
Kasim Bo dan Shi Lun berdiri di hadapan para Pendekar dunia persilatan yang berkumpul di gua puncak gunung Hoa San untuk mengadakan pertemuan besar di sepanjang sejarah di seluruh wilayah negeri Ming.
"Pendekar Besar Raja Dewa Naga Timur Bo Hai kami sudah hadir untuk menghadiri pertemuan denganmu, dan sekarang apa yang kamu minta dari kami." kata Ketua Sekte Beng San Pai yang berdiri di depan kursi dengan menjura hormat di depan dada kepada Kasim Bo.
"Ya, ada tujuan apakah kau mengundang kami di puncak gunung Hoa San ini?" tanya Ketua Sekte Go Bi Pai nada angkuh kepada Kasim Bo.
"Tujuan aku mengundang kalian ke pertemuan di puncak gunung ini adalah untuk tiga hal yang paling penting untuk kalian ketahui dengan jelas bahwa Aku lah yang layak untuk menjadi Ketua Dunia persilatan dan penguasa sejati Kekaisaran Ming di seluruh wilayah daratan besar.Dan, Aku ingin kalian semua patuh kepada-Ku." jawab Kasim Bo nada lantang kepada para Pendekar yang hadir di pertemuan yang diadakannya itu.
"Atas dasar apa kau menginginkan kami menjadi orang-orang di bawah kekuasaanmu?!" bentak Ketua sekte Khong Tong Pai yang menatap lurus dan marah kepada Kasim Bo.
"Karena Aku adalah Pangeran Mahkota Lin Chi Yung dari Kekaisaran Lin yang harus kamu dan semua teman- temanmu hormati."jawab Kasim Bo membalas menatap tajam Ketua sekte Khong Tong Pai yang memang dari dahulu sampai saat ini membencinya.
" Cih,kenapa kami harus menghormati orang gila seperti mu?" dengus Ketua sekte Bai San Pai di bagian kanan kelompok anggota sekte Shao Lin Pai yang mendukung Kasim Bo.
"Karena aku pemilik segel inti kekuatan tertinggi di dunia persilatan dan Pedang Penakluk Langit dan Bumi Ming yang merupakan pusaka-pusaka terhebat sepanjang sejarah Kekaisaran Ming." jawab Kasim Bo menatap tajam para Pendekar yang menolak untuk berada di bawah kekuasaan dan pimpinannya itu.
"Apa?! Darimana kau mendapatkan kedua benda pusaka tersebut?!" seluruh para Pendekar yang bertentangan dengan Kasim Bo terkejut dengan kedua benda pusaka di perlihatkan oleh Kasim Bo di hadapan mereka.
"Kalian tidak perlu tahu darimana Aku Si tampan Bo Hai bisa mendapatkan kedua benda pusaka ini! Kalian hanya perlu tahu Aku adalah Ketua Dunia persilatan yang baru." jawab Kasim Bo Hai nada tegas dengan sikap agung di hadapan para Pendekar dunia persilatan.
"Cih! Jangan pernah berharap kami semua di sini akan mengakui manusia busuk seperti kamu itu sebagai Ketua dunia persilatan yang baru..!" hardik sejumlah Pendekar dunia persilatan yang bertentangan dengan Kasim Bo yang semuanya dipimpin oleh Ketua sekte Khong Tong Pai dan seorang wanita berkerudung yang berdiri di sisi kanan Ketua sekte Pulau Lembah Neraka yang bernama Yang Kwi Song seorang pria bertubuh tengkorak yang bertelanjang kaki dan memiliki tatapan mata bengis.
"Tuan Bo, mereka yang bertentangan denganmu adalah orang-orang kaum sesat yang sangatlah layak untuk di basmi dari muka bumi ini untuk jalanmu menuju ke keberhasilan mu berjalan dengan lancar dan sukses." kata Shi Lun berdiri di samping kiri Kasim Bo sudah tak sabar untuk menghabisi para Pendekar dunia persilatan yang bertentangan dengan Kasim Bo.
"Iya, Shi Lun, tunggu apalagi.. Habisi mereka..!" perintah dari Kasim Bo kepada Shi Lun.
"Dengan senang hati aku akan menyelesaikan ini untukmu, Tuan Bo..!" sahut Shi Lun yang telah melesat dengan alat sempoa di tangannya telah menyerang dengan ilmu pedang matematika dan ilmu silat lumba-lumba sakti yang membuatnya dapat bergerak dengan lincah sekali sehingga ia mengejutkan semua lawannya yang dipimpin oleh Ketua sekte Khong Tong Pai dan Ketua sekte pulau lembah Neraka yang amat sakti dan keji itu.
__ADS_1
Wutttzz!
Trang!
Trang!
Kasim Bo tak berdiri dengan diam ditempatnya saja. Ia juga telah menyerang wanita yang telah dicurigainya adalah Ming Yue gadis pengkhianat yang harus di hukum mati olehnya untuk janjinya kepada Ratu Yun Huan atau Putri Yun Hui di Kerajaan Yun.
Wutttzz!
Singg!
Wanita berkerudung itu menghunuskan pedang ke arah Kasim Bo ketika ia merasakan desiran angin pukulan yang dilakukan oleh pemuda sakti ini ke arahnya untuk menangkis serangan maut itu.
Werr!
Syuttt!
Liukan tubuh mungil wanita berkerudung itu di maksudkan untuk bergerak mundur untuk gadis itu dapat menghindari serangan tendangan kaki kanan Kasim Bo yang mengarah ke perutnya.
Tetapi siku lengan kiri Kasim Bo telah lebih dulu memukul rahangnya dari arah samping kiri tanpa di duganya dan tahu-tahu pedangnya kini telah di rebut Kasim Bo yang langsung menggerakkan pedang ke lehernya sehingga kepala gadis itu jatuh ke tanah.
Crakk!
Bruakk!
Kasim Bo kembali menggunakan pedang milik Puteri Ming Yue untuk menghadapi sejumlah para Pendekar dunia persilatan yang dipimpin oleh Ketua sekte pulau lembah Neraka yang kini ingin bertarung melawan para Pendekar dunia persilatan yang mendukungnya dengan dipimpin oleh Ketua sekte Shao Lin Pai dan Hoa San Pai.
__ADS_1
Wutttzz!
Trang!
Percikan api yang berasal dari benturan pedang di tangan Kasim Bo yang beradu ketajaman dan ketangkasan dengan pedang milik Ketua sekte pulau lembah Neraka yang berbentuk tulang ikan hiu yang diawetkan menjadi pedang yang sangat tajam dan beracun ganas.
Syuttt!
Kasim Bo melesat ke samping kanan dari bawah lengan Ketua sekte pulau lembah Neraka yang menggerakkan pedang yang berjuluk pedang iblis utara yang menyerang ke arah pinggangnya sehingga ia harus berhati-hati dalam hadapi pria tubuh kering kerontang di hadapannya itu.
Sementara itu di sisi lain, Shi Lun menggerakkan alat sempoa dengan ilmu pedang yang luarbiasa hebatnya dalam menghadapi serangan para Pendekar dunia persilatan yang bertentangan dengan Kasim Bo yang dipimpin oleh Ketua sekte Khong Tong Pai yang gunakan cambuk di tangan kanan dan pedang tipis di tangan kiri.
Mereka semua mengeroyok Shi Lun yang harus cerdas dalam menghadapi para penyerangnya itu yang semuanya adalah tokoh-tokoh yang tak boleh diremehkan kemampuannya olehnya yang dapat melihat betapa lihainya formasi pedang dan cambuk yang dilakukan oleh Ketua sekte Khong Tong Pai untuk mencari celah untuk pria tua ini dapat membunuhnya.
Wuzzz!
Plakk!
Desss!
"Aiyaaa..!Aduhhh! " pekik kesakitan beberapa orang pengeroyok Shi Lun yang di hantam oleh pukulan hawa panas oleh Kasim Bo dari jarak cukup jauh untuk Kasim Bo dapat menolong Shi Lun yang terlihat kesulitan dalam menghadapi musuh- musuh mereka.
Kasim Bo bahkan melontarkan pukulan telak dari arah yang sama dengan kecepatan yang tak bisa di duga oleh para Pendekar itu yang menjerit kesakitan dan tewas dalam keadaan hangus dan retak di tempurung belakang dan samping kiri pelipis mereka oleh serangan maut dari Kasim Bo itu.
Desss!
Bruakk!
__ADS_1
Bersambung!!