Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Gunung Sembilan Nirvana.


__ADS_3

Kasim Bo menatap tajam kepada sosok pria di atas batu tebing gunung yang akan di datangi olehnya bersama dengan kedua orang temannya yang telah mengenal orang itu adalah Lao Ma Yao yang merupakan salah seorang dari tokoh di dunia persilatan daratan besar yang terkenal luar biasa akan kekejamannya.


"Bocah, jika kamu masih ingin hidup lebih lama maka kamu harus melakukan satu hal untukku yaitu kau harus mengantarkan aku masuk ke gua di dalam gunung di belakangku ini." kata Lao Ma Yao dengan sorotan matanya yang bengis luar biasa kepada Kasim Bo.


"Sayangnya, Aku lebih memilih untuk membunuh kamu, kakek bau tanah." kata Kasim Bo dengan seringai yang mencemooh Lao Ma Yao.


"Bocah laknat lihatlah serangan maut dariku..!" hardik Lao Ma Yao yang sudah menghunuskan pedang tajamnya ke arah bawah atau lebih tepat ke arah Kasim Bo dengan bernafsu untuk habisi pemuda tampan itu.


Wussss!


Kasim Bo menangkis serangan-serangan maut itu dengan ranting ditangannya telah bergerak ke arah pedang di tangan Lao Ma Yao yang telah mengarah ke arah pundak kirinya.


Trakk!


Lao Ma Yao terkejut dengan pedang miliknya itu patah begitu terbentur ujung ranting ditangan Kasim Bo sampai kakek ini memekik kaget luar biasa.


"Heiii..! " pekik kaget Lao Ma Yao.


Kasim Bo tak memberinya kesempatan untuk ia bisa bertahan hidup dengan serangan pukulan maut yang dilontarkan oleh Kasim Bo dengan tepat ke arah pelipisnya yang membuat rahang dan wajahnya remuk seketika itu juga.


Plakk!


Bruakk!


"Bo Hai... !" teriak Putri Yun Hui dan Shi Lun yang ternyata telah melihat kabut tebal yang menutup mereka yang berasal dari tiupan seruling milik seorang wanita cantik yang duduk di atas tebing lainnya.


"Ma Shing Shing si Ratu Kupu-kupu emas yang pantas untuk mati di tanganku...! " hardik Kasim Bo yang langsung meluncur dengan rantingnya ke arah Ma Shing Shing wanita cantik yang telah dikenal sebagai tokoh wanita dunia persilatan daratan besar yang sangat kejam juga.


Wutttzz!


Ma Shing Shing yang telah melihat serangannya ini telah mengulurkan tangan ke depan dengan ilmu pukulan yang mengandung hawa mukjizat yang mematikan ke arah ranting di tangan Kasim Bo.

__ADS_1


Plakkk!


Kasim Bo yang tak ingin rantingnya patah telah menarik rantingnya dengan cepat dan tangan kiri telah mengerahkan ilmu pukulan hawa dingin ke arah telapak tangan Ma Shing Shing.


Desss!


"Aughhhh!" pekik Ma Shing Shing yang pucat di saat itu juga karena merasakan separuh tubuh wanita itu membeku akibat serangan maut dari telapak tangan kiri Kasim Bo.


Ma Shing Shing mengerahkan ilmu seruling uap hitam melalui seruling miliknya menyerang ke arah perut Kasim Bo ketika pemuda tampan itu melakukan gerakan menukik dengan ranting di tangan pemuda ini telah mengarah ke sepasang matanya yang indah.


Wuttzz!


Trakk!


Prakk!


"Aiyaaaa...!"pekik kaget Ma Shing Shing yang kini telah menjadi buta karena ranting di tangan kiri Kasim Bo meluncur dan mencongkel kedua bola mata Ma Shing Shing keluar dari kedua kelopak matanya setelah seruling miliknya hancur oleh ilmu pukulan hawa panas milik Kasim Bo.


Jlebb!


Bruakkk!


"Hebat sekali kau, Bo Hai...!" sorak Putri Yun Hui dan Shi Lun secara bersamaan setelah mereka melihat Kasim Bo membunuh kedua tokoh dunia persilatan daratan besar yang terkenal dengan kekejamannya.


"Yun Hui dan Shi Lun mari kita segera pergi ke gua di atas puncak gunung ini dan mengambil apa yang kita inginkan sebelum kita menghabisi musuh utama kita di Istana Kerajaan Yun yang telah ku duga bahwa mereka berkumpul di sana." kata Kasim Bo yang telah berdiri di tebing paling utara di dekat gunung tersebut kepada Putri Yun Hui dan Shi Lun yang masih menunggunya di tepi sungai Kuning.


"Ya, Bo Hai.. Tunggu kami di tempat mu..!" sahut keduanya yang segera melesat dengan cepat sekali ke tempat Kasim Bo untuk mereka bertiga bersama-sama mendatangi puncak gunung itu.


Brrrrrr!


Setibanya mereka di depan gua puncak gunung sembilan Nirvana yang tertutup akar alang-alang yang sangat lebat sampai menutupi dinding dan pintu masuk ke gua tersebut.

__ADS_1


"Mmm, bagaimana cara kita untuk masuk ke gua ini? " tanya Shi Lun menoleh kepada Kasim Bo yang membaca ukiran- ukiran yang mirip sekali dengan aksara kuno sekali.


"Kenapa kau harus memilih cara yang sulit untuk kita masuk ke gua itu, Bo Hai?" ucap Putri Yun Hui yang mengerahkan ilmu telapak bunga lili putih sakti melalui kedua telapak tangannya ke arah pintu gua.


Blaaarr!


"Wahhhh,caramu membuatku tersenyum sangat bahagia, gadis manis." puji Kasim Bo melihat gadis manis ini telah menghancurkan pintu gua dengan cara yang paling pintar sedunia bagi pria muda ini.


"Ya, terimakasih untuk pujianmu, Bo Hai." kata Putri Yun Hui yang melompat dengan memeluk erat Kasim Bo dengan senyuman cerahnya.


"Hei,jangan mencari kesempatan untuk memeluk aku seperti ini."kata Kasim Bo cepat mendorong gadis itu darinya.


"Maaf." kata Putri Yun Hui nada kalem sekali.


Kasim Bo melirik ke arahnya dengan sebal sekali dengan sikap centilnya terhadap pemuda ini dan Gadis itu bersikap santai sambil melangkah ke gua dengan senyuman lebar.


"Bo Hai, sepertinya kamu takkan pernah bisa lari dari kenyataan bahwa kamu juga menyukainya seperti dia menyukaimu." kata Shi Lun dengan lirikan menggodanya sambil mengikuti gadis itu masuk ke gua.


"Cih, kata siapa aku suka kepadanya? "bantah Kasim Bo dengan dengusan sebal.


" Tanyakan saja pada dirimu sendiri, kawan.Aku pun sudah lama mencurigai kemurnianmu yang berpura-pura menjadi Kasim tulen padahal kamu itu laki-laki normal."kata Shi Lun menepuk bahu kanan Kasim Bo.


Kasim Bo menepis tangan Shi Lun dengan raut wajahnya yang mengeras dan dingin sampai Shi Lun ketakutan dengan ekspresi mukanya yang menakutkan itu.Kasim Bo melangkah dengan langkah yang sangat cepat menuju ke dinding di lorong paling dalam di gua tersebut usai melihat gadis itu telah lebih dulu masuk ke balik dinding itu.


"Shi Lun, jalanmu yang lambat.. Ayo kita cepat menyusul gadis ceroboh itu."kata Kasim Bo nada tak sabar menunggu sahabatnya itu yang jalan di belakangnya dengan langkah santai sekali.


" Iya, Bo Hai... "kata Shi Lun yang ditarik tangan kanannya oleh Kasim Bo yang telah mengajak sahabatnya melesat dengan kecepatan tinggi ke dalam dinding yang telah dimasuki oleh Yun Hui.


Wezzzz!


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2