Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Jangan Pernah Meremehkan Kasim Bo Dan Teman-temannya.


__ADS_3

Kasim Bo dan teman-temannya sudah tahu akan kehadiran musuh-musuh yang bersembunyi di sekitar puncak pegunungan Lun sejak mereka keluar dari gua pancawarna yang telah menarik perhatian mereka.


Karena itulah Kasim Bo berpura-pura tidak tahu apa yang sedang dilakukan oleh musuh -musuh yang berkelebatan disekitar mereka yang telah dilihat dari bayangan hitam yang dipimpin oleh seorang Kepala Desa pegunungan Lun yang juga merupakan anggota parlemen istana Kerajaan Yun.


"Mmm,sekumpulan kecoak yang tidak tahu diri berani untuk mencoba menggangguku.." kata Kasim Bo yang bersikap tenang seakan-akan ia tidak menyadari bahwa disekelilingnya terdapat musuh-musuh yang siap untuk membunuhnya.


"Tuan Bo, aku tidak bisa sesabar dirimu dalam menghadapi kawanan kecoak tak tahu malu itu." kata Shi Lun yang menggerakkan alat sempoa di tangannya dengan gerakan ringan sekali yang menimbulkan angin kencang ke arah kanannya.


Wuuussshhh!


Deru angin kencang inilah yang memaksa sekitar tiga ratus orang berpakaian serba hitam dan memakai topeng Laba-laba telah keluar dari persembunyian mereka dan berdiri dengan sikap garang di depan sepasang mata Kasim Bo dan teman-temannya.


Singg!


"Kasim hina cepat kau serahkan kepalamu yang jelek itu kepada kami untuk kami bawa pulang ke hadapan Tuan Muda kami atas kesalahanmu yang sudah menyinggung perasaan majikan dari Tuan Muda kami..! " hardik pimpinan dari tiga ratus orang dengan sikap garang kepada Kasim Bo dan teman-temannya.


"Cih! Siapakah Tuan muda kalian yang sangatlah meremehkan Aku dengan seenaknya saja?" tanya Kasim Bo dengan sikap dingin kepada tiga ratus orang yang berpakaian serba hitam dan memakai topeng Laba-laba di hadapannya itu.


"Xu Huo Liang putra dari Adipati Agung Xu yang tinggal di kota bawah gunung Lun yang juga merupakan keponakan dalam Menteri Keuangan Kerajaan Yun." jawab pimpinan dari tiga ratus orang itu yang menyeringai kepada Kasim Bo.


"Ouh, berani juga kau menyebutkan nama Tuan muda kalian yang masih ada hubungan keluarga dengan Menteri Keuangan Kerajaan Yun yang bernama Kim Hun Sen??!" ucap Kasim Bo yang menatap tajam tiga ratus orang yang mengaku berjuluk Tangan Kiri Tuan muda Xu yang sangat terkenal di seluruh daerah tersebut.


"Tentu saja, karena Beliau adalah pemimpin yang paling pantas untuk wilayah pegunungan Lun dan sekitarnya yang selalu melindungi rakyat di sini." kata pimpinan dari tiga ratus orang itu nada sombong di depan Kasim Bo.

__ADS_1


"Ohya?Apa kalian pikir aku akan mempercayai tiap kata yang dikeluarkan dari mulut bau kalian? "tanya Kasim Bo yang segera memerintahkan para sahabatnya untuk menyerang tiga ratus orang itu dengan ilmu kepandaian silat mereka masing-masing.


Wutttzzz!!


Trang!


Trang!


Pedang dari tiga ratus orang itu membentur tiga senjata tajam yang dimainkan oleh tiga orang teman Kasim Bo yang menyebabkan tiga ratus pedang itu terhempas dari genggaman tangan tiga ratus orang itu.


Chou Cie dengan lompatan cepatnya itu telah melayangkan pukulan yang sangat dashyat dan menghancurkan kepala beberapa orang dari tiga ratus orang itu.


Desss!


Dess!


"Arggghhh!! Tidakk..!" pekik para pasukan dari Tuan muda Xu yang semuanya telah tewas di tangan Kasim Bo.


Shi Lun menyimpan alat sempoa di saku pakaian dalamnya lalu merapikan tenda mereka dengan cepat untuk mengejar perginya Kasim Bo dan teman-temannya ke arah timur dari pegunungan Lun yaitu ke kota bawah gunung Lun.


Brrrrr!


Kasim Bo dan teman-temannya itu mengincar nyawa Tuan muda Xu dan para anggota dewan perwakilan rakyat daerah tersebut yang telah di ketahui oleh Kasim Bo adalah orang-orang yang suka membalikkan fakta dan menyembunyikan kejahatan mereka di belakang pemerintahan yang sah di Kerajaan Yun.

__ADS_1


"Tuan Bo, kota bawah gunung Lun telah dijaga ketat oleh para pasukannya untuk menghalangi kedatanganmu yang sepertinya sudah mereka ketahui adalah kamu ingin menghabisi mereka." kata Shi Lun dengan nada serius kepada Kasim Bo.


"Aku tak perduli dengan cara apapun yang akan mereka lakukan untuk menghindari hukuman mati dariku." kata Kasim Bo dengan nada tenang seraya meneruskan perjalanan menuju ke arah kota bawah gunung Lun.


Chou Cie, Shi Lun dan Xiao Feng mereka bertiga hanya bisa diam dan mengikuti langkah kedua kaki Kasim Bo yang berjalan dengan tenang ke arah kota bawah gunung Lun yang papan nama nya telah mereka lihat dan baca dari pintu kecil di jalan menurun di kaki gunung Lun.


"Ada burung unta yang berdiri di depan jalan kita di jalan menurun di kaki gunung ini." kata Shi Lun yang menggunakan jagung yang sudah dikupas bijinya itu dan dilemparkannya ke arah kawanan burung unta yang menghadang mereka.


Werr!


Burung unta tertarik pada makanan yang telah di sebar oleh Shi Lun yang membuat Kasim Bo dan teman-temannya mempunyai akal untuk mereka dapat mempercepat langkah mereka ke arah kota bawah gunung Lun yaitu menggunakan jasa burung unta.


"Burung unta yang manis dan tampan.. Ayolah kalian antarkan kami ke arah kota bawah gunung Lun yang menjadi tempat tinggal orang-orang tak tahu diuntung di sana itu."kata Kasim Bo dan teman-temannya yang langsung melompat naik ke atas punggung burung unta.


Burung unta yang telah mendapatkan kebaikan hati dari Shi Lun segera mematuhi perintah dari Shi Lun yang memandu jalan burung-burung unta yang diduduki oleh Kasim Bo, Chou Cie dan Xiao Feng.


" Shi Lun, kau tahu darimana kalau makanan dari burung unta adalah jagung rebus rasa manis? " ucap Kasim Bo yang memuji kecerdasan Shi Lun sahabat nomor duanya.


"Dari pengamatan ku saja, Tuan Bo." jawab Shi Lun terkekeh senang dipuji oleh Kasim Bo.


Langkah panjang burung-burung unta membuat perjalanan mereka ke kota bawah gunung Lun menjadi lebih cepat dan mudah sehingga tak ada seorangpun dari pihak Tuan Muda Xu yang mengetahui bahwa mereka telah sampai ke kota bawah gunung Lun dalam waktu satu hari satu malam saja.


Kasim Bo menyuruh burung unta-nya mematuki tiga orang penjaga pintu gerbang masuk ke arah kota bawah gunung Lun dari belakang tembok kota bawah gunung Lun sehingga teman -teman nya dapat melewati pintu gerbang utama ke kota bawah gunung Lun dengan aman.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2