
"Aku mengetahui petunjuk ini dari petualanganku ke gunung Thai San sekitar lima tahun lalu." kata Kasim Bo sambil mengipas-ngipasi dirinya pakai kipas lipatnya.
Li Hong Yi menaruh telunjuknya dibibirnya dan ia berhenti di tengah jalan sehingga teman-teman di sekitarnya saling berpandangan satu sama lainnya.
Suara desiran angin yang berhembus dari arah di depan mereka yang disusul dengan suara yang menimbulkan rasa dingin di sekitar mereka yang disebabkan oleh suara permainan harpa yang di lakukan oleh seorang gadis cantik jelita yang kini duduk di atas pohon rindang di depan mereka.
"Wah siluman kucing gunung ini sungguh jelek." ejek Putri Mung Fan yang mengernyitkan hidung secara jelas untuk menghina gadis cantik jelita di depan mereka.
"Lancang kau gadis tak berpendidikan kamu tak tahu siapa yang kamu hina itu adalah Putri Liu Yi Ran yang berasal dari Kerajaan Liu..! " hardik pria yang meluncur ke arah Putri Mung Fan dengan pedang tipis yang sangat panjang yang ditujukan untuk menusuk tenggorokan gadis cantik jelita di dekat Li Hong Yi.
Wuttzzz!
Li Hong Yi dengan cepat menangkis serangan itu dengan seruling naga di tangan kanannya dan tangan kirinya sudah menarik mundur Putri Mung Fan ke dekat Shi Lun yang segera berdiri di belakang gadis itu untuk melindungi gadis cantik jelita ini dari pria kejam itu.
Betttzzz!
"Siapa kau yang ingin bermain-main denganku? " tanya pria itu adalah Qu Ru putra dari Ketua Sekte Rusa Merah yang bermarkas besar di kaki gunung batu kapur tulis dengan nada bengis.
"Aku Pendekar Seruling Naga Li Hong Yi." jawab Li Hong Yi dengan nada lantang.
"Oh, rupanya kamu si pangeran buangan dari Kekaisaran Zhao yang sudah begitu lancang di daerah ku.. " kata Qu Ru nada menghina kepada Li Hong Yi.
"Dan, kau adalah Qu Ru si putra tak di akui oleh ayahnya sendiri." balas Kasim Bo dengan nada tajam.
Qu Ru melotot kepada Kasim Bo yang membalas tatapannya dengan tatapan mengejek sehingga ia menjadi marah dan menyerang Li Hong Yi di depannya dengan pedang tipisnya yang dapat di gerakkan dengan lincah sekali.
Wutttzz!
Li Hong Yi menangkis serangan tersebut dengan seruling naga yang telah membuat desiran angin dari pedang tipis di tangan Qu Ru meliuk-liuk ke arah pemiliknya sendiri.
"Heiiii..!!" pekik Qu Ru terkejut dengan serangan yang dilancarkan oleh Li Hong Yi kepadanya.
Li Hong Yi tak memberikan kesempatan untuk Qu Ru untuk menyerang kembali kepadanya, Li Hong Yi sudah menggunakan ilmu pedang sekte Hoa San Pai yang membuat Qu Ru kalang kabut dan tahu -tahu dada Qu Ru telah dirobek oleh seruling naga di tangan Li Hong Yi.
Breeettt!
"Arghhh!! " pekik Qu Ru yang terhuyung-huyung ke belakang dan tewas dengan luka yang sangat parah di dadanya.
Gadis cantik jelita itu melayang ke arah Kasim Bo dengan harpa diarahkan kepada Kasim Bo di depannya dan seringai kejam dilayangkan oleh gadis itu untuk Kasim Bo.
Wussss!
__ADS_1
Kasim Bo mengelak ke samping yang membuat serangan-serangan harpa di tak tangan gadis itu dapat dihindarkan olehnya dan membuat gadis itu kembali menyerangnya dengan pukulan telak di arahkan kepadanya.
Wuttzzz!
Kasim Bo menyambut baik serangan-serangan si gadis cantik jelita dengan pukulan yang telah menghantam pukulan telak dari gadis cantik jelita.
Bughhh!
"Aduuhhh...! " pekik gadis cantik jelita yang buku jarinya patah oleh serangan maut dari Kasim Bo.
Tetapi gadis itu tak merasa gentar dan takut, ia bahkan kembali melancarkan serangan ke arah Kasim Bo dengan harpa yang mengeluarkan lagu yang memekakkan gendang telinga yang di tujukan secara langsung kepada Kasim Bo.
Wutttzz!
Kasim Bo menggunakan telapak tangannya yang diarahkan ke arah harpa di tangan gadis cantik jelita yang langsung hancur berkeping-keping di pukul olehnya.
Brakk!
Gadis cantik jelita itu menggunakan tendangan ke arah Kasim Bo dengan kecepatan tinggi yang membuat Kasim Bo harus bergerak dengan gesit sekali di antara serangan-serangan tendangan dari kaki kanan gadis cantik jelita itu.
Wetttzzz!
Kasim Bo menggerakkan telapak tangan kirinya yang bergerak memukul kaki kanan gadis cantik jelita itu yang langsung remuk pukulannya dan ia langsung menggunakan ilmu sinkang tenaga api yang diarahkan langsung ke gadis cantik jelita itu yang terjengkang dengan dada gadis cantik jelita itu remuk dan hangus.
Bruakkk!
Belum lama kedua orang musuh itu tewas dalam serangan maut dari Kasim Bo dan Li Hong Yi di pintu masuk ke hutan gunung batu tulis di luar kota Chen an barat datanglah sejumlah besar pasukan yang meluncur ke arah mereka dengan pedang tipis yang sangat tajam dihunuskan oleh mereka.
Wutttzz!
Kasim Bo cepat menggunakan kipas lipatnya di tangan kirinya untuk menangkis serangan maut itu dan Li Hong Yi menggunakan seruling naga di tangan kanan sehingga mereka dapat membuat serangan-serangan maut itu luput dari mereka.
Trang!
Trang!
Shi Lun menangkis serangan maut dari delapan orang berpakaian warna krem yang menyerang ke arah Putri Mung Fan yang juga segera hadapi musuh-musuh mereka dengan pedang di tangan gadis cantik jelita yang merupakan teman masa kecil Li Hong Yi.
Wutttzz!
Trang!
__ADS_1
Trang!
Chou Cie bergerak dengan pedang yang sangat tajam di arahkan kepada para musuh yang telah mengeroyok Yang Chao Yue kekasih Li Hong Yi yang dijaga ketat oleh Chou Cie atas perintah dari Kasim Bo.
Wutttzz!
Trang!
Trang!
Putri Yun Hui menggerakkan kakinya ke arah tiga orang musuh yang ingin mendekatinya sehingga ia dapat membuat tiga buah pedang ditangan tiga orang musuh runtuh di tanah.
Crangg!
Kasim Bo dengan cepat menggunakan kipas di tangannya menghancurkan pedang-pedang yang ingin mengincar gadis putri dari Raja Yun yang harus dilindungi olehnya itu.
"Kasim Bo, kau melindungiku.." kata Putri Yun Hui yang merangkul lengan Kasim Bo untuk rasa terimakasih atas pertolongan dari Kasim Bo.
"Eiii, lepaskan tanganmu dari lenganku.." kata Kasim Bo dengan nada geram kepada tingkah laku gadis centil itu kepadanya sambil melawan tiga orang musuh dengan kipas lipatnya yang di gunakan untuk menotok ubun-ubun tiga orang musuh itu dengan tepat sekali.
Tuk!
Tuk!
Tuk!
Li Hong Yi menggunakan ilmu seruling naga api yang membuat serangan-serangan maut dari musuh-musuh yang membantu pria yang telah lebih dulu dihadapinya itu dengan ganas sekali.
Trang!
Trang!
Trang!
Trang!
Trang!
Trang!
Shi Lun menggunakan ilmu sempoa yang telah digunakannya dengan pedang ditangannya itu ke arah para musuh yang langsung berjatuhan ke tanah oleh serangan-serangan mautnya itu dan ia segera menebas para musuh itu.
__ADS_1
Crakkk!
Bersambung!!