Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Rintangan Perjalanan Kembali Ke Kerajaan Yun.


__ADS_3

Kasim Bo, Putri Yun Hui dan Shi Lun telah keluar dari markas besar sekte bunga Yue yang berada di puncak pegunungan Yue namun di tengah jalan mereka dihadang oleh sepasang pria kerdil yang berasal dari pegunungan Hu.


"Aku tidak takut terhadap siapapun di seluruh dunia persilatan daratan besar."kata Kasim Bo usai mengalahkan dan membunuh kedua orang utusan dari Ketua Sekte Gunung Hu yang ingin merebut peta dunia persilatan daratan besar dari tangan Kasim Bo di kaki gunung Yue.


" Sebaiknya peta dunia persilatan daratan besar di musnahkan saja jika kamu sudah hapal isinya di otakmu yang cerdas."usul dari Putri Yun Hui.


"Ya,kau benar sekali, Yun Hui." kata Kasim Bo.


Kasim Bo menghancurkan peta tersebut dengan satu kali remas di genggaman tangannya yang menggunakan ilmu sinkang hawa panas yang sangat panas sekali sehingga peta menjadi debu seketika itu juga.


Kresss!


Lalu mereka bertiga berkelebatan dengan cepat menuju ke arah timur untuk mempercepat misi mereka untuk kembali ke Kerajaan Yun dengan menyelusuri wilayah pegunungan tak bertuan di wilayah luar Kerajaan Yun.


"Apakah kau yakin bahwa Selir Mi dan putranya yang masih bayi melarikan diri dari istana kalian di Kerajaan Yun ke gunung ini?" tanya Kasim Bo tanpa menoleh kepada Putri Yun Hui yang berdiri di sisi kanannya ketika mereka telah berada di desa luar gunung tak bertuan.


"Ya, aku mendapatkan informasi tersebut dari salah satu pengasuh bayinya sebelum pengasuh bayinya itu meninggal dunia akibat serangan dari gurumu si Iblis Muka Kuda Hitam gunung awan putih." Jawab Putri Yun Hui yang menatap lurus ke arah puncak gunung tak bertuan yang berada di depan sepasang mata mereka bertiga.


"Baiklah, mari kita lanjutkan perjalanan kita ke puncak gunung tak bertuan untuk mencari dan menemukan Selir Mi dan bayinya juga semoga ku dapat jumpa dengan Ming Yue untuk aku bisa memenuhi janjiku padamu yakni memotong dan membawa kepala gadis pengkhianat itu kepada kau, Putri Yun Hui." kata Kasim Bo dengan sikap penuh wibawa sekali kepada Putri Yun Hui.


Mereka bertiga melesat cepat mendaki gunung tak bertuan sehingga mereka dapat sampai ke puncak gunung tak bertuan dalam waktu tiga hari satu malam saja.


Namun setibanya mereka bertiga di atas puncak gunung tak bertuan muncullah sejumlah besar pasukan merah yang mengawal seorang wanita muda yang menggendong bayi laki-laki di depan mereka dengan sikap agung sekali.


"Paduka Selir Mi. " sapa Putri Yun Hui yang telah mengenali ibu tirinya yang telah berdiri di depan sepasang matanya.

__ADS_1


"Yun Hui, kau berhasil menemukan kami disini." kata Selir Mi nada terharu melihat kedatangan putri tirinya ke puncak gunung tak bertuan.


"Iya, Ibu Selir Mi. Aku datang ke puncak gunung tak bertuan muncullah bersama dengan Kasim Bo dan temannya."kata Putri Yun Hui nada sopan kepada ibu tirinya.


Selir Mi mengamati Kasim Bo dan Shi Lun yang berdiri di kanan dan kiri Putri Yun Hui dengan tatapan mata menyelidik yang sangat jelas oleh sepasang mata tajam Kasim Bo dan Shi Lun.


" Wanita penipu busuk berani menipu kami untuk mendapatkan apa yang diperintahkan oleh pria tua bau seperti Jiang Kung Bai manusia paling licik di seluruh dunia persilatan daratan besar." kata Kasim Bo nada tajam kepada Selir Mi palsu di hadapannya.


Putri Yun Hui segera mundur dengan cepat ke dekat Kasim Bo dan Shi Lun begitu wanita muda dan bayi berubah menjadi seorang pria wajah seram dan sebatang tongkat warna hitam yang kepalanya adalah tempurung kepala mayat bayi yang diawetkan.


"Hahaha Bo Hai kau memang seorang pemuda yang sangat cerdas sehingga kau dapat tahu aku dengan benar karena itu kau harus berlutut di hadapanku dengan menyebut dirimu sebagai budakku dan serahkan nyawamu kepadaku atas hancurnya peta dunia persilatan daratan besar yang telah kau dapatkan dari goa markas besar sekte bunga Yue..!" hardik pria yang berjuluk Raja Pegunungan Gelang Ungu yang mendapat tugas untuk membunuh Kasim Bo dari Ratu Yun di tengah perjalanan Kasim Bo ke Kerajaan Yun.


"Cih, pengecut kau..! Ayo majulah bersama para pasukanmu yang tak kalah pengecut dengan kuda Nil tak ada giginya..! " ejek Kasim Bo pada Raja Pegunungan Gelang Ungu yang wajahnya sudah merah padam karena marah karena di ejek olehnya.


"Laknat kau bocah..! Semua habisi mereka..! " seru Raja Pegunungan gelang Ungu kepada para pasukannya.


Wutttzz!


Trang!


Trang!


Trang!


Kasim Bo sudah menggerakkan pedangnya ke segala penjuru arah para pasukan musuhnya yang mengarahkan pedang ke arah dirinya dan kedua orang temannya.

__ADS_1


Para pasukan Raja Pegunungan gelang Ungu di sekitar Kasim Bo terkejut dengan pedang milik mereka semua telah patah oleh benturan ujung pedang di tangan Kasim Bo lalu telapak tangan kanan Kasim Bo telah menghantam dahi mereka hingga kepala mereka remuk oleh ilmu sinkang hawa panas.


Desss!


Bruakk!


Raja Pegunungan gelang Ungu kaget sekali lihat para pasukannya telah tewas terbunuh dalam satu kali serangan-serangan balik dari Kasim Bo di depannya.


"Laknat kau bocah setan..!" hardik pria ganas ini yang telah menyerang dengan pedang di tangan kanan ke arah tenggorokan Kasim Bo dan jari tengahnya di tangan kiri mengincar bagian lain di tubuh Kasim Bo.


Wutttzz!


Kasim Bo menggerakkan kakinya yang telah ia kerahkan ilmu sinkang kaki gajah sakti ke arah pedang di tangan Raja Pegunungan gelang Ungu dan tangannya telah menyentil lepas jari tengah di tangan kiri musuhnya sampai musuhnya ini terkejut dengan kecepatan geraknya.


Duk!


Crash!


"Aduuuuhhh! " pekik Raja Pegunungan gelang Ungu yang tangan kiri telah putus oleh Kasim Bo dan Shi Lun dengan cekatan telah merampas pedangnya yang terlepas dari genggamannya di saat Kasim Bo menendang pedangnya dan Shi Lun telah menggunakan pedangnya ini untuk Shi Lun dapat memotong kepalanya.


Crakk!


Putri Yun Hui bersorak gembira melihat musuh di depan sepasang matanya telah dibunuh oleh Kasim Bo dan Shi Lun bahkan tongkat berkepala tempurung kepala mayat bayi telah berhasil di rampas oleh Kasim Bo dengan mudahnya dari wakil dari Raja Pegunungan gelang Ungu yang ikut serta dalam menyerang mereka bertiga.


"Hebat kalian berdua berhasil mengalahkannya dan wakilnya..!" sorak Putri Yun Hui.

__ADS_1


"Tongkat ini adalah pusaka Kerajaan Yun yang telah lama hilang dari ruang penyimpanan harta karun istana Kerajaan Yun." kata Kasim Bo yang mengenali senjata pusaka milik Raja Kerajaan Yun yang pertama yakni Raja Yun Fang Yu yang telah wafat pada tahun kelima berdirinya pusat pemerintahan sah di wilayah-wilayah di sekitar Kerajaan Yun.


Bersambung!


__ADS_2