
Setelah Kasim Bo mengalahkan Kekaisaran Bei dengan mutlak dilanjutkan dengan misi yang lain untuk misi yang harus diselesaikan oleh Kasim Bo untuk menaklukkan dunia persilatan daratan besar.
"Puncak gunung Yue berada di wilayah di depan sana." kata Shi Lun yang menunggangi kuda di samping kuda warna hitam yang tunggangi oleh Kasim Bo yang memimpin rombongan mereka.
"Ya, kami juga sudah melihat seseorang yang sedang berjalan turun dari puncak gunung Yue ke kaki gunung Yue yakni ke tempat kita saat ini." kata Siang Hui Jing nada tenang kepada Kasim Bo.
"Gadis itu sepertinya kami mengenalinya tetapi kami lupa dimana kami melihatnya?" ucap Bai Xiao Chen menoleh kepada Kasim Bo majikan mereka semua.
"Putri Miya murid utama dari Sekte Bunga Yue Yue." kata Yu Shin tabib ternama yang menjadi salah satu dari teman seperjuangan Kasim Bo.
"Mmm, lantas mau apa dia menantang aku di kaki gunung Yue?" tanya Kasim Bo nada acuh tak acuh saat melihat kedatangan gadis cantik di depannya telah menghunuskan pedang tajam ke arah dirinya dengan diikuti oleh sejumlah gadis lainnya yang menerjang maju ke arah teman- teman Kasim Bo.
"Membunuhmu,pria jahanam." jawab Putri Miya nada bengis kepada Kasim Bo.
"Ouw, kebetulan sekali Aku memang ingin sekali menghabisi sekte bunga Yue dan ketua kalian si wanita bau busuk." kata Kasim Bo dengan nada garang kepada Putri Miya.
"Kurang ajar kauuuu..!" bentak Putri Miya yang telah menyerang dengan pedangnya yang luar biasa cepat dan tajam ke arah dada Kasim Bo di depannya namun ia terkejut dengan ranting di tangan Kasim Bo telah menangkis serangannya dengan jauh lebih cepat dari serangannya itu.
Wutttzz!
Trakkk!
Crangg!
"Ahhhh?! " pekik Putri Miya yang melihat pedang di tangannya telah dipatahkan dengan mudah oleh ranting di tangan Kasim Bo.
"Bersiaplah untuk menerima ajalmu di tanganku, gadis sombong." kata Kasim Bo yang langsung melontarkan pukulan maut ke arah Putri Miya yang mengerahkan ilmu pukulan Bunga Yue Yue ke arah depannya.
Plakk!
Desss!
"Arghhh!!" pekik Putri Miya yang terdorong jatuh ke jurang di sebelah kanan oleh serangan maut Kasim Bo yang membuat organ tubuh gadis itu hancur berkeping-keping.
__ADS_1
Sejumlah murid-murid dari sekte bunga Yue Yue yang telah melihat Putri Miya tewas di tangan Kasim Bo segera bersiul untuk memanggil para anggota lainnya untuk mengepung Kasim Bo dan teman-teman seperjuangan pemuda tampan itu di kaki gunung Yue.
Wusssss!
Sebilah pedang meluncur dari puncak gunung Yue ke arah Kasim Bo dengan disertai oleh lima puluh senjata rahasia berupa bunga Yue Yue yang betebaran ke sekeliling Kasim Bo.
Weerr!
Kasim Bo dengan rangkas segera menggunakan ilmu kipas badai salju melalui telapak tangannya yang terbuka lalu runtuhlah pedang dan lima puluh senjata rahasia bunga Yue Yue di depan sepasang sepatu yang dikenakan oleh Kasim Bo sampai pemiliknya pun menjerit kaget karena Kasim Bo telah memotong Ketua Sekte bunga Yue Yue dengan pedang wanita sakti itu sendiri.
Crakk!
Shi Lun dan yang lainnya menerjang maju terus dengan ilmu pedang mereka masing-masing ke arah murid-murid sekte bunga Yue Yue yang menyerbu ke arah mereka.
Brrrr!
Trang!
Trang!
Trang!
Plakk!!
Plakk!!
Plakkk!
Kasim Bo melesat cepat ke udara dengan ilmu meringankan tubuhnya yang sudah mencapai tingkat tinggi lalu telapak tangannya menyerang habis seluruh murid-murid dari sekte bunga Yue Yue yang menyerang teman-temannya.
Desss!
Desss!
__ADS_1
Desss!
Kasim Bo mengajak teman-teman seperjuangan meninggalkan kaki gunung Yue untuk menyerbu ke markas besar sekte bunga Yue Yue di puncak gunung Yue dengan kecepatan yang sangat luar biasa sekali.
Brrrr!
"Bangunan ini dikelilingi oleh bunga-bunga yang mengandung racun ilusi tinggi maka kita harus berhati-hati untuk melewatinya dan masuk ke dalam bangunan markas besar sekte bunga Yue Yue." kata Kasim Bo dengan nada serius kepada teman-teman seperjuangannya di belakangnya.
"Tunggu kalau benar di sini ditumbuhi bunga- bunga racun ilusi tingkat tinggi berarti musuh- musuh yang barusan kita habisi di kaki gunung Yue adalah bayangan musuh kita saja." kata Shi Lun yang suaranya bergetar menahan rasa panik mengetahui bahwa pegunungan Yue luar biasa menakutkan.
"Ya.. Kita telah dipermainkan oleh mereka semua karena lawan kita tadi adalah ilusi belaka karena mereka menggunakan racun ilusi yang berasal dari bunga Yue Yue warna hitam di sekitar lokasi kita saat ini." kata Kasim Bo nada serius sekali dan tatapannya begitu marah bukan main.
"Hahaha Kasim Bo kau sungguh cerdas sekali sehingga kamu dapat mengetahui siasat kami untuk menipumu." suara halus yang memiliki hawa sakti menggetarkan jiwa teman-temannya yang langsung menjerit kesakitan dan roboh di dekatnya.
Bruakk!
"Kurang ajar kalian semua..!!" hardik Kasim Bo.
"Tuan Bo, semua gadis ini telah meninggal dunia akibat ilmu khikang wanita iblis di dalam sana." kata Shi Lun nada serius sekali kepada Kasim Bo di sampingnya.
"Ya, Shi Lun. Aku pastikan wanita iblis di dalam sana akan mendapatkan pembalasan setimpal dariku." kata Kasim Bo nada dingin.
Kasim Bo mengulurkan telapak tangannya ke arah pintu masuk utama ke markas besar sekte bunga Yue Yue yang di kelilingi oleh bunga- bunga Yue warna hitam yang mengandung racun ilusi tingkat tinggi lalu uap putih membungkus seluruh bunga-bunga Yue warna hitam yang kini langsung layu dan gugur menjadi debu seketika itu juga.
Blass!
Lalu Kasim Bo menerjang pintu masuk utama ke markas besar sekte bunga Yue Yue dengan ilmu telapak tangan sembilan matahari sakti yang memancarkan cahaya yang bersinar terang dan menyilaukan seluruh isi markas besar sekte bunga Yue Yue sehingga Ketua Sekte bunga Yue Yue yang asli dan murid-murid sekte bunga Yue Yue terlihat jelas di depan sepasang mata Kasim Bo yang tajam.
"Kau?! " dengus Ketua sekte bunga Yue Yue yang bernama Yue Niang berjuluk Iblis Bunga Yue Yue kepada Kasim Bo.
"Wanita iblis kau sudah berani untuk bermain- main denganku Kasim Bo! Aku takkan pernah sungkan untuk membunuhmu sekarang juga dan menghancurkan markas besar sekte bunga Yue Yue milikmu ini..! "hardik Kasim Bo yang telah mengeluarkan pedang penakluk langit dan bumi di depan dadanya yang bidang.
Singgg!
__ADS_1
Bersambung!!