Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Beraliansi Dengan Kaisar Ming.


__ADS_3

Sesudah Kasim Bo menghancurkan walikota di kota petir hitam di salah satu dari daerah dalam wilayah Kekaisaran Ming datanglah sejumlah besar pasukan khusus dari Kaisar Ming yang di pimpin langsung oleh seorang Jenderal wanita bernama Ming Khu Yen yang juga merupakan salah satu dari anggota keluarga pribadi Kaisar Ming di pintu keluar dari kota tersebut.


"Kasim Bo, kami dari pihak istana Kekaisaran Ming ingin mengundang kamu dan teman- temanmu ke istana kami untuk bertemu dengan Kaisar Ming di sana." kata Jenderal wanita Ming Khu Yen nada hormat kepada Kasim Bo.


"Baik." jawab Kasim Bo nada tegas.


Jenderal wanita itu mempersilahkan Kasim Bo untuk menunggangi kuda besar warna hitam dan gagah untuk transportasi Kasim Bo maka Kasim Bo dengan sikap sopan menerima tawaran yang nyaman untuk perjalanannya menuju ke Ibukota Kekaisaran Ming dengan mudah.


"Mari kita segera berangkat ke Ibukota.. " kata Shi Lun dan teman-teman seperjuangannya yang juga sudah berada di punggung kuda lainnya di sekitar kuda hitam yang ditunggangi oleh Kasim Bo.


Jenderal wanita itu memimpin pasukan-pasukan di sekitar Kasim Bo untuk memandu jalan Kasim Bo menuju ke Ibukota Kekaisaran Ming dengan lebih muda sehingga rombongan Kasim Bo dan teman-temannya dapat tiba dengan tepat waktu di istana Kaisar Ming.


Kaisar Ming sudah menunggu kedatangan tamu undangannya dengan sikap bersahabat dan tak pernah berhenti untuk tersenyum lebar kepada Kasim Bo yang sudah duduk di kursi tamu di aula utama istana Kekaisaran Ming.


"Kasim Bo, Aku sangat senang kau mau datang ke istanaku dan tentunya kamu masih ingat akan ucapanku padamu sekitar lima tahun lalu untuk kau dapat membantu ku menemukan pusaka istana Kekaisaran Ming yang hilang jika kamu ingin meminta bantuan ku untuk menghadapi Kekaisaran Bei yang selalu menjadi penghalang untuk Kerajaan Yun yang kau cintai itu." kata Kaisar Ming nada lugas kepada Kasim Bo.


"Tentu saja, benda yang kau inginkan telah ada ditanganku, jadi kau tak perlu khawatir karena aku adalah seorang pendekar yang memegang teguh janji yang pernah ku katakan kepadamu." kata Kasim Bo yang melemparkan liontin naga Ming di tangannya secara langsung kepada pria paruh baya yang duduk di kursi singgasana di dalam balairung utama Istana Kekaisaran Ming.


Wutttzz!


Teppp!


Kaisar Ming menangkap liontin naga Ming tanpa kesulitan sama sekali lalu tersenyum senang di bibirnya sambil menatap kagum dan suka pada Kasim Bo.


"Baik, Aku akan mengerahkan pasukan Jenderal wanita Ming Khu Yen kepadamu untuk kamu bisa menggunakan mereka dalam menghabisi Kekaisaran Bei di perbatasan antara Kerajaan Yun dengan Kekaisaran Ming bagian utara di mulai hari ini." kata Kaisar Ming nada tegas dan serius kepada Kasim Bo.


"Terimakasih untuk sikap persahabatanmu ini kepadaku,Kaisar Ming.Sekarang juga Aku akan membawa pasukan Jenderal wanita Ming Khu Yen ke perbatasan." kata Kasim Bo yang telah menjura hormat kepada Kaisar Ming lalu pergi keluar dari balairung utama istana Kekaisaran Ming untuk menemui pasukan Jenderal wanita Ming Khu Yen yang telah berkumpul bersama di halaman istana Kekaisaran Ming.


"Kasim Bo, kau pakailah rompi perang dan topi panglima Besar untuk keamananmu sendiri di medan perang. " kata Jenderal wanita Ming Khu Yen nada sopan kepada Kasim Bo yang telah sampai di depan kuda perang.

__ADS_1


"Terimakasih,sobat." kata Kasim Bo menerima perlengkapan perang dari salah satu prajurit di dekatnya.


Kemudian ia dan pasukannya bergerak keluar dari istana Kekaisaran Ming dengan sikap yang amat gagah perkasa sampai membuat kagum seluruh rakyat Kekaisaran Ming yang melihatnya di jalanan Ibukota Kekaisaran Ming sampai ia dan pasukannya menghilang dari pandangan mata rakyat Kekaisaran Ming di pintu keluar dari Ibukota Kekaisaran Ming.


"Hmm kita harus segera membuat benteng di sekitar lokasi kita saat ini sebelum kita mulai bergerak untuk menghabisi pasukan Kekaisaran Bei di depan sepasang mata kita semua yakin di depan pintu perbatasan ini." kata Kasim Bo nada serius mengatur pasukannya.


"Siap, Kasim Bo..! " sahut para pasukannya nada serentak.


"Kasim Bo, Aku sudah mengamati pergerakan musuh dari pintu bagian selatan yang paling lemah dan mudah untuk kita taklukkan." kata Shi Lun nada serius kepada Kasim Bo di depannya usai para pasukan Jenderal wanita Ming Khu Yen membuat perkemahan di benteng-benteng pertahanan mereka.


"Bagus,Kau dan pasukan mu bergeraklah ke sana sekarang juga." kata Kasim Bo segera beri perintah kepada pasukan yang dipimpin oleh Shi Lun temannya itu.


"Siap, Kasim Bo..!" sahut Shi Lun.


Lalu Kasim Bo memimpin pasukannya ke arah barat yakni pintu utama ke wilayah Kekaisaran Bei dengan sikap seorang panglima Besar yang sangat gagah perkasa.


Syutt!


Jlebb!


Pasukan Kekaisaran Ming yang dipimpin oleh Kasim Bo telah meluncurkan anak panah ke arah pasukan Kekaisaran Bei yang langsung tewas di tempat lalu pasukan Kekaisaran Ming lainnya telah merobohkan pintu masuk ke Kekaisaran Bei melalui tembakan meriam.


Booom!


Duarr!


" Argghhh!! "pekik kematian pasukan Kekaisaran Bei di pintu gerbang bagian barat.


" Majuuuuu...! "seru Kasim Bo.

__ADS_1


Jenderal wanita Ming Khu Yen telah menebas sejumlah pasukan Kekaisaran Bei di sekitarnya untuk membuka jalan baginya untuk masuk ke dalam Ibukota Kekaisaran Bei dengan mudah.


Crakk!


Crakk!


Siang Hui Jing dan yang lainnya menyerang ke arah pasukan Kekaisaran Bei yang ingin sekali membalas serangan-serangan mereka dengan sejumlah besar pasukan anak panah api dan meriam juga.


Wushhh!


Para gadis cantik itu telah melesat cepat ke arah tembok kota ke Istana Kekaisaran Bei sesuai dengan intruksi dari Kasim Bo yang luarbiasa cerdas dalam berperang melawan musuh- musuh mereka.


Crakk!


Trang!


Trang!!


Nona Hu Xin Qi menggunakan pedangnya yang tajam menyerang jenderal besar Kekaisaran Bei di depan pintu masuk ke istana Kekaisaran Bei ketika ia telah melihat kedatangan Kasim Bo di antara pasukan Kekaisaran Ming yang langsung menyerbu seluruh pasukan Kekaisaran Bei di istana Kekaisaran Bei sendiri.


Shi Lun dan pasukannya telah menghancurkan pasukan Kekaisaran Bei di bagian utara, timur dan selatan secara serentak lalu menyusul ke arah Istana Kekaisaran Bei untuk memberikan kemudahan bagi Kasim Bo untuk membantai Kaisar Bei akan keluarga besar Kaisar Bei yang semuanya berkumpul di istana Kekaisaran Bei bagian timur sesuai dengan pengamatan yang cerdas dari Shi Lun.


Trang!


Crakk!


Pedang yang dimainkan oleh Shi Lun merupakan pedang pusaka yang sangat tajam sekali maka tak heran jika pemuda tampan ini dengan sikap santai menebas sedikitnya dua ratus ribu para pasukan Kekaisaran Bei di halaman utama di istana Kekaisaran Bei.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2