Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Gunung Yue Bagian Dua.


__ADS_3

Kasim Bo menatap bengis wanita cantik yang di kenal sebagai Ketua sekte bunga Yue yang telah berdiri di depannya dengan menatapnya begitu membenci dirinya dan disamping wanita itu ada seorang gadis remaja yang cantik jelita berbaju hijau yang memegangi tongkat warna hijau pula.


"Bo Hai, akhirnya kamu berani untuk mendatangi markas besar sekte bunga Yue dan menemuiku Ketua sekte bunga Yue." kata Ketua sekte bunga Yue yang bernama Yue Niang dengan seringai di bibirnya yang berwarna hitam seperti arang.


"Wanita iblis kau pikir aku tidak pernah tahu kau adalah selir busuk Ayahanda- ku yang memiliki niat busuk sejak awal kamu masuk ke dalam kehidupan kami sekeluarga di istana Kekaisaran Lin yang menyebabkan runtuhnya Kekaisaran Lin yang Agung dan sekarang tiba masanya kau dan murid mu itu menerima hukuman mati dariku Bo Hai.." kata Kasim Bo nada bengis kepada Ketua sekte bunga Yue yang sudah mengeluarkan dua buah senjata andalan untuk menghadapi Kasim Bo.


Singg!


Singg!


"Cih! Kau tak perlu banyak bicara lagi denganku mari kita buktikan saja siapa diantara kita yang akan mati di ujung senjata andalan kita berdua! Aku atau kau wanita munafik..!" tantang Kasim Bo nada luar biasa bengis kepada Ketua sekte bunga Yue yang melesat dengan kecepatan yang luar biasa tinggi ke arahnya dengan kedua buah senjata andalan dari wanita itu menyerang ke arah Kasim Bo.


Wutttzz!!


Kasim Bo menangkis serangan-serangan kedua buah senjata andalan dari Ketua sekte bunga Yue yang berupa pencil dan kuas dengan ranting di tangan kanan dan pedang penakluk langit dan bumi di tangan kiri.


Trang!


Kasim Bo merasakan getaran yang hebat saat ia mengadu tenaga melalui kedua buah senjatanya dengan kedua buah senjata andalan dari Ketua sekte bunga Yue yang mengandung hawa sakti yang luar biasa kuatnya.

__ADS_1


Gadis cantik jelita berbaju hijau yang bernama Lin Yun Erl telah menerjang maju ke arah Kasim Bo untuk membantu Ketua sekte bunga Yue dari arah kanan Kasim Bo yang terlihat kosong dan mudah untuk diserang oleh murid terkasih dari Ketua sekte bunga Yue ini.


Wutttzz!


Plakk!


"Eii..!Siapa kau yang sudah berani untuk campuri urusan kami dengan laki-laki muda busuk itu?!" hardik Lin Yun Erl yang terkejut dengan hadirnya seorang gadis yang jauh lebih cantik jelita dan manis telah menghadapinya dengan pedang di tangan kanan gadis yang baru datang itu.


"Putri Yun Hui kenapa kamu bisa datang ke sini?" tanya Kasim Bo nada halus begitu mengenali gadis yang telah menolongnya itu.


"Aku datang ke sini bukan untuk menolongmu, Bo Hai. Aku datang untuk membuat perhitungan dengan mereka yang sudah membunuh ayahku di Istana Kerajaan Yun dan menjadikan Ratu Yun sialan itu menjadi penguasa baru Kerajaan Yun kami.." kata Putri Yun Hui nada Ketus kepada Kasim Bo yang menghadapi Ketua sekte bunga Yue di sisi kiri gadis manis ini.


"Ehh!? " suara Shi Lin yang terkejut dengan kabar tersebut dari Putri Yun Hui.


"Hmm, Yun Hui kau jangan khawatir karena Aku pasti akan membantumu untuk menghabisinya untuk membalaskan dendammu karena aku pun mempunyai sakit hati dan dendam kepada Ratu Yun dan ayahnya yakni guruku sendiri." kata Bo Hai nada serius kepada Yun Hui.


"Aku tak percaya pada orang sepertimu." kata Putri Yun Hui nada tajam kepada Kasim Bo yang menghadapi Ketua sekte bunga Yue dengan ilmu silat yang amat hebat sekali sehingga ia mau tak mau merasakan kekaguman luar biasa terhadap Kasim Bo.


"Kau harus percaya kepadaku karena hanya Aku seorang yang sanggup untuk menghabisi kedua orang di istana Kerajaan Yun." kata Kasim Bo.

__ADS_1


"Aku mana mungkin mau percaya padamu yang sudah begitu bodoh mempercayai Ming Yue si gadis yang menjadi cinta pertamamu itu." kata Putri Yun Hui melirik kesal kepada pemuda yang telah membuatnya jatuh cinta sejak awal ia tahu bahwa Kasim Bo bukanlah seorang Kasim sejati melainkan seorang pendekar tulen yang hanya berpura-pura menjadi Kasim untuk mencari tahu kebenaran tentang jati diri dan permasalahan yang ada di dalam hidup pemuda ini dan dunia persilatan daratan besar yang menjadi tanggung jawab dari Raja Dewa Naga Timur yang tampan ini.


"Emm,ya, ya.. Aku minta maaf kepadamu karena Aku sudah salah menilai seseorang yang telah lama membodohi Aku dengan kecantikan palsu dan kepolosan yang dibuat-buat untuk menipu seorang pria sepertiku tapi dia takkan pernah bisa menjadi seseorang yang layak untuk hidup bersamaku setelah kemenangan yang akan ku raih dapat ku miliki dengan semestinya setelah perjuangan ku mencapai keberhasilan yang luar biasa sempurna." kata Kasim Bo yang pedang di tangan kirinya telah merobek kulit dan daging di perut Ketua sekte bunga Yue.


Kressss!


"Aku akan memaafkan dirimu asalkan kamu bisa membawakan kepala Ming Yue kehadapanku." kata Putri Yun Hui yang juga telah menggunakan pedang memotong Lin Yun Erl yang menyerang ke arah samping kanan gadis Kerajaan Yun itu.


Crakk!


"Baik.Aku berjanji akan membawakan kepala Ming Yue kehadapanmu,Yun Hui." kata Kasim Bo nada bersungguh-sungguh kepada Putri Yun Hui dib depannya dengan senyuman menawan hati sehingga gadis cantik jelita dihadapannya harus menundukkan wajah untuk menghindari cahaya keindahan dari wajahnya yang sangat tampan.


"Tuan Bo,tapi dimana kamu bisa menemukan Ming Yue dan memotong kepalanya untuk kamu berikan kepada Putri Yun Hui untuk janjimu itu?" tanya Shi Lun nada serius kepada Kasim Bo.


"Di perjalanan menuju ke Kerajaan Yun pastinya sambil Aku mencari tahu keberadaan Selir Mi dan putranya." jawab Kasim Bo nada tenang luar biasa kepada Shi Lun yang mempercayai Kasim Bo dengan sepenuh hati pria muda ini.


"Bo Hai,cobalah kau lihat gambar di kulit mayat Lin Yun Erl." kata Putri Yun Hui yang tatapannya tertuju pada kulit perut Lin Yun Erl yang terdapat lukisan seperti sebuah peta dunia persilatan.


"Hei, ada orang sinting yang melukis peta dunia persilatan daratan besar di perut manusia biasa dan hanya bisa mendapatkannya dengan cara membunuh manusia itu sendiri." kata Kasim Bo yang bersimpuh di lantai memperhatikan peta dunia persilatan daratan besar di kulit perut Lin Yun Erl yang telah di robek oleh pedang Yun Hui untuk diambil dan diperlihatkan kepadanya.

__ADS_1


"Ya,kau keringkan darahnya lalu kau cuci bersih dan jemur di bawah terik matahari pagi untuk kau bisa membaca dan mempelajari ilmu yang terdapat di peta dunia persilatan daratan besar ini." kata Putri Yun Hui tersenyum lembut kepada Kasim Bo yang menatap peta dunia persilatan daratan besar di tangan gadis itu dengan serius sekali.


Bersambung!


__ADS_2