
Sebelum Ching Erl menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Kasim Bo tiba-tiba langit-langit di ruangan dalam Kuil kosong telah ambruk oleh kedatangan sejumlah pasukan berpakaian serba hitam dan memakai topeng telah menyerbu ke arah Kasim Bo dan teman-temannya.
Brakkk!
Wutttzz!
"Tuan Bo, sepertinya kita telah kedatangan para pasukan nyamuk pengganggu kita di waktu kita harus beristirahat untuk malam hari ini di kuil kosong ini."kata Chou Cie yang telah menangkis serangan-serangan setiap pasukan yang tidak dikenal dengan ilmu pedang yang sangat hebat sekali sehingga Chou Cie sanggup menghalau tiap serangan-serangan yang dilakukan oleh para penyerangnya itu.
Tranggg!!
Tranggg!!
" Lindungi Ching Erl...! "perintah Kasim Bo.
" Siap, Tuan Bo..! "sahut teman-temannya yang langsung menyerbu ke arah pasukan yang telah menyerang mereka di tengah malam hari di kuil kosong di desa pegunungan Lun dengan pedang yang sangat lihai sekali.
Tranggg!
Tranggg!
Shi Lun menyerang sejumlah pasukan tersebut dengan ilmu pedang matematika yang membuat para musuh yang di hadapinya telah kewalahan dalam menghadapinya.
Tranggg!!
Tranggg!
Xiao Feng menggunakan pedangnya menyerang sejumlah pasukan yang ingin mengincar Ching Erl daripada mereka sehingga ia bertugas untuk melindungi Ching Erl dari serangan-serangan para pasukan yang kini telah diduga oleh Kasim Bo adalah anggota sekte istana bunga Cin.
Tranggg!
Tranggg!!
Kasim Bo menggunakan telapak tangannya yang mengerahkan ilmu sinkang ular emas sakti ke arah para pasukan yang mengeroyok dirinya di sekitar dirinya.
__ADS_1
Wutttzz!!
Plakk!
Desss!
Kasim Bo meliuk-liuk di sekitar para pasukan itu dengan pukulannya menghantam sejumlah para pasukan tersebut yang seketika itu juga telah roboh di lantai dalam keadaan tak bernyawa lagi.
" Bantai mereka semua..! "perintah dari Kasim Bo kepada para sahabatnya.
" Ya, Tuan Bo..! "sahut teman-temannya yang kini menerjang para pasukan tersebut dengan ilmu pedang mereka masing-masing yang langsung mendesak para pasukan tersebut yang tidak dapat memberikan perlawanan terhadap mereka yang langsung menebas habis para pasukan tersebut dengan pedang mereka masing-masing di sekitar Kasim Bo.
Crakk!!
"Mari kita segera pergi dari tempat ini.. "Kata Kasim Bo menyambar tangan Ching Erl sambil berkelebat cepat meninggalkan kuil kosong itu.
Brrr!
Chou Cie dan yang lainnya segera mengikutinya dengan kecepatan tinggi sehingga mereka tiba di sebuah pedesaan yang sangat indah dan asri sekali pemandangannya.
" Desa kupu-kupu gunung Lun nama desa ini." jawab Xiao Feng menunjuk ke arah batu gunung di atas tembok pintu desa untuk Shi Lun.
"Wahh, nama desa ini sungguh menarik sekali.. " kata Kasim Bo yang menerus langkahnya untuk melewati pintu masuk ke desa tersebut.
"Hati-hati ada uap hitam di sekeliling udara di sekitar desa ini yang tidak kita ketahui darimana asal dari uap hitam itu." kata Chou Cie di bagian paling belakang daripada teman-teman mereka yang lainnya.
"Uap hitam itu berasal dari pelita di pergelangan tangan nenek jelek di depan kita dengan lima orang cucunya yang tak kalah jeleknya dengan nenek itu sendiri. " kata Kasim Bo yang telah melihat kehadiran seorang nenek tua dan lima orang gadis cantik jelita berpakaian serba hitam yang masing-masing memegang pecut di tangan kanan enam orang musuh di depan mereka.
"Wahh,Raja Dewa Naga Timur rupanya kamu bisa mengenali kami dengan baik namun kau tak sopan mengatakan kami semua orang-orang jelek.." kata Nenek itu yang memiliki julukan Ratu Ular Cobra Hitam Gunung Lun yang menghadang jalan masuk untuk Kasim Bo dan teman-teman nya di desa kupu-kupu gunung Lun.
"Ahh, karena aku paling tak suka menghormati orang-orang tak layak untuk dihormati sepertimu yang suka mencari masalah denganku." kata Kasim Bo yang melemparkan Ching Erl ke arah belakangnya untuk dilindungi oleh teman- teman nya.
"Lancang kau..! Lihat serangan-seranganku ini..!! " hardik Nenek itu yang langsung menyerangnya dengan ilmu silat ular Cobra hitam melalui kedua telapak tangannya yang membentuk mulut ular Cobra hitam yang meluncur ke arah Kasim Bo.
__ADS_1
Wutttzz!
Kasim Bo mengelak ke samping kanan dengan lincah dan dua jarinya membentuk capit kepiting telah menotok bagian kiri leher nenek itu yang langsung menyambut serangan-serangannya itu dengan telapak tangan terbuka.
Plakk!
Lima orang gadis murid dari nenek itu menyerbu dengan ilmu pedang ular Cobra hitam ke arah Kasim Bo dengan pedang mereka mengarah ke tenggorokan Kasim Bo.
Wutttzz!
Kasim Bo melakukan gerakan menendang yang sangat cepat sekali sehingga pedang -pedang di tangan lima murid dari nenek Ratu ular Cobra hitam terhempas dari pegangan tangan lima orang gadis itu dan pedang-pedang itu telah di tangkap oleh Kasim Bo.
Teppp!
Kasim Bo melesat dengan gerakan meluncur ke arah lima orang gadis itu dengan menggunakan pedang yang menebas habis lima orang gadis itu dan telapak tangannya telah merobohkan nenek itu dengan dada si nenek telah remuk oleh ilmu sinkang hawa panas dari tangan Kasim Bo.
Crakk!
Desss!
Bruakkk!!
"Mari kita segera pergi dari sini.. " kata Kasim Bo memimpin para sahabatnya menuju ke arah timur desa kupu-kupu gunung Lun yaitu rumah kecil yang sudah tak terpakai lagi.
Chou Cie membaringkan Ching Erl di atas jerami di lantai ruangan dalam rumah kecil itu sesuai perintah dari Kasim Bo yang segera memberikan pil embun pagi kepada Ching Erl.
"Ching Erl, jangan khawatir kamu akan segera sembuh setelah aku memberikan kamu minum pil embun pagi ciptaan ku untuk menetralisir luka dalam tubuhmu yang berasal dari racun bunga cin kuning." kata Kasim Bo dengan nada tenang kepada Ching Erl yang menganggukkan kepala dengan patuh.
"Tuan Bo, orang-orang sekte istana bunga Cin tidak pernah membiarkannya hidup agar dia tak pernah memberitahukan informasi yang telah diketahuinya kepadamu. " kata Chou Cie dengan tepat sekali sambil memperhatikan wajah cantik jelita Ching Erl yang pucat.
"Emm,mereka harus mendapatkan pembalasan setimpal dariku atas apa yang telah mereka berbuat terhadap Ching Erl." kata Shi Lun dengan nada geram.
"Benar sekali katamu Shi Lun. " kata Kasim Bo di depan pintu masuk ke rumah kecil yang di beri nama ' Rumah Sementara Bo Hai ' oleh Kasim Bo sendiri.
__ADS_1
"Kak Bo Hai,hari akan menjelang pagi sebaiknya kita harus mencari makanan untuk sarapan pagi kita di sekitar desa ini. " kata Xiao Feng yang kini mendatangi mereka sesudah gadis itu berganti pakaian dengan pakaian bersih dan rapi.
Bersambung!!