Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Berjumpa Dengan Kekasih Yang Hilang.


__ADS_3

Shi Lun perlahan-lahan berjalan ke arah Kasim Bo yang memutuskan rantai di kedua kaki Ming Yue dengan pedang penakluk langit dan bumi di tangan pemuda tampan yang hebat ini.


"Bukankah gadis ini adalah Tuan putri Ming Yue yang sekitar lima tahun lalu telah hilang tanpa jejak dari istana Kekaisaran Ming?" tanya Shi Lun dengan nada sopan kepada Kasim Bo.


"Iya, dan dia mengalami hilang ingatan sepertiku karena racun perampas ingatan dan diculik oleh Kaisar wanita Lin Xuan Rung untuk mengancam diriku jika Aku tak mematuhinya maka ia akan membunuh gadis ini dan liontin naga Ming akan hilang untuk selamanya." jawab Kasim Bo yang masih menatap lembut kepada Ming Yue yang termangu di depannya.


"Tuan Bo, eh ada hubungan apakah antara kamu dengan Putri Ming Yue? Bukankah kamu ini pria muda yang sudah di kebiri alias menjadi Kasim sejati? " tanya Shiang Hui Jing nada iri kepada Putri Ming Yue yang ditatap begitu lembut oleh Kasim Bo.


"Dia kekasih pertamaku sebelum aku menjadi Kasim Bo." jawab Kasim Bo nada serius kepada Shiang Hui Jing sambil meraih jemari Ming Yue.


"Mmm,Kakak Hai... " panggil Ming Yue dengan nada lembut kepada Kasim Bo yang cepat sekali menoleh kepada gadis cantik jelita ini.


"Yue Yue, kau sudah ingat kepadaku? Mmm, kau bisa menceritakan tentang dirimu dan istana bunga Yue Yue yang misterius itu dan ketuanya yang penuh misteri juga." kata Kasim Bo dengan senyuman ramahnya kepada Ming Yue.


"Iya,Aku sudah ingat kepadamu.Aku mempunyai seorang kakak seperguruan yang mendapatkan perintah dari ketua kami untuk membunuhmu di puncak gunung Hoa San pada pertarungan yang akan dilakukan oleh kakak seperguruanku itu terhadapmu di tengah musim dingin pada tahun ini juga." jawab Ming Yue yang memberikan surat tantangan dari Ketua istana bunga Yue kepada Kasim Bo di depannya.


"Hmm, aku akan menerima tantangan mereka dengan kedua tangan terbuka namun aku harus pergi ke Kekaisaran Ming untuk menghadapi Kekaisaran Bei yang harus ku musnahkan untuk aku bisa membalas dendam terhadap Kaisar Bei sialan itu lalu aku akan menemui mantan guru sialan ku dan Ratu Yun di Kerajaan Yun." kata Kasim Bo nada tegas dengan wajahnya begitu mengeras karena marah besar terhadap Kaisar Bei musuh utama dari segala masalahnya dari ia masih anak-anak.


"Apakah kau ingin menyelamatkan Kekaisaran Ming dari Kekaisaran Bei?" tanya Ming Yue nada terharu dengan kesungguhan hati Kasim Bo.

__ADS_1


"Iya,karena aku merasakan bahwa Kekaisaran Ming adalah puncak dari segala keberhasilanku untuk menjadi seorang penguasa tunggal di seluruh wilayah daratan besar." jawab Kasim Bo nada lebih serius lagi kepada Ming Yue.


"Aih, kau ingin merebut kekuasaan dari ayahku?" tanya Ming Yue kaget sekali mendengar kata- kata dari Kasim Bo.


"Bukan merebut kekuasaan dari ayahmu tetapi mengambil kembali apa yang menjadi hakku dari dahulu." jawab Kasim Bo dengan tatapan mata yang sangat tegas kepada Ming Yue.


"Kasim Bo,kami semua akan mendukungmu." kata Shi Lun dan yang lainnya dengan senyuman tegas dan berani untuk membantu misi Kasim Bo berjalan dengan sempurna.


"Bagaimana dengan Yun Hui gadis Kerajaan Yun yang marah kepadamu dan pergi dari istana ini tanpa pamit kepadamu,Tuan Bo?" tanya Chou Cie nada sopan kepada Kasim Bo dengan sikap yang menghormati sahabatnya itu.


"Aku akan mencarinya di Kerajaan Yun sesudah aku menyelesaikan misi ku di Kekaisaran Ming terlebih dahulu sebelum misi menghancurkan Kekaisaran Bei."jawab Kasim Bo dengan sikap tenang sambil meraih tangan Ming Yue lalu ia mengajak gadis itu melesat cepat meninggalkan istana Kekaisaran Lin yang sudah diruntuhkan oleh Shi Lun dan yang lainnya dengan membakar habis seluruh istana tersebut usai pusakanya telah berada di tangan Kasim Bo.


Pada suatu malam yang sangat panas karena di hari ini adalah pertengahan musim panas yang sangat panas sekali rombongan Kasim Bo tiba di sebuah desa yang bernama 'Desa Petir Hitam' di daerah paling dingin seharusnya namun hari itu musim panas maka daerah ini luarbiasa panas.


"Kalau musim dingin tentunya mengasyikkan di daerah ini ada pameran patung-patung es dari para perajin es di seluruh daerah dan dunia.Ahh, tapi kita datang ke daerah ini di musim panas. Ahh, panas sekali.."kata Chou Cie duduk di depan pintu masuk ke dalam kuil kosong dengan mengeluh karena panas.


" Ya, tak ada angin sama sekali untuk mengusir hawa panas."kata Peng Cheng mengipas-ngipasi dirinya dengan kipas lipat di dekat yang lainnya.


"Yue Yue, duduklah di atas jerami di depan api unggun agar tak ada nyamuk mengganggumu di tidur mu di malam hari ini." kata Kasim Bo nada lembut kepada Ming Yue yang menganggukkan kepala untuk mematuhinya.

__ADS_1


Kasim Bo membuka kipas lipat di tangannya dan ia mempelajari peta di kertas kipas lipat dengan cermat dan Shi Lun ikut membantunya di dekat jendela ruangan utama kuil kosong ini.


"Pulau apakah di gambar ini menurutmu, Tuan Bo? " tanya Shi Lun sambil mengamati gambar di kertas kipas lipat di tangan Kasim Bo dengan penasaran.


"Entahlah, karena itulah Aku mengamatinya." jawab Kasim Bo menghela napas dalam-dalam karena ia juga merasa penasaran dengan peta di kipas lipat di tangannya sendiri.


"Tuan Bo, untuk kita semua dapat berpikir untuk mempelajari gambar di kipas lipat mu itu lebih baik kita makan malam dahulu saja." kata Chou Cie yang memegangi perut sambil menatap ke arah Kasim Bo dengan wajah memelas.


"Ya, kau carilah makanan di sekitar lokasi kita saat ini."kata Kasim Bo tanpa melihat ke arah Chou Cie karena pemuda tampan itu tetap fokus pada gambar di kipas lipat ditangannya dengan wajah tampannya begitu serius sekali.


" Chou Cie, aku akan menemanimu pergi mencari makanan."kata Nona Peng Cheng dengan sikap ramah kepada Chou Cie di dekat pintu masuk ke kuil kosong di desa tersebut.


"Ya, terimakasih Nona Peng Cheng." jawab Chou Cie yang wajahnya begitu senang ditemani oleh gadis secantik Peng Cheng.


Setelah keduanya meninggalkan kuil kosong ini. Shi Lun tersenyum melihat sahabatnya itu bisa berdekatan dengan gadis yang akan membuka hati sahabatnya dari masa lalu yang kelam di masa muda sahabatnya itu.


"Semoga Nona Peng Cheng dapat membuatnya bisa melupakan Xiao Feng gadis pertama yang telah membuatnya jatuh cinta namun menolak cintanya bahkan tak pernah menghiraukannya sama sekali karena Xiao Feng mencintai Kasim Bo yang dingin dan penuh rahasia." batin Shi Lun.


Ming Yue yang berbaring di atas jerami terpaku pada api unggun di depannya karena gadis itu sedang melamunkan sesuatu yang sampai saat ini ia tak pernah bisa menceritakan rahasia yang paling dalam kepada Kasim Bo untuk selamanya agar Kasim Bo dapat menemukan kebahagiaan yang lebih baik darinya di masa depan.

__ADS_1


Bersambung!


__ADS_2