
Kasim Bo menghela napas dalam-dalam karena hatinya merasakan sakit luarbiasa mengingat salah seorang sahabatnya telah tewas dibunuh oleh musuh mereka.
"Aku akan menyelidikinya untuk mencari tahu apa yang telah menyebabkannya menghilang dari kita semua." kata Kasim Bo melalui lirikan matanya kepada Chou Cie.
Mereka mengikuti langkah Kasim Bo meluncur ke arah puncak gunung Lun dengan ilmu ginkang mereka masing-masing sehingga mereka dapat tiba di puncak gunung Lun dengan waktu yang cukup singkat.
"Di mana si tua bangka Ma Dao? Kenapa dia dan putrinya yang centil itu belum datang ke puncak gunung Lun sesuai dengan janjinya kepada Tuan Bo- kita? " tanya teman-teman seperjuangannya dengan nada jengkel.
"Sabarlah, kita yang terlalu cepat sampai di sini sebelum waktu untuk pertemuanku dengan Ma Dao tiba yaitu tengah malam hari ini sedangkan sekarang ini baru pukul sepuluh malam." jawab Kasim Bo dengan sikapnya yang tenang.
"Emm betul juga, ayo kita berbincang-bincang dahulu saja sambil menikmati keindahan malam hari di puncak gunung Lun." kata Chou Cie yang sudah membuatkan api unggun dan kayu bakar di dekat tenda yang sudah disiapkan oleh Shi Lun untuk mereka.
"Aku mau cari kelinci dan kijang untuk makan malam kita.. " kata Xiao Feng melesat cepat ke arah hutan.
"Aku mau cari buah-buahan dan air putih untuk minum dan cuci mulut kita semua sebelum dan sesudah makan." kata Phang Bi Lian meluncur ke arah lainnya.
Kasim Bo sendiri bersandar pada batang pohon di belakangnya sambil meniup seruling bambu dan memperhatikan Shi Lun merapikan tempat tidur di dalam tenda untuk mereka pada malam hari itu.
"Tuan Bo, lain waktu kita harus membuat tempat tidur gantung untuk keamanan dan kenyamanan kita tidur di tempat seperti ini." kata Chou Cie di dekat api unggun sambil menunggu air matang di dalam teko di atas api unggun yang digantung di dahan pohon paling rendah.
"Kita seperti wisata alam saja malam hari ini di puncak gunung Lun. " kata Shi Lun gembira luar biasa.
"Benar sekali, kita harus menggunakan waktu untuk bersantai sejenak sebelum kita berpesta pora dengan teman-teman yang telah baik hati mengundang kita semua di tempat mereka ini di puncak gunung Lun." kata Kasim Bo yang sudah mendengar kedatangan Tuan rumah di puncak gunung Lun dengan pasukan yang jumlahnya sekitar dua ratusan orang yang berkelebatan di belakang sebuah tandu yang melayang ke arah puncak gunung Lun.
Tandu itu berisi Tuan Ma Dao dan putrinya yang bernama Ma Li Sa yang keluar dari tandu lalu menatap garang kepada Kasim Bo dan teman - temanny yang bersikap tak menghormati sama sekali terhadap Tuan rumah.
"Bo Hai, aku mau kamu memberitahukan rahasia tentang pusaka yang hilang itu kepadaku jika kamu ingin nyawamu dan nyawa teman-teman seperjuangan mu itu dapat aku ampuni. " kata Tuan Ma Dao nada ketus kepada Kasim Bo.
__ADS_1
"Rahasia pusaka apa yang ingin kamu ketahui dariku?? " tanya Kasim Bo nada acuh tak acuh kepada Tuan Ma Dao.
"Peta Istana Bunga Yue dan lukisan Dewa Mata Langit yang sudah lama ku ketahui berada di tanganmu dari orang-orang dunia persilatan daratan besar yang pernah mengunjungi pulau hantu bersamamu sekitar tiga tahun lalu. Ayolah kamu jangan main-main denganku agar kamu dan teman-teman seperjuanganmu tak mati konyol di sini dengan melawan perintahku." jawab Tuan Ma Dao nada tajam kepada Kasim Bo.
"Aku tidak mempunyai dua pusaka yang kamu inginkan dariku, Tuan Ma Dao. " kata Kasim Bo tanpa rasa takut sedikitpun terhadap ancaman Tuan Ma Dao terhadapnya dan teman-teman seperjuangannya itu.
"Jangan bohong kauuu..! Aku tahu orang macam apa kamu itu, Bo Hai..?! " hardik Tuan Ma Dao yang memukul tandunya untuk menerjang ke arah Kasim Bo dengan kekuatan yang amatlah cepat sekali.
Wushh!
Kasim Bo mengulurkan tangannya ke depan dan menangkap tandu itu yang langsung di balikan ke arah Tuan Ma Dao yang kaget sekali karena tandunya itu malah menerjang putrinya yang di sebelahnya hingga leher putrinya itu tertusuk tiang-tiang tandunya sendiri.
Jlebb!
"Bajingan cilik ku habisi kauuuu...!! " hardik Tuan Ma Dao yang telah memerintahkan anak buah nya untuk menyerang Chou Cie dan yang lainnya yang segera membalas serangan-serangan itu dengan kehebatan mereka masing-masing.
Trang!
Crakkk!
Shi Lun menerjang dengan ilmu matematika nya yang cerdas sekali melalui alat sempoa yang meluncur ke arah sekitar sepuluh orang anak buah Tuan Ma Dao di dekat api unggun yang di jaga oleh Xiao Feng dan Ching Erl juga Phang Bi Lian dengan sikap tenang sekali.
Wuttzz!
Sepuluh orang anak buah Tuan Ma Dao segera membalas serangan-serangannya dengan ilmu formasi golok yang mengagumkan sekali namun ujung alat sempoa di tangan Shi Lun telah lebih dahulu memotong tubuh mereka dengan sadis sekali.
Crakkk!!
__ADS_1
Phang Bi Lian yang awalnya bersikap tenang di dekat dua orang temannya itu harus melesat cepat untuk menghadapi lima orang anak buah Tuan Ma Dao yang tersisa dengan ilmu silatnya sendiri.
Gadis itu menggerakkan tangannya ke samping kiri dan memukul tiga orang anak buah Tuan M Dao hingga remuk pada punggung mereka dan kakinya telah menekuk batang leher dua orang anak buah Tuan Ma Dao hingga dua orang anak buah Tuan Ma Dao itu telah patah pada batang lehernya oleh Phang Bi Lian.
Kreekk!
Tuan Ma Dao yang melihat para anak buahnya itu telah tewas di tangan teman-teman Kasim Bo segera membalas dendam dengan serangan- serangan yang mengancam keselamatan Kasim Bo yang dengan sikap tenang sekali melayani pria tua itu.
Wuttzz!
Plakk!
Plakk!
Tangan kanan Kasim Bo bergerak cepat sekali ke arah pelipis kiri Tuan Ma Dao begitu ia melihat kesempatan emas untuk membunuh musuhnya dengan cepat maka ia langsung menggunakan ilmu sinkang gajah sakti yang menghancurkan pelipis kiri Tuan Ma Dao dengan tinjunya saja.
Bughhh!
Bruakk!
"Ihh menjijikkan sekali otaknya meloncat keluar dari tempurungnya dan berdenyut-denyut di depan sepasang mata kita.. " kata Ching Erl yang memutuskan untuk menendang otak Tuan Ma Dao ke jurang seberang mereka.
Dukk!
Xiao Feng mengibaskan lengan pakaiannya itu untuk membersihkan tanah puncak gunung Lun dari mayat-mayat Tuan Ma Dao dan anak buah nya yang berserakan di depan mereka sehingga semua mayat itu terlempar ke jurang juga.
Weerrr!
__ADS_1
Brushhh!
Bersambung!!