Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Mempelajari Peta Dunia Persilatan Daratan Besar.


__ADS_3

Kasim Bo yang tidak sengaja menemukan peta dunia persilatan daratan besar di kulit tubuh dari gadis murid dari sekte bunga Yue yang di sobek oleh pedang rembulan di tangan Putri Yun Hui.


"Aku akan mencoba untuk melakukan apa yang kamu katakan kepadaku untuk aku dapat lihat dan mempelajari peta ini dengan cermat." kata Kasim Bo membawa peta tersebut untuk dicuci sampai bersih dari noda darah gadis murid dari sekte bunga Yue lalu menjemur peta di bawah sinar matahari pagi.


"Tuan Bo, sudah terlihat ukiran dan tulisan yang tertera di peta ini." kata Shi Lun yang ikut melihat peta tersebut dari atas kepala Kasim Bo karena pemuda ini membungkukkan badannya dari arah belakang punggung Kasim Bo yang duduk dahan pohon yang terjulur keluar dari akar dekat goa di markas besar sekte bunga Yue.


Kasim Bo juga melihat ukiran dan tulisan yang tertera di gambar peta tersebut.Ia membacanya dengan cermat sekali lalu tersenyum senang luar biasa setelah menemukan gunung tertinggi di seluruh wilayah daratan besar yang memiliki rahasia terhebat yang harus di temukan dan di kuasai olehnya.


"Gunung Sembilan Nirvana terdapat di desa kecil lembah sungai Kuning dan gunung ini memiliki benda pusaka tertinggi dan terhebat di seluruh dunia persilatan daratan besar untuk aku kuasai agar ku bisa menjadi penakluk dunia ini." kata Kasim Bo dengan senyuman tampannya melihat peta yang diletakkan di tanah.


"Bo Hai, berapa lama kamu ingin berada di goa yang sangat bau ini?" tanya Putri Yun Hui yang sudah bosan menunggu pemuda ini melanjutkan perjalanan mereka ke Kerajaan Yun untuk misi balas dendam.


"Sabarlah, Yun Hui.Aku dan Shi Lun sedang sibuk mempelajari peta dunia persilatan daratan besar untuk masa depan dunia dan hidup kita semua." jawab Kasim Bo sambil menggulung kembali peta lalu menyimpannya di balik pakaiannya.


"Mmm.. " gumam Putri Yun Hui.


"Tuan Putri Yun Hui, sebelum kita melanjutkan perjalanan ke Kerajaan Yun sebaiknya kita harus mencari tahu kira-kira dimana Selir Mi dan adik tirimu menghilang dari istana Kerajaan Yun." kata Shi Lun nada serius sekali kepada Putri Yun Hui yang bersandar di pintu goa.


"Yang mengucapkan janji untuk menemukan dua orang paling penting di Kerajaan Yun adalah Bo Hai bukan aku maka dialah yang harus kamu tanyakan." kata Putri Yun Hui menatap jengkel kepada Kasim Bo yang sepertinya berlama-lama di goa.


"Jangan memandang ku seperti itu nanti kamu bisa jatuh cinta kepadaku karena kamu terpikat oleh ketampananku." kata Kasim Bo dengan raut wajahnya yang tersenyum memikat kepada Yun Hui.


"Hmmm, Kau semakin menyebalkan sekali jadi seorang pria ya??!" teriak Putri Yun Hui.


"Ahhhh.. Begitukah? Baiklah.Marilah kita segera meninggalkan markas besar sekte bunga Yue." kata Kasim Bo yang berjalan melewati Putri Yun Hui keluar dari goa dengan diikuti oleh Shi Lun di belakangnya dengan tersenyum-senyum sendiri.

__ADS_1


Putri Yun Hui mendengus sebal kepada Kasim Bo dan Shi Lun namun gadis cantik jelita ini tak dapat berbuat apa-apa terhadap Kasim Bo yang sangat arogan dan sulit dipahami olehnya.


"Tunggu.. " kata Kasim Bo melebarkan lengan di depan Putri Yun Hui yang secara otomatis harus berhenti.


Shi Lun menajamkan pendengarannya untuk pria ini dapat mendengar suara siulan seorang sakti yang datang kepada mereka dari arah timur goa markas besar sekte bunga Yue dan terlihat panik sekali.


"Tuan Bo, orang itu sudah datang kepada kita." bisik Shi Lun.


"Aku tidak takut terhadapnya." kata Kasim Bo di dekatnya dengan nada tenang sekali.


"Siapa yang kalian maksud?" tanya Putri Yun Hui ikut tegang juga.


"Setan Rawa Bangkai dari Gunung Hu." jawab Shi Lun gemetaran sampai semua gigi dimulut pria itu berbunyi.


"Tenang, Shi Lun.Dia hanyalah manusia tua kerdil yang memuakkan." kata Kasim Bo tanpa rasa takut sedikitpun terhadap seorang pria kerdil tua yang datangnya dengan cara berguling-guling ke arah mereka.


"Yun Hui, kau juga jangan kurang ajar kepadaku dengan kau menginjak pundakku tanpa izin."kata Kasim Bo yang mengangkat tangan untuk pria itu dapat menarik turun Yun Hui dari pundaknya itulah yang terlihat oleh sepasang mata Yun Hui dan Shi Lun namun sesungguhnya Kasim Bo yang lihai ini telah melontarkan pukulan maut ke arah pria kerdil kedua yang datang dengan cara tak sopan.


Desss!


"Aughhhh..! " pria kerdil itu muntah darah segar dari mulut ketika serangan maut dari Kasim Bo melukai dadanya.


"Bo Hai, berani kau memukul dan melukai adikku Shin Kui..!" hardik pria kerdil pertama yang telah menyerang Kasim Bo dengan cara berguling- guling dan telapak tangan ke arah bagian paling penting bagi Kasim Bo.


Wutttzz!

__ADS_1


Kasim Bo dengan sigap menangkap tangannya lalu melintir dengan kencang sekali sampai pria kerdil itu menjerit kesakitan karena tangannya itu telah remuk oleh ilmu tapak matahari sakti milik Kasim Bo.


"Arggh..! Kurang ajar ku bunuh kauuu..!" teriak pria kerdil itu yang menggerakkan kakinya ke arah kepala Kasim Bo namun dengan tendangan kaki kiri ke belakang yang dilakukan oleh Kasim Bo berhasil mematahkan kakinya hingga pria kerdil itu tersungkur di bawah sepasang sepatu indah Kasim Bo.


Duk!


Kretakk!


Kasim Bo mengangkat kakinya lalu menginjak hancur tubuh pria kerdil yang berjuluk setan rawa bangkai dari gunung Hu.Kasim Bo juga kini meninju remuk pria kerdil kedua yang melompat ke arah Shi Lun yang menggunakan alat sempoa memukul remuk pinggang pria kerdil kedua.


Bughh!


Dukk!


Kretakk!


"Huh dua orang kerdil tak tahu diri berani sekali untuk menantang Kasim Bo." kata Putri Yun Hui yang kini telah turun dari pundak Kasim Bo ke atas tanah.


"Mereka hanyalah orang-orang suruhan Raja Tua Gunung Hu yang ingin merebut peta ditanganku ini." kata Kasim Bo dengan cerdas sekali dapat mengetahui dalang utama dari datangnya kedua orang kerdil kepada dirinya di pintu keluar dari markas besar sekte bunga Yue.


"Hmm, cepat sekali berita kau menemukan peta tersebut dapat didengar dan diketahui oleh Raja Tua Gunung Hu." kata Putri Yun Hui terkejut.


"Karena mereka menaruh mata-mata di sekitar tempat kita saat ini dan mata-mata merekalah yang melaporkan hal ini kepada majikan mereka di gunung Hu dengan tujuan utama adalah agar seluruh tokoh-tokoh dunia persilatan daratan besar mendatangiku dan bermusuhan dengan diriku." kata Kasim Bo dengan sikapnya yang tak pernah takut terhadap siapapun di dunia ini.


Shi Lun menelan air ludahnya saat mendengar analisa dari Kasim Bo.Pria muda ini mendadak berkeringat dingin mengetahui bahwa kini Kasim Bo menjadi target utama Raja Tua Gunung Hu yang terkenal dengan kekejamannya di seluruh dunia persilatan daratan besar sebagai tokoh tua yang paling ditakuti oleh tokoh-tokoh hebat di seluruh wilayah daratan besar.

__ADS_1


Bersambung!


__ADS_2