Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Mencari Jejak Penculik Hu Yi Tian.


__ADS_3

Li Hong Yi pun turut rasakan kesedihan yang di rasakan oleh Kasim Bo dan para sahabat setelah mereka kehilangan beberapa sahabat di dalam menghadapi Ratu Chen dan menghancurkannya bahkan merebut kekuasaan di wilayah Chen An Barat.


"Xiao Feng, Phang Lian, Zhao Ling Er, Xi Hua Er adalah sahabat terbaik kita yang akan selalu kita kenang jasa mereka sampai kapanpun juga dan kita harus dapat menyelesaikan misi ini sampai tuntas untuk kita takkan pernah merasakan sakit hati yang terdalam terhadap para musuh kita di seluruh dunia persilatan daratan besar." kata Li Hong Yi yang membantu saudaranya yang sibuk memakamkan teman-teman mereka di halaman depan istana bekas Ratu Chen yang kini diubah menjadi istana Kasim Bo di kota Chen An Barat.


"Ya, Aku juga ingin tahu tentang orang bernama Hu Yi Tian siapakah dia itu yang sedang kamu cari selama ini, Hong Yi." kata Kasim Bo sesudah mereka berdua duduk di kursi ruangan utama di istana tersebut kepada Li Hong Yi.


"Seorang sastrawan yang ditunjuk sebagai wali bicara perdamaian antara Kekaisaran Zhao dan Kekaisaran Chen namun di tengah perjuanganku yang meruntuhkan seluruh anggota Kekaisaran Chen untuk Aku bisa bebas dari tawanan politik di antara kedua Kekaisaran." kata Li Hong Yi di depan Kasim Bo menjelaskan tentang Hu Yi Tian secara jelas kepada saudaranya itu.


"Hmm, Aku semakin lama semakin paham apa yang dipikirkan oleh Kaisar Zhao ayahmu yang menjodohkan kamu dengan putri dari Kaisar Chen di usiamu masih muda sekali,Hong Yi." kata Kasim Bo yang akhirnya mengetahui semua hal tentang Li Hong Yi secara detail.


"Apa?" tanya Li Hong Yi yang wajahnya terlihat merana.


"Ingin kamu terlibat langsung di wilayah Chen ini untuk mendapatkan kembali daerah-daerah yang telah dicuri oleh Kekaisaran Bei dari wilayah Zhao ayahmu." jawab Kasim Bo yang memiliki wawasan cukup luas mengenai politik daripada Li Hong Yi.


"Begitukah menurutmu?" tanya Li Hong Yi tanpa mengalihkan perhatian dari Kasim Bo yang telah menerima secangkir teh hangat yang disodorkan oleh Putri Yun Hui untuk saudaranya itu.


"Ya, karena kamu adalah seorang anak yang luar biasa pintar dan tahu beradaptasi dengan cepat di lingkungan barumu." jawab Kasim Bo yang menatap saudaranya dengan yakin dengan pola pikirnya itu.


"Tuan Li, Aku menemukan saputangan terbakar di salah satu ruangan di istana ini setelah Aku menyelidiki setiap ruangan." kata Tang Hung Chien yang mendatangi mereka berdua di ruang utama istana tersebut.


"Saputangan terbakar ini ada gambar menara di goresan benang di saputangan ini."kata Kasim Bo dengan cermat sekali.

__ADS_1


"Menara ini ada dimana?" tanya Putri Mung Fan di dekat Li Hong Yi dengan penasaran.


"Gunung Quanquan di daerah Bing An pusat di wilayah Chen an Utara." jawab Kasim Bo yang telah mengenali gambar menara itu dengan teliti dan cerdas.


"Kalau begitu kita akan dapat menemukan Hu Yi Tian di gunung tersebut." kata Li Hong Yi nada gembira.


"Ya, namun kita harus berhati-hati dengan tiga tokoh penguasa wilayah tersebut yang memiliki julukan tiga Harimau Gunung Quanquan." kata Shi Lun nada serius kepada Li Hong Yi.


"Hmm, baiklah.Terimakasih atas informasi yang telah kalian berikan kepadaku dan sekarang biar Aku dan teman-temanku yang pergi ke gunung Quanquan untuk menyelamatkan Hu Yi Tian dan kalian bisa meneruskan perjalanan kalian ke arah lain di wilayah Chen an Timur yang telah di rencanakan oleh kalian sebelum bertemu Aku di rumah Pejabat Jia." kata Li Hong Yi yang tidak ingin menjadi beban saudaranya memutuskan untuk berpisah untuk sementara waktu dengan Kasim Bo.


"Hmm,Aku rasa sebaiknya kita bekerjasama di setiap misi kita, Hong Yi." kata Kasim Bo yang melihat Li Hong Yi kurang pengalaman di dunia persilatan daratan besar merasa khawatir akan keselamatan saudaranya itu.


"Tak ada kata tapi,Hong Yi. Kita berangkat pada esok pagi ke daerah Chen an utara bersama- sama." kata Kasim Bo dengan tegas kepada Li Hong Yi.


Li Hong Yi menghela napas dalam-dalam lalu ia menganggukkan kepala untuk menyetujui saran dari saudaranya yang telah lebih pengalaman di dunia persilatan daratan besar daripada dirinya.


"Kak Hong Yi,Aku membawakan makan malam untukmu." kata Putri Mung Fan menyodorkan daging ayam panggang kepada Li Hong Yi dari dapur.


"Terimakasih,Adik Mung Fan." kata Li Hong Yi di depan gadis itu dengan sikap sopan menerima makanan itu dari Mung Fan.


Kasim Bo meninggalkan ruang utama istana ini untuk pergi ke ruang perpustakaan yang terletak di bagian utara istana tersebut. Ia ingin mencari tahu tempat rahasia di istana tersebut dan ia di ikuti oleh Putri Yun Hui dengan langkah cepat di belakangnya.

__ADS_1


"Kasim Bo, izinkanlah Aku membantumu untuk cari apa yang sedang kamu cari di perpustakaan ini." kata Putri Yun Hui mulai mencari-cari di tiap rak buku di perpustakaan tersebut.


"Putri Yun Hui,Aku tak perlu bantuanmu untuk mencari apa yang aku cari disini." kata Kasim Bo berdiri di depan rak buku kepada Putri Yun Hui.


"Kenapa kamu tak bersikap kasar kepadaku?" tanya Putri Yun Hui nada sedih kepada Kasim Bo di depannya yang selalu bicara ketus kepadanya.


"Ah, kau saja yang merasa bahwa Aku bersikap kasar kepadamu." kata Kasim Bo cepat karena ia khawatir kalau gadis itu akan menangis.


"Tidak, Aku bisa merasakan sikapmu yang tak pernah mau bersahabat denganku yang selama ini selalu baik terhadapmu." kata Putri Yun Hui yang suaranya mulai serak seakan-akan gadis itu akan mulai menangis di depan Kasim Bo.


"Ehh.. Sudahlah... " kata Kasim Bo yang berbalik ke arah lain lalu tangannya tak sengaja meraih tombol di dekat buku-buku di rak buku didepan sepasang matanya dan sebuah lubang terbuka di lantai yang diinjak oleh Putri Yun Hui.


"Kyaaaa..! Tidakk..! Tolong Aku..! " pekik Putri Yun Hui yang terjatuh di lubang itu.


"Celaka...! " teriak Kasim Bo yang segera terjun ke lubang untuk menyelamatkan Putri Yun Hui.


Li Hong Yi dan yang lainnya mendengar suara di perpustakaan segera datang untuk menolong mereka berdua dari lubang yang didalamnya itu adalah danau yang sangat dalam dan terdapat beberapa ekor buaya peliharaan istri dari salah seorang pejabat istana bekas Ratu Chen.


"Putri Yun Hui bertahanlah...! " teriak Kasim Bo di bawahan Putri Yun Hui dengan tepat sekali dan menyelamatkan gadis itu dari mulut buaya yang berada tepat di bawah.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2