Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Pelayaran Ke Kekaisaran Zhao.


__ADS_3

Putri Yun Hui menggerakkan pedangnya dengan ilmu pedang kupu- kupu emas yang membuat perisai untuk melindungi dirinya dan menyerang sejumlah musuh mereka dengan tangkas.


Trang!


Trang!


Trang!


Yang Chao Yue memutar pedangnya dengan luar biasa cepatnya membuat benturan yang dapat mengakibatkan kematian bagi musuh-musuh di hadapi oleh kekasih Li Hong Yi ini.


Wuttzz!


Trang!


Putri Mung Fan meluncur dengan pedangnya itu menebas habis sejumlah besar musuh-musuh di hadapi oleh Nona Bai Xiao Chen berada di sisi kiri menghadapi seorang pria kepala gundul dan wanita berkumis yang masing-masing gunakan ruyung untuk menghadapi pedang di tangan Bai Xiao Chen.


Wettzz!


Trang!


Trang!


Nona Shiang Hui Jing bersama Nona Khong Li Mei bekerjasama dalam menghadapi musuh- musuh yang mereka hadapi dengan ilmu pedang mereka masing-masing sehingga tak satupun dari musuh-musuh dapat menyentuh mereka.


Wuttzz!


Bettzz!


Trang!


Trang!


Nona Peng Cheng bekerjasama dengan Liu Shi Shi dan Tang Hung Chien dengan posisi mereka saling membelakangi untuk melindungi mereka dan menyerang musuh-musuh di depan mereka.


Trang!

__ADS_1


Trang!


Shi Lun menyerang musuh-musuh dengan ilmu pedang matematika yang digunakannya dengan alat sempoa yang di gerakkan sesuai lingkaran di alat berhitung itu yang membingungkan para musuh-musuh yang dihadapinya di tiang-tiang kapal dengan bantuan Chou Cie secara sigap di sisi kanannya.


Chou Cie menggunakan senjatanya yang berupa tongkat bambu yang bergerak dengan irama dan gerakan lembut yang membuat musuh-musuh di hadapinya itu terpelanting jatuh ke sungai dan di mangsa oleh ikan-ikan piranha ganas di dalam air sungai itu.


Trak!


Bugh!


Bugh!


Kasim Bo meliuk-liuk di antara serangan pedang yang dimainkan oleh seorang pria berambut tipis yang menjadi lawannya itu dengan ilmu ginkang belut sakti dan siku tangannya menyikut dagu pria itu hingga semua gigi di mulut pria itu jatuh ke lantai kapal laut.


Dukk!


Bruakk!


"Aduhhhh!! " pekik kesakitan pria itu yang kini tak ada gigi lagi di mulutnya dan ia menjadi murka terhadap Kasim Bo, maka ia menyerang dengan senjatanya yang berupa tamborin ke arah Kasim Bo yang dengan gerakan jungkir balik di udara di dekatnya dengan tepat menendang tamborin di tangannya itu hingga senjatanya melayang ke arah lehernya lalu kedua kaki Kasim Bo menjepit kepalanya hingga kepalanya gepeng dan di tarik lepas oleh Kasim Bo dengan kedua kaki pemuda tampan ini melayang di udara di depan pria itu.


Kasim Bo meninggalkan mayat pria rambut tipis di lantai dengan meluncur ke arah sejumlah pria rambut panjang yang menyerang Putri Yun Hui dengan ilmu pedang yang luarbiasa kejam dan berbahaya bagi keselamatan Putri Yun Hui.


Maka, Ia dengan kecepatan tinggi melayang ke arah sejumlah pria itu yang kaget dengan tinju yang diarahkan langsung ke wajah sejumlah pria itu yang segera meninggalkan Putri Yun Hui agar mereka bisa menyambut baik serangan Kasim Bo dengan ilmu pedang mereka.


Wuttzz!


Kasim Bo meliuk-liuk mundur dengan cepat saat ia melihat serangan-serangan pedang musuh kini mengarah kepada dirinya sehingga ia dapat memberikan kesempatan kepada Putri Yun Hui untuk gadis itu dapat menyelamatkan diri dari keroyokan musuh-musuh itu.


Putri Yun Hui yang menyadari bahwa Kasim Bo menyelamatkannya dapat mengetahui bahwa pria itu memedulikan dirinya daripada gadis lain di sekitar pria itu.Gadis cantik jelita itu menahan isakan rasa harunya melihat kebaikan hati dari Kasim Bo untuk dirinya.


"Putri Yun Hui, kenapa kau berdiri diam di situ? Cepat pergi dari sana..! " teriak Kasim Bo saat ia melihat gadis itu terpaku di tempat dan tidak bergerak ke arah teman-teman mereka di dekat Li Hong Yi yang melindungi teman-teman dari serangan maut yang dilontarkan oleh musuh di kapal laut lain dengan bom yang berasal dari pipa meriam di kapal laut musuh.


"Ehh, ya..! " balas Putri Yun Hui segera mematuhi perintah dari Kasim Bo namun sebuah bola api meluncur ke arah gadis itu yang menjerit-jerit di tengah-tengah.


Kasim Bo dengan tangkas mengibaskan lengan pakaiannya yang menggunakan ilmu sinkang panas yang membuat sejumlah pria itu bagaikan tertiup angin panas terlempar dengan tepat ke arah bola api yang akan menyerang Putri Yun Hui.

__ADS_1


Bress!


"Arghhh..! " pekik kematian sejumlah pria itu di dekat Putri Yun Hui yang sudah diselamatkan oleh Kasim Bo yang meluncur dengan kecepatan tinggi dan menyambar pinggang kecil gadis itu dengan tepat waktu sebelum kapal laut hancur berkeping-keping dan tenggelam di sungai.


Kasim Bo dan teman-temannya pindah ke kapal laut musuh yang mendadak diserang balik oleh Li Hong Yi yang cerdik itu menyerang langsung ke nakhoda nya dan pemimpin dari penyerangan terhadap mereka di sungai perbatasan telah di bunuh lebih dulu oleh Li Hong Yi yang meluncur ke kapal laut musuh dan menebas kepala pria di dekat kendali kapal laut musuh dengan seruling naga.


Crakk!


Kini para musuh menjadi sasaran amarah dari Kasim Bo yang melontarkan ilmu sinkang panas dari kibasan lengan pakaiannya saja telah dapat menghancurkan musuh-musuh hingga tak ada yang tersisa lagi.


Desss!


"Bo Hai..! " seru Li Hong Yi dengan wajah senang melihat Kasim Bo dan Putri Yun Hui tiba di kapal laut baru dengan tepat waktu.


"Iya, Hong Yi, mari kita percepat pelayaran kita ke Kekaisaran Zhao sebelum musuh-musuh lain datang dan membahayakan keselamatan kita dan teman-teman kita." kata Kasim Bo dengan senyum tenangnya.


"Kasim Bo, sekali lagi Aku minta maaf karena ku tadi sungguh merepotkan dirimu dengan kamu harus menyelamatkanku tanpa menghiraukan keselamatanmu sendiri." kata Putri Yun Hui nada tulus meminta maaf kepada Kasim Bo.


"Hmm,Aku menyelamatkanmu karena tugasku sebagai seorang Kasim dan pengawal Kerajaan Yun bukan karena hal lain." kata Kasim Bo nada biasa saja kepada Putri Yun Hui.


"Ya, benar.kamu harus melindungiku. " kata Putri Yun Hui dengan sikap seorang Putri kepada pria di depannya.


"Tuan Bo, sangat baik kepada semua teman, jadi kau jangan terlalu berlebihan dan mengira kalau Kasim Bo menilaimu lebih tinggi daripada kami atau dia lebih perhatian kepadamu." kata Nona Shiang Hui Jing nada tajam kepada Putri Yun Hui.


"Hei kenapa kau bicara sekasar itu kepada Putri Yun Hui? " tegur Kasim Bo yang mengejutkan semua teman mereka termasuk Putri Yun Hui di dekat pemuda tampan itu.


"A... Aku.... " Nona Shiang Hui Jing menundukkan wajahnya karena takut oleh tatapan mata tajam Kasim Bo yang ditunjukkan secara langsung ke arah dirinya.


Kasim Bo tidak memedulikan gadis disamping Li Hong Yi dengan berjalan masuk ke ruangan di dalam kapal laut musuh yang di ganti dengan nama 'kapal laut baru Bo Hai' oleh Chou Cie dan Shi Lun yang memahami sahabatnya dan juga majikan mereka itu.


Putri Yun Hui tersenyum senang melihat Kasim Bo membela dirinya dari Nona Shiang Hui Jing. Hal ini membuktikan bahwa ia lebih baik dari Nona Shiang Hui Jing dan para gadis lainnya di sekitar Kasim Bo.


"Aku ada harapan untuk mendapatkannya meski Aku harus bertentangan dengan Ayahanda dan Ibundaku di Istana Kerajaan Yun."batin Putri Yun Hui.


Gadis itu menyusul Kasim Bo ke ruangan dalam kapal laut.Ia bisa melihat kedua pipi lembut dan putih Kasim Bo merona ketika ia datangi pria itu di sana.Dan, Kasim Bo memalingkan wajah dari Putri Yun Hui yang penasaran dengan perubahan dari ekspresi kaku dan dingin menjadi lembut di wajah tampannya namun ia segera mengubah ekspresi wajahnya dengan kembali dengan raut wajahnya yang dingin bak gunung es saja.

__ADS_1


Bersambung!


__ADS_2