yang lebih ramah daripada Kasim Bo terhadapnya.
"Aku harus menggunakan bahasa keluargaku." jawab Li Hong Yi tersenyum ramah kepada gadis cantik ini.
"Ya, silakanlah." kata Nona Hu Xin Qi malu- malu kepada Li Hong Yi namun tatapannya ditujukan kepada Kasim Bo yang selalu dingin dan galak terhadap siapapun.
Li Hong Yi mengucapkan kata-kata rahasianya di depan pintu gua lalu pintu bergeser ke samping kiri dan sebuah ruangan terlihat dengan jelas oleh mereka.Dimana mereka menemukan gadis cantik jelita suku Liang terikat dengan rantai besi di sebuah kolam yang airnya mengandung racun kelelawar hitam yang ganas sekali.
"Celaka,bagaimana cara menolongnya?" tanya Li Hong Yi nada terkejut dengan air di kolam itu berbuih dan tak ada seorangpun berani untuk dekati tepi kolam itu.
"Aku tahu caranya.Minggirlah.. " kata Kasim Bo nada tenang yang menyakinkan sekali kepada Li Hong Yi.
"Hei,kau jangan main-main dengan racun di air kolam ini." kata Shi Lun cemas kepada Kasim Bo yang sudah melayang di atas permukaan air di kolam itu lalu pedangnya menebas putus rantai besi yang mengikat Putri Liang Cu Yen. Lalu, ia menggunakan ujung gagang pedangnya untuk mengangkat gadis itu dari air kolam dan dengan cepat melemparkannya ke tepi kolam di dekat Li Hong Yi.
Dan, kemudian ia kembali dengan cara jungkir balik dan meluncur bebas ke tepi kolam itu lalu memeriksa kondisi kesehatan gadis cantik jelita di atas batu dengan mengerahkan ilmu sinkang matahari sakti melalui kedua telapak tangannya diarahkan ke arah dada dan punggung gadis itu.
"Dia sungguh luarbiasa dalam segala hal." puji Nona Hu Xin Qi dengan tulus didekat ayahnya.
"Ya,dia memang seorang manusia yang sangat langka di dunia ini." kata Shi Lun membanggakan sahabatnya di depan gadis cantik jelita ini.
Li Hong Yi memerhatikan Kasim Bo mengobati Putri Liang Cu Yen dengan saksama sambil ia memerintahkan yang lainnya untuk menjaga di luar pintu gua apabila ada orang lain yang ingin mendatangi gua itu.
__ADS_1
Bersambung!!