Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Perjalanan Ke Kota Chen an Utara bagian 3.


__ADS_3

Di jalan berikutnya mereka kembali jumpa para musuh yang menghadang jalan mereka di hutan yang tidak ada pohon sama sekali atau di kenal sebagai hutan gundul.


"Kalian para penghuni hutan gundul kah?" tanya Shi Lun nada tenang kepada dua puluh lima pria memakai sorban di kepala dan membawa golok di tangan dengan tatapan mata para pria itu luar biasa bengis.


"Ya, kami adalah para anggota sekte harimau hitam gunung batu tulis." jawab pimpinan dari dua puluh lima orang itu dengan nada dingin.


"Oh,dua puluh lima ekor landak bau rupanya." kata Li Hong Yi nada menghina kepada pimpinan dari sekte harimau hitam gunung batu tulis yang berada di depan mereka.


Singgg!


Golok di tangan pimpinan dari sekte harimau hitam gunung batu tulis mengacungkan golok di tangannya kepada Li Hong Yi yang tahu bahwa ia ditantang untuk menghadapi pimpinan dari sekte harimau hitam gunung batu tulis itu.


"Kau ingin mencoba untuk menguji kepandaian ilmu silatku.." ucap Li Hong Yi menyeringai.


"Ya, Aku akan membuatmu menangis darah dan sujud kepadaku." jawab pimpinan dari sekte harimau hitam gunung batu tulis yang telah maju dan menyerang Li Hong Yi dengan golok yang berkelebatan di depan Li Hong Yi.


Wuungg!


Li Hong Yi memerintahkan kedua orang kekasih mundur ke belakang untuk berdiri di dekat para sahabatnya sedangkan dia maju dengan ranting di tangannya itu menangkis serangan-serangan golok di tangan pimpinan dari sekte harimau hitam gunung batu tulis di depannya.


Trang!


Trang!


Trang!


Trang!


Kasim Bo meminta para sahabatnya untuk diam di dekat gadis-gadis yang harus dilindungi oleh para sahabat prianya sedangkan dirinya maju untuk menghadapi dua puluh empat anggota sekte harimau hitam gunung batu tulis di depan mereka.


Wuttttzzzz!

__ADS_1


Dua puluh empat golok di tangan para anggota sekte harimau hitam gunung batu tulis telah menyerang ke arah sepasang matanya dengan ancaman yang berbahaya baginya namun ia bisa menangkis serangan-serangan tersebut dengan kipas lipatnya berkelebatan dan meruntuhkan golok-golok itu.


Wettzz!


Crangg!


"Aiya..! " pekik para anggota sekte harimau hitam gunung batu tulis yang telah kehilangan golok mereka dan sekarang kipas lipat di tangan Kasim Bo telah menerjang dan memotong leher mereka semua.


Wettz!


Crakkkk!


Crakkkk!


Kasim Bo sudah berdiri di dekat para sahabat di dekat para gadis cantik jelita yang menjadi para sahabatnya juga dan ia yang menyadari bahwa Putri Yun Hui mendekatinya untuk meraih jemari tangannya itu segera pindah tempat dengan Shi Lun.


"Ehh.. "


Li Hong Yi menggerakkan rantingnya yang telah mengurung sinar golok di tangan pimpinan dari sekte harimau hitam gunung batu tulis yang lihai sehingga ia dapat membendung gerakan golok yang ingin menebas tangannya.


Wuutttttzzz!


Betttzz!


Golok di tangan pimpinan dari sekte harimau hitam gunung batu tulis mencari jalan untuk bisa menebas leher Li Hong Yi namun ranting yang di gunakan oleh Li Hong Yi begitu lincah sehingga ia tidak pernah bisa menyentuh leher Li Hong Yi.


Trakkk!


Trakkk!


Li Hong Yi meliuk-liuk dengan kegesitan gerakan tubuhnya yang menggunakan ilmu ginkang naga merayap di tanah sekte Hoa San Pai yang telah disertai oleh rantingnya itu membentuk bunga di udara telah membuat golok di tangan pimpinan dari sekte harimau hitam gunung batu terbang ke udara dan jatuh dengan tepat sekali di kepala pimpinan dari sekte harimau hitam gunung batu tulis.

__ADS_1


Jlebb!!


"Baiklah, mari kita teruskan perjalanan kita ke arah timur laut dari gunung batu tulis." kata Li Hong Yi menoleh kepada kedua orang kekasih di belakangnya lalu menggandeng tangan kedua orang kekasihnya untuk berjalan bersama-sama dengannya.


Awan mulai menggelap yang menandakan langit akan turun hujan deras maka mereka mencari tempat berlindung di sebuah gua yang berhasil di temukan oleh mereka di gunung batu tulis atau lebih tepatnya di hutan gundul itu.


"Aduh perutku lapar.. " keluh Chou Cie yang telah duduk di atas tumpukan jerami.


"Ya, kau carilah makanan dan minuman untuk kita semua makan siang di tempat ini." kata Shi Lun merangkul sahabatnya.


"Ah, kau lihat hutan gundul ini sama sekali tidak ada yang bisa kita jadikan makanan." kata Chou Cie lesu.


"Ada sungai yang mengalir di bagian barat laut di hutan gundul ini dari arah timur laut di tempat kita saat ini, dan Aku yakin bahwa disana ada ikan untuk sumber makanan kita." kata Kasim Bo yang telah mendengar suara air mengalir dari tempat mereka berada di gua hutan gundul.


"Kalau begitu siapa yang akan pergi ke sungai itu untuk mendapatkan ikan?" tanya Shi Lun yang menatap Kasim Bo.


"Yang kelaparan saja yang pergi ke sungai itu." jawab Kasim Bo yang memilih untuk berbaring di atas tumpukan jerami kering lalu tidur pulas di sana.


Putri Yun Hui mendekatinya dan menaruh kepala di dadanya sampai ia melompat bangun seperti di sengat lebah saja lalu Ia lebih memilih untuk pergi ke sungai dengan ilmu ginkang walet emas yang membuat tubuhnya seringan daun tertiup angin.


Brrrr!


"Putri Yun Hui, kau harus sabar untuk mencapai tujuan hidupmu jika kamu ingin mendapatkan saudara kembarku itu."nasehat dari Li Hong Yi.


" Ya,dia itu seorang pria sudah dikebiri untuk apa kamu begitu menginginkannya? "tanya Putri Mung Fan mengangkat bahu karena heran pada Putri Yun Hui yang begitu mengejar Kasim Bo.


" Aku tidak peduli dia sudah di kebiri atau belum di kebiri karena aku mencintainya tanpa aku bisa menyadari bahwa rasa di hatiku datang begitu saja sejak ia menyelamatkan diriku di istana ku di Kerajaan Yun."kata Putri Yun Hui dengan nada serius dan tulus.


"Putri Yun Hui, Aku sebagai saudara kembarnya bisa melihat ketulusan hatimu kepada saudara kembarku itu, dan Aku akan memberitahu kamu tentang satu hal yang menjadi rahasianya dari para kaum wanita yang ingin mendekatinya pada kamu jika waktunya sudah tepat." kata Li Hong Yi menatap gadis cantik jelita yang mencintai saudara kembarnya itu.


"Jangan bilang kalau dia telah sakit hati kepada wanita yang pernah membuatnya jatuh cinta dan meninggalkannya sehingga ia menjadi seorang Kasim di istana ku." kata Putri Yun Hui muram di depan Li Hong Yi yang memutar sepasang bola matanya setelah mendengar ucapan berlebihan dari Putri Yun Hui tentang saudara kembarnya.

__ADS_1


Bersambung!


__ADS_2