Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Perpisahan...


__ADS_3

Sekembalinya Kasim Bo ke Kekaisaran Zhao. Li Hong Yi telah menerima hadiah istimewanya di hari pernikahan agung yang berlangsung di aula utama istana Kekaisaran Zhao dengan wajahnya begitu bahagia.


"Bo Hai terimakasih atas hadiah istimewa yang kau antarkan kepada Aku di hari bahagiaku dan seluruh Kekaisaran Zhao-ku." kata Li Hong Yi di singasana kepada Kasim Bo dengan menjura hormat kepadanya.


"Sama-sama Yang Mulia Kaisar Zhao, dan sudah tiba waktunya untuk kita berpisah dan menjalani kehidupan kita masing-masing karena Aku harus kembali melanjutkan perjalananku." kata Kasim Bo yang menerima cangkir berisi arak dari Li Hong Yi untuk bersulang bersama-sama.


"Baik, Bo Hai. Semoga perjalananmu selalu di berkati oleh Langit dan Bumi. " kata Li Hong Yi di depan Kasim Bo sebelum meminum arak dari cangkirnya sendiri.


"Ya, terimakasih untuk segalanya, Li Hong Yi.Aku pun akan selalu mendoakanmu dan Kekaisaran Zhao selalu dilindungi oleh Yang Maha Kuasa." kata Kasim Bo usai meminum arak dari cangkir di tangannya.


Kemudian, di hari ini pula Kasim Bo dan semua temannya meninggalkan Kekaisaran Zhao dan mereka bersepakat untuk lebih dahulu melewati sungai Zhao bagian timur untuk misi selanjutnya dari tujuan utama dari petualangan Kasim Bo di seluruh dunia persilatan daratan besar.


"Desa apakah di ujung kanan aliran sungai Zhao bagian timur?" tanya Shi Lun sambil mengamati sungai Zhao bagian timur yang sangat panjang dan lebar itu.


"Lihat ada prasasti di dekat tepi sungai Zhao." kata Chou Cie yang berjalan ke arah batu karang yang terdapat tulisan yang dapat memberikan petunjuk untuk mereka.


"Desa bunga mawar Zhao kuning." baca Nona Hu Xin Qi.


"Sungai Zhao bagian timur tak ada perahu yang bisa kita gunakan untuk mengarungi sungai Zhao ini atau menyeberangi sungai ini." kata Bai Xiao Chen menyipitkan matanya memandang ke arah sungai Zhao bagian timur.


"Kita bisa bertanya kepada salah seorang dari penduduk yang sedang mencuci pakaian di tepi sungai Zhao ini." kata Shiang Hui Jing yang telah berjalan ke dekat seorang wanita desa sedang mencuci pakaian.


"Maaf, Nyonya. " sapa gadis manis ini dengan senyuman ramah kepada wanita desa itu yang segera mengangkat wajahnya untuk melihat dan menjawab gadis itu.


"Ya, Nona ada apa? "tanya wanita desa ini nada sopan.

__ADS_1


" Begini kami adalah orang-orang yang baru saja mendatangi sungai Zhao bagian timur. Kami ingin bertanya apakah di sini ada perahu untuk kami bisa mengarungi sungai Zhao ini."kata gadis itu dengan senyuman ramahnya kepada wanita desa di depannya.


"Dulu sih ada perahu namun belakangan ini sejak lima tahun lalu sudah tak ada perahu yang selalu beraktivitas di sini." jawab wanita desa dengan senyuman ramah dan sopan kepada Siang Hui Jing.


"Baiklah, terimakasih banyak,Nyonya." kata Siang Hui Jing segera kembali kepada rombongannya di sisi lain tepi sungai Zhao bagian timur.


Kasim Bo tersenyum melihat banyaknya pohon bambu di sekitar hutan di tepi sungai Zhao bagian timur maka ia segera memerintahkan Shi Lun dan Chou Cie untuk membuat perahu untuk mereka.


"Siap, Kasim Bo." kata kedua temannya itu.


"Kami akan mencari makanan dan minuman di sekitar tempat ini untuk perbekalan perjalanan kita ke Kekaisaran Lin." kata Putri Yun Hui yang segera mengajak para gadis untuk pergi ke arah barat tepi sungai Zhao bagian timur.


Di hutan tersebut para gadis menemukan jejak kaki yang terlihat jelas di tanah yang mengarah ke dalam hutan yang terlihat begitu gelap gulita dan menakutkan.


"Kasim Bo.. " panggil Peng Cheng nada halus tapi tetap terdengar suaranya dengan jelas oleh Kasim Bo yang sedang mengamati pergerakan air sungai Zhao bagian timur sambil menunggu Shi Lun dan Chou Cie selesai membuat perahu untuk mereka.


"Ada apa? " tanya Kasim Bo segera mendatangi gadis itu dengan raut wajahnya yang tampan dan manis menjadi satu.


"Lihatlah jejak kaki di tanah ini." jawab gadis itu menunjukkan penemuan hebat mereka kepada Kasim Bo yang cepat mengamati jejak kaki itu.


"Hmmm.. Kalian semua tunggu disini... " kata Kasim Bo nada serius kepada para gadis cantik di dekatnya sebelum melesat cepat masuk ke hutan.


Kasim Bo menyelusuri hutan tersebut sampai ke tengah-tengah hutan yang penuh rumput yang runcing dan tajam seperti rumput kaktus namun rumput ini bisa bergerak dengan cepat ke arah Kasim Bo yang segera menangkis serangan itu dengan pedangnya yang masih berada di dalam sarung pedang.


Trang!

__ADS_1


Trang!


Bruakk!


"Arghhhh! " pekik seseorang yang terkena daun rumput itu dari arah dalam hutan dan Kasim Bo segera mencari tahu Siapakah orang itu.


Wuss!


Setelah Kasim Bo berhasil menemukan orang di dalam hutan tersebut.Ia segera mengenalinya dengan cepat namun ia tetap waspada terhadap gadis cantik yang terkapar di tanah dekat gua di sisi kanan jalan aliran sungai Zhao bagian timur.


"Putri Yun Li? Kenapa kau berada di sini?" tanya Kasim Bo tanpa mengubah posisinya di tempat ia berdiri di dekat pohon awal ia datang ke hutan tersebut.


"Kasim Bo. Aku ingin mendapatkan daun emas di dalam gua itu untuk membantu ayahku yang akan mendapatkan masalah dengan Ratu istana Yue Yue di desa pedalaman Yuen." jawab Putri Yun Li dengan raut wajahnya yang pucat bak mayat kepada Kasim Bo.


"Daun emas itu apa manfaatnya untuk Ratu Yue Yue?" tanya Kasim Bo tetap memandang tegas kepada gadis kakak tiri dari Putri Yun Hui.


"Surat delegasi untuk misi perdamaian dengan Kekaisaran Bei yang dipimpin oleh Kaisar Beng Xin. " jawab Putri Yun Li yang kini memuntahkan darah segar dari mulut mungilnya ke tanah.


Putri Yun Li cepat menengok ke belakang gua itu dan ia melihat seorang ular anaconda merayap ke arahnya. Ia semakin pucat wajahnya.Ia pun segera meminta pertolongan dari Kasim Bo yang telah menariknya dengan tepat waktu sebelum ular anaconda akan menelan gadis itu.


"Mundurlah dan minumlah obat ku ini untuk luka mu cepat sembuh." kata Kasim Bo menyerahkan botol kecil keramik hijau miliknya kepada Putri Yun Li di belakangnya.


"Ya, Kasim Bo terimakasih." kata gadis itu cepat melakukan apa yang diperintahkan oleh Kasim Bo kepadanya.


Kasim Bo melesat cepat ke arah gua dengan luar biasa gesit sehingga ia dapat melewati ular anaconda yang menutup pintu gua dengan mulut ular ini terbuka lebar untuk menghalangi siapa pun yang akan mencoba untuk mendatangi gua yang dilindungi oleh ular anaconda ini.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2