Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Penemuan Lencana Tertinggi Di Dunia Persilatan Daratan Besar.


__ADS_3

Kasim Bo telah berhasil menyusul langkah Putri Yun Hui yang sudah lebih dahulu masuk ke salah satu dinding yang terdapat di dalam gua rahasia gunung sembilan Nirvana yang berada di daerah desa kecil di tepi sungai Kuning.Pemuda tampan ini melihat adanya sebuah peti jenazah kuno di bagian tengah-tengah ruangan yang dinding- dindingnya terdapat ukiran sebuah jalan yang berliku-liku.


"Peti jenazah siapakah yang berada di gua ini?" tanya Shi Lun penasaran dengan keberadaan peti jenazah tersebut.


"Entahlah." jawab Kasim Bo yang telah berjalan maju ke depan peti jenazah lalu mengitarinya ke segala sisi untuk mencari tahu identitas peti jenazah tersebut.


"Lihat ada sebuah tombol di bagian bawah peti jenazah ini."kata Putri Yun Hui yang berjongkok untuk mengamati setiap sisi peti jenazah dan ia tak sengaja menemukan adanya tombol di atas kayu peti jenazah tersebut yang berada tepat di bagian bawah peti jenazah.


Kasim Bo pun mengulurkan tangan lalu menekan tombol tersebut lalu tiba-tiba tutup peti jenazah terbuka dan terlihatlah jenazah seorang pria tua yang terbaring di dalamnya dan kedua tangan pria tua itu memegang sebuah lencana emas di dadanya.


"Ketua Dunia persilatan daratan besar Duan Yu rupanya mayatnya di sembunyikan di dalam gua ini."kata Kasim Bo yang telah melihat cincin giok putih di jempol kaki kanan mayat itu yang tidak tertutup sepatu.


"Cincin giok putih di jempol kaki kanannya itu adalah simbol kekuasaannya yang berpengaruh tinggi di seluruh negeri ini dibandingkan seluruh Kekaisaran Ming sekalipun." kata Shi Lun yang mengenali cincin giok putih itu.


"Ya, dan kita telah berhasil menemukannya agar bisa menundukkan seluruh tokoh-tokoh di dunia persilatan daratan besar yang memiliki perasaan iri hati terhadap kita dapat menjadi sadar dan mereka akan menjadi sahabat baik kita karena kita telah menyelamatkan mereka dari pengaruh racun perampas jiwa dan ingatan mereka dari Ratu Yun yang laknat itu." kata Kasim Bo yang tersenyum senang melihat penemuannya dan kedua temannya.


"Tuan Bo, musuh terkuat kita adalah gurumu dan putrinya yang menipumu sejak kamu diculik dan dibesarkan oleh mereka dari istana Kekaisaran Lin ketika Kekaisaran Lin diserbu oleh bangsa Bei yang akhirnya berhasil telah kamu kalahkan dengan cara jeniusmu yang melakukan aliansi dengan Kekaisaran Ming tertua di seluruh negeri ini." kata Putri Yun Hui memandang kagum dan bangga menjadi sahabat baik Kasim Bo.

__ADS_1


"Kekaisaran Ming akan segera jatuh ke tanganku setelah aku berhasil mendapatkan hati semua tokoh-tokoh seluruh dunia persilatan daratan besar di seluruh negeri ini melalui cincin giok putih dan lencana emas ukiran naga emas yang paling agung di seluruh negeri Ming berada di genggaman tanganku." kata Kasim Bo dengan senyuman kemenangan di bibirnya yang merah dan indah itu.


"Benar sekali, Tuan Bo. Tunggu apalagi mari kita keluar dari tempat ini dan hancurkan musuh - musuh kita di istana Kerajaan Yun agar kita bisa secepatnya mengadakan pertemuan agung di puncak gunung Hoa San dengan mengundang para tokoh-tokoh dunia persilatan daratan besar ke sana."kata Shi Lun yang mengagumi Kasim Bo yang cerdas sebagai sahabat sejatinya.


" Ya, Shi Lun.Tapi aku harus melakukan satu hal yang paling penting terlebih dahulu di sini yaitu terhadap dinding di depan kita itu dan kita harus menghancurkannya agar tak ada seorangpun yang dapat mengetahui keberadaan mayat dari Ketua dunia persilatan daratan besar Duan Yu dan rahasianya pun dapat tertutup rapat untuk selamanya."kata Kasim Bo nada serius kepada Shi Lun sambil menatap tajam ke arah ukiran- ukiran yang menggambarkan jalan berliku-liku di dinding-dinding ruangan tempat jenazah Ketua dunia persilatan daratan besar Duan Yu berada.


"Apakah kau ingin menghafal ukiran-ukiran itu di otakmu?" tanya Putri Yun Hui tersenyum manis kepada Kasim Bo yang fokus pada dinding- dinding di depan sepasang matanya saat gadis itu berdiri di samping kanan pemuda tampan itu


"Ya." jawab Kasim Bo nada tenang namun tegas sekali.


Kasim Bo dapat melihat tiap ukiran-ukiran pada dinding- dinding dapat berubah sewaktu-waktu sesuai penglihatan dan pengamatannya yang tajam lalu senyumnya melebar bahagia setelah mengetahui bahwa ukiran-ukiran tersebut ialah ilmu tertinggi di dunia persilatan daratan besar yang diciptakan oleh Ketua dunia persilatan daratan besar Duan Yu untuk penerusnya yang berjodoh untuk menjadi Ketua dunia persilatan daratan besar baru.


Kasim Bo juga menggunakan otaknya yang luar biasa jenius menggambarkan dirinya sendiri yang belajar ilmu silat sembilan Nirvana dengan gerakan sesuai ukiran-ukiran tersebut dengan cara pemuda tampan ini memejamkan sepasang matanya.


"Lentera Naga Langit Ming adalah pusat seluruh ilmu keabadian yang harus dimiliki oleh pewaris seluruh ilmu kesaktianku untuk menguasai ilmu silat sembilan Nirvana yang merupakan ilmu silat tertinggi di dunia ini." baca Kasim Bo yang menggunakan otaknya untuk memecahkan teka- teki lengkungan di ukiran-ukiran tersebut.


Shi Lun memerhatikan sahabatnya tanpa berani untuk bicara dengan sahabatnya agar ia tidak mengganggu ketenangan dan konsentrasi dari sahabatnya itu.Putri Yun Hui memilih untuk cari bahan makanan dan minuman juga kayu bakar di luar gua untuk mereka bertiga di atas puncak gunung sembilan Nirvana.

__ADS_1


"Mmmm, ada kelinci gemuk di dalam hutan sisi kanan gua ini untuk makan malam kami." kata gadis manis ini dengan senyuman cerianya lalu melesatlah gadis itu ke dalam hutan.


Weezzz!


Kelinci gemuk yang sedang asyik makan rumput terkena serangan batu kerikil yang di sentil oleh tangan kecil Putri Yun Hui hingga kelinci gemuk itu terkapar di rumput dengan kepala pecah.


"Aku harus mencari makanan lain lagi untuk Bo Hai dan Shi Lun juga minum untuk kami bertiga." kata Putri Yun Hui tersenyum manis seorang diri untuk menyemangati dirinya sendiri.


Gadis manis ini kembali menyelusuri hutan yang sangat lebat dan gelap gulita itu dengan berani sekali. Ia semakin tersenyum lebar saat melihat ada sepasang kijang berlari di tepi sungai yang airnya mengalir dari puncak gunung sembilan Nirvana ke sungai Kuning yang terdapat di kaki gunung ini.


"Kena kalian berdua untuk santapan kedua orang temanku." kata Putri Yun Hui tersenyum lebar ketika jari tangannya telah menyentil ke arah dua ekor kijang itu hingga kepala sepasang kijang itu pecah.


Dan, ketika gadis itu ingin mengambil dua ekor kijang dari rumput dekat tepi sungai yang airnya sangat jernih itu tiba-tiba sebuah serangan dari arah timur hutan itu datang kepada gadis manis itu yang membuat gadis itu memekik kaget dan jatuh pingsan di rumput dengan kedua kijang dan kelinci di kedua tangannya juga terjatuh ke atas rumput.


"Bawa gadis laknat ini pulang ke istana kita dan Aku akan menjadikannya sebagai kelemahan Bo Hai untuk aku bisa membunuh bocah tak tahu diri itu yang telah berani untuk menentang dan mengacaukan rencana besar ku." suara penuh kebencian terdengar dari seorang pria kemayu yang wajahnya tertutup topeng kulit kepada pria muda yang wajahnya bopeng dengan nadanya seperti memerintah.


"Baik, Tuan.Hamba akan melaksanakan perintah dari Anda." jawab pria muda wajahnya bopeng yang bernama Huo Jian dengan sikap hormat pada pria kemayu memakai topeng kulit di sisi kirinya sambil mengangkat tubuh Putri Yun Hui dari rumput lalu melesat cepat meninggalkan hutan di tengah kegelapan malam.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2