Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Istana Gubernur Kota Shi.


__ADS_3

Kasim Bo dan teman-temannya benar-benar tak menghiraukan keberatan dari Gubernur Kota Shi yang tidak menyukai kedatangannya ke istana pria tua yang masih memiliki hubungan keluarga dengan kepala Bank Kota Shi.


"Tuan Bo, apa rencanamu terdapat Gubernur Shi Yang dan keluarganya setelah kita menikmati makan siang lezat di ruang makan dalam istana pribadinya? " tanya Chou Cie dengan senyuman khasnya kepada Kasim Bo yang sedang makan buah plum dengan nikmat sekali.


"Membunuhnya apabila kita menemukan bukti keterlibatan dirinya dengan orang-orang yang telah kita kirim ke neraka di bank kota Shi pada kemarin malam." jawab Kasim Bo yang asyik menggigit dan mengunyah buah plum di tangan kanannya.


"Kita akan segera menemukan buktinya setelah aku menyelidiki putranya yang bernama Shi Bai yang kamarnya di utara istananya. " kata Shi Lun teman lain dari Kasim Bo.


"Cepatlah kau selidiki mereka. " kata Kasim Bo.


"Tunggu aku selesai makan siang, dan aku pasti akan membawakan buktinya kepadamu, Bo Hai. " kata Shi Lun menggerogoti paha ayam dengan nikmat sekali.


"Kasim Bo."panggil Putri Yun Hui yang menarik lengan Kasim Bo untuk mengikutinya menemui istri dari Gubernur Kota Shi.


Istri dari Gubernur Kota Shi sudah menunggunya dan Putri Yun Hui di ruangan lain di dalam istana gubernur Kota Shi. Maka, Kasim Bo tanpa basa basi berbicara tentang maksud dari kedatangan dirinya ke istana gubernur Kota Shi.


"Nyonya Gubernur Kota Shi, aku datang ke istana kalian untuk meminta bantuan dari Gubernur Kota Shi untuk meminjamkan kunci gedung baru kantornya karena aku ingin melihat isi ruangan dalam gedung barunya yang telah lama sekali aku dengar akan kemewahannya. " kata Kasim Bo dengan sikap sopannya kepada istri dari Gubernur Kota Shi


"Untuk apa anda ingin meminjam kunci gedung baru kantorku? " tanya Gubernur Kota Shi nada keras kepada Kasim Bo.


"Aku mau melihat berapa banyak biaya yang di keluarkan untuk membangun gedung baru kantor mu dan seperti apa hasilnya. " jawab Kasim Bo nada tajam kepada Gubernur Kota Shi yang segera menundukkan wajahnya karena pria tua itu merasa takut terhadap Kasim Bo.


"Baiklah, Kasim Bo.Silakan saja.. " kata Nyonya gubernur Kota Shi cepat-cepat agar Kasim Bo tidak marah terhadap sikap suaminya terhadap Kasim Bo.


"Terimakasih atas kesediaan Nyonya gubernur Kota Shi yang bersedia untuk meminjamkan kunci gedung baru Gubernur Kota Shi kepadaku. " kata Kasim Bo yang menerima kunci tersebut dari Nyonya gubernur Kota Shi.

__ADS_1


Gubernur Kota Shi dan istrinya segera menemani Kasim Bo dan Putri Yun Hui beserta Chou Cie dan Xiao Feng pergi ke gedung baru yang berada di dekat tugu peringatan Kota Shi.Sedangkan, Shi Lun menyelinap masuk ke dalam ruangan lain di istana gubernur Kota Shi sesuai dengan rencana mereka.


Shi Lun membuka pintu kamar yang ditempati oleh putra paling muda dari Gubernur Kota Shi di bagian tenggara barat istana gubernur Kota Shi, dan menemukan surat pembelian bahan-bahan bangunan untuk membangun gedung baru yang harganya tidak sesuai dengan data yang dikirim ke istana Kerajaan Yun yang pernah dilihat dan di baca oleh Kasim Bo dari Raja Muda Yun.


"Hmmm.. Orang-orang tidak tahu diri mencari masalah dengan Kasim Bo yang cerdas. " kata Shi Lun yang cepat mengambil surat tersebut dari meja di kamar tidur putra dari Gubernur Kota.


Singgg!


Sebuah pedang telah dikeluarkan dari sarungnya yang terhunus di belakang Shi Lun yang segera mengetahui bahwa ia telah di sergap oleh putra dari Gubernur Kota Shi sendiri.


"Dasar tamu tak sopan berani menyelinap ke kamar tuan rumah bahkan mencuri barang dari tuan rumah yang sudah memperlakukan tamu nya dengan ketulusan..! " bentak putra dari Gubernur Kota Shi yang menggerakkan pedang ke arah leher Shi Lun.


Wutttzz!


"Arghhh! Kurang ajar ku bunuh kauu..!" teriak putra dari Gubernur Kota Shi yang menyerang Shi Lun dengan telapak tangannya yang lain.


Wutttzz!


Shi Lun menanggapinya dengan telapak tangan Shi Lun di arahkan ke telapak tangan putra dari Gubernur Kota Shi sehingga terjadi benturan dashyat yang menyebabkan isi dalam tubuh dari putra dari Gubernur Kota Shi hancur seketika itu juga.


Plakkk!


Desss!


Whushhh!

__ADS_1


Sejumlah pasukan gubernur Kota Shi menerobos masuk ke ruangan kamar putra dari Gubernur Kota Shi usai mendengar suara kesakitan pada diri tuan muda mereka dan mereka tercengang melihat tuan muda mereka sudah tak bernyawa lagi di lantai.


Maka mereka menyerang dengan serentak ke arah Shi Lun yang cepat mengerahkan ilmu silat tangan besi panas yang digunakannya untuk memukul sejumlah pasukan gubernur Kota Shi sehingga ia berhasil menghabisi pasukan gubernur Kota Shi dalam waktu singkat.


Plakk!


Plakkk!!


Shi Lun melayang ke arah gedung baru dengan kecepatan yang luar biasa cepatnya sehingga ia dapat tiba di ruangan baru dan memberikan surat bukti tersebut kepada Kasim Bo yang telah tersenyum manis untuknya.


"Terimakasih atas hasil kerja kerasmu, Shi Lun. " kata Kasim Bo yang menyimpan surat bukti di dalam sakunya lalu memerintahkan Chou Cie dan Shi Lun menghukum mati Gubernur Kota Shi dan istrinya melalui isyarat matanya.


Gubernur Kota Shi dan istrinya mendadak pucat pasi pada wajah mereka dan tangan mereka telah bersiap untuk mengeluarkan pedang dari sarung pedang mereka masing-masing namun Chou Cie dan Shi Lun telah menebas mereka dengan menggunakan pedang keduanya yang berkelebat dengan kecepatan tak terduga dan kepala gubernur Kota Shi dan istrinya telah jatuh ke lantai dengan darah mereka bercucuran di lantai.


Crakk!!


"Segel gedung baru pemerintah Daerah Kota Shi sampai Raja Kerajaan Yun menentukan gubernur Kota Shi yang baru setelah aku mengirimkan dua bukti kuat tentang penyelewengan dana dari pembangunan gedung baru kantor gubernur Kota Shi melalui Putri Yun Hui yang harus segera kembali ke istana untuk membantu ku." kata Kasim Bo yang menyerahkan tugas mengirim dua surat bukti tersebut kepada Putri Yun Hui.


"Kasim Bo, aku ingin menemanimu berpetualang ke tempat-tempat yang belum pernah aku lihat bersama dengan teman-temanmu. " kata Putri Yun Hui dengan sikap memelas kepada Kasim Bo.


"Tidak bisa, kau harus segera kembali ke istana mu untuk membantuku juga menjaga ayahmu di istana Kerajaan Yun sebagai seorang putri yang berbakti kepada orangtuanya." kata Kasim Bo nada tegas kepada Putri Yun Hui.


Putri Yun Hui tak bisa membantah perintahnya dengan gadis itu segera meninggalkan Kota Shi pada hari itu juga. Sedangkan Kasim Bo dan teman-temannya melanjutkan perjalanan mereka ke Kota Chang an dengan menunggangi kuda- kuda mereka masing-masing yang telah mereka dapatkan dari istana gubernur Kota Shi.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2