
Kasim Bo melihat teman-temannya telah masuk ke dalam kota bawah pegunungan Lun dengan mudah usai Ia gunakan burung unta tunggangan nya mematuki sejumlah penjaga pintu gerbang ke kota tersebut.
"Bagus, kalian harus membantai siapapun yang mencoba untuk melindungi orang bodoh itu." kata Kasim Bo dengan senyumannya.
Shi Lun melenggang dengan sikap tenang sekali sambil mengarahkan burung unta menyerang dua puluh sembilan orang penjaga keamanan di kota tersebut yang di patuk dan di tendang oleh kaki burung unta dan ditebas oleh alat sempoa di tangannya.
Crakk!
Chou Cie melayang ke arah tiga orang pria yang berdiri di belakang pintu gerbang istana Tuan Muda Xu dengan pedangnya itu menebas kepala dan dada juga punggung tiga orang itu dengan gerakan ilmu silat bangau tampan.
Crakk!
Xiao Feng dengan sikap anggun menerjang ke istana Tuan muda Xu dengan ilmu ginkang walet merah yang membuatnya dapat tiba di tembok kota bawah pegunungan Lun.
Wushh!
Kasim Bo mendobrak pintu gerbang istana Tuan muda Xu dengan kaki burung unta tunggangan nya sampai mengejutkan sejumlah pasukan di istana Tuan muda Xu yang sedang mengadakan pertemuan rahasia.
Brakkk!
"Kasim Bo kau sungguh kurang ajar berani untuk mengacaukan istanaku..! " hardik Tuan muda Xu dengan sikap bengis kepada Kasim Bo.
Para pasukannya telah berdatangan disekitarnya untuk melindunginya dari ancaman yang telah di lontarkan oleh Kasim Bo melalui tatapan mata pria paling menakutkan baginya di dunia ini.
Singg!
"Tuan muda Xu, kau pikir Aku akan tetap diam saja membiarkan kamu menjadi bibit penyakit di wilayah ini bagi rakyat Kerajaan Yun." desis Kasim Bo.
"Tuan Bo, kami telah datang untuk membantumu dalam menghadapi orang-orang tak tahu diri di depan mu ini..! " seru Shi Lun, Chou Cie dan Xiao Feng yang telah meluncur turun dari punggung burung unta masing-masing ke dekat Kasim Bo.
"Kaliannnn! " bentak salah seorang pengawal dari Tuan muda Xu dengan menghunuskan ujung pedang kepada ketiga orang pengikut Kasim Bo.
"Kenapa dengan kami? Ahhh! Apakah kamu tak pernah menduga bahwa kami akan datang ke istana bau kalian?" tanya Chou Cie dengan sikap dingin kepada salah seorang pengawal dari Tuan muda Xu yang sudah diincar olehnya.
"Aku Yang Bin akan memotong lidahmu dengan ujung pedangku." kata Yang Bin telah menyerang Chou Cie dengan pedang yang terhunus tajam sekali mengarah ke perut Chou Cie.
Wuttzz!
__ADS_1
Trang!
Trang!
Trang!
Chou Cie dengan tangkas menangkis serangan pedang di tangan Yang Bin dengan pedangnya yang berkelebatan secara cepat dan luarbiasa mengejutkan musuhnya.
"Semua! Serang mereka..! " perintah dari Tuan muda Xu kepada para pasukannya yang segera mematuhinya dengan menyerang dengan ilmu pedang yang bergerak begitu cepat ke arah Shi Lun, Xiao Feng dan Kasim Bo.
Wuttzz!
Kasim Bo menggerakkan tinjunya yang memukul mundur sejumlah pasukan Tuan muda Xu yang menyerangnya sehingga ia dapat melanjutkan serangan maut kepada para musuhnya.
Bughh!
Tinjunya itu menghantam pasukan Tuan muda Xu yang berada di depan Xiao Feng sehingga ia berhasil membunuh sedikitnya dua puluh orang dalam waktu singkat.
Xiao Feng yang melihat Kasim Bo telah berhasil membunuh sejumlah pasukan Tuan muda Xu itu segera melancarkan serangan kepada sekitar sebelas orang pasukan Tuan muda Xu di depan sepasang matanya itu melalui ilmu pedangnya yang tangkas.
Wuttzz!
Trang!
Trang!
Plakk!
Plakk!
Chou Cie yang menghadapi Yang Bin tak pernah berhenti untuk menyerang musuh dengan ilmu pedangnya yang membuat gerakan pedang di tangan Yang Bin menjadi goyah sehingga Yang Bin mengeluarkan ilmu simpanan untuk mencari cara untuk mengalahkannya.
Trang!
Trang!
Trang!
__ADS_1
Kasim Bo menggerakkan telapak tangan kanan ke arah Tuan muda Xu yang langsung menjerit kesakitan karena ia telah mengerahkan ilmu sinkang hawa dingin menusuk sukma sehingga Tuan muda Xu langsung membeku di tempat pria itu berdiri di depan pintu masuk ke ruangan utama istana pria itu sendiri.
Desss!
Bruakk!
"Tuan muda Xu...! " jerit seorang wanita cantik di aula utama istana yang langsung keluar dari sana untuk membalas dendam kepada Kasim Bo.
"Manusia hina lihat serangan balasan ku ini..! " seru wanita itu yang melontarkan pukulan maut ke arah Kasim Bo yang telah cepat menangkis dengan ilmu pukulan hawa panas yang langsung menghancurkan organ dalam tubuh wanita itu.
Desss!
Bruakk!
Shi Lun tersenyum senang luarbiasa ketika pria ini melihat Kasim Bo telah membunuh Tuan muda Xu dan istrinya dalam waktu singkat.Ia pun dengan semangat membantai setiap orang pasukan Tuan muda Xu dengan ilmu sinkang harimau api yang melalui sempoa di tangannya itu.
Prakk!
Crakk!
Xiao Feng melompat senang dengan hasil kerja mereka yang telah menghabisi musuh-musuh mereka semua di kota bawah pegunungan Lun, dan gadis remaja cantik ini menerobos masuk ke dalam istana Tuan muda Xu untuk melihat- lihat seluruh isi dalam ruangan-ruangan yang ada di istana tersebut.
"Semoga saja kita dapat menemukan jejak dari benda yang ingin kita dapatkan di ruangan ini." kata Xiao Feng dengan semangat mengelilingi seluruh ruangan-ruangan di istana Tuan muda Xu.
"Tak ada yang ingin kita temukan di sini karena ia si bodoh itu ingin membunuhku supaya dia bisa tahu benda yang sedang ku cari selama ini di dalam hidupku di dunia persilatan daratan besar." kata Kasim Bo yang duduk di kursi dalam ruangan pribadi Tuan muda Xu sambil makan buah plum yang diambilnya dari meja tamu di aula utama istana Tuan muda Xu.
"Oh.. "
Xiao Feng pun duduk di kursi depan Kasim Bo. Ia memerhatikan Shi Lun sibuk menghitung setiap barang berharga di istana Tuan muda Xu dan di kumpulkan di dalam peti-peti.
"Jumlah harta karun Tuan muda Xu bernilai satu juta tail dan dapat kita bagikan kepada rakyat di wilayah ini secara cuma-cuma dan sisanya bisa kita gunakan sebagai modal perjalanan kita ke kota Chang an yang jaraknya masih sangat jauh sekali. " kata Shi Lun usai menghitung dengan alat sempoa-nya kepada Kasim Bo.
"Lakukanlah sesukamu saja." kata Kasim Bo.
"Tuan Bo, ada sesuatu di dalam jepitan rambut di kepala nyonya Xu." kata Chou Cie melemparkan jepitan rambut kepada Kasim Bo yang sangat sigap menangkap jepitan rambut itu dan diamati secara teliti sekali.
"Ada sehelai kain putih di dalam jepitan rambut ini." kata Kasim Bo dengan senyumannya yang menambah ketampanannya itu memperlihatkan kain putih di dalam jepitan rambut kepada ketiga orang pengikutnya.
__ADS_1
Bersambung!!