Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Menyelamatkan Putri Yun Hui Di Wisma Kota Besar Bunga Lun Ungu.


__ADS_3

Kasim Bo menyelusuri hutan pegunungan yang terletak di kota kecil bawah pegunungan untuk memenuhi seorang musuh yang telah mengirim pesan ancaman terhadap dirinya melalui Putri Yun Hui yang disandera oleh musuhnya itu.


"Kasim Bo, seberapa pentingnya dirimu untuk menyelamatkan gadis yang tidak hubungan apa- apa denganmu? "tanya Phang Lian mengikutinya di dekat rombongannya.


"Kau tak perlu tahu tentang urusanku." jawab Kasim Bo nada dingin kepada Phang Lian.


"Wisma itu berada di mana,Bo Hai? Kenapa kota ini sangat mencekam sekali? " tanya Shi Lun dan Chou Cie juga Xiao Feng di dekatnya saat ia dan teman-temannya telah masuk ke kota tersebut.


"Entahlah, namun Aku tahu dimana Aku dapat menemukan Jang Moon Gu si cicak kering itu berada." jawab Kasim Bo nada tenang kepada Shi Lun dan Chou Cie juga Xiao Feng.


"Ya.." kata Chou Cie nada pelan di dekatnya lalu sahabatnya itu menyenggol sikut lengannya.


Kasim Bo mengikuti petunjuk dari Chou Cie agar ia dapat menemukan Putri Yun Hui yang diikat di atas pohon rindang di tengah-tengah hutan kota tersebut dan disekitar gadis itu adalah para pasukan Jang Moon Gu.


"Kasim Bo tolong Aku..!" teriak Putri Yun Hui.


"Bo Hai,apakah kamu sudah memikirkan pilihan yang tepat untuk memenuhi permintaan dariku sebagai penukaran mu untuk menyelamatkan gadis ini? " tanya Jang Moon Gu yang berdiri di atas balkon wisma dengan sikap angkuh kepada Kasim Bo.


"Sudah yaitu membunuhmu.. " jawab Kasim Bo nada dingin lalu melesat cepat dengan ujung rantingnya itu menusuk ke tenggorokan Jang Moon Gu yang terkejut dengan kecepatan gerak rantingnya itu.


Cusss!


"Kalian bantai para pasukannya..! " perintah dari Kasim Bo kepada para sahabatnya.


"Siap, Kasim Bo..! " sahut teman-temannya nada serentak.


Singg!


Trangg!


Kasim Bo meluncur ke arah pohon rindang dan membebaskan Putri Yun Hui dari ikatan di tubuh mungil gadis itu dengan ujung rantingnya saja lalu tangannya memeluk Putri Yun Hui dengan cepat sebelum gadis itu jatuh ke tanah.


"Kasim Bo,terimakasih kau sudah menolongku." kata Putri Yun Hui dengan nada lembut di telinga Kasim Bo.

__ADS_1


"Ya,sama-sama Putri Yun Hui." kata Kasim Bo di dekat Putri Yun Hui.


Shi Lun meluncur dengan senjatanya yang telah menebas setiap pasukan Jang Moon Gu hingga tak ada sisanya lagi dengan kecepatan yang luar biasa.


Crakkk!!


Chou Cie dan Xiao Feng pun menggunakan ilmu pedang mereka masing-masing yang sangat hebat telah menebas setiap musuh yang mereka hadapi.


Crakk!


Crakk!


"Kasim Bo.. Awas..! " teriak Putri Yun Hui melihat adanya serangan maut yang dilakukan oleh pria pendek dengan pedang bergerigi tajam ke arah Kasim Bo.


"Minggir..! " perintah dari Kasim Bo kepada Putri Yun Hui di dekatnya.


Kasim Bo menangkis dengan ujung rantingnya yang diarahkan ke arah pedang bergerigi tajam di tangan pria pendek yang tak lain adalah Jang Moon Gu yang asli.


Wutttzzz!


Ranting di tangan Kasim Bo membuat pedang bergerigi tajam di tangan Jang Moon Gu runtuh di tanah oleh ilmu pedang ular emas sakti yang membuat rantingnya bergerak seperti ulat yang mematuk setiap mangsanya dengan ganas.


Crang!


Crang!


"Aiya..! " pekik Jang Moon Gu yang terpucat- pucat melihat sepak terjang Kasim Bo yang luar biasa menakutkan baginya.


Kasim Bo menyeringai kejam kepada Jang Moon Gu yang berusaha untuk menghindari serangan rantingnya itu dengan ilmu pukulan yang telah membuat rantingnya bergetar sedikit namun ia tak merasa kesulitan dalam menghadapi Jang Moon Gu.


Karena Ia telah melontarkan ilmu sinkang tapak matahari sakti yang membuat ranting meluncur ke arah dada Jang Moon Gu yang langsung jatuh ke tanah dengan ranting telah menembus dada pria pendek itu.


Jlebb!

__ADS_1


"Kasim Bo kau sungguh luar biasa hebat dapat membunuh orang pendek tak tahu malu itu untuk menyelamatkan diriku." kata Putri Yun Hui nada manis kepada Kasim Bo.


"Iya." jawab Kasim Bo singkat.


"Bo Hai,mari kita selidiki Wisma itu dari dekat." kata Shi Lun yang terlihat ingin mencari benda- benda pusaka peninggalan Jang Moon Gu yang bisa dijual oleh sang saudagar pelit itu kepada Kasim Bo.


"Ya, baiklah."jawab Kasim Bo menyetujui usul dari sahabatnya itu.


Shi Lun dan yang lainnya telah lebih dahulu ke wisma. Sedangkan Kasim Bo di tahan oleh Putri Yun Hui di depan pintu Wisma karena Putri Yun Hui ingin bicara empat mata dengannya.


"Kasim Bo,Aku rasa aku ini takkan pernah dapat pulang ke istana Kerajaan Yun seorang diri saja usai Aku mengalami hal ini yang nyaris buat Aku kehilangan nyawaku. " kata Putri Yun Hui meraih jemari Kasim Bo.


"Hmm, lalu kau mau apa? " tanya Kasim Bo yang telah cepat menarik tangannya dari genggaman tangan Putri Yun Hui.


"Biarkan Aku mengikuti kamu di dalam misimu di dunia persilatan daratan besar sampai Kamu bisa mengantarkan Aku pulang ke istana dengan aman." jawab Putri Yun Hui mendekati Kasim Bo.


"Hmm, berbahaya bagi mu jika kamu mengikuti aku. " kata Kasim Bo bergerak mundur ke pohon rindang karena Putri Yun Hui semakin mendekati dirinya.


"Selama ada dirimu yang melindungi diriku. Aku sama sekali tidak akan mengalami bahaya apa pun juga." kata Putri Yun Hui mengangkat tangan kanannya untuk menyentuh wajah tampan dan gagah perkasa Kasim Bo yang mempesona hati dan diri gadis cantik jelita ini.


"Ohya? Apakah kamu yakin bahwa Aku Kasim Bo akan selalu melindungi dirimu dari bahaya apa pun yang mengintai dirimu?"tanya Kasim Bo di dekat pohon rindang dengan jantungnya tak pernah berhenti berdetak kencang ketika Putri Yun Hui semakin dekat dengannya.


"Ya,Aku yakin sekali terhadap sikap dan sifatmu yang jantan untuk selalu melindungi diriku" jawab Putri Yun Hui yang mendekatkan bibirnya kepada bibir Kasim Bo.


"Putri Yun Hui tolong kau jangan mendekatiku seperti ini.. " kata Kasim Bo memalingkan wajah dari Putri Yun Hui sehingga bibirnya aman dari bibir Putri Yun Hui yang mengincar bibirnya.


"Kenapa?Apakah kamu merasa takut untuk jatuh cinta padaku?,dan Aku bisa membuktikan bahwa kau bukanlah seorang Kasim sejati?" tanya Putri Yun Hui nada sarkastis kepada Kasim Bo.


"Tidak,Aku cuma khawatir dirimu yang takkan pernah bisa melepaskan diri dari genggamanku jika kamu benar-benar jatuh cinta padaku." jawab Kasim Bo nada dingin kepada Putri Yun Hui yang terkejut sendiri karena Kasim Bo menatapnya dengan lekat-lekat sehingga gadis itu terpaku di pintu masuk ke dalam Wisma.


Kasim Bo melewatinya dengan meraih pinggang Putri Yun Hui untuk berjalan masuk ke dalam Wisma bersama-sama yang membuat jantung Putri Yun Hui berdetak kencang dan wajahnya yang cantik jelita merona dengan sendirinya.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2