Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Kota Sembilan Air Di Wilayah Dalam Kerajaan Yun.


__ADS_3

Kasim Bo dan Shi Lun memasuki sebuah kota di salah satu daerah wilayah dalam Kerajaan Yun untuk misi mereka di istana Kerajaan Yun yaitu menyelamatkan Putri Yun Hui dan membasmi musuh- musuh mereka.


"Kita telah sampai di kota sembilan air sebelum kita melangkah maju terus ke kota terdekat di istana Kerajaan Yun untuk misi kita dapat kita selesaikan dengan sempurna." kata Kasim Bo nada tenang sekali kepada Shi Lun sambil lihat ke arah tugu di alun-alun kota tersebut dengan tatapan matanya yang tajam.


"Tuan Bo, lihatlah di rumah belakang tugu itu ada seorang teman yang sudah menunggu kita untuk menyapa dirinya." kata Shi Lun nada serius untuk memperingati Kasim Bo terhadap lawan mereka yang telah menunggu kedatangan mereka.


"Ya, Shi Lun.Bukan hanya Lai Ci Bing si jari maut Utara yang telah menanti kita di sini tetapi juga tiga panglima busuk yang mengkhianati Raja Yun sehingga ayah kandung Yun Hui dapat di pengaruhi oleh rayuan busuk Ratu Yun atau Tong Le Le yang pada akhirnya membunuh Raja Yun secara perlahan-lahan dengan meracuni organ tubuh laki-laki bodoh sampai Raja Yun tidak bisa melihat bagaimana Kerajaannya telah dikuasai oleh Ratunya sendiri." kata Kasim Bo nada serius sekali kepada Shi Lun yang telah menyiapkan alat sempoa miliknya di tangan kanan di depan dada pemuda tampan dan gagah perkasa itu.


Lai Ci Bing dan ketiga orang temannya yang kini sudah melihat kedatangan Kasim Bo dan Shi Lun di kota paling dekat dengan wilayah Ibukota dari Kerajaan Yun segera bersiap untuk menghadapi Kasim Bo dan Shi Lun yang sudah ia dan ketiga orang temannya kenal sebagai Pendekar muda yang sangat di hormati, di segani dan ditakuti oleh para tokoh-tokoh di seluruh dunia kangouw atau dunia persilatan daratan besar.


"Kalian semua bersiap untuk menghadapi kedua orang musuh kita itu." kata Lai Ci Bing dengan tatapan matanya yang tajam yang diarahkan ke arah Kasim Bo yang berjalan dengan santai luar biasa ke depan pasukannya.


"Lai Ci Bing, kau ternyata seorang pengecut yang hanya bisa berlindung di tengah-tengah pasukan busukmu untuk menghadapi Aku Bo Hai." kata Kasim Bo nada mencemooh kepada Lai Ci Bing.


Sinngg!


"Manusia lancang berani kau mengeluarkan kata -kata menghina kepada Tuan Lai Ci Bing yang merupakan sepupu dalam Ratu Yun kami yang terhormat..!" hardik salah seorang dari ketiga orang panglima penjaga kota ini kepada Kasim Bo dengan ujung tombak di hunuskan ke depan Kasim Bo.


"Chen Zhe Wen, kita tak perlu banyak bicara lagi untuk menghadapi bocah sombong ini.. Marilah sebaiknya kita segera habisi saja bocah tak tahu diri ini..!" seru panglima yang bertubuh kekar di samping pasukan yang memakai ikat pinggang warna putih dengan lambang beruang emas di dekat Lai Ci Bing kepada temannya.


"Ya, kau benar sekali teman.. Marilah kita serang saja dia dan temannya itu..!" sahut Chen Zhe Wen dengan tatapan matanya yang bringas luar biasa kepada Kasim Bo dan Shi Lun yang tetap bersikap tenang sekali.


Temannya yang lain adalah Phang Ru Cui yang telah mempersiapkan pasukan yang memakai ikat pinggang warna hitam dan lambang singa berambut merah juga telah memerintahkan para pasukannya untuk menyerang Kasim Bo dan Shi Lun secara serentak.


Weerr!

__ADS_1


Singg!


Wutttzz!!


Sekitar lima puluh orang pasukan sekte singa rambut merah yang dikepalai oleh Phang Ru Cui telah maju dengan golok -golok mereka yang di arahkan langsung ke arah Kasim Bo dan Shi Lun yang sudah cepat menangkis serangan tersebut dengan senjata mereka masing-masing.


Trakkkkk!


Trangg!


Kasim Bo menggerakkan ranting di tangan kiri menangkis serangan golok yang mengarah ke arah leher dari samping yang dilakukan oleh Phang Ru Cui yang sudah tak sabar untuk pria beringas ini dapat membunuhnya.


Shi Lun menangkis serangan seluruh pasukan sekte singa rambut merah dengan sempoa di tangan kanan yang membentur secara langsung ke arah golok- golok yang dilakukan oleh para pasukan sekte singa rambut merah ke arahnya di sekitar Kasim Bo yang menghadapi Phang Ru Cui di sampingnya.


Trang!


Shi Lun melompat ke atas kepala para pasukan sekte singa rambut merah yang serentak pula menggerakkan golok mereka ke arah Shi Lun di atas kepala mereka untuk melindungi teman- teman mereka dari serangan telapak tangan kiri Shi Lun yang melontarkan pukulan mautnya ke arah kepala mereka.


Wutttzz!


Crangg!


Dessss!


"Aiyaaaa..!" pekik pasukan sekte singa rambut merah yang melihat golok mereka telah hancur berkeping-keping oleh serangan maut Shi Lun dan mereka juga merasakan tangan mereka itu lumpuh seketika itu juga yang membuat mereka terjengkang ke tanah secara serentak.

__ADS_1


"Ku habisi kalian semua..!" hardik Shi Lun yang langsung melontarkan pukulan dengan sempoa miliknya itu melayang dengan tepat ke arah para pasukan sekte singa rambut merah di tanah dan tewaslah secara serentak seluruh pasukan sekte singa rambut merah akibat serangan mautnya.


Plakk!


Pasukan sekte beruang emas dan putih yang di kepalai oleh Chen Zhe Wen dan Song Bang Gung telah menyerang secara serentak ke arah Shi Lun yang telah membunuh pasukan sekte singa rambut merah.


Wutttzz!


Singg!


Gerakan tombak yang mengeluarkan angin yang amat dingin telah menyerang pundak kiri Shi Lun dari arah belakang sahabat Kasim Bo sehingga Shi Lun harus menggunakan ilmu silat sempoa sakti untuk melindungi pundaknya dari musuh itu melalui alat musik harpa yang dijadikannya sebagai senjatanya juga.


Trangg!


Pasukan sekte beruang emas yang menyerang ke arah pundak kiri Shi Lun dapat dihalau dengan baik oleh Shi Lun melalui harpa ditangan kanan dan tangan kiri yang menggunakan alat sempoa telah sigap memukul mundur tombak pasukan sekte beruang putih yang menyerang dari arah depan, samping kanan dan bawah tubuh Shi Lun sehingga Shi Lun dapat menyelamatkan dirinya sendiri dengan tepat waktunya.


Sementara itu, Kasim Bo menghadapi Chen Zhe Wen,Lai Ci Bing juga Song Bang Gung yang telah mengeroyok dirinya dengan ilmu pedang, golok dan tombak yang sangat ganas menyerangnya di segala sisi yang mengharuskannya untuk ia gunakan ilmu pedang belut sakti melalui ranting di tangan kanan dan pedang penakluk langit dan bumi alam semesta di tangan kirinya.


Trangg!


Trang!


Trang!


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2