Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Nasib Buruk Penguasa Terakhir Keluarga Tong..


__ADS_3

Ratu Yun yang telah mendapatkan informasi dari salah seorang pengikutnya akan tewasnya dua orang koleganya di tangan Kasim Bo segera beri perintah untuk pasukan-pasukan pilihan berjaga- jaga di sekitar kamarnya untuk melindunginya.


"Bocah sinting itu seharusnya kita bunuh saat ia masih anak- anak agar ia tak bersikap kurang ajar terhadap kita, ayah. Lihatlah dia bahkan telah berani untuk menantang kita dengan ia telah membunuh semua orang kita." kata Tong Le Le nada geram dengan kelemahan sifat baik dari ayahnya terhadap putra mahkota Lin Chi Yun dari Kekaisaran Lin itu pada dahulu.


"Karena aku kira dia akan menjadi pengikut setia kita yang dapat kita manfaatkan untuk kuasai dunia persilatan daratan besar tetapi nyatanya bocah itu malah bertentangan dengan kita." kata Tong Yan yang tampak menyesal karena dahulu ia tak menghabisi penerus tahta Kekaisaran Lin yang saat masih anak- anak menderita penyakit hilang ingatan yang diakibatkan racun perampas ingatan yang dimasukkan ke dalam mangkuk sup bunga teratai oleh selir terkasih Kaisar Lin di perayaan hari musim gugur sekitar lima belas tahun yang lalu.


"Hahahaha simpan saja rasa menyesal mu itu, manusia busuk! Aku Bo Hai akan menghabisimu dan putri mu sekarang juga..!" suara Kasim Bo di luar gerbang istana Kerajaan Yun telah terdengar dengan sangat menakutkan sekali bagi seluruh pasukan Ratu Yun yang menjaga di pintu masuk utama ke kamar Ratu tersebut.


"Bocah laknat jaga mulutmu itu karena aku pasti akan merobek mulut kurang ajar mu itu..!" hardik seorang pria berpakaian seperti pengemis telah melayang dan menggunakan tongkat bumbunya di lontarkan ke arah Kasim Bo dengan gerakan miring yang sangat cepat.


Wusss!


Kasim Bo menggerakkan telapak tangannya ke arah depan sepasang matanya lalu tongkat yang dilontarkan oleh pengawal pribadi Ratu Yun ke arahnya itu hancur berkeping-keping oleh ilmu pukulan hawa dingin yang digunakannya itu.


Prakkk!


"Ahhh! Kurang ajar..!"hardik Raja Pengemis Barat yang sudah mengeluarkan ilmu pukulan delapan belas lidah naga melalui kedua telapak tangan yang di ulurkan ke arah depannya untuk hadapi serangan-serangan pukulan hawa dingin dan panas yang diluncurkan oleh Kasim Bo ke arah pria tua itu dari jarak jauh.


Plakk!


Plakk!


Desss!


" Arghhhh...!"pekik kematian Raja Pengemis Barat yang dadanya hancur oleh serangan maut Kasim Bo ke arahnya dengan tepat mengenai dadanya.


Shi Lun menggunakan ilmu matematika sakti di tangan kanannya melalui alat sempoa yang di gerakan seperti orang menghitung namun hawa sakti terlontar ke arah sejumlah pasukan yang menjaga istana Kerajaan Yun dengan luarbiasa ganasnya sehingga sejumlah pasukan itu roboh olehnya.


Bresss!


"Arghhh!! " pekik kematian sejumlah pasukan di pintu gerbang istana Kerajaan Yun.


Putri Yun Hui menggunakan kesempatan emas untuk menerjang setiap penjaga yang mencoba untuk menghalangi jalannya untuk membantu Kasim Bo masuk ke dalam kamar Ratu Yun di bagian selatan Istana Kerajaan Yun dengan cara melemparkan bom rakitan miliknya yang berupa bola- bola api suci di kedua telapak tangannya yang mungil.

__ADS_1


Blarrr!


Blaarrr!


Kasim Bo melesat dengan bebas ketika pemuda tampan itu melihat Putri Yun Hui membuka jalan untuknya dengan cara yang sangat cerdas dan tepat.


Wushhh!


Pedang di tangan Kasim Bo menerjang menebas setiap pasukan yang mencoba untuk halanginya menuju ke arah Ratu Yun dan Tong Yan di depan istana Ratu Yun sendiri.


Crakk!!


Crakk!!


Crakk!


"Bocah setan.. Ku habisi kauuu...!"hardik Tong Yan yang sudah marah besar kepada mantan muridnya itu telah menggerakkan telapak tangan ke arah pemuda tampan yang menyerang dirinya dengan ilmu pedang ciptaannya sendiri yakni ilmu pedang bangau emas sakti yang membuat sinar pedang begitu memukau lawan.


Wuttzz!


Plakk!


Ratu Yun yang melihat ayahnya terkejut dengan kelihaian mantan adik seperguruannya itu telah melesat dengan pedang yang sangat tajam dan ganas di tangan kanan telah menyerang dengan keji ke arah Kasim Bo.


Wuttzz!


Traangg!


Putri Yun Hui telah cepat menangkis serangan Ratu Yun dengan ilmu pedang walet merah yang membuat ilmu pedang bangau hijau yang telah digunakan oleh Ratu Yun untuk menyerang dari arah samping kanan ke arah Kasim Bo itu telah berhasil di halau dengan sempurna oleh gadis manis ini.


Ratu Yun mendengus marah kepada Putri Yun Hui yang membuat niatnya untuk membunuh Kasim Bo terhalangi itu telah mengalihkan ujung pedangnya untuk menyerang gadis bengal dan di bencinya itu dengan ilmu pedang bangau hijau sakti dengan sangat cepat dan ganas sekali.


Wuttzz!

__ADS_1


Putri Yun Hui pun cepat menggunakan ilmu silat Walet merah sakti yang membuat tubuhnya yang mungil dapat bergerak dengan lincah dan ujung pedangnya sudah menyambut baik serangan keji yang dilakukan oleh mantan ibu tirinya dengan ilmu pedang walet merah sakti menerjang badai salju.


Tranggg!


Pedang walet merah sakti menerjang badai salju membuat ilmu pedang bangau hijau sakti milik Ratu Yun tak bisa menyentuhnya bahkan gadis itu dengan cerdas sekali menggunakan ilmu pukulan bunga teratai salju menyerang ke arah bahu kanan Ratu Yun yang mengakibatkan Ratu Yun terjengkang ke tanah dengan wajah pucat.


Plakkk!


Desss!


"Sekarang terimalah hukuman mati dariku, Ratu pengkhianat..!" hardik Putri Yun Hui yang telah melesat dengan pedangnya meluncur ke leher Ratu Yun yang langsung terpotong dan kepala Ratu Yun jatuh ke tanah dengan lubang lehernya mengucurkan darah yang membanjiri lantai di kamar Ratu Yun sendiri.


Crakk!


Kasim Bo tersenyum senang melihat Putri Yun Hui telah membunuh Ratu Yun karena itulah Ia menambah kekuatannya untuk menyerang Tong Yan dengan ilmu pedang naga menerjang lautan api untuk menghadapi ilmu pedang bangau emas sakti milik mantan gurunya.


Wuttzz!


Trang!


Trang!


Ujung pedang di tangan Tong Yan hancur oleh serangan pedang Penakluk langit dan bumi di tangan Kasim Bo sehingga pria tua yang sangat kejam itu memekik kaget sekali dengan kelihaian mantan muridnya ini.


"Kurang ajar..! " hardik Tong Yan melontarkan ilmu pukulan- pukulan racun katak ke arah Kasim Bo yang segera membalas serangan-serangan itu dengan ilmu pukulan hawa dingin dan panas silih bergantian dengan tubuhnya melayang di udara bak seekor naga yang melintasi langit dan bumi Ming yang mengejutkan Tong Yan.


Plakk!


Plakk!


Plakk!


"Hyaaaaatttt..! "lengking Kasim Bo yang telah langsung menggunakan ilmu pukulan langit dan bumi Ming dari udara secara langsung ke arah Tong Yan yang langsung menghancurkan tubuh mantan gurunya sendiri.

__ADS_1


Blaarrr!


Bersambung!!


__ADS_2