Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Menemukan Peta Wilayah Chen Barat.


__ADS_3

"Baiklah,sekarang kita harus segera pergi dari gua ini dan berkumpul bersama dengan teman- teman kita di taman bukit buatan rumah Pejabat Jia karena kita sudah terlalu lama meninggalkan mereka di sana dan tentunya akan membuat mereka cemas." kata Kasim Bo usai mengajak Li Hong Yi, Yang Chao Yue dan Bai Xiao Chen pergi dari gua hutan puncak pegunungan Jia.


Mereka bersama-sama meluncur dengan cepat sekali sehingga mereka segera tiba di hadapan para sahabat mereka yang segera tersenyum bahagia menyambut kedatangan mereka.


"Kak Hong Yi,syukurlah kamu baik-baik saja." kata Putri Mung Fan yang memeluk Li Hong Yi di depan Yang Chao Yue membuat gadis kekasih Li Hong Yi mengangkat alisnya.


"Ya, Mung Fan.Aku selamat karena Tuan Bo yang sangat baik hati telah menyelamatkanku dari kurungan sekumpulan serigala berbulu warna- warni dan ular cobra warna-warni di bawah sana atau lebih tepatnya di gubuk milik Nona Xiao." kata Li Hong Yi halus melepaskan dirinya dari pelukan Mung Fan untuk menghormati perasaan Yang Chao Yue.


Kasim Bo menghampiri Shi Lun dan teman- temannya yang duduk di tiang-tiang teras depan kamar Pejabat Jia. Ia melihat sahabatnya itu memegang sebuah kertas kecil di tangan kanan sahabatnya itu.


"Shi Lun,kertas apakah yang kamu pegang itu?" tanya Kasim Bo nada ramah dan wajahnya yang tampan itu menatap kertas itu.


"Kosong." kata Shi Lun memberikan kertas di tangannya kepada Kasim Bo.


Li Hong Yi mengajak Yang Chao Yue dan teman- temannya untuk mendekati Kasim Bo dan para sahabat dari Kasim Bo yang mendatangkan rasa kagum di dalam pandangan sepasang matanya.


"Tuan Bo, bolehkah Aku lihat kertas kosong yang berada di tanganmu itu?" pinta Li Hong Yi nada ramah kepada Kasim Bo.


"Ya, silakan." kata Kasim Bo menyerahkan kertas itu kepada Li Hong Yi lalu duduk di atas batu di depan Li Hong Yi.


Li Hong Yi membuka kertas kosong dan diamati dengan cermat sekali lalu Li Hong Yi berjalan ke arah matahari yang bersinar terang benderang di atas kepalanya lalu mengangkat kertas kosong di atas kepalanya dan terlihatlah gambar- gambar di kertas kosong itu.


"Hei, bukankah gambar-gambar di kertas kosong itu adalah peta wilayah ini?" tanya Putri Yun Hui menghampiri Li Hong Yi untuk mengamati peta wilayah Chen Barat dari peta di tangan Li Hong Yi.

__ADS_1


"Kau mengenali wilayah Chen Barat dengan baik dan benar. " kata Li Hong Yi menoleh kepada Kasim Bo.


"Ya, Aku bisa mengenali wilayah Chen Barat dari peta itu dengan cepat."jawab Kasim Bo yang kini berdiri di dekat Zhao Ling Er.


Lalu terdengar suara riang gembira dari Chou Cie di pintu ruang lain di rumah Pejabat Jia yang kini diganti menjadi rumah keluarga Bo dan Li oleh Kasim Bo yang memerintahkan pejabat lain memberikan rumah itu untuknya sebagai tempat persinggahan dirinya dan teman-temannya.


" Semua, mari kita makan siang dahulu sebelum kita melanjutkan perjalanan kita ke kota lainnya di wilayah ini...! "seru Chou Cie.


"Li Hong Yi,bagaimana kalau kamu dan aku jadi saudara angkat sedarah melalui ritual sumpah pengangkatan saudara di sini? " usul Kasim Bo.


"Ya,Aku setuju dengan usulmu itu, Tuan Bo.Tapi, Aku masih penasaran denganmu yang memiliki wajah yang mirip denganku sehingga Aku punya pemikiran bahwa kita berdua adalah bersaudara kembar yang terpisah dari bayi." kata Li Hong Yi dengan sinar matanya menyelidik kepada Kasim Bo.


"Hmm, sama Aku juga.Ya, kita bisa mencari tahu identitas kita berdua di dalam perjalanan kita di dunia persilatan daratan besar sampai kita baik mencari kebenarannya."kata Kasim Bo menepuk- nepuk bahu Li Hong Yi.


Tang Hung Chien dan yang lainnya menyiapkan meja altar di depan pintu ruangan dalam rumah itu dengan meja altar telah ada beberapa piring berisi makanan lezat, beberapa guci arak dan sepasang lilin merah yang menyala.


"Bo Hai, mulai hari ini Aku Li Hong Yi bersumpah untuk mengangkat saudara denganmu seumur hidupku."kata Li Hong Yi dengan tulus bersulang minum arak bersama Kasim Bo.


Lalu mereka berdua melemparkan guci arak di tangan mereka ke belakang sebagai simbol dari pengangkatan persaudaraan mereka telah diakui oleh langit dan bumi.


"Selamat untuk Kasim Bo dan Tuan Muda Li Hong Yi yang sudah menjadi saudara..!" seruan dari para sahabat mereka berdua.


Kemudian mereka bersama-sama menikmati hidangan tersebut dengan sukacita bahkan para sahabat mereka pun saling berkenalan dengan cepat satu sama lainnya.

__ADS_1


"Kecuali Aku yang tidak bisa melihat gadis centil itu begitu dekat dengan Kak Hong Yi." batin Yang Chao Yue.Gadis itu memandang sinis kepada Putri Mung Fan yang membalasnya dengan sinar mata sebal.


Putri Yun Hui juga merasakan kecemburuan saat ia melihat Nona Bai Xiao Chen mendekati Kasim Bo yang sedang bermain catur dengan Li Hong Yi di meja lainnya.


"Ih, gadis macam apa dia itu yang sudah tahu kalau Bo Hai itu seorang Kasim masih saja dia berusaha untuk mendekati Kasim Bo?" batin Putri Yun Hui.


Nona Bai Xiao Chen melirik ke arah Putri Yun Hui sekilas lalu menyunggingkan senyuman manis di bibirnya untuk menantang bersaing untuk meraih hati Kasim Bo.


"Aku tak peduli dia seorang Kasim karena Aku sudah jatuh cinta kepadanya dan bertekad untuk mendapatkannya." batin Nona Bai Xiao Chen.


Shi Lun dan yang lainnya melihat persaingan di antara para gadis itu untuk mendekati Kasim Bo dan Li Hong Yi dengan cara mereka masing- masing.


"Astaga, sudah mulai ada perlombaan untuk raih hati Kasim Bo yang dingin." kata Chou Cie pelan.


"Ya,hmm Aku harus menerima Kekalahanku dari Putri Yun Hui yang Aku lihat memiliki pesona dan daya tarik yang dapat menaklukkan hati Kasim Bo." kata Nona Phang Lian lesu.


"Iya, sudah.Kamu terima saja hatiku untukmu." kata Shi Lun meraih jemari Nona Phang Lian di depannya.


Chou Cie melirik ke arah Xiao Feng adik angkat Kasim Bo yang duduk dengan wajahnya begitu sedih dan patah hati melihat adanya dua orang gadis cantik jelita yang begitu dekat dengan pria sehebat Kasim Bo.


"Andai Aku tidak ternoda dan mengandung bayi orang lain mungkin aku bisa mengikuti ajang perlombaan untuk meraih hati Kakak Bo Hai-ku." kata Xiao Feng menangis sedih di dekat Chou Cie.


"Aku tahu Kau sudah lama menaruh hati kepada Kasim Bo namun kau dan dia adalah saudara dan saudari angkat yang membuat kamu takkan pernah bisa menjadi kekasihnya dan terlebih lagi dia itu laki-laki yang sudah dikebiri yang artinya dia seumur hidupnya adalah laki-laki cacat." kata Chou Cie pelan kepada Xiao Feng.

__ADS_1


"Tak perlu kau ingatkan aku tentang hal itu lagi." kata Xiao Feng mendelik marah kepada Chou Cie lalu menjauhkan dirinya dari Chou Cie dan yang lainnya yang berkumpul bersama dengan di sekitar Kasim Bo dan Li Hong Yi.


Bersambung!


__ADS_2