Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Desa Awan Elang Hitam.


__ADS_3

Sesudah Kasim Bo membasmi raja barbar sekte sembilan matahari kembar di puncak gunung elang hitam.Pemuda ini melanjutkan perjalanan ke arah sebuah desa yang terletak di tepi sungai lereng gunung ini untuk misi yang ingin diraihnya di wilayah Kekaisaran Zhao.


"Mmm, untung saja ingatan ku sangat tajam luar biasa sehingga aku dapat mengingat ukiran di puncak menara tertinggi di istana Kerajaan Yun yang bentuknya mirip dengan peta wilayah ini." kata Kasim Bo di dalam hatinya.


Kasim Bo melompati beberapa jurang untuk tiba di tempat tujuannya dan sesampainya ia di pintu desa yang bernama Desa bunga elang hitam.Ia sudah melihat adanya sepasang kakek kembar bermata elang berdiri di atas tembok pintu desa tersebut.


"Siang Lo Mo terimakasih atas sambutan hangat dari kalian untukku di pintu desa bunga elang hitam." kata Kasim Bo nada tenang sekali pada sepasang kakek kembar itu.


"Bocah,ada tujuan apakah kau datang ke desa bunga elang hitam kami?"tanya salah seorang dari sepasang kakek kembar bermata elang itu kepada Kasim Bo yang berdiri dengan sikap luar biasa tenang.


" Menemukan 2 benda pusaka yang telah kalian curi dari istana Kerajaan Yun."jawab Kasim Bo di depan sepasang kakek kembar bermata elang dengan sikap tenang sekali namun tatapannya itu begitu tajam sekali.


"Lancang! Berani sekali kau menuduh kami yang telah mencuri dua pusaka Kerajaan Yun! Dan, apakah kamu pikir kedua benda itu berada di sini di dalam desa bunga elang hitam kami?! " hardik sepasang kakek kembar bermata elang hitam di depan Kasim Bo dengan sikap garang sekali.


"Aku tidak pernah sembarangan menuduh orang lain jika tak ada bukti kuat yang membuat Aku menuduh kalian berdua. Hmm.." dengus Kasim Bo.


"Lancang! Kakak.. Kita habisi saja bocah kurang ajar ini..!" seru salah seorang dari sepasang kakek kembar bermata elang hitam dengan nada tak sabaran untuk menghabisi Kasim Bo kepada saudara kembarnya.


"Adik, kamu benar sekali kita tak perlu banyak bicara dengannya lagi.. Mari kita hadapi saja dia dan habisi dengan pedang kita ini..! " sahut pria tua yang wajahnya lebih seram daripada adiknya itu.


Singg!


Si adik sudah menerjang lebih dulu dengan ujung pedang yang melengkung tajam ke arah dada Kasim Bo yang cepat mengempiskan dadanya dan mundur dengan cepat sekali dengan telapak tangannya sudah memainkan ilmu sinkang hawa dingin yang membuat ujung pedang di tangan si adik kembaran sepasang kakek kembar bermata elang hitam itu patah karena serangan-serangan ilmu sinkang hawa dingin milik Kasim Bo.


Plakk!


Plakk!


Klang!

__ADS_1


Si kakak mulai menggerakkan pedangnya yang di arahkan secara langsung ke leher Kasim Bo di saat ia melihat Kasim Bo memukul mundur adik kembarnya sehingga ujung pedang adiknya itu patah.


Wuttzz!


Kasim Bo melesat dengan gesit sekali sehingga ujung pedang si kakak gagal mengenai lehernya bahkan ia segera melontarkan pukulan- pukulan yang mengandung ilmu sinkang hawa dingin dan panas silih berganti dan membuat serangan- serangan pedang milik salah seorang dari Siang Lo Mo terbentur keras oleh serangannya itu.


Plakk!


Plakk!


Plakk!


Si Adik yang bernama Liang Lo Mo menyerang ke arah tengkuk belakang Kasim Bo dengan ilmu sinkang telapak racun hitam yang berasal dari racun ganas hewan kadal gurun raksasa melalui kedua telapak tangannya.


Wuttzz!


Kasim Bo bergerak dengan kecepatan tinggi dan mengejutkan Liang Lo Mo karena lawan kakek sadis ini telah menghilang dari pandangan kedua mata tajamnya dan tahu-tahu sebuah serangan dari atas kepalanya tak bisa dielakkan olehnya dan hancurlah kepalanya oleh serangan pukulan hawa panas yang dilontarkan oleh Kasim Bo di atas kepalanya.


Brakkk!


Siang Lo Mo melengking tajam melihat adiknya telah dibunuh oleh Kasim Bo.Ia pun melontarkan pukulan ilmu sinkang racun elang hitam dan ilmu pedang Siang Lo Mo ke arah Kasim Bo dengan luar biasa cepat dan ganasnya.


Wuttzz!


Kasim Bo menanggapinya dengan ilmu sinkang hawa dingin dan panas di telapak tangan kanan secara bergantian dan ranting di tangan kirinya menggunakan ilmu pedang naga sakti yang luar biasa hebatnya yang membuat ranting bergerak seperti naga yang mengibaskan ekor dan mulut naga menyemburkan api yang sehingga setiap serangan yang dilancarkan oleh Siang Lo Mo bisa di hadapinya bahkan ia bisa membendung serangan tersebut dengan sangat baik sekali.


Plak!


Plak!

__ADS_1


Trangg!


Serangan pedang yang dilancarkan oleh Siang Lo Mo telah berhasil dipatahkan oleh Kasim Bo yang menggunakan rantingnya bahkan pukulan yang dilontarkan oleh Siang Lo Mo juga telah di hancurkan dengan ilmu sinkang hawa dingin dan panas dari telapak tangan kanan Kasim Bo.


"Kurang ajar kau bocah..! " hardik Siang Lo Mo yang semakin marah dan bernafsu untuk habisi Kasim Bo dengan melemparkan patahan pedang ke arah Kasim Bo dengan ilmu sinkang awan elang hitam dengan kecepatan yang luar biasa namun Kasim Bo dengan ilmu sinkang telapak gajah sakti menyambut patahan pedang Siang Lo Mo hancur berkeping-keping di udara.


Crangg!


"Arghh! "pekik Siang Lo Mo yang merasakan luar biasa sakit pada dadanya sehingga kakek ini memegangi dadanya dengan wajahnya pucat.


Kasim Bo bergerak dengan gerakan ilmu silat bangau menerkam ikan di sungai telah melesat ke arah Siang Lo Mo dengan ujung sepatunya itu menusuk tenggorokan Siang Lo Mo hingga ia membuat lubang besar di tenggorokan kakek ini yang tewas dengan sepasang mata melotot.


Cuss!


Usai membunuh Siang Lo Mo di pintu masuk ke desa bunga elang hitam.Kasim Bo telah melesat dengan cepat masuk ke dalam desa tersebut. Ia juga segera mencari tempat tinggal Siang Lo Mo di sekitar pemukiman penduduk desa tersebut.


" Penduduk desa ini memiliki hawa negatif yang tak bisa ku nyatakan sebagai orang-orang desa pada umumnya karena mereka adalah anggota sekte awan bunga elang hitam yang didirikan oleh salah seorang dari kakek tiri dari pihak ibu kandung Li Hong Yi."kata Kasim Bo yang dapat melihat betapa gesit gerakan para penduduk desa tersebut bukanlah gerakan petani atau peternak biasa tetapi gerakan orang-orang yang memiliki ilmu silat yang cukup tinggi.


Dan, benar saja dugaan Kasim Bo ini karena tak lama kemudian sebuah cangkul dan tongkat trisula baja telah melayang ke arah kanan Kasim Bo dengan ilmu silat yang sama dengan ilmu silat yang pernah digunakan oleh Zhao Beng dan Zhao Geng.


Wuttzz!


Kasim Bo dengan gesit pula menggunakan ujung ranting yang digerakkan di sekitar arah kanannya yang langsung mematahkan sejumlah cangkul dan tongkat trisula baja yang digunakan oleh para anggota sekte awan elang hitam yang ingin menghalangi jalannya bahkan membunuhnya itu.


Trak!


Trak!


Trak!

__ADS_1


Crang!


Bersambung!!


__ADS_2