
Kasim Bo meluncur ke gudang yang letaknya di bagian barat daya rumah pejabat Khong sesuai dengan petunjuk dari Nona Khong Li Mei yang membuatnya berhasil menemukan kapal laut di dalam gudang itu.
Angin kencang badai topan sama sekali tidak bisa menyurutkan semangatnya untuk berjuang untuk mencapai tujuannya meskipun ia harus berhadapan ratusan predator ganas yang sudah melihat kedatangannya di depan gudang itu.
Ratusan predator ganas merayap dan melompat ke arah Kasim Bo dengan kecepatan yang luar biasa dengan gigi dan mulut yang terbuka lebar untuk menelan manusia yang berani untuk coba menantang mereka.
Kasim Bo mengangkat tinjunya ke arah atas dan dengan tepat menghantam perut predator ganas yang melompat itu dan menghancurkan hewan itu hingga menjadi makanan teman-teman dari hewan buas itu sendiri.
Bughh!
Bruakkk!
Kasim Bo meluncur dengan kakinya menginjak punggung beberapa ekor predator ganas yang dijadikan tempat berpijak untuk menuju ke arah kapal laut milik pejabat Khong yang telah di lihat akan di kuasai oleh para anggota sekte pedang ular hitam dari pintu gudang itu.
Wusss!
Salah satu dari ratusan predator ganas melihat kedatangannya dan meluncur ke arahnya dari beberapa hewan buas itu yang dijadikan tempat jalan hewan buas itu yang membuka mulut lebar dan memperlihatkan gigi runcing kepada Kasim Bo.
Kasim Bo meluncur dengan gerakan ilmu belut sakti yang membuatnya berhasil menyelinap dari kaki -kaki hewan buas itu dan tinjunya telah menghantam rahang hewan buas itu.
Bughhh!
Hewan buas yang rahangnya telah hancur oleh tinju Kasim Bo menjadi korban berikutnya dan di makan oleh teman-teman mereka sendiri.Kasim Bo sudah melompat ke arah kapal laut dan ia sudah berhadapan dengan para anggota sekte pedang ular hitam yang segera menyerangnya di segala sisi dengan sejumlah pedang bentuk ular hitam ke arah dirinya.
Wuttzz!
Kasim Bo meliuk-liuk di antara pedang ular hitam yang dimainkan oleh para anggota sekte pedang ular di sekitarnya dan kakinya telah menendang jatuh beberapa orang anggota sekte pedang ular hitam yang langsung menjadi santapan empuk para predator ganas di bawah kapal laut itu.
Wettzz!
Dukkk!
"Arghhhh! " pekik kematian para anggota sekte pedang ular hitam yang di makan predator.
__ADS_1
Sejumlah anggota sekte pedang ular hitam yang melihat hal ini merasa marah dan menyerang ke arah Kasim Bo dengan ilmu pedang ular hitam yann mengarah ke leher Kasim Bo disaat Kasim Bo meluncur dengan posisi telentang bebas di udara.
Wuttzz!
Bettzz!
Plakk!
Tangan Kasim Bo telah lebih dulu memukul pria yang ingin memotong lehernya dan pria itu telah terjungkal ke mulut predator ganas yang berada tepat di bawah kapal laut.
"Kurang ajar kauuuu...!" hardik salah seorang dari anggota sekte pedang ular hitam yang telah melompat dari kapal laut dan menendang salah satu dari hewan buas yang meluncur bebas ke kapal laut dengan mulutnya mengarah ke arah Kasim Bo yang berdiri di sudut kapal laut dengan bertarung melawan sejumlah anggota sekte pedang ular hitam lainnya.
Kasim Bo dengan cepat mengelak ke samping kiri dengan tangannya bergerak cepat memukul rahang hewan buas dari arah bawah dan tangan lainnya berkelebat merebut ekor predator ganas dari salah seorang dari anggota sekte pedang ular hitam yang kaget melihat kecepatan gerak tangannya yang tahu-tahu telah membuat salah seorang dari anggota sekte pedang ular hitam itu di tusuk pedang ular hitam dari para anggota sekte pedang ular hitam lainnya.
Wuttzz!
Jlebb!
Kasim Bo segera membuang mayat predator di tangannya lalu mengendarai kapal laut dengan ilmu sinkang kaki gajah yang membuat kapal laut meluncur bebas dari gudang ke sungai lalu ia meluncurkan kapal laut menuju ke dermaga di dekat kuil kosong Dewa Nacha untuk menjemput teman-temannya.
"Bo Hai..! " seru Li Hong Yi dan yang lainnya yang rupanya di serang sejumlah musuh lainnya yang memerintahkan sejumlah predator ganas yang lebih besar ke arah kuil kosong Dewa Nacha di tepi sungai.
Li Hong Yi menggunakan seruling naga dengan ilmu pedang seruling naga yang membuat para anggota sekte pedang ular hitam yang telah mengeroyok dirinya terdesak hebat oleh seruling naga di tangan Li Hong Yi.
Trang!
Trang!
Trang!
Teman -teman mereka melompat ke atas atap kuil kosong Dewa Nacha untuk menyelamatkan diri mereka dari serangan predator ganas yang sudah memangsa sejumlah anggota sekte pedang ular hitam yang di terdesak hebat oleh Li Hong Yi.
Kasim Bo segera meluncur dengan pedangnya menebas setiap predator ganas yang ingin dekat kepada Li Hong Yi sehingga pemuda tampan itu berhasil menyelamatkan Li Hong Yi dan teman -temannya.
__ADS_1
"Cepatlah kalian pergi dari tempat ini dan tunggu Aku di kapal laut yang sudah menunggu kalian di dermaga." kata Kasim Bo nada tegas dan keras kepada teman-temannya yang segera mematuhi perintahnya.
Brrrr!
Li Hong Yi yang bertarung melawan sekitar dua ratus anggota sekte pedang ular hitam dengan ilmu pedang sekte Hoa San Pai tersenyum lega melihat kedatangan Kasim Bo menyelamatkan teman-teman mereka dari para predator ganas di sekitar kuil kosong Dewa Nacha.
Trang!
Trang!
Trang!
Kasim Bo menggunakan ilmu pedang cahaya di langit Ming melalui pedangnya yang berkelebat di sekitar musuh yang mengeroyok Li Hong Yi di atas atap kuil kosong itu telah berhasil menebas setiap musuh dengan ganasnya.
Crakk!
"Hong Yi, kau bisa lebih dahulu pergi dari sini ke kapal laut di dermaga sungai ini dan biarkanlah aku yang menghabisi mereka untukmu dan para sahabat kita." kata Kasim Bo tersenyum tulus kepada Li Hong Yi seraya menebas siapapun di pihak sekte pedang ular hitam yang mencoba untuk mendekati saudara kembarnya.
Crakk!
"Tidak, Aku akan berlomba denganmu untuk kita bisa membuktikan siapa diantara kita yang bisa mengumpulkan mayat mereka lebih banyak." kata Li Hong Yi menolak untuk meninggalkannya seorang diri menghadapi musuh yang jumlahnya sangat banyak itu.
Li Hong Yi menggerakkan seruling naga dengan ilmu pedang sekte Hoa San Pai yang langsung menebas seluruh musuhnya dan mengumpulkan mayat musuhnya di samping mayat predator ganas di sekitar kuil kosong.
"Hong Yi, kau sudah menang dariku.Marilah kita bisa menyusul teman-teman ke kapal laut dan berlayar ke seberang sungai ini untuk pergi ke Kekaisaran Zhao."kata Kasim Bo yang berdiri di dekat Li Hong Yi usai menghabisi semua musuh mereka.
"Hei, kau mengalah dariku yang membuatku bisa menang darimu, Bo Hai." kata Li Hong Yi nada terharu dengan kebaikan hati Kasim Bo.
"Ya, terimakasih Hong Yi." kata Kasim Bo dengan senyuman tulus menyayangi saudaranya lalu ia dan Li Hong Yi meluncur ke kapal laut.
Shi Lun sudah mengambil posisi di kendali kapal laut dengan tangkas.Chou Cie menurunkan layar kapal laut lalu kapal meluncur dari dermaga ke tengah sungai.
Bersambung!!
__ADS_1