Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Rumah Singgah Wang Yi..


__ADS_3

Dugaan Shi Lun ternyata benar sekali usai Shi Lun melihat Kasim Bo melesat dengan luar biasa cepat bak sinar kilat di malam hari menuju ke arah rumah singgah Wang Yi yang terletak di tepi jalan kota kecil sembilan cahaya.Dan,setibanya Kasim Bo di sana. Pemuda ini melemparkan tiga jarum bening ke dalam ruangan rumah singgah Wang Yi dan langsung mengenai tubuh belakang Pangeran muda Yun Hwa.


Bruakk!


"Ehhh.. Pangeran muda Yun Hw.Ada apa dengan kamu?" tanya Cing Cing terkejut melihat pemuda bangsawan Kerajaan Yun ini tiba- tiba terkapar di lantai dan ia segera melihat Shi Lun membantai seluruh anak buah Pangeran muda Yun Hwa di seluruh rumah ini.


"Nona Cing Cing,aku ingin kau menunjukkan arah ke tempat penyekapan Putri Yun Hui jika kamu masih ingin hidup lebih lama lagi." kata Shi Lun di depan Cing Cing dengan pedang tipis yang di tangan pemuda ini di hunuskan ke leher Cing Cing.


"Baiklah, Tuan Shi." kata Cing Cing mematuhi Shi Lun setelah gadis itu melihat kehadiran Kasim Bo di salah satu kamar di rumah singgah Wang Yi.


Cing Cing pun memandu jalan kedua pemuda ini ke arah barat kamar tidur di rumah singgah Wang Yi yang terdapat sebuah jalan yang sangat sempit dan berliku-liku serta tertutup pepohonan yang saling berhadapan dan berbaris rapat- rapat.


"Hutan bambu bunga kejora Merah." kata Shi Lun yang telah mengenali hutan tersebut dengan luar biasa baik sambil berjalan di belakang Cing Cing yang mengikuti langkah sepasang sepatu kulit mahal warna putih yang dipakai oleh Kasim Bo di saat itu.


"Ya, berhati-hatilah dengan ular- ular tanah yang bersembunyi di dalam tanah di sekitar hutan ini." kata Kasim Bo yang telah menyiapkan seruling bambu untuk menghalau serangan-serangan dari ular- ular tanah yang muncul bermunculan dari dalam tanah ke permukaan tanah di depan jalan mereka.


Seruling bambu mengalunkan melodi yang indah namun mematikan bagi ular-ular tanah di depan jalan mereka yang langsung meledak dan hancur berkeping-keping oleh alunan melodi kematian yang dimainkan oleh Kasim Bo dengan seruling bambu itu.


"Astaga ular-ular tanah saja sampai hancur oleh alunan melodi Kasim Bo apalagi manusia seperti ku." batin Cing Cing yang terkejut dan merasakan ketakutan luar biasa terhadap Kasim Bo yang di ketahui olehnya berwatak aneh dan kejam sekali terhadap musuh.


"Di depan jalan sana ada kubangan rawa hidup yang menghadang jalan ke belokan hutan ini ke arah pintu masuk ke Ibukota Kerajaan Yun atau lebih tepatnya menara tempat penyekapan Putri Yun Hui berada." kata Shi Lun yang telah melihat adanya rawa hidup di depan jalan mereka usai mereka melewati rintangan ular-ular tanah yang telah dihancurkan oleh Kasim Bo.


"Iya." kata Kasim Bo nada singkat sekali.

__ADS_1


Shi Lun menggerakkan ujung lengan pakaiannya ke arah pepohonan di sisi kiri mereka dengan ilmu sinkang daun melambai sehingga pemuda ini berhasil meruntuhkan pepohonan itu yang kini jatuh di atas rawa hidup untuk dijadikan sebagai jembatan penyeberangan bagi mereka.


Wutttzzz!


Weeeeer!


Bruakk!!


Kasim Bo meluncur dengan kecepatan tinggi ke seberang rawa hidup atau lebih tepatnya ke jalan berbelok di dalam hutan bambu bunga kejora Merah Muda dengan tangannya menenteng Cing Cing dengan seenaknya saja.


"Heiii..Kasim Bo.. Aku bukan karung goni yang mau jinjing seperti itu..!" teriak Cing Cing ngeri lihat cara pemuda ini membawanya.


"Kau memang bukan karung goni baginya tapi kamu ini di anggap sebagai bantal tidurnya yang empuk." kata Shi Lun terkekeh melihat gadis itu ketakutan sekali akan jatuh ke rawa hidup saat Kasim Bo membawa gadis itu bersama pemuda aneh itu ke jalan lainnya ke dalam hutan bambu bunga kejora Merah Muda yang kini terlihat ada sebuah pemukiman penduduk yang tinggal di dalam hutan tersebut.


Dan,benarnya karena tak lama kemudian muncul seorang pria bertubuh kekar dengan sejumlah pasukan yang semuanya memakai topeng kulit berlambang rubah hitam dengan sikap sangar kepada Kasim Bo.


"Kakek Luo Ge Ming tolonglah aku..!" teriak Cing Cing yang segera meminta pertolongan kepada salah satu dari teman Kakeknya setelah gadis itu melihat adanya orang-orang yang dikenalinya itu.


"Bocah, sebaiknya kamu lepaskan gadis itu jika kamu ingin nyawa selamat dari ujung tombak di tanganku ini..!" hardik Luo Ge Ming yang dikenal sebagai wakil ketua sekte Rubah Hutan bambu bunga kejora Merah Muda yang menjadi salah satu dari pelindung kiri Ratu Yun musuh besar dari Kasim Bo.


"Cihhh! Aku Kasim Bo tidak akan pernah takut pada siapapun itu termsuk kepadamu, kakek gila yang tak tahu diri...!" balas Kasim Bo yang malah melemparkan gadis itu ke belakang Shi Lun yang membuat gadis itu benar-benar jatuh tenggelam ke rawa hidup olehnya.


"Arghhhh..! " pekik memilukan Cing Cing yang tewas di telan rawa hidup secara hidup- hidup.

__ADS_1


Luo Ge Ming dan pasukannya terperanjat kaget lihat kekejian Kasim Bo yang benar-benar bunuh cucu perempuan dari Ketua Sekte Rubah Hutan Bambu Bunga Kejora Merah Muda begitu saja di depan mereka yang menjadi anggota sekte itu sendiri.


"Laknat kau bocah lihat pembalasanku..!" hardik Luo Ge Ming yang sudah melontarkan tomba di tangannya ke arah Kasim Bo dengan kecepatan tinggi dan pasukannya pun melesat cepat untuk membantunya untuk menghadapi Kasim Bo.


Weer!


Trangg!


Kasim Bo menangkis serangan-serangan Luo Ge Ming dan pasukan sekte rubah hutan bambu bunga kejora Merah muda dengan ujung seruling bambu di tangannya dan akibatnya adalah ujung tombak dan pedang yang di tangan pasukan sekte rubah hutan bambu bunga kejora Merah muda berbalik arah ke arah pemiliknya sendiri.


Werrr!


"Heiii..!" pekik Luo Ge Ming dan pasukan sekte rubah hutan bambu bunga kejora Merah muda terkejut ketika mereka melihat tombak dan juga pedang mereka kini berbalik ke arah mereka dan tak bisa di raih oleh mereka karena Kasim Bo telah meluncur dengan ujung seruling bambu di tangan kanannya memukul hancur berkeping- keping senjata mereka dan pedang tipis milik Shi Lun telah menebas leher dan tubuh mereka dari arah samping mereka.


Crangg!


Wuttzzz!


Crakkk!


Crakkk!


Lalu Kasim Bo dan Shi Lun meluncur dengan luar biasa cepat menuju ke bangunan menara yang telah terlihat dari pemukiman penduduk di desa ini untuk menyelamatkan Putri Yun Hui terlebih dahulu sebelum mereka menuju ke arah istana Kerajaan Yun untuk menyelesaikan misi mereka di Kerajaan Yun.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2