Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Hadiah Untuk Hari Penobatan Li Hong Yi.


__ADS_3

Kasim Bo dan teman-temannya menghadiri hari penobatan Li Hong Yi sebagai Kaisar Zhao yang baru dengan gelar Kaisar Zhao Hong Yi di aula utama istana Kekaisaran Zhao dengan dihadiri oleh seluruh rakyat Ibukota Kekaisaran Zhao.


"Hong Yi, serahkan urusan raja barbar sembilan matahari gunung Elang Hitam yang meresahkan hatimu kepadaku untuk menyelesaikannya." kata Kasim Bo pada saat sebelum Li Hong Yi akan duduk di kursi singasana Kekaisaran Zhao.


"Baik, Bo Hai. Tapi kau harus berhati-hati dalam perjalanan menuju ke gunung Elang Hitam yang sudah terkenal dengan julukan sebagai gunung berdarah. " kata Li Hong Yi nada serius kepada Kasim Bo.


"Ya, kau tenang sajalah karena Aku saudaramu ini pasti akan membawakan kepala sejumlah musuhmu ke hadapanmu secepatnya." kata Kasim Bo yang segera melesat cepat pergi dari aula utama Kekaisaran Zhao tanpa ada seorang pun yang mengetahui kepergiannya itu.


Brrr!


Di hari itu juga Li Hong Yi secara resmi menikah dengan Putri Mung Fan dan Yang Chao Yue yang segera dinobatkan sebagai Permaisuri Agung dan Selir Agung Kekaisaran Zhao untuk susunan anggota istana Kekaisaran Zhao.


"Dimana Kasim Bo? Kenapa dia tidak terlihat di aula utama di istana Kekaisaran Zhao selama Kaisar Zhao Hong Yi merayakan hari penobatan dan pernikahannya? " tanya Putri Yun Hui yang telah menyadari bahwa Kasim Bo tidak ada di antara mereka yang hadir di istana Kekaisaran Zhao.


"Ya, kau benar sekali. Tapi, kemana dia pergi?" Shi Lun yang telah mencari Kasim Bo ke seluruh ruangan-ruangan di istana Kekaisaran Zhao.


"Hmmm,Dia pergi dari istana Kekaisaran Zhao tanpa memberitahu kita semua..." desis Nona Hu Xin Qi nada risau memikirkan Kasim Bo.


"Mmm, dia tak mungkin melanggar janjinya pada kita semua yang ingin mengikutinya di dalam perjalanannya di seluruh dunia persilatan." kata Nona Shiang Hui Jing yang segera membantu Chou Cie mencari Kasim Bo ke seluruh Ibukota Kekaisaran Zhao secara diam-diam.


Di sebuah daerah yang bernama daerah gelap di seluruh wilayah Kekaisaran Zhao terdapat lima pemukiman penduduk yang semuanya adalah anggota dari sekte gunung Elang hitam yang di pimpin oleh seorang pria berwajah sangar dan di juluki Raja barbar sembilan matahari kembar.


Di hari yang sama dengan hari penobatan Li Hong Yi di istana Kekaisaran Zhao di gunung ini juga sedang merayakan hari persembahan untuk Dewa Matahari sesat yang menjadi pemujaan di daerah gunung tersebut yang juga merupakan salah satu dari kaum penentang kebijakan dari pemerintah yang sah di Kekaisaran Zhao.


Karena itulah Li Hong Yi ingin membasmi semua yang akan mengganggu jalannya pemerintahan yang akan dibangun olehnya untuk kejayaannya sebagai Kaisar Zhao Hong Yi di Kekaisaran Zhao maka Kasim Bo yang mengetahui isi hati dari Li Hong Yi segera mengusulkan agar dirinyalah yang akan melakukannya untuk Li Hong Yi.


Dan, setibanya Kasim Bo di dekat gunung Elang Hitam. Ia segera mengamati setiap gerak-gerik orang-orang yang menjadi pengikut Raja barbar sembilan matahari kembar dengan kecerdasan yang dimilikinya.


"Duo Li sebaiknya kau bunuh saja Aku sekarang juga karena Aku tidak akan pernah tunduk pada dirimu..! " tantang seorang pria yang digantung di rantai besi di meja persembahan kepada Raja barbar sembilan matahari kembar yang sedang menatapnya dengan garang.


"Zhao Bu Heng membunuhmu sangatlah mudah bagiku namun Aku tak akan membunuhmu untuk sekarang ini karena kau melihat istrimu yang luar biasa cantik dan mulus ini mengalami siksaan dari orang-orang ku yang tentunya akan senang sekali bisa merasakan kelembutan tubuh istrimu sebelum ia akan ku buang ke kandang binatang peliharaanku." kata pria kejam itu yang menunjuk pada seorang wanita yang paksa untuk terbuka bebas di sebuah meja di kandang singa besar di kelilingi oleh sekitar lima belas pria kasar yang menatap dengan penuh nafsu kepada wanita itu.

__ADS_1


"Kauuu.. Bajingann..! " hardik Zhao Bu Heng yang merinding melihat istrinya tersiksa rasa malu, takut dan kesakitan oleh kekasaran lima belas pria kasar yang sudah mendekati istrinya.


"Hahahaha.. Zhao Bu Heng sebaiknya kamu ikuti perintahku dengan kau bersedia untuk bunuh Liu He putri dari Adipati Agung Liu yang telah berani untuk menentang kebijakan ku sebagai seorang penguasa wilayah ini." kata Raja barbar sembilan matahari kembar yang mengangkat gergaji yang siap untuk memotong-motong Zhao Bu Heng jika pria ini menolak untuk bekerjasama dengan dirinya.


"Kakak Heng.. Aku tidak takut mati..!" teriak istri dari Zhao Bu Heng dengan senyuman yang tulus kepada Zhao Bu Heng.


"Istriku..! " teriak Zhao Bu Heng menangis begitu marah melihat sejumlah pria kasar mulai dekati istrinya dan bersiap untuk melakukan hal kejam terhadap istrinya.


Namun pada saat yang sangat berbahaya bagi istri dari Zhao Bu Heng ini muncullah seorang pria muda sangat tampan yang melompat begitu cepat telah melontarkan pukulan telak ke arah kepala lima belas pria kasar yang ingin dekat ke arah istri dari Zhao Bu Heng.


Desss!


"Arghh!! "pekik kematian lima belas pria kasar itu yang kepalanya pecah oleh pukulan telak yang di lontarkan oleh Kasim Bo yang sudah lebih cepat menyelamatkan istri dari Zhao Bu Heng dari lima belas pria kasar itu.


" Mundurlah dan pakailah pakaian ini."kata Kasim Bo melemparkan baju salah seorang dari pria kasar kepada istri dari Zhao Bu Heng yang sudah dibebaskan olehnya.


"I.. Iya.. " jawab istri dari Zhao Bu Heng segera.


Wushh!


Syuttt!


Kasim Bo meluncur dengan kecepatan tinggi di atas kepala singa besar dengan telapak tangan kanannya telah mengerahkan ilmu sinkang hawa panas yang langsung menghantam ke arah dahi dan mulut singa besar yang langsung ambruk di tanah oleh Kasim Bo.


Desss!


Bruakk!


"Kurang ajar siapa kau yang sudah berani sekali membunuh anak buahku dan membunuh singa besar peliharaan ku bahkan membebaskan istri dari Zhao Bu Heng yang menjadi tawananku?!" hardik Raja barbar sembilan matahari kembar yang sudah menggerakkan gergaji ditangannya untuk memotong-motong Zhao Bu Heng untuk membalas dendam atas kematian anak buahnya dan singa besar peliharaannya kepada pemuda tampan yang sudah menendang hancur pintu kandang singa besar peliharaannya.


Duk!

__ADS_1


Bruakk!


"Kau tak perlu tahu siapa Aku? Kau hanya perlu takut dirimu layak untuk ku cincang habis oleh gergaji ditanganmu sendiri. "desis Kasim Bo di dekat Raja barbar sembilan matahari kembar yang mengurungkan niatnya untuk memotong -motong Zhao Bu Heng dengan menggerakkan gergaji ditangannya kepada pemuda tampan di dekatnya itu.


Wuttzz!


Kasim Bo dengan sikap tenang menggerakkan kakinya ke arah tulang rusuk kiri Raja barbar sembilan matahari kembar dengan ilmu kaki gajah sakti yang membuat tulang rusuk kiri Raja barbar sembilan matahari kembar remuk.


Duk!


Krekk!


" Aduhh..! "jeritan memilukan bagi Raja barbar sembilan matahari kembar yang tak hanya tulang rusuk kirinya yang remuk tetapi juga kaki kanan dan kiri telah di potong oleh Kasim Bo menggunakan gergaji ditangannya yang telah di rebut paksa oleh Kasim Bo.


Crakk!


"Aduhhhh...! "


Raja barbar sembilan matahari kembar menjerit kesakitan karena kedua tangan dan pinggangnya telah dipotong oleh Kasim Bo yang tidak pernah berhenti di satu tempat ditubuhnya tetapi Kasim Bo sudah memotong kedua telinga, hidung dan mulut juga mencongkel kedua bola matanya dan terakhir adalah mencincang tubuhnya hingga jadi tak beraturan.


"Suamiku.. Kau tak apa-apa? " tanya istri dari Zhao Bu Heng yang sudah membesarkan Zhao Bu Heng di meja persembahan.


"Ya, Aku tak apa-apa. Bagaimana dengan dirimu, istriku? " Zhao Bu Heng segera memeriksa fisik istrinya dengan cemas sekali.


"Aku juga tak apa-apa karena pemuda tampan itu telah menyelamatkan diriku dengan tepat waktu." jawab istrinya yang memeluknya dan ia pun segera mengajak istrinya untuk sujud di depan Kasim Bo.


"Kasim Bo, terimakasih atas pertolongan yang telah kau berikan kepada kami." kata Zhao Bu Heng nada hormat kepada Kasim Bo yang telah menghilang dari pandangan sepasang mata pria ini ketika pria ini dan istrinya mengangkat wajah dan tatapan mata mereka.


"Eh, dia sudah pergi tanpa membiarkan kita ini untuk mengucapkan terimakasih kepadanya." kata istrinya dengan suara kagum dengan Kasim Bo yang sangat baik hati dan hebat itu kepada suaminya.


"Ya, dia benar-benar seorang pendekar sejati di seluruh dunia persilatan daratan besar." kata Zhao Bu Heng menatap istrinya dengan penuh cinta sebelum mereka pergi dari gunung Elang hitam dengan nada begitu memuja Kasim Bo.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2