Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Kepekaan Li Hong Yi..


__ADS_3

Sesudah mereka menyelamatkan Hu Yi Tian dari penjara hitam di lubang bawah tanah istana kota Chen An Barat. Mereka mendengarkan informasi yang tak terduga dari Hu Yi Tian.


"Kasim Bo,apakah kamu sudah pernah dengar tentang Raja Muda Du Fang dari Kerajaan kecil Du ketika kamu berpetualang di dunia persilatan daratan besar?" tanya Hu Yi Tian nada serius di depan Kasim Bo.


"Ya, kenapa?" Kasim Bo pun ingin tahu mengenai hubungan surat tanpa nama yang pernah dilihat olehnya di istana Kerajaan Yun dengan Raja Muda Du Fang.


"Dia itu adalah orang dalam Pangeran Mahkota Kerajaan Yun yang ingin melancarkan rencana untuk menggulingkan pemerintahan Kekaisaran Zhao dengan bekerjasama dengan Pangeran ke enam." jawab Hu Yi Tian seraya menoleh kepada Li Hong Yi.


Pangeran Zhao Beng terkejut dengan informasi tersebut sehingga roman wajahnya berubah jadi masam dan bingung maka ia menoleh kepada Li Hong Yi.


"Hong Yi, tak mungkin kalau Kakak ke-enam kita berkhianat terhadap Kekaisaran Zhao- kita?" ucap Pangeran Zhao Beng dengan nada tidak percaya dengan ucapan Hu Yi Tian.


"Emm, tanpa bukti tak pernah bisa kupercaya." kata Li Hong Yi menatap tajam Hu Yi Tian.


"Aku punya bukti tentang ucapanku tadi hanya saja bukti itu hilang saat Aku terbius oleh obat tidur yang dicampurkan dengan minumanku di saat Aku mengunjungi desa petir hitam di kota Harbin sekitar lima tahun yang lalu." kata Hu Yi Tian nada menyakinkan kepada Li Hong Yi dan Zhao Beng.


"Emm, siapa yang telah mengambil bukti itu dari kamu, Tuan Hu?" tanya Kasim Bo yang menatap tajam juga kepada Hu Yi Tian sambil mengelus- elus dagunya yang halus.


"Aku tidak tahu karena pada saat itu Aku tidak melihat ada orang lain selain diriku dan selir baru yang ku dapatkan dari Marquis Zen di kota Chen An Utara sebagai hadiah persahabatan kami." jawab Hu Yi Tian menghela napas dalam-dalam di tempat duduknya.


"Hmm,Kalau begitu kita secepatnya saja pergi ke kota Chen an Utara. " kata Kasim Bo nada tegas kepada semua temannya.


Maka keesokan harinya rombongan Kasim Bo meninggalkan kota Chen an Barat untuk pergi ke kota Chen an Utara dengan melalui jalur hutan di pegunungan batu tulis di daerah luar kota Chen an Barat.

__ADS_1


Di tengah jalan mereka dihadang oleh sejumlah besar orang memakai pakaian serba putih dan berwajah seputih kapur tulis atau cat saja yang berdiri di depan mereka dengan sikap garang.


"Kawan, kalian ingin pergi kemanakah dengan tergesa-gesa seperti tikus dikejar kucing liar?" tanya salah seorang dari keduabelas orang yang menghadang mereka.


"Bukan urusan kalian para kera bodoh." kata Li Hong Yi yang sudah menggerakkan tangannya ke arah sejumlah orang itu yang terdorong oleh ilmu sinkang bunga persik musim semi dari Li Hong Yi.


Wezz!


Sejumlah orang yang menghadang mereka telah berpencar dengan gerakan halus sekali sehingga mereka seakan-akan dikurung oleh ratusan ribu orang yang berpenampilan seram di depan mata mereka.


"Hmm, ilmu halimun palsu atau ilmu ilusi.." kata Kasim Bo yang membuka telapak tangannya ke arah sejumlah orang itu yang langsung memekik kaget dan roboh di tanah dalam keadaan hangus oleh ilmu sinkang telapak api sakti milik Kasim Bo.


Bresss!


"Dia bukan seorang yang mengerikan melainkan seorang yang tegas dalam menghukum mati tiap musuhnya."kata Putri Yun Hui dengan nada membela Kasim Bo.


" Tuan Hu,Aku sungguh merasa heran denganmu yang berubah banyak dari yang pernah aku kenal dahulu."kata Li Hong Yi yang mengejutkan Hu Yi Tian yang segera mundur ke belakang karena Li Hong Yi mencurigai dirinya.


"Biasanya perasaan saudaraku ini jauh lebih baik daripada perasaanku mengenai seseorang yang sudah lama tak jumpa dengannya dan berubah menjadi seorang yang tak pernah dikenalnya lagi dan hal ini membuktikan bahwa kamu adalah Hu Yi Tian palsu." kata Kasim Bo yang melesat ke arah Hu Yi Tian dengan telapak tangannya telah menyerang Hu Yi Tian yang tiba-tiba melakukan gerakan kaki yang memiliki ilmu sinkang seperti seorang yang ahli silat padahal mereka semua tahu bahwa Hu Yi Tian yang asli sama sekali tak pernah bisa ilmu silat sedikitpun.


Wuttzz!.


Tang Hung Chien melakukan gerakan memukul ke arah wajah Hu Yi Tian yang langsung gunakan tinju untuk menangkis serangan-serangan Tang Hung Chien.

__ADS_1


Bughhh!


Hu Yi Tian tak mengubah keadaannya yang tetap berdiri di tempatnya meskipun pukulan yang luar biasa mematikan di gunakan oleh Tang Hung Chien untuk memukulnya dan membunuhnya.


"Penipu kauu..!" hardik Kasim Bo yang langsung menggunakan ilmu sinkang telapak tangan api ke arah Hu Yi Tian palsu yang segera menangkis serangan-serangannya dengan ilmu sinkang jari Laba-laba hitam melalui telapak tangannya ke arah telapak tangan Kasim Bo.


Plakk!


Desss!


"Aughh! " pekik kesakitan dari Hu Yi Tian palsu di dekat jurang yang langsung memakan orang itu yang telah menyamar sebagai Hu Yi Tian.


"Hmm, Hu Yi Tian asli seperti apakah, Hong Yi? " tanya Kasim Bo yang berjalan di samping Li Hong Yi untuk mendaki gunung batu tulis yang jalanannya menanjak dan terjal.


"Dia punya tanda lahir merah di daun telinga kiri dan bibirnya tipis." jawab Li Hong Yi muram.


"Jangan khawatir karena kita pasti bisa temukan Hu Yi Tian asli dan masalah kamu akan segera terselesaikan dengan baik." kata Kasim Bo nada menghibur Li Hong Yi.


"Iya, Bo Hai.Aku harus tahu pusaka apakah yang direbutkan oleh seluruh tokoh-tokoh di dunia ini? " Li Hong Yi menghela napas dalam-dalam ketika ia teringat akan pesan dari mendiang gurunya.


"Sepasang pedang naga emas tujuh warna yang pernah menjadi pusaka-pusaka dari sepasang Dewa Dunia persilatan daratan besar sekitar dua puluh tahun lalu dan sepasang pedang itu telah menjadi rahasia yang harus ditemukan untuk siapapun yang dapat menemukan kedua pusaka itu maka orang tersebut akan menjadi penguasa tertinggi di seluruh dunia persilatan daratan besar." jawab Kasim Bo yang menunjukkan kipas lipat warna perak yang sudah luntur lukisannya di kipas lipat itu kepada Li Hong Yi.


"Darimana kau dapat petunjuk seperti ini,Bo Hai? Aku pernah mendengarnya dari salah seorang teman guruku yang pernah mengajariku bermain catur di puncak gunung Hoa San." kata Li Hong Yi mengembalikan kipas lipat kepada Kasim Bo yang segera menyimpan benda itu di dalam baju yang dikenakan oleh Kasim Bo saat ini.

__ADS_1


Bersambung!


__ADS_2